India Tolak Tawaran SAAB Untuk Kembangkan Tejas MK1A

NEW DELHI – Perusahaan pertahanan asal Swedia, SAAB telah menawarkan untuk mendirikan unit produksi di India dalam upaya kolaborasi dengan Hindustan Aeronautics Limited (HAL)  untuk pengembangan bersama pesawat tempur Tejas MK1A

Upaya mati-matian SAAB untuk berkolaborasi dengan perusahaan Aeronautika India dalam pengembangan pesawat tempur dalam negeri yang diproduksi Tejas MK1A telah gagal mendapatkan dukungan dari pemerintah India.

Manohar Parrikar, Menteri Pertahanan India mengatakan, “Tidak ada pertimbangan untuk kolaborasi dengan Produsen Pesawat Eropa dalam pengembangan Tejas Mark 1A”.

Bulan lalu, kepala SAAB India, Jan Widerström mengatakan bahwa perusahaan itu dalam pembicaraan dengan Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) untuk mengembangkan Tejas MK1A. SAAB menawarkan untuk menyiapkan jalur produksi di India di bawah skema “Made In India” dan memasok radar AESA terbaru untuk HAL untuk Tejas MK1A.

DCNS Perancis Gagal Tawarkan Teknologi AIPS Ke India

Namun, pemerintah India tidak terlalu tertarik untuk menerima proposal ini ke depannya karena Organisasi Pengembangan Riset Pertahanan (DRDO) telah mengembangkan radar AESA sendiri dengan biaya sebesar 67 juta dolar AS. Proyek ini telah disetujui oleh pemerintah pada Januari 2012 dan kemungkinan akan selesai Mei 2019, karena terjadi penundaan 3 tahun.

Tejas MK1A adalah pesawat generasi 4,5 yang pemerintah katakan, tidak akan mengarah pada pengembangan pesawat generasi kelima. Manohar Parrikar mengatakan di Parlemen, “Ada program yang terpisah antara Hindustan Aeronautics Limited (HAL) dari sisi India dan Rosboronexport dari pihak Rusia untuk Desain dan Pengembangan (D&D) dari Pesawat Tempur Generasi Kelima (FGFA – Fifth Generation Fighter Aircraft)”.

India membangun Pesawat Tempur Ringan (LCA – Light Combat Aircraft) pertamanya – skuadron Tejas pada 1 Juli 2016 dengan dua unit Pesawat Tempur Ringan – Konfigurasi Operasional Awal (IOC – Initial Operational Configuration) seri produksi awal. Selanjutnya 18 unit lagi IOC direncanakan hadir pada 2018 – 2019. Ini akan diikuti oleh 20 unit pesawat lagi dengan Konfigurasi Operasional Akhir (FOC – Final Operational Configuration) yang direncanakan hadir pada tahun 2019.

Sumber: Sputniknews

(Vegassus/JakartaGreater)

TERPOPULER

Tinggalkan komentar