Mar 182019
 

India sukses uji tembak roket berpemandu menggunakan MLRS Pinaka © Force India

JakartaGreater.com – Sistem peluncur roket multi-laras atau MLRS diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan serangan artileri akurasi tinggi kepada Angkatan Darat India, seperti dilansir dari laman Force India pada hari Selasa.

Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO), tanggal 11 Maret, berhasil menguji coba peluncur rudal multi-laras (MLRS) PINAKA menembakkan roket dipandu dalam 2 uji terpisah di rentang uji Pokhran.

Ini adalah uji coba roket dipandu yang kedua sejak Juni 2018. Sistem PINAKA diharapkan memberikan perangsang yang signifikan terhadap kemampuan artileri untuk melakukan serangan tepat dan akurat.

Menurut pernyataan pers resmi Kementerian Pertahanan India, bahwa sistem senjata ini menghantam target yang ditentukan dengan presisi tinggi serta mencapai akurasi yang diinginkan.

“Sistem telemetri melacak dan memantau kendaraan dalam sepanjang jalur penerbangan. Semua tujuan misi telah tercapai”, sebut pernyataan itu.

Sistem peluncur roket multi-laras PINAKA yang terbaru dan lebih baik dilengkapi dengan panduan, navigasi dan kit kontrol yang dikembangkan oleh Research Center Imarat (RCI) di DRDO. Sistem PINAKA sebelumnya tak dilengkapi roket terarah dan roket yang lebih baru ini diharapkan untuk menggantikan MLRS Smerch dari Rusia.

Sistem peluncur roket multi-laras BM-30 Smerch Angkatan Dara India © Wikimedia Commons

Angkatan Darat India bermaksud untuk melantik 22 resimen MLRS PINAKA pada tahun 2026 termasuk 12 resimen dari yang dilengkapi dengan rpket dipandu terbaru. Resimen pertama roket dinaikkan pada bulan Februari 2000. Roket tersebut digunakan sebagai senjata pemusnah area yang memiliki kapasitas untuk memusnahkan 900 meter persegi dari jarak 20-80 km dengan menembakkan 12 roket dalam 44 detik.

Setiap baterai MLRS PINAKA terdiri dari: 6 kendaraan peluncur, masing-masing dengan 12 roket; 6 kendaraan pengisian ulang; 3 kendaraan pengisi; 2 kendaraan Pos Komando (satu siaga) dengan komputer kendali tembak dan radar MET DIGICORA. Tahun lalu di bulan Juni, roket PINAKA berhasil di uji coba dengan jangkauan yang ditingkatkan dan dilengkapi sistem pemandu dari Chandipur, Odisha.