Agu 082016
 

Program kerjasama India-Rusia akan memberi New Delhi penangkal berkemampuan nuklir yang memastikan keselamatan berkelanjutan dan keamanan rakyat India meskipun meningkatkan ketegangan regional.

Uji-coba penembakan akhir rudal jelajah supersonic berkemampuan nuklir BrahMos dari jet tempur Sukhoi SU-30MKI, kekuatan utama Angkatan Udara India (IAF), dijadwalkan akan berlangsung akhir bulan ini.

“Kami berharap untuk melakukan drop-test pada tanggal 24 bulan ini (Agustus)”, tutur CEO BrahMos Aerospace, Dr. Sudhir Mishra dalam sebuah wawancara dengan Indo-Asian News Service. “Setelah drop-test, akan kita lihat apakah diperlukan beberapa perbaikan pada perangkat lunak dan sistem lainnya”.

Tes penembakan rudal jelajah BrahMos untuk memverifikasi keakuratan dan efektifitas sistem peluncur rudal dari Su-30MKI ini. Tes akan dilakukan dilapangan tembak Pokharan Rajashtan. Tes tambahan juga diharapkan akan diadakan di Teluk Benggala pada akhir November 2016 ini untuk ditembakkan pada kapal angkatan laut yang akan dinonaktifkan.

Pengujian yang dilakukan bukan saja menganalisa perilaku rudal selama penerbangan, tetapi juga akan mempelajari dampak dari peluncuran pada pesawat, sehingga bisa ditentukan apakah mempengaruhi lintasan jet tempur, atau apakah pelepasan panas dari rudal yang ditembakkan memerlukan modifikasi khusus untuk pesawat terbang.

Sebuah Su-30MKI yang terintegrasi dengan varian rudal udara-ke-udara (AAM) BrahMos-A terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 25 Juni 2016 di Nashik. Pesawat pembawa rudal ini telah tercatat melakukan 10 jam penerbangan tanpa insiden.

Rusia merancang Su-30MKI sebagai jet tempur paling mematikan milik India, terpilih sebagai kendaraan pembawa rudal BrahMos karena memiliki airframe titanium dan paduan aluminium berkekuatan tinggi sehingga cocok untuk membawa rudal jelajah kecepatan tinggi atau rudal udara-ke-darat (AGM).

Jet tempur tersebut telah dimodifikasi lebih lanjut dengan penguatan untaian elektronik yang memungkinkan pesawat untuk menahan pulsa elektromagnetik dari ledakan nuklir. Jet ini diketahui memiliki desain aerodinamis yang menawarkan kemampuan manuver tak tertandingi dan daya dorong vectoringnya memungkinkan pesawat untuk lepas landas dan mendarat di berbagai pengaturan yang disediakan oleh pesawat perang dengan karakteristik multi-tujuan.

Jet tempur 1.317 MPH (2,120 kmh) mampu melepaskan rudal jelajah BrahMos dari ketinggian 500 meter hingga 14.000 meter. Rudal akan terjun bebas antara 100-150 meter pertama sebelum masuk ke fase jelajah sampai memasuki fase terminal di 15 meter di atas tanah. Lonjakan kecepatan rudal tersebut adalah 2.8 Mach (2,148 MPH atau 3,457 kmh)

Rencananya sebanyak 40 jet tempur India akan dilengkapi dengan rudal jelajah Brahmos sebagai bagian dari proyek bersama antara Defense Research and Development Organisation(DRDO) India dan Federal State Unitary Enterprise NP Mashinostroyenia (NPOM) Rusia.

Sumber: Sputniknews