Apr 012017
 

Kapal Selam Scorpene-class Angkatan Laut Malaysia. (telegiz.com)

Indonesia berusaha meningkatkan kemajuan terkait rencana membangun kapal selam diesel elekterik kelas Scorpene, dalam kemitraan dengan perusahaan pertahanan DCNS Perancis.

DCNS dan PT PAL Indonesia telah memperpanjang perjanjian kemitraan yang berakhir pada bulan Desember 2016 untuk perakitan kapal selam Indonesia. Nota kesepahaman (MoU) meliputi perpanjangan perjanjian kerja sama industri antara PT PAL dan DCNS “dengan maksud untuk akuisisi Indonesia atas kapal selam.”

Angkatan Laut Indonesia, yang terbesar di Asia Tenggara dalam jumlah kapal dan prajurit, ingin memiliki 10 sampai 12 armada kapal selam. Rencana penambahan itu merupakan bagian dari program Minimum Essential Force (MEF) Angkatan Laut Indonesia.

Sebagai bagian dari program ini, Indonesia pada tahun 2012 menempatkan order senilai 1 miliar dolar AS untuk tiga kapal selam Korea Selatan. Kapal selam pertama akan dibangun di Korea Selatan dengan insinyur Indonesia terlibat aktif dalam proses pembangunan.

Segmen kapal selam kedua akan dibangun di Indonesia, sementara yang ketiga dibangun oleh PT PAL di Surabaya. Ketiga kapal selam Indonesia telah didesain sebagai kelas Nagapasa, versi Angkatan Laut Republik Korea yang didesain dengan Peningkatan Chang Bogo-class.

TNI Angkatan Laut juga mengoperasikan dua kapal selam Cakra-class, turunan dari Type 209 subs yang dikembangkan oleh Jerman.

MoU antara DCNS dan PT PAL ditandatangani saat kunjungan Presiden Perancis François Hollande ke Jakarta. Ketua DCNS Hervé Guillou dan direktur PT PAL Firmansyah Arifin menandatangani MoU.

MoU juga mencakup kepentingan Indonesia dalam memperoleh kapal perang permukaan untuk TNI Angkatan Laut di bawah dialog pertahanan Indonesia-Perancis.

DCNS mencatat Indonesia ingin memperkuat kapasitas angkatan laut dan berdiskusi dengan Perancis untuk mengeksplorasi proyek kapal selam Indonesia dan kapal permukaan yang akan dibangun di Indonesia dengan tingkat tinggi dalam konten industri lokal, melalui kerja sama jangka panjang Indonesia-Perancis.

“DCNS berkomitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan industri Indonesia untuk meningkatkan teknologi tinggi dengan konten industri lokal di Indonesia,” kata Guillou.

Sumber: telegiz.com

 Posted by on April 1, 2017

  156 Responses to “Indonesia Akan Bangun Kapal Selam Scorpene-class”

  1.  

    Berita Tidak Jelas….

  2.  

    up

  3.  

    Jadi Changpene dong yaa. Changbogo rasa Scorphene.

  4.  

    The Indonesian Navy sought a fleet of at least 10 submarines and later revised the count to 12, according to a Dec. 5, 2015, report from Singapore-based S. Rajaratnam School of International Studies. That planned increased is part of Indonesia’s Minimum Essential Force program, which runs to 2024 and seeks to boost naval capabilities.
    “Without a proper strategic guideline it will be difficult for the country to establish a coherent procurement plan,” said the report, titled “Indonesia’s Submarines Procurement Plan: Spearheading Jakarta’s Maritime Ambition?”
    There were problems in joint production of the South Korean submarine between PT PAL and Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, with a “bitter lesson of the sluggish pace of technology transfer due to limited capability to absorb the transferred knowledge and the vendor’s reluctance to transfer it,” the report said.

    ada yg bisa ngasih konfirmasi paragraf ke-3…..saya dapat berita dari warung sebelah.

    •  

      Apakah indonesia ada masalah terkait tot dgn pihak daewoo dlm membuat kasel changbogo pesanan indonesia…yg katanya korsel pelit tot…..hah?..masak sie??. Gagal paham deh!!,

      •  

        Memang ada masalah bung edo.
        Tot cbg ditengah jalan di “revisi” sepihak oleh korsel menjadi “learning by seeing” karena HDW jerman (pemilik design u209) memprotes kontrak karena tidak dilibatkan dan korsel tidak mempunyai lisensi dari jerman.
        Anehnya saat tender awal kasel ini, turki sebagai pemegang lisensi u209 dan aip dari HDW malah dikalahkan oleh indonesia.

        •  

          berarti yg dimaksud vendor diatas adalh Howaldtswerke-Deutsche Werft nya Jerman bukan DSME korea kan bung

          mungkin bukan Indonesia namun Korsel yg dikalahkan Turki
          mengingat lobi2 turki dan faktor historis aliansi yg cukup kuat antara Jerman-turki sejak 130 tahun lalu

          •  

            Turki adalah operator kasel u-209 terbesar didunia…jd sdh sewajarnya diberi hak lisenssi oleh HDW

        •  

          Knp masalah ini baru muncul setelah pt pal sdh mendatangkan modul2 cangbogo ketiga? Dan bahkan ketika pengiriman changbogo yg pertama sdh akan dilakukan..?…

          •  

            @edo

            Masih ingat pernyataan seorang pejabat militer…selepas pesanan ketiga nagapasa class, AL akan melakukan pembelian kasel dr luar negri.

            Kita tidak berharap buruk, tpi pernyataan tsb mencerminkan ttg suatu kondisi ttg TOT CBG

        •  

          “The last time the Indonesian Navy received new submarines was in the 1980s with the delivery of two German Type 209/1300 diesel-electric attack submarines (known as Cakra-class in Indonesia), which subsequently underwent several major refits modernizing the subs’ propulsion systems, detection and navigation systems, and new fire control and combat systems by Howaldtswerke-Deutsche Werft (HDW) and South Korea’s Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), which is building Type 209 variants under license.”

          Mungkin bisa coba dibaca2 lg mengenai licensi kasel PT PAL..xixixixixixi

        •  

          Terkait masalah licensi sistem AIP, HDW ga pernah kasih teknologinya kenegara manapun.. Hal ini yg bikin HDW gagal di pengadaan kasel indihe,, dimana DCNS mau membagi teknologinya utk ngebantu DRDO ngembangin sistem AIP dlm negeri indihe..

    •  

      Beberapa dosen teknologi perkalapan dr ITS pernah mempertanyakan ttg rendahnya keterlibatan tenaga ahli asal Indonesia dlm hal rancang bangun CBG(hanya melihat proses pembuatannya saja), juga rendahnya TKDN, dan tiadanya produk buatan Indonesia dalam wujud komponen selain hull.

      Tampaknya dlm kerjasama dg DCNS nanti akan diawali dg babak baru dimana kedua pihak akan menjajaki lebih dulu kompetensi industri didalam negri spy bisa terlibat dlm menyuplai berbagai komponen kapal selam (seperti konsorium industri penunjang produksi pesawat N-219), pelibatan secara aktif tenaga ahli Indonesia mulai dr hal rancang-bangun kasel, serta kemungkinan utk melakukan penelitian bersama utk meningkatkan kinerja kasel yang akan dibuat spt dlm hal teknologi pembuangan panas propulsi dan batre kasel, dsb

    •  

      bitter lesson of the sluggish pace of technology transfer due to limited capability to absorb the transferred knowledge and the vendor’s reluctance to transfer it,” the report said.
      — sedikit ppelajaran tentang lambatnya TOT akan karena terbatasnya kemampuan menyerap TOT dan Vendor Enggan mentransfernya …….Pasti media malon

    •  

      Terkait terbatasnya TOT, ini berhubungan dgn budget utk licensi changbogo.. Korsel hanya menyesuaikan dgn budget yg dimiliki indonesia.. Hanya memang pemerintah trdahulu trlalu menggembor2 ambisinya utk membuat kasel dlm negeri.. Sama halnya dgn program IFX,, jng berharap banyak mengenai TKDN selama pemerintah belom melibatkan industri pendukungnya.. Bahkan utk kasel ke 3, dst korsel pun udah coba memenuhi keingin indonesia dgn ditambahkannya sistem AIP..

      Sebenernya tracknya udah bener, mengenai kerjasama dgn DSME.. Lagi2 sejauh mana budget indonesia dan konsorsium industri penunjang mampu utk mengembangkan kasel selanjutnya.. Masalah DCNS ini timbul jg karena ada keinginan user membuat kasel 22m.. Sehingga DCNS membuat penawaran dgn platform scorpone 1000.. Jd Scorponenya bakal beda ama yg dipunya tetangga..

  5.  

    Semua alutsista indonesia gado2, gmn mau dpt full tot…kasel 3 dr korsel, 2 dr rusia dan skr dr prancis…jet tempur jg gitu , 16 dr rusia, 32 dr korsel dan 36 dr as…semua nya gado2…mau dpt tot apaan klo gitu!!!

    •  

      Hi hi hi . . TOT nya nano2. Pasti yg dapat TOT nya pada stress. Trus nangis . .

    •  

      Justru bagus.. Keliatanny memang g fokus but at least teknologi barat we have, teknologi rusia we can..
      Bisa jadi designnya niru barat, senjata sebagian rusia, sebagian barat.. Mesin campuran..
      Insinyur indo sebenrny pinter2, but kurang di ekspose dan didukung..
      Kalo ga pinter mana mungkin banyak yg dapet beasiswa..

  6.  

    bentuk peningkatan alutsista pertahanan..
    inget yah, PERTAHANAN..
    bukan alutsista PENYERANGAN..

    takutnya tetangga salah mengartikan..

    •  

      Tapi tetangga punya pemikiran begindang bung Dangxel “PERTAHANAN YG BAIK ADALAH MENYERANG !!”…. nah loh !!??…..

      Sejarah mencatat, Indonesia khan salahsatu negara agresif, tukang agresor…… xixi….

  7.  

    Ga ada pembicaraan tot Mistral?

  8.  

    saudi sepertinya sudah punya bung
    mereka lah yg mendanai program nuklir nya pakistan dgn mengandalkan alih teknologi pengayaan uranium dari china.
    sepertinya yg 5 tahun terakhir ini ada peningkatan cukup signifikan kerjasama tenaga nuklir
    antara saudi-china

  9.  

    Lha wong masih A K A N…..akan..akan…

  10.  

    Menghina scorpene (malay) kemudian hari juga kepengen beli.. menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.. klo memang benar berita ini, suatu pelajaran berharga utk rekan2 forumer militer indonesia

  11.  

    Udah dari awak kalo tot changbogo gak akan dapat full karena lisensinya ttp dari Jerman.. Kita cuma ngerakit ( bukan membuat) hullnya karena kita juga tidak diajarin metalurgi pembuatan hullnya. Apalagi daleman kaselnya. Sangat disayangkan memang padahal kita bisa sukses tot LPD dan bisa ekspor ke Filipina. Tapi dilihat dari skandal ott oleh KPK berarti emg kualitas LPD kita masih kalah dari Korsel walopun kita menang di Harga. Gak mungkin PT. PAL korupsi kalo gak yakin sama produknya. Ngasih fee ke marketing memang wajar, tapi kalo dapet suapnya juga itu jadi masalah.

    •  

      Apa hubungannya fee marketing, tidak yakin sama produknya dengan korupsi oleh dirut PAL ndan? secara teori penyidikan jika ada korupsi maka ada mark up harga, dan jika ada kasus suap pada dirut maka ada penurunan di harga?

      Tolong dong minta metode analisa dlm ilmu kriminologi?

    •  

      Ya pake nalar juga, emank negara yang mana yg mau ngasih rahasia pembuatan kasel hanya dgn harga 1m dollar??? Lah riset mereka bisa 100m dollar.

      Bersyukurlah dikasih tot merakit, pemeliharaan dll.

      Lagian ente komen gak nyambung banget antara kwalitas kapal pt. Pal sama fee. Anehhh

    •  

      Bukannya yang dikasih fee itu dirut PAL nya yah?
      Maaf kalo salah

  12.  

    Ane gak yakin tot yg dikasih prancis sesuai dg yg kita minta. Mungkin cuma diajari las dan masang daleman kaselnya. Jangankan tot AIP, diajarin meracik metalurgi hullnya boro2. Apalagi kita belinya ngeteng. Kecuali kalo beli 12 baru dikasih. Udah, deh. Gausah mimpi buat kasel. Yg ada cuman merakit kasel. TKDN kita masih sangat rendah, dana buat research aja masih minim dibawah 1 triliun. Itu aja dibagi2 buat LIPI, LAPAN dan BPPT. Mau bilang ada dana dari Tax Amnesty?? Ngimpi kalo anggaran TNI bisa tembus 200 triliun. Ane kasih tau, harta yg udah dilaporkan itu 4.800 triliun. Asumsi yg dikenakan adalah 10% jadi dapetnya 480 T pajak yg didapat. Perbandingan anggaran TNI dg APBN itu 108/2096 T, cuma 5% dari APBN. Kalo tambahan pajak 480 T tadi kali 5% sesuai proporsional anggaran TNI thd APBN maka TNI cuma dapet 28 Triliun !! Total cuma 136 T. Mau naik 5% pertahun juga paling banter : 157, 437 triliun atau USD 11, 45 milyar di akhir 2019. Mau dapet apa kalo anggaran segitu?

    •  

      Mending minta tot seeker buat RHAN aja kalo perlu dipasang di RHAN 450. Terus beli tukino, Gripen sama Tejas aja. Gausah sok nasionalis kalo kenyataan berbicara lain. Su35 aja cuma bilang akan terus kena PHP kan?? Mau bilang ada yg ghoib?? Ghoib apa? Ghoib dari Hongkong ??!!!. Kita bukan pesimistis tapi realistis aja. Yang kelihatan aja. Maksain bisa stroke ntar. Buat Bung TN. PhD, ane bukan iri atau benci sama ente tapi banyak hitungan ente yg dobel penghitungan. Misalnya jumlah Su35. Yakin taruhan Su35 yg dibeli tak lebih dari 12 pespur hingga 2034. Jangan dibuai para warjager dg hitungan semu, kasihan mereka kecuali emg udah A1. Wikileaks ngasih bocoran rahasia negara fine2 aja kok, lah ente cuman asal hitung. Otak-atik asal nyambung. Kalo berani kasih aja list A1, kan nama asli ente gak ada yg tau. Kasihan mereka yg dibuai hitungan asli tapi palsu. Ntar mabuk kecubung.

    •  

      Emank ente tau Indonesia minta tot apaan dari prancis dalam pembelian kasel?? Komen sudah panjang2 tapi asal jeplak semua, semua dihubung2kan kesegalah arah.

    •  

      Episode sinetron Sutejas sebentar lagi akan selesai. Ini saya kasih trailer filem akhirnya. Ditonton ya . . .
      https://youtu.be/ds7XRMzQWMM

    •  

      Dana $11,45M, dapat apa yah? Untuk biaya kebutuhan seperti Gajih dan biaya operasional dan perawatan pasti udah habis $6,45M, masih ada sisa $5Milyar, cukuplah untuk beli 24 unit sukhoi, 2 unit Iver, dan sisanya untuk AD 🙂

      Itu tahun 2019 aja, tahun 2020 dgn anggaran $11,45Milyar masih bisa beli lagi 24 unit F16V dan 2 unit Iver, sisanya untuk AD, nah tahun 2021 dgn anggaran $11,45Milyar masih bisa lagi untuk beli 24 unit mig35, 2 unit Iver, dan sisanya untuk AD, tahun 2022 dgn anggaran $11,45milyar masih bisa lagi beli 32 unit FA50, 2 unit Iver, dan sisanya untuk AD.

      Sampe tahun 2022 saja, dgn anggaran $11,45milyar dari 2019 sampe 2022 kita sdh bisa beli 24 su35, 24 F16V, 24 Mig35, 32 FA50, dan 8 unit Fregat iver. Cukup kok untuk jd yg paling sangar di ASEAN 🙂

      •  

        Hihihi Iver Lovers…. 😆

      •  

        Dikira inflasi gak diitung apa ?? Inflasi Global rata2 sekitar 3,27%., itu diforecast sejak tahun ini hingga 2020. Cari aja di WB/IMF dan semacamnya. USD11,44 M mau dapet apa ?? Nilai segitu tahun 2019 setara USD 10,71 M. Dan yg bung Jfs sampaikan itu Belum termasuk biaya perawatan/refurbish, biaya penelitian,,dll. Harusnya anda baca rincian data anggaran APBN untuk pertahanan baru komentar. Mau bilang kita punya pinjaman dari Rusia dan negara lain juga itu buat 5 tahun, total utang dibagi 5.

    •  

      Setuju Bung.. Korea saja baru merakit saja dgn sedikit modifikasi jd lah changbogo. Bahan krusial di changbogo msh Made by Siemens, titanium msh dari germany.. paling u canal yg bikinan posco.

  13.  

    Buat apa pake trecker utk nyari IP Address ane coba. Kalo emg ngakuin dalam hati kalo diskusi di JKGR kebanyakan racun ghoib ya akui aja… Makanya bung Melektech gak pernah muncul lagi disini. Kebanyakan kecubung, mecin dan Anak Alayers sih. Kalo mw diskusi, ane kasih email ane aja.

    •  

      Ya udah ….ikut aja jejak si Melethek sono, kalo gak puas dimari. Gitu aja kok repot. Dr pd ente keracunan disini.

      Ngapain jg warjag mau diajak diskusi via email ente. Gak ada untungnya. Dr kapasitas cara ente komentarin tentang skandal PT.PAL aja udah keliatan kemampuan berpikir ente yg omong besar daya nalar cetek.
      Dr pd ngajak diskusi di email ente, mending diskusi di JKGR, bisa dpt kaos dr adminnya segala….xixixi

    •  

      Bung putra,
      1. Tot di indonesia memang dihadapkan dengan DANA dan itu fakta. Tetapi semangat utk belajar dan tot semakin kuat setelah embargo militer paska timorleste.
      2. Dengan dana terbatas dimaksimalkan untuk mendapatkan minimal 30persen. Dulu hal ini pernah direduksi menjadi offset. Padahal tot beda. Tot adalah mengejar teknologi bukan uang.
      3. Minimalnya prosentase tot menyebabkan 2 hal, kita bertekad menggabungkan beberapa tot yg didaptkan dari berbagai pembelian dan kedua adalah kepercayaan diri industri pertahanan kita untuk “melanjutkan” sendiri teknologi awal yg didapatkan menjadi teknologi yg utuh dikerjakan dalam negeri.
      4. LPD juga tidak mendapatkan tot 100 persen,tetapi kita bisa merampungkan kemampuan kita menjadi utuh. Kasus n219 dan n245 juga sama, dari tukang jahit jadi produksi.
      Lisensi ss1 pun bukan tot 100 persen, anoa juga. Anda juga bisa cek tot sigma.
      Jadi berhentilah mencela seorang bayi belajar berdiri,

      •  

        sy sependapat dgn anda @senopati pamungkas kita hrs bangga n support terus

        NKRI harga mati indonesia Raya Nusantara Gemilang

      •  

        Saya tidak membahas ttg tot 100%, tapi kenyataan bahwa kita hanya mendapatkan tot yg layak hanya pada alutsista kelas 2 dan bukan strategis macam kasel, rudal dan pespur. Kita lihat nanti seberapa jauh kita bisa bangun kasel dan IFX setelah selesai kerjasama dg korsel lagi.

    •  

      Melektech sang Mr Ambles mana mau kemari lagi, Leo udah “blusukan” kemana2 ?

    •  

      dimana2 gakada FREE TOT 100% mas,india dan china bisa jadi contoh yg baik dlm kasus TOT,ratusan/ribuan alutsista mereka beli dr russia,apa mereka mendapatkan sama persis dg russia??? gak tuh,yg ada mereka juga ada biro design sendiri dg skema TOTnya (india),bahkan china lbh gila lagi,copas tekhnologi dg pencurian tekhnologi (cetak biru),anda akan bingung lihat bagaimana alutsista china sama persis dg aslinya cuma dikasih nama tempatan xixi
      pada akhirnya,jarak ketertinggalan kita dlm tekhnologi harus dipotong waktuny meski dg skema TOT awal merakit,lambat laun akan bisa membuat,saya percaya itu
      setau saya,riset dan TOT akan berjalan seiring demi memangkas waktu dan mengejar ketertinggalan kita tsb….
      cermat boleh tapi jangan pesimis agar generasi kita nanti tumbuh dan besar di negeri besar,bukan spt tetangga itu tuh xixixi

  14.  

    Ragu pd bangsa sendiri…sy malu klu jd anda…

  15.  

    Kalau memang tujuannya menimba ilmu, tidak salah belajar kemana aja, boleh ke korsel, russia, perancis, amerika, belanda dsb asal kita tidak di doktrin sama negara yg ngasih ilmu, dari beberapa macam ilmu kasel yg didpt dari berbagai macam negara malah akan menambah wawasan keilmuan yg semakin dlm, siapa tahu nanti bisa bikin kasel dgn model berbeda khas KASEL Indonesia begitulah.

    Seandai makai model instan alias contek itu juga bisa, jika pun masih sulit masih ada pasar gelap utk beli ilmu alutsista, hanya saja apakah cara tsb akan dipakai bangsa kita?

  16.  

    selama ada :

    @Tante Mirna aka @Pocong Merem aka @Heri Setyawan aka @smilinghari212 aka @kasino lagi mulung ada juga @uling putih, maka @meleketech ada atau tidak … it does not matter …

  17.  

    program TOT kasel korsel mandek krn mungkin presiden sby dan presiden park sudah lengser. jadi pemangku kebijakan jg berubah.

    cuma analisis gaje hehe

  18.  

    Wakakakakakka.. i love this news, merakit

  19.  

    Ayo dong bisikin ane bung Surya …

  20.  

    Ah, . .ga percaya.

  21.  

    Maksudnya.. ?

  22.  

    Merakit scopene menjahit chagbutuh wakakakaka

  23.  

    nama ane kok disebut2 emang ada yg salah?

  24.  

    Kaosnya kok kelupaan….ehhh ketawa terkikihnya?

  25.  

    Minimal Minta ToT Metalurgi supaya kita bisa buat Hullnya….

  26.  

    @mbah Bedjo

    ampun mbah, enggak ada yang salah mbah, cuma mbah termasuk yang dituakan bersama-sama nama2 yang disebut di atas … pencerahan dari mbah selalu dinantikan …

    iya deh ogut ngaku, tadi emang sengaja enggak pake ketawa …

    sotoy mode on … kikikikikih …

  27.  

    Nanti indonesia bisa bikin kasel Ki changpene paduan kilo changbogo dan scorpene, ada aip nya, ada kalibr nya juga

  28.  

    Bila ,akan bila , bila akan

  29.  

    Yang paling penting ilmu metalurginya, klu sudah dikuasai apapun bisa dibuat termasuk komponen2nya.

  30.  

    yang d tiru kok malay… naas kita

  31.  

    Meniru … kita dah lebih dulu Beli Sukhoi daripada Malay… Kita dah dari Tahun 90 an udah minat tapi baru Kebeli di Tahun 2004… A-400M kita dah minat lebih dulu tapi Malay Belinya duluan..

  32.  

    Kl malay beli produk usa/brithish terbaik barulah indonesia tak mampu meniru

    Ha ha ha

    •  

      Tak mampu Cemana Budget Pertahanan Kita lebih Banyak di Bandingkan Malay… nyatanya kita beli Alutsista dari Amerika lebih banyak dari malay… dan di sini pun Alutsista British juga banyak…

  33.  

    Ada pelajaran berharga dari Scorpene malon, jangan sampai maksudnya membuat kapal selam, jadinya kapal Scorpung ( kapal selam kagak bisa nyelam ), ……… xi xi xi !!!
    So kenapa tidak kerjasama dgn German dlm membuat kapal selam tsb, …… ???

  34.  

    Peramal ya boss?

  35.  

    Test…

  36.  

    Tes

  37.  

    Test

  38.  

    yg penting ada join produk bwt komponen A-400, syukur2 d bolehkan modif sendiri

  39.  

    Yah emang dasarnya pengin menghina aja, gak boleh ya ? xixixi..

  40.  

    heleh, dapat tot ilmu mengecor logam aja dah seneng banget kok apalagi dapat tot ilmu pertanian, wah sip dah.

  41.  

    Bedanya ada kata ” Tidak “…….xixixi

  42.  

    Menurut berita dari media Naval Forces Industry oleh Laurent Lagneau, 01-04-2017

    “In a statement announcing the signing of this Memorandum of Understanding, DCNS recalls that it has already cooperated with PT PAL in recent years to “identify the best industrial solution for today offering a multi-purpose submarine Of the last generation of the Scorpene class “. It is now a question of going further by studying new possibilities concerning corvettes and frigates, ie the Gowind 2500, the FREMM, and even the intermediate size frigates (FTI).”

    1. Gosipnya adalah selain kapal selam Scorpane 1000, 2000 . militer kita juga tertarik dengan FREMM dan Intermediate Frigate dari Prancis dan juga penawaran dari italy,Inggris,Denmark serta Jerman yang juga akan turut serta menawarkan produknya dalam kompetisi Frigat untuk Indonesia ini. Besar kemungkinan jumlah yang di akusisi menurut perhitungan dana yang di sediakan untuk TNI AL untuk kapal perang jenis frigate ini adalah 2 unit saja.
    2. Dalam beberapa bulan ke depan kita akan mendengar tentang rencana pengadaan PSU medium.

    •  

      tender frigatenya dimulai pada bulan apa bung? atau gak kuartal ke berapa?

      hmmmm cukup gak nih namun toh masih tertarik

    •  

      Mantabs dah kabarnya nih.,,, smg cepat terealisasi ToT nya… yg tak kalah penting jg tentang metalurginya… kalau minta ToT langsung metalurginya sptnya sulit… kalau cluenya riset dan studi bareng sptnya kita bakalan dpt ilmu metalurginya meskipun gg d kasih semua 100%…. s3mangat terus untuk bangsaku menimba ilmu supaya cita-cita kemandirian inhan kita tercapai…

  43.  

    Apa petinggi kita tidak mengaca kepada kasus Mistral nya Rusia?
    Sebaiknya berpikir jernih dalam hal yg menyangkut kekuatan tni masa depan. Apalagi DCNS juga yg akan membangun kapal selam super senyap masa depannya Australia. Kalau sempat kita bersitegang dengan Aus, maka France akan memihak Aus.
    Carila antidot yg realistis dalam menhadapi kemampuan masa depan SS Aus

  44.  

    pendapat awam saya …

    mungkin kita sdg ber strategi mengadu banyak produsen kelas dunia, disuruh bikin MoU alias kesapahaman yg tdk mengikat, ntar kita pilih yg terbaik dan hrg kompetitif.
    nyang penting bisa dapet proposal teknis nya biar jelas planning kemampuan real nya …
    resikonya … ya paling ntar akan byk produsen mencak² protes via pemerintah masing² … kena angin PHP … xixixi

  45.  

    @ Bung Anu: Anda melupakan kalo Kita punya UU No.14 tahun 2008 tentang KETERBUKAAN INFORMASI ya ?? hal yg wajar kalo kita berhak tau informasi resmi mengenai jumlah sebetulnya alutsista kita. Mengetahui jumlah dan jenis bukanlah hal yg classified. Bahkan AS, Rusia dan beberapa negara menyetujui program Open Sky dan umum bisa mengakses informasi jumlah dan jenis alutsista yg mereka punya. Kalo spesifikasi teknis dan penempatan alutsista, berapa dan siapa yg mengoperasikannya itu baru bersifat rahasia. Ingat, UU tentang Rahasia negara masih dalam bentuk Rancangan. So, saya tak pernah berpikir dg dengkul ya Bung Jfs.

    •  

      Yg diomongin bung anu adalah wikileaks, dimana bung bilang gini : “Wikileaks ngasih bocoran rahasia negara fine2 aja kok”

      Namun faktanya org2 seperti julian assange dikejar-kejar oleh polisis internasional karna telah membocorkan rahasia negara

      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Julian_Assange

      •  

        Ya, dikejar negara2 yg tindakan bobroknya ketahuan. Buat yg lainnya?? Itu berkah karena kita tau kebobrokan mereka. Siapa yg tau disini kalo Pak SBY, Bu Ani dan pejabat negara kita dimata2i five eyes gegara kita mau beli Kilo. Siapa yg menyangka kalo puluhan juta pelanggan telkomsel dimata2i dg program weeping angel buatan AS. Memberikan data jumlah dan jenis alutsista takkan dikejar BIN dan BAIZ, kalo diawasi mungkin. Tapi dg era keterbukaan sekarang mana berani mereka bergerak sembarangan kecuali anda teroris. Ini bukan jaman Pak Harto lagi kok. Anda takut pihak asing yg memantau JKGR jadi tau?? Hahaha.. Mereka dah tau dari dulu bahkan “konon” ada kilo di kita pun juga dari LN kan?? So, buat apa takut ngasih tau data A1 jumlah dan jenis alutsista kita. Setidaknya biar pecinta hoax dan ghoib2 ini habis dan JKGR kembali sbg bahan diskusi yg baik mengenai hankam dan ipolek. Bukan gosip hoax dan ghoib2 lagi. Kasihan yg belum tau dan ingin belajar ttg hankam kita kalo tiap hari dikasih diskusi konyol kayak gitu.

  46.  

    Ironis.. Komentar balasan saya dihapus oleh moderator. Kalo takut debat jangan asal main hapus dong. Kayak Jonru aja, kalah debat terus maen blokir.