Indo Defence 2014 (3)

74
124

Setelah kemarin gak bisa hadir karena ada keperluan di Bandung, Jawa Barat, hari ini saya coba berkunjung ke Indo-Defence. Tadi sempat photo mock-up yang di tampilkan produsen-produsen senjata baik dalam negeri maupun Internasional. Sementara yang di indoor dulu ya, outdornya menyusul. Berikut foto-fotonya, semoga bisa menghibur teman-teman yang belum sempat hadir di Indo-Defence Kemayoran, Jakarta :

Dalam Negeri :

FSL_0210
Senjata tipe SS terbaru bikinan PT. Pindad
SS Series buatan PT. Pindad
SS Series buatan PT. Pindad
FSL_0218
Beberapa tipe Amunisi bikinan PT. Pindad
FSL_0298
Quadcopter hasil Universitas Surya dan Litbang TNI AD
FSL_0313
Gatling Gun hasil Riset Litbang TNI AD
FSL_0318
KIT 250 AT karya Dislitbang TNI AD dan PT. Fin Komodo Teknologi

Untuk KIT 250 AT

Spesifikasi teknis :

  • Mesin : 4 stroke 250 cc
  • Max. Momen Puntir : 17.6 Nm/5500 Rpm
  • Max. Daya Kuda : 14 HP/7500 Rpm
  • Perbandingan kompresi : 10 : 1
  • Kapasitas Tanki : 20 Liter
  • Starter : Elektrik
  • Transmisi : CVT Otomatis (Maju dan Mundur)
  • Kecepata Max : 60 Km/jam
  • Kapasitas Penumpang : 2 Orang
  • Kapasitas Angkut : 250 Kg

Spesifikasi Taktis :

  • Tetap Stabil pada kemiringan, turunan. tanjakan 45 derajat
  • Gun Turret bisa berputar 360 derajat
  • Pengendalian Mudah
  • Lincah dan Handal
DSC_0347
Brosur spesifik Stealth Fast Attack Craft PT Lundin dan SAAB
DSC_0352
Brosur spesifik Stealth Fast Attack Craft PT Lundin dan SAAB (2)

Internasional :

DSC_0072
Beberapa produk alutsista yang ditamilkan Rosoboronexport di Indo-defence 2014
DSC_0073
Mock-up Missile 57E6 Pantsir S1
DSC_0070
Mock-Up Kapal Selam Project 636 Rusia
DSC_0069
Mock-Up Kapal Selam Project 636 Rusia (2)
DSC_0065
Pesawat tempur Sukhoi Su-35 dan Su-34
FSL_0293
Mock-Up Brahmos Weapon System

(JALO)

74 KOMENTAR

        • Assalamualaikum wr.wb.
          imho
          drone itu lebih ke arah teknis peperangan.
          sedangkan yang saya tangkap dari poros maritimnya adalah mencegah sekaligus menegakkan kedaulatan atau mengaplikasikan diplomasi kita ke pelaku pencurian.
          la kalau kita menggunakan drone bagaimana kita bisa menangkap pelakunya?
          sedangkan kita ketahui drone hanya mempunyai fungsi operasional mengintai atau menembak sasaran.
          contoh apakah drone bisa mengintersep pesawat asing yang masuk ke dalam wilayah kita?
          kalau bisa tolong di berikan bukti pemberitaannya khusunya fungsinya ini.

          kalau salah ya maaf πŸ˜€
          maaf oot πŸ˜€

          • apakah kita di perbolehkan langsung menembak di tempat ke pelaku pencurian?
            kalau boleh ya berarti cocok dengan drone.
            kalau belum boleh ya berarti tidak di mungkinkan jumlah drone melebihi jumlah peralatan yang di operasikan oleh manusia.

          • bung WongNdeso

            drone laut / unmanned surface vehicle-nya kan bisa dilengkapi pengeras suara + rekaman2 peringatan dalam bahasa inggris + tagalog, vietnam, cina dst
            bahwa mereka akan memasuki ZEE RI dan dilarang untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan dst (jika kepergok akan masuk).
            jika tertangkap basah sedang nyolong ya dronenya bisa teriak ‘freeze !’ dan mengancam akan menembak sambil menunggu kedatangan KRI atau flying boat…

            http://defense-update.com/wp-content/uploads/2012/08/protector_11m_960.jpg

          • Assalamualaikum wr.wb.
            seberapa beranikah pemerintahan kita untuk menembak kapal nelayan?
            saya pernah liat tanyangan di tv yang meliput tentang patroli petugas bea cukai di perbatasan dengan menggunakan kapal patroli, padahal petugas bea cukai sudah bersenjata lengkap kapalnya juga di lengkapi senjata, gitu saja masih berani kabur nelayannya.
            apalagi drone yang di suruh menjaga dalam keadaan diem, bisa-bisa di ledakin dari bawah laut itu drone :mrgreen:
            di suruh menunggu? perjalanan kapal patrolinya membutuhkan waktu yang lama bung bisa berjam-jam lebih
            kecuali kalau di sana sudah standby LPD, sehingga dronenya di cover LPD.
            yang nantinya waktu di suruh menunggu, kita menerjunkan helikopter bukan kapal patroli, yang jauh lebih cepat pergerakannya, nanti pasukannya di drop dari helo :mrgreen:

            bukannya kalau menggunakan drone di tambah kapal patroli malah menambah beban biaya karena ketidak efisienan selain dalam hal biaya juga dalam hal waktu. selain itu ke efektifannya masih dipertanyakan.

  1. ..mlm bg jalo.salam kenal.. Menilik dari jumlah peserta dan minat dari asing utk ikut serta dipemeran ini tentu sangat membanggakn kita. Namun sy harap,perencanaan alusista yg sdh disusun sebelumnya tetap brjalan sesuai rencana. Begitu pula dgn produsen dan pemasok alusisita kita. Bukan hendak mengajari,tapi mohon kita jgn latah membeli alusista tanpa memikirkan juga dampak pengunaannya dimasa yg akan datang. Kita mesti brbangga dgn kemajuan TNI saat ini tapi tetap ingat pengalaman pahit yg pernah dirasakan dulu saat alusista kita mandul. Pilihan kita saat ini akan menentukan apa yg terjadi di masa yg akan datang. “BILA DAPAT TEMAN BARU,KAWAN LAMA JANGAN DILUPAKAN”… Wasalam.

  2. ternyata ide2 aku mengenai kapal drone,pespur drone udah ada malahan keren2 dn jantan tinggal pengembangannya ttk
    __
    bung jalo @aku punya ide bikin radar tuk bantu nelayan kita , namanya rif jd radar ini dipasang di kapal nelayan tuk melihat dimana ikan yg byk dn layak ditangkap .jd nelayan kita gampang gitu irit wkt.

    bung jalo tanya ma prof apa teknologi yg murah utk membantu nelayan.

    maju mundur sya πŸ˜€

  3. Terimakasih bung JaLo atas gambarnya , yang Menarik Senapan Serbu buatan terbaru , pertanyaan saya :”1.apakah hanya bentuknya saja berbeda , 2.apakah bahan materialnya juga berbeda , 3 . Apakah juga jangkauan dan spesifikasi untuk pemakainya berbeda ( berdasarkan sang pemakai) terima kasih

  4. foto : pengunjung tampak sepi,gak serame IIMS atau PRJ atau IMOS

    atau karena SPGnya kurang buka bukaan kali ya atau kurang binal.mbuhlah,menurut ane ajang kek gini lebih bermanfaat buat tambah rasa nasionalisme dan cinta NKRI dibanding ajang lain yg lebih memperlihatkan SPG dibanding produk

    OOT ngawur