Apr 162017
 

Rudal udara-ke-udara jarak jauh Astra buatan India © Rajan Manickavasagam dan Christian Alexander Tietgen via Wikimedia Commons

India telah berhasil menguji sistem pencari Ku-band buatan dalam negeri pada rudal BVR Astra. Sampai sekarang rudal BVR Astra menggunakan varian pencari radar aktif rudal R77 (9B1103M). Ini adalah versi “down-grade” dari radar pencari aktif yang dikembangkan oleh DRDO. Dengan prestasi ini Astra sekarang telah 100% asli buatan India, seperti dilansir dari Defence Update.

Rudal BVR tersebut dapat mencegat target dalam jarak antara 20-80 km. Rudal yang telah gagal selama pengujian sebelumnya, kini dapat dipasang pada seluruh jet tempur yang di operasikan oleh Angkatan Udara India dan juga akan segera diitegerasikan pada Pesawat Tempur Ringan (LCA) Tejas.

Keberhasilan Astra sangat penting karena akan menambah keberhasilan DRDO. Hanya segelintir negara yang berhasil dalam mengembangkan pencari tersebut.

Rudal udara-ke-udara BVR Astra aktif radar homing (ARH) yang dikembangkan oleh DRDO, India. Astra dirancang untuk mampu menghancurkan target di berbagai jarak antara 20-80 km dan berbagai ketinggian menggunakan mode penggerak alternatif.

Astra adalah rudal Diluar Jangkauan Visual (BVR) yang mampu diluncurkan dari jet tempur superioritas udara bermesin ganda Su-30MKI. Angkatan Udara India saat ini memiliki 200 unit Su-30MKI, dan berencana akan mengoperasikan hingga 270 unit. Rudal Astra memiliki panjang 149 inci, menjadikannya rudal paling kompak yang dikembangkan mandiri di India yang mampu meluncur dengan kecepatan supersonik.

Astra Rudal diuji untuk membuktikan kemampuan manuver terhadap target simulasi dan juga untuk memvalidasi berbagai subsistem.”Ketika ditembakkan dari ketinggian minimal 15.000 meter, Astra dapat melakukan perjalanan sejauh 110 km.

Pada ketinggian yang lebih rendah, jangkauan ini berkurang, ia mampu mencapai jarak 44 km ketika ditembakkan dari 8.000 meter, dan mampu mencapai jarak 21 km ketika ditembakkan dari permukaan laut, menurut Economic Times. Kemampuan ARH dari Astra terbatas pada 25 km. Dalam penggunaan normal, rudal Astra yang sangat bermanuver mampu berakselerasi hingga 30 g.

Astra telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade, akan terus menjalani pengujian sampai siap untuk digunakan oleh Angkatan Udara India. Venugopal, direktur proyek di DRDO mencatat bahwa selama peluncuran udara yang keempat dan kelima rudal Astra telah berhasil dengan sempurna… lebih banyak tes lagi akan dilakukan untuk dapat membuktikan kemampuanya secara terus-menerus.

Sukhoi Su-30MKI, yang dimaksudkan membawa rudal Astra, merupakan aset penting untuk Angkatan Udara India, terutama untuk skenario perang yang potensial. Dengan jangkauan 1.800 km dan kemampuan manuver tinggi, Su-30MKI adalah superioritas utama dan juga dominasi tempur India. Astra, akan memberikan armada Su-30MKI kekuatan ofensif yang cukup bagi India.

  5 Responses to “India Sukses Uji Coba “Seeker” Buatan Dalam Negeri Pada Rudal BVR Astra”

  1.  

    Pertamax juossss

  2.  

    Padahal India sdh bisa produksi rudal canggih. Tp kok masih beli rudal dr luar jg.?

  3.  

    Setidaknya untuk komparasi. Komparasi itu penting untuk membuat rudal yang unggul dalam perang.

  4.  

    Indonesia kapan bs secara resmi memberitakan kemajuan pengembangan R-Han dgn berbagai varian!

  5.  

    Supaya kebal jamming, mendingan pake IR atau Pencari panas, tapi resikonya, bisa dikecoh dgn mdh oleh Chaff n Flare. Sedangkan ARH lebih sulit untuk dikecoh oleh Chaff n Flare.

 Leave a Reply