Oct 092018
 

Parade sistem rudal S-400 Triumf © Vasily Fedosenko via Ria Novosti

JakartaGreater.com – India tidak bisa dihalangi oleh ancaman sanksi AS untuk membeli sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Rusia, karena itu mengikuti “kebijakan negara berdaulat”, kata seorang kepala militer, menambahkan bahwa negaranya harus memikirkan apa yang “penting secara strategis”, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

Jenderal Bipin Rawat menyiratkan bahwa negaranya bukanlah negara bawahan, dimana mereka berhak untuk melanjutkan pembelian 5 (lima) sistem rudal permukaan ke udara dari Rusia senilai US $ 5,4 miliar.

Berbicara saat inagurasi Jenderal KV Krishna Rao di ibukota India, New Delhi.

“Ketika Rusia bertanya tentang sanksi Amerika, jawaban saya adalah ya, kami menghargai bahwa mungkin ada sanksi terhadap kami, tetapi kami mengikuti kebijakan independen”, kata sang jenderal setelah kunjungan selama enam hari ke Rusia, dimana dia bertemu dengan para pejabat Angkatan Bersenjata Rusia.

Kontrak tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi ketika keduanya bertemu pada hari Jumat di New Delhi.

India menandatangani perjanjian tersebut meskipun AS memperingatkan bahwa setiap negara yang berdagang dengan industri pertahanan Rusia dan sektor intelijen secara otomatis akan terkena sanksi di bawah Undang-Undang Melawan Amerika Serikat Melalui Sanksi (CAATSA).

Tapi Jenderal Rawat mengatakan kepada seorang reporter bahwa tidak ada akhir yang terlihat atas cara di mana kita dapat bekerjasama dengan negara Rusia, menambahkan bahwa jalan selanjutnya adalah untuk mempertimbangkan apa yang secara strategis “penting bagi India”.

  6 Responses to “India Tolak Sanksi AS Atas S-400 Rusia: Kami Berdaulat”

  1.  

    Langkah india sudah tepat.

  2.  

    S-400 Triumf – Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=q4ncll2gNps&t=5s

  3.  

    (Dalam benak jenderal) Gua transaksi ama dia kok lu ngelarang..?

    Lu siapanya gua.?

  4.  

    Ok teruskan
    😀 😆

  5.  

    gw bayar kok loe yang sewot… mungkin maksudnya begitu…

    USA ingin menelikung India untuk menjadi mitranya… tetapi secara basic, India membutuhkan sesuatu yang benar2 mampu untuk menghadapi tidak hanya Pakistan tetapi juga China… ketika China memiliki S-400 maka tidak ada cara lain bagi India selain ikut membeli S-400…
    Padahal kalau India memiliki S-400 maka usaha USA untuk mengisi peluang project pesawat tempur gen-5 akan menjadi sangat rumit… seperti halnya yang terjadi dengan Turki…

  6.  

    Kita juga negara berdaulat. Jadi Su 35 juga harus dilanjutkan.

 Leave a Reply