Mar 262019
 

Kapal selam INS Khanderi (Scorpene-Class) berada di Mazagon Gock, India © PTI

JakartaGreater.com – Angkatan Laut India akan meluncurkan kapal selam kelas Scorpene atau Kalvari-Class yang kedua, yakni INS Khanderi pada awal Mei 2019, seperti dilansir dari laman The Hindu yang mengutip sumber anonim.

INS Khanderi yang akan datang diluncurkan dari galangan kapal Mazagon Dock Limited (MDL) di Mumbai, India pada 12 Januari 2017 dan memulai uji coba lautnya sejak 1 Juni di tahun yang sama.

Kapal selam dinamai berdasarkan nama pulau Khanderi, pulau Maratha, raja Chhatrapati Shivaji, adalah kapal yang ke-2 dari enam kapal selam kelas Scorpene yang dibuat secara lokal sebagai kelas Kalvari), dibangun oleh galangan pembuat kapal milik negara India, Mazagon Dock Limited (MDL) bekerjasama dengan pembuat kapal pertahanan Prancis, Naval Group (sebelumnya bernama DCNS).

Kapal selam pertama dikelasnya adalah INS Kalvari, ditugaskan ke armada Angkatan Laut India dalam upacara pada 14 Desember 2018 di Mumbai setelah penundaan hampir empat tahun. Kapal selam yang ketiga, yang diberi nama INS Karanj, diluncurkan tahun lalu dan saat ini sedang melakukan uji coba laut. Itu dijadwalkan akan dikirim ke Angkatan Laut India akhir tahun ini.

Kapal selam INS Kalvari, kelas Scorpene pertama Angkatan Laut India. © Indian Navy via Wikimedia Commons

Kapal selam ke-4 dikelasnya, INS Vela, akan segera diluncurkan dan itu dijadwalkan akan dikirimkan ke Angkatan Laut tahun depan. Menurut pembuat kapal, kapal yang tersisa – diberi nama INS Vagir dan INS Vagsheer – akan dikirimkan masing-masing pada tahun 2021 dan 2022.

Kapal selam diesel-electric (SSK) berjuluk “hunter-killer” ini memiliki bobot 1.550 ton dan kecepatan maksimum dalam air 37 km/jam. Kapal dapat menyelam hingga 350 meter dan memiliki jangkauan pelayaran 12.000 km.

Kelas-Kalvari dipersenjatai dengan torpedo kelas berat buatan dalam negeri Varunastra, misil anti-kapal (AShM) MBDA Exocet buatan Prancis dan ranjau laut. Misil Exocet SM39 adalah rudal anti-kapal subsonik berbahan bakar padat, berfitur sea-skimming dengan jangkauan operasional 50-70 km (tergantung varian).

Tiga versi utama Exocet, dari atas SM39 versi kapal selam, MM40 versi kapal permukaan dan AM39 versi pesawat udara. © Mueiemax via Wikimedia Commons

Angkatan Laut India juga telah mengeluarkan permintaan informasi pada enam produsen asing untuk kontrak terbaru guna membangun enam kapal selam serangan diesel-listrik yang dilengkapi teknologi Propulsi Udara Mandiri (AIP) di bawah program Project-75I. Pembangunan kapal selam disetujui oleh Dewan Akuisisi Pertahanan India (DAC) pada 31 Januari, dengan biaya lebih dari 40.000 crores atau sekitar US $ 5,62 miliar.

Kapal selam Proyek 75I nantinya akan dilengkapi sistem peluncuran vertikal (VLS) yang memungkinkan mereka membawa sejumlah rudal jelajah supersonik BrahMos, membuat kapal selam ini sepenuhnya mampu melakukan misi anti-permukaan dan anti kapal (ASuW).

Pesaing yang mungkin untuk proyek ini adalah Amur 1650 oleh Biro Desain Rubin (Rusia), Advanced Scoropene oleh Naval Group (Prancis), Tipe 214 olehTKMS (Jerman), S-80 oleh Navantia (Spanyol), A26 oleh Saab Kockum (Swedia) dan Soryu oleh MHI (Jepang).