Jan 072018
 

Senjata pertahanan udara Zu-23 (Zenitnaya Ustanovka) buatan Rusia. © Larsen

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan India, Nirmala Sitharaman telah mengeluarkan tender sebesar $1,5 miliar untuk mengakuisisi 61 sistem senjata pertahanan udara canggih dari produsen lokal di bawah program Make in India, seperti dilansir dari India Today.

Tender tersebut dikeluarkan oleh bagian akuisisi di kementerian pertahanan, dan 61 sistem pertahanan udara Close-In Weapon Systems (CIWS) akan digunakan untuk menggantikan sistem buatan Rusia, termasuk senjata pertahanan udara L-70 dan Zu-23.

“Nilai tender akan lebih dari 10.000 crore rupee ($1,5 miliar) dan diikuti perusahaan pertahanan pribumi terkemuka termasuk Tata Power SED, Punj Lloyd, L & T, Mahindra Defense, Bharat Electronics Limited dan Ordnance Factory Board”, kata sumber pemerintah.

Dalam program tersebut, perusahaan India harus bekerjasama dengan produsen asing, yang akan membantu mereka membangun sistem senjata di bawah klausul “buy and make” dari prosedur akuisisi pertahanan India.

Di bawah proyek tersebut, Angkatan Udara bertujuan untuk menginduksi unit CIWS buatan sendiri dalam tujuh tahun ke depan dan akan mengintegrasikan CIWS dengan sistem komando dan kendali udara yang melakukan lalu lintas udara serta fungsi pengawasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Sitharaman telah berupaya meningkatkan kecepatan pribumisasi di sektor pertahanan pekan lalu, sebuah tender dikeluarkan untuk perusahaan swasta untuk memasok amunisi buatan produsen lokal ke angkatan bersenjata dan membuatnya lebih layak dengan meningkatkan jangka waktu dari 5 sampai 10 tahun.

Menteri tersebut juga mendorong layanan untuk menerima alutsista yang diproduksi secara mandiri saat Angkatan Udara India baru-baru ini mengeluarkan tender untuk mendapatkan 83 pesawat tempur LCA Tejas Mk1A.

Berbagi

  22 Responses to “India Umumkan Tender Pengadaan CIWS Seharga $1,5 Miliar”

  1.  

    Punya kita juga ada tuh kayak gambar diatas..
    Cuman yang versi KaWe nya alias buatan China.

  2.  

    patut dicontoh dari India … MAKE IN INDIA
    kapan kita bikin program …MAKE IN INDONESIA ???
    entah kapan & siapa yg sanggup jalankannya …

  3.  

    Sedih… jg denger… kata ketengan… tp mintanya neko2 .

    •  

      Dah Ketetengan,Nego Super Plus Minta Yg Neko-2 Pula. 😆

      •  

        “Aku tak sing ngalah
        Trimo mudur timbang loro ati
        Tak uyako wong kowe wis lali
        Ora bakal bali

        Paribasan awak urip kari balung
        Lilo tak lakoni
        Jebule janjimu jebule sumpahmu
        Ra biso digugu….”

        Hihihih…tadinya kusangka diary nya bung jimmy yg diberi judul “Sukhoi Teko o”, ternyata lirik lagu “Suket Teki”

    •  

      Kita menganut “pembeli adalah raja”… tapi kita gak lihat belanjanya dimana… di pasar, pinggir jalan, mall, swalayan… terlebih gak periksa dompet dulu… 😆 hehehe

  4.  

    kok disini ngk pernah bahas CIWS goolkeeper ya.. padahal itu CIWS terbaik didunia menurut saya. Seharusnya kita bisa TOT itu dengan Belanda selain fregat sigma.

  5.  

    Cuma satu pun, gitu aja langsung diekspos dimari.
    Lebaayyy banget.
    Nampak benar subjectivenya……xixixi

  6.  

    1. Indihe mengadakan kompetisi tender alut2
    2. Vendor berdatangan
    3. muncul pemenang setelah proses yg panjang
    4. Indihe membatalkan tender dng beribu alasan
    5. Sakitnya tuh di sini wkkkk…

    Dan sekarang indihe mengumumkan tender baru untuk CIWS, mari kita lihat hasilnya xixixi…

 Leave a Reply