Indonesia Akan Beli Kapal Selam Kilo Rusia

266
324

kilo-DNSN8704291

TNI Angkatan Laut akan membeli sejumlah kapal selam Kilo Class dari Rusia dalam waktu dekat. Pembelian kapal selam ini dianggap penting untuk menjaga pertahanan batas laut selatan Indonesia.

“Karena di laut selatan Indonesia itu termasuk laut dalam dan cocok di sana. Selain itu di laut selatan terdapat lima titik jalur yang harus dijaga apabila musuh datang,” ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantornya usai rapat dengan Kepala Staf Angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio dan delegasi Rusia, Jumat (6/12).

Menteri Pertahanan menambahkan alasan pembelian dari Rusia karena teknologi yang dimiliki negeri komunis itu sangat canggih. Kecanggihan tersebut yakni kapal selam class kilo memiliki rudal pengendali dari bawah laut ke permukaan.

Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro (photo: Antara)
Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro (photo: Antara)

Menteri Pertahanan Purnomo Yisgiantoro belum memutuskan apakah akan menerima tawaran hibah atau langusng membeli yang baru. Keputusannya tergantung dari hasil tim survey.

“Untuk jumlah berapa yang dibeli dan barang baru atau bekas kita akan kirim tim dulu ke Rusia. Nanti tim akan melihat kondisi kapalnya seperti apa perbedaan yang baru dan bekas,” katanya.

Mengenai sistem pembayaran, Purnomo memiliki dua opsi kartu kredit atau cash. “Anggaran dari kabinet masih tersisa cukup banyak kok,” tuturnya.

Sementara itu, Marsetio mengatakan saat ini Indonesia baru memiliki dua kapal selam dari Jerman yang beroperasi. Selain itu, saat ini TNI AL sedang membangun kapal selam dari Korea Selatan.

“Jadi idealnya kita butuh minimal 12 kapal selam untuk menjaga pertahanan laut Indonesia. Tetapi kita sesuaikan dengan budget negara,” kata Marsetio. (merdeka.com)

266 KOMENTAR

  1. Sebenarnya yang bikin Ossy resah dengan kapal selam2 kita itu ialah:
    bukan karena tak terdeteksi sama mereka,
    tapi karena mereka lihat di radar, tuh lontong kerjanya mondar mandir aja di pantai barat Ossy sambil gendong rudalnya yang menakutkan itu,
    tak ada bulan yang dilewatkan tanpa melawat kesana… hahahaha….
    10 km lagi dari pessisir……., pake neropong2 segala lagi …
    Hehehehe…. (kidding)

      • Jangke pendek bisa dipandang sebagai jawaban pada Australia, tapi jangka panjang semuanya memikirkan kebangkitan China dan ambisinya di LCS. Pasca kedatangan Kilo class nanti (plus Changbogo), situasi Vietnam di bawah ini dengan mudah bisa diterapkan dengan kondisi Indonesia terhadap kehadiran PLAN di LCS

        Quantitatively, the VPN cannot possibly hope to keep pace with China’s growing naval might due to the latter’s economic preponderance. China possesses a huge submarine fleet that stands poised to further widen the quantitative gap not just with Vietnam but with other submarine operators in the region. Qualitatively, Vietnam’s new undersea capability provides a credible asymmetric counter-poise to China’s growing naval might in the South China Sea. As the Chinese have operated the Kilos since the 1990s, Vietnam’s boats will not present a new surprise.

        However, Vietnam’s Kilos will still create concerns for China’s naval planners who in the past did not have to consider a Vietnamese undersea capability.

        http://www.eurasiareview.com/04092012-vietnams-new-kilo-class-submarines-game-changer-in-regional-naval-balance-analysis/

      • Saya pernah baca tulisan mengenai wacana Aliansi pertahanan Asean, jika Asean 10 tidak bisa bersatu (Laos, Myanmar dan Kamboja sdh berada di kantung China) setidaknya anggota Inti saja yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia dan Filipina. Vietnam yg kuat militernya juga wajib diajak juga untuk menutupi lemahnya Filipina

        walau bersatu tetap bukan tandingan China, hanya saja menaikkan daya tawar untuk mendorong diplomasi politik. dan harusnya dilakukan dulu-dulu, jika baru dilakukan saat ini akan langsung dipandang sebagai tantangan oleh China.

  2. …Saat ini TNI AL memiliki tujuh unit kapal selam. Dua kapal selam jenis U-209/1400 dari Jerman. Dua jenis kapal selam jenis Scorpene buatan Prancis dan tiga kapal selam jenis U-209 dari Korea Selatan…

    Saya kutip dari kalimat di atas:
    Saat ini TNI AL memiliki tiga kapal selam jenis U-209 dari Korea Selatan.

    Bukan saat ini dong, nanti/beberapa tahun lagi, gak perlu diomongin semua udah tahu

    Kalau benar saat ini 7, berarti yang dari era 80an masih ada setidaknya 3 (anggap saja 2 Scorpene benar)…

  3. CEPETAN DI BELI PAK , Sekarang QUANTITY Dahulu..(>10 unit)
    NEXT TIME > Quality , by PT.PAL dari ToT changbogo, … lalu buat 1000 unit 🙂 , ngayal 😛
    >Lalu supaya nggak pusing mikirin biaya maintenace nya,(kemarin ada yg pusing katanya )
    # pilih yg sudah overhaul and refit saja, kan tiap 12 tahun mereka pasti overhaul di dock nya.
    >kalau beli BARU , biaya maintenace juga tetap sama saja setelah 12 tahun,
    ( kita bicara bukan ngomongin kapal laut/angkot/kendaraan biasa lho).
    setiap overhaul Submarine ,pasti Ganti mesin Diesel nya 4 unit, 1 electric motor, Cutting,dissasembly & rewelding hull, ganti batteries, update navigation sytem, software, wiring dll .
    >jadi sama aza kan biaya nya? , padahal dulu dari beli baru.
    >Kesempatan nggak datang dua kali, klo ada tawaran yg kira2 Bagus ..Sikat, kaya pak sukarno Dulu. 🙂

  4. Wah .. RI batal beli KS Kilo buatan Rusia. KSAL Laksamana TNI Marsetio hari ini di Markas Armatim menjelaskan alasannya. Dua bekas yg sudah 2 tahun nganggur dibiarkan terbengkalai dan peralatan di dalamnya sudah memprihatinkan. Sementara Kilo yang baru cukup mahal.

    So what next?

  5. Whisky class, Cakra-Nanggala Class, CBG Class, Kilo Class ….. sdh mahfum diperbincangkan krn sdh sering di publish, pun juga kilo siluman yg sdh malang melintang menjaga NKRI sdh dibahas.

    yg agak aneh bin siluman tuh Astuti class yg jadi bonus tuker tambah mas james bond …. tuh paling aneh bin siluman adalah Scorpene …. gimana ceritanya nih … hehehe.

    mhn info hoax nya pak Warjager semua 🙂