Dec 312015
 

Kalkuta – India sukses menguji tembak rudal jarak jauh darat ke udara (LR-SAM), yang digunakan untuk melindungi wilayah udara dari ancaman lawan.

Kementerian Pertahanan India, memberitakan Rudal Barak-8 -yang dikembangkan bersama India dan Israel- meluncur dari kapal perang INS Kolkata, (30/12). Rudal ini memiliki radar untuk mendeteksi, pelacakan, dan sistem panduan.

Barak 8 LRSAM from INS Kolkata undertaken on 29-30 Dec 2015 2

“Nantinya, semua kapal perang kami di masa depan akan dilengkapi dengan rudal ini,” ujar juru bicara Angkatan Laut India kepada media.

Rudal ini ditujukan untuk menangkal ancaman udara baik dalam jarak pendek atau pun panjang, termasuk pesawat dan drone. Rudal ini dilengkapi dengan radar multi misi state of the art, data link dua arah dan komando serta kontrol sistem yang fleksibel.

Barak 8 LRSAM from INS Kolkata undertaken on 29-30 Dec 2015 3

India merupakan negara dengan belanja pertahanan terbesar, dengan anggaran 250 miliar dolar AS untuk memperbarui seluruh sistem persenjataannya. PM India Narendra Modi terus mendorong negaranya meningkatkan kemampuan militer.

Sejak 1998, India secara rutin menguji kemampuan senjata nuklir, dan terlibat perlombaan senjata dengan Pakistan sejak 1947.

Barak 8 LRSAM from INS Kolkata undertaken on 29-30 Dec 2015 4

November lalu, India menguji tembak rudal jelajah produksi dalam negeri. Uji tembak rual BrahMos itu sukses.

Rudal mampu berlari sejauh 290 kilometer, mampu menghindari radar dengan kombinasi terbang tinggi dan rendah.

Selain memiliki BrahMos, India juga telah memiliki rudal balistik Agni-V, yang mampu terbang sejauh 5.000 kilometer. Pakistan merespon dengan melakukan uji tembak yang sama.

Bagikan Artikel :

  16 Responses to “India Sukses Tembakkan Rudal Barak 8”

  1. wew…..

  2. No coment

    • Selamat untuk India, suatu negara yg berpenduduk banyak nomer dua didunia setelah Tiongkok dan rajin memperbaharui kekuatan militernya. Selamat atas lahirnya rudal Barak, rudal pelindung dari ancaman serangan udara. Diawal kelahiranya, India langsung bermimpi buruk karena mesti harus bersaing dg negara tetangga serumpun yg beda pandangan hidup, lalu saling berupaya menegakan wibawa negara dg bersaing secara teknologi dan militer, siapa lagi negara itu bila bukan Pakistan, yg sesungguhnya masih satu bangsa sebelum saling memisahkan diri.
      Selain Pakistan Bangladesh dahulu juga masih satu bangsa dg India dan Pakistan, namun Bangladesh tdk begitu mengikuti persaingan militer dg kedua saudaranya, mengingat Bangladesh lbh memilih atau berkutat untuk bagaimana mensejahterakan rakyatnya yg belum kunjung berhasil. Pakistan dan India bersaing ketat karena masih memiliki “ganjalan” dlm menyelesaikan masalah Kashmir.
      Sementara diwilayah timur India ada Tiongkok yg musti diawasi secara ketat, karena negara itu juga berpotensi memiliki masalah dg India. Begitulah, bisa dimaklumi bila India sangat berambisi mengembangan kekuatan teknologi dan militer. Ini berbeda dg Indonesia yg terletak disebelah tenggara India dan memiliki perbatasan laut, yakni laut andaman dan laut banda dibarat aceh. Indonesia cenderung adem ayem dalam ambisi pengembangan kekuatan militer, setidaknya paska kejatuhan presiden pertama Indonesia (Soekarno). Entah bagaimana ketika jaman ORBA (orde baru) Indonesia tdk begitu berambisi meningkatkan kekuatan militer, khususnya yg berhubungan dg alutsista modern semacam kapal perang / selam, pesawat tempur, tank / panser, rudal apalagi sebangsa rudal jarak jauh seperti ICBM (Intercontinental Balistic Missil). Tidak usah ICBM berkepala nuklir, cukup ICBM berhulu ledak sambel lombok ijo agar lbh manusiawi karena hanya bikin pedas mata musuh, itu saja Indonesia tdk punya.
      Memang pd jaman ORBA militer Indonesia tetap memiliki keinginan mejajal berbagai alutsista modern, namun pd umumnya alutsista yg tdk begitu gahar pd jamanya. TNI AL memiliki 2 kapal selam kelas U-209/1300 buatan Jerman Barat tahun 1981 dan sampai sekarang msh setia meronda lautan Nusantara. Sekitar tahun 90 an TNI AL sempat menambah kapal perang korvet kelas Parchim bekas Jerman Timur, yg konon menimbulkan masalah dalam pengadaan dan teknis kapal itu sendiri. Sementara TNI AU memiliki OV10 Bronco, A4 Skyhawk, F5 Tiger dan yg lbh canggih adalah F16 Falcon, yg mungkin bagi para tetangga yg suka jail dg Indonesia hanya dipandang dg kedipan mata. Sementara TNI AD setia dg tank ringan Scorpion buatan Inggris dan AMX-13 buatan Perancis.
      Kurang terlihat menonjol dari militer Indonesia bila dilihat dari sisi alutsista pd saat itu, namun yg menarik justru kualitas personel tentara Indonesia, khususnya pd pasukan berkulifikasi komando dan khusus memiliki kemampuan yg tdk bisa dipandang remeh. Terlihat dari berbagaj penugasan, baik tugas dalam rangka kepentingan negara maupun tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB yg sering dianggap sukses…

  3. Hastinapura bangkit….

  4. makin keren pertahanan india. nehi nehi aca aca. he he 😉

  5. Bagaimana perkembangan roket RX 550 kita y..?? msh BERKUTAT di UJI TERBANG STATIS & Nozzle yg msh sering pecah..lalu bagaimana SELESAIKAH BELAJAR ( ToT) dari rudal C 705 CHINA..? dan bagaimana PERKEMBANGAN ROKET 3 digit kita..akan di lanjutkan kah yg berBASIS RX 750 kita..?

  6. Pasang di PKR mantep neh…

  7. Barak8 masih pakai solid propelan 2 tingkat.
    Lapan sudah pakai liquid propelan 3 tingkat. Canggih mana?
    Barak8: 2link, ir,
    lapan: satelitguide aesa.
    Tetap saja laser dgn optikpod masih 1 langkah di depan. Skak mat.

  8. Aduhh.. hari gini si nara masih d pegang tulisannya. Kita aja kekurangan SAM Medium kok bisa2nya nitipin alutsistanya ke Negara orang.. istighfar mass

  9. bukan meremehkan mbah nara. Tapi cuma mengenang Jalo says
    May 5, 2014 at
    1:31 pm

  10. Indonesia membutuhkan rudal yang bisa mengejar barang bergerak.. ayo berkreasi dan buatlah. Jamin masa dpn mu cerah..

  11. nkri dalam bahaya hrs segera bikin rudal jarak jauh 500-1000 km ..atau beli rudal barak 1000 unit..nkri dlm bahaya dikepung negara2 sok jaguh tukang jail.

  12. Nah loh, Malaysia negara jaguh yg tentaranya selalu sehat wal alfiat, benar ya pak cik satru sebahan? Bandingkan dg rakyat Indonesia yg dari jaman Diponegoro sampai Soekarno perang melulu melawan Kumpeni belanda, dilanjut melawan tentara Dai Nipon dan Belanda dikemudian waktu untuk mempertahankan kemerdekaan, yg mau direbut kembali oleh Belanda. Sudah berapa banyak korban dipihak rakyat dan laskyar Indonesia ya pak cik, mungkin lbh “enjoy” bangsa Malaysia yg cukup berpangku tangan, tdk perlu repot berjuang toh lalu merdeka dari British. Barangkali itu sdh sunatan takdir bangsa Indonesia untuk selalu berjuang pak cik. Tentu saja dg berjuang jadi selalu memakan korban.
    Lah sekarang kan tdk dalam perang? Kok masih ada korban? Lah bagaimana tidak, wong tdk berperang pun aktifitas tentara Indonesia sangat besar. Dari membantu evakuasi bencana alam, latihan sampai menjadi peacekeeper tentara PBB, lah tentara negara pak cik malah asyik menjaga istana Buckingham Palace milik ratu British….

 Leave a Reply