Jan 282014
 
KRI Yos Sudarso -353

KRI Yos Sudarso -353

DARWIN. Pemerintah RI merealisasikan niat untuk memperketat wilayah perairan yang berbatasan dengan Australia. TNI Angkatan Laut mulai mengerahkan beberapa kapal perang termasuk kapal rudal dan torpedo ke wilayah perbatasan.

Harian Guardian, 24 Januari 2014 melansir informasi itu dari Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati. Untung membenarkan ada beberapa kapal perang yang dipindahkan ke dekat perbatasan perairan yang dekat dengan Australia. Selain kapal peluncur rudal dan torpedo, ujar Untung, ternyata TNI AL turut mengerahkan kapal perang corvette dan pesawat perbatasan air.

“Semua kapal itu telah bergerak menuju ke perbatasan dan berpatroli di sana,” kata dia tanpa menyebut jumlah kapal yang telah dikerahkan.

Selain mengerahkan kapal dari TNI AL untuk menjaga perbatasan, TNI Angkatan Udara (AU) juga mengerahkan beberapa pesawat. Menurut Juru Bicara TNI AU, Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, apabila ada pelanggaran perbatasan, pangkalan udara di Makassar siap membantu mengamankan.

“Australia bisa dijangkau dari sana,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pangkalan Udara Sultan Hassanudin di Makassar, adalah pangkalan bagi 16 pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 buatan Rusia. Dengan menggunakan pesawat itu, hanya butuh waktu satu jam mencapai Australia.

Langkah untuk menjaga perbatasan ini mulai membuat Parlemen Australia khawatir. Namun, langkah itu tidak mengejutkan bagi mereka.

Menurut anggota parlemen dari Partai Buruh, Chris Bowen, kebijakan yang ditempuh RI merupakan hasil yang dituai dari kebijakan Perdana Menteri Tony Abbott, Menteri Imigrasi, Scott Morrison dan Menteri Luar Negeri, Julie Bishop, yang bersikap kepala batu.

“Sebelumnya, sudah ada beberapa peringatan bahwa hal ini timbul karena kebijakan ngotot mereka. Kini, kami mulai terlihat jelas dampaknya,” ungkap Bowen dan dilansir kantor berita ABC News.

Sementara itu, Pemimpin Partai Hijau, Christine Milne, memperingatkan Abbott untuk mundur dari kebijakan pencari suakanya. Milne mengingatkan kembali pernyataan Pemerintah RI yang secara tegas menolak kebijakan sepihak dari Negeri Kanguru.

“Situasinya akan berdampak lebih buruk. Kini, waktunya bagi Tony Abbott mundur dan mengakui bahwa kami sedang dalam situasi yang serius dengan Indonesia,” kata Milne.

Sebelumnya, pada Jumat, 17 Januari 2014, Australia telah meminta maaf kepada Pemerintah RI lantaran telah melanggar wilayah perbatasan air secara tidak sengaja, saat mendorong balik perahu pencari suaka ke perairan Indonesia.

Setelah kejadian itu, Abbott mengatakan akan tetap menjalankan operasi perbatasan.

Dia pun meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan publik untuk memahami bahwa menghentikan manusia pencari suaka terkait masalah kedaulatan.

“Ini merupakan isu yang serius bagi suatu negara. Kami akan tetap melanjutkan kebijakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Abbott di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF), Davos, Swiss.

sukhoi31030911.jpg

Retorika “Perang” Australia pada Indonesia Dikecam
Penggunaan istilah retorika berupa kata-kata seperti “perang” yang disampaikan Pemerintah Australia kepada Indonesia dalam hal mengamankan wilayah perbatasan menuai kecaman.

Paul Dibb, penulis utama buku putih pertahanan Australia menyayangkan cara penggunaan kata-kata diplomasi yang disampaikan pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott itu.

“Ini disayangkan bahwa pemerintah kita menggunakan kata-kata seperti ‘perang’ dan orang Indonesia juga berbicara tentang jet mereka yang mencapai wilayah Australia,” kata Dibb.

”Saya tidak berpikir pernyataan ini sangat membantu. Sudah waktunya bagi kedua belah pihak untuk menggunakan bahasa yang lebih terukur dan diplomatik,” lanjut Dibb, seperti dikutip The Australian, Sabtu (25/1/2014).

Peter Jennings, mantan pejabat senior di Pertahanan Australia, yang sekarang aktif di Australia Strategic Policy Institute, mendesak kedua pemerintah untuk memperbaiki hubungan pertahanan, sebelum mengalami kerusakan yang lebih lanjut. ”Ini tragis,” kata Jennings, menggambarkan situasi hubungan antara Indonesia dan Australia.

Polemik baru ketegangan Australia dan Indonesia sejatinya dipicu tindakan kapal-kapal Angkatan Laut Australia yang melanggar wilayah perairan Indonesia ketika mengusir perahu para pencari suaka. Australia mengklaim tindakan itu tidak sengaja, meski media Australia pernah menyebut pelanggaran itu terjadi tujuh kali dalam sebulan.

Pelanggaran itu membuat Pemerintah Indonesia gusar. Menkopolkam, Djoko Suyanto, pernah mengatakan, Tony Abbott harus paham dan mengerti apa arti kedaulatan Indonesia yang telah dilanggar.

Komentar Menteri Djoko itu dibalas Abbott ketika berada di Forum Ekonomi Dunia di Swiss, di mana Abbott terang-terangan mengatakan, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mengerti soal kedaulatan Australia, di mana pasukan Australia berusaha keras mengusir perahu para pencari suaka yang melanggar kedaulatan mereka. (vivanews.com).

  106 Responses to “Indonesia – Australia, Hard to Handle”

  1. …ternyata TNI AL turut mengerahkan kapal perang corvette dan “pesawat perbatasan air”…

    binatang apalagi nih?
    setelah melacak sumber aslinya, ternyata hanya:

    maritime patrol aircraft 🙁

  2. “K-300P Bastion-P mobile coastal defense system, which uses the advanced P-800 Yakhont (SS-N-26) anti-ship cruise missiles”

    pesaan buat TNI/kemenhan, mobile coastal defense system untuk dipasang di kupang, kapal permukaan RAN akan terdeteksi dan dapat dibidik jauh sebelum masuk perairan kita

  3. Ayo TNI kamu bisa @ kamu di lahirkan dari perjuangan anak bangsa …kami 1000% mendukung setiap langkah kalian menjaga kedaulatan negara…

  4. Studio: And now to some breaking news. Reports are coming in that three Indonesian Naval vessels have entered Australia’s territorial waters near Darwin. Eyewitnesses report the vessels were escorting four boats containing asylum seekers that they had towed from Indonesia to Australia.

    We cross now to our chief naval reporter, Lee Sails, in Canberra where the Prime Minister has agreed to come out of hiding to answer some questions.

    Lee Sails: Good morning Prime Minister. What can you tell us about the presence of the Indonesian Navy in Australian waters?

    Tony Abbott: Well, let me make this crystal clear, Lee, crystal clear. Australia will not tolerate any unauthorized incursions into Australian territory. I’ve written a letter to President Yudhoyono, making that crystal clear. We have put the entire Australian fleet on standby and many ships on duty in the Middle-East have been recalled to defend the homeland.

    Lee Sails: Isn’t that an over-reaction, Prime Minister?

    Tony Abbott: No, it’s not an over-reaction, Lee. This is a very serious matter. It is an incursion into our sovereign territory. Darwin could be wiped off the map. That is why our response has been to work our way slowly, and carefully, and methodically through the situation as it now stands.

    Lee Sails: So what exactly are you proposing to do?

    Tony Abbott: We have a plan, Lee, we have a plan. A positive plan for Australia’s defence. I have put the country on a war footing and upgraded Operation Sovereign Borders to Operation Homeland Defence. Scott Morrison has been appointed Minister for War and First Lord of the Admiralty.

    Lee Sails: First Lord of the Admiralty? Isn’t that a British appointment?

    Tony Abbott: That’s right, Lee. But under my emergency powers, I’ve made a leader’s call and reinstated the British Honours System. Lord Morrison will make a statement soon. I understand he has promoted Lieutenant General Angus Campbell to Generalissimo in charge of Operation Homeland Defence.

    Lee Sails: But Mr Abbott, isn’t it possible that this intrusion may have been inadvertent, perhaps as a result of a navigational error?

    Tony Abbott: Well, frankly, that’s a ridiculous proposition, Lee, if I may say so. Heh, heh. You don’t have to be a tech head to know the Indonesian navy has all the latest satellite navigational equipment. You wouldn’t exactly be a suppository of wisdom if you thought that they didn’t know exactly where they were. I think you insult your viewers’ intelligence if you are asking them to believe such a ludicrous suggestion.

    Lee Sails: When it’s all boiled down, isn’t Indonesia just doing what your government did in turning asylum seeker boats back to Indonesia?

    Tony Abbott: Not at all. There’s a world of difference, a world of difference, between the way boats were turned back to Indonesia and the way the Indonesians are turning them back to Australia. For a start there is no bilateral agreement on them doing this. It all seems very high-handed and belligerent of them to be acting in this way.

    Lee Sails: How is it different? You didn’t seek Indonesia’s approval before you imposed your policy of turning boats back on them, despite their clear and strong objections.

    Tony Abbott: Now, Lee, heh heh, I think you are, ah, confusing the issue here. I don’t want get bogged down in the technicalities. The point is not to provide sport for public discussion; the point is to stop the threat to our borders. And Lee, Lee, … if I may just add another point there. And it’s an important point. When we turned boats back to Indonesia, it was always under the proviso that it was safe to do so. Now, if Indonesia has towed these boats all the way from Java to Darwin, that’s hardly a safe undertaking at sea.

    Lee Sails: So what will Foreign Minister Julie Bishop’s role be in this emergency?

    Tony Abbott: Well, combat is no place for a woman, Lee. Now I know Julie has, if I may say so, a bit of sex appeal, but everyone knows women can get overemotional in these situations. So, at this time, I’ve suggested she may like to catch up on some ironing in Perth while the rest of the cabinet looks after this matter. She’ll have free travel entitlements to fly home, of course.

    Lee Sails: You say that combat is no place for a woman. But didn’t you tell a group of young netballers during the election campaign that a bit of body contact never hurt anyone?

    Tony Abbott: Now you are twisting my words, Lee. Can I just scotch this idea that the Coalition’s policy is or ever has been to exclude women. Our policy, which we’ve repeated till we’re blue in the face, is that we reserve the right to appoint people on the basis of merit. Besides, as Andrew Bolt says, the blokes get on a lot better when there are no women around.

    Lee Sails: So, who will take the role of acting foreign minister?

    Tony Abbott: I’ve appointed Senator Bernardi to that position. He’s been waiting in the wings for a long time now. This is a delicate situation where we needed someone with widely recognized diplomatic credentials who can deal sensitively with the Indonesians.

    Lee Sails: Mr Abbott, can you assure the Australian public that you will not raise tensions between Australia and our nearest neighbour over this matter?

    Tony Abbott: I can give Australians an absolute rolled gold cast-iron clad guarantee that I won’t keep making grandiose promises that I can’t keep. I’ve never done it in the past and I’m not going to start now.

    Lee Sails: I’m sorry, Prime Minister, we’ve just had word that the Indonesian Foreign Minister, Marty Natalegawa, is in our Jakarta studio. So I’ll just cross briefly to him.

    Mr Natelegawa, a lot of Australians are asking why Indonesian naval vessels have breached our borders near Darwin to tow four flimsy boats on a dangerous voyage to Darwin. How do you explain your country’s actions?

    Marty Natalegawa: Well, the boats weren’t flimsy at all. We found these people drifting off shore in Indonesian waters in brand new state of the art lifeboats. When we checked, we discovered that the lifeboats were owned by the Australian Navy and registered in the name of the Australian Government.

    So, we are just doing the neighbourly thing and returning them to their rightful owners.
    I can’t see why Australia would have a problem with that.

    Lee Sails: So, are you saying these boats carrying the asylum seekers were the ones purchased by the Australian Government recently to ensure the safety of asylum seekers at sea?

    Marty Natalegawa: That is correct.

    Lee Sails: So, how do you respond to that, Mr Abbott?

    Tony Abbott: Can I get back to you on that, Lee? I’ll have to take advice from Peta to know what the government’s position is on this one ….

    ? Independent Australia

  5. Segitu reaktifkah Aussie..sampai meningkatkan status operasi perbatasan laut menjadi operasi pertahanan..?? kayaknya KRI kmrn yg antar 4 boat ke Darwin..sekalian buang perlengkapan militer perorangan di pantai Darwin..sehingga pesannya jelas ke sana, psy war….you masuk 7 mil laut di Timor, kami injak pantai Darwin…you injak pantai di Timor, kami…………….

  6. mainkan terus isunya untuk medapatkan target yg ingin dicapai

  7. * Menunggu Lawakan dari Penjaga selatan *

    jika ada kapal RAN, seperti kemaren juga, biarkan z dulu masuk ke Perairan kita, jadi cukup alasan untuk “Ngopsek” gantian kru Ran yg disuruh balik lagi ke negerinya pake kapal kayu imigran sambil pake celana kolor doanx

    jgn lupa ambil video nya ..tp ga usah diupload ke youtobe.
    disini z
    😀

  8. memang skali2 prlu d ksh psywar tuh oz..klo prlu yg lbh xtream lg…salut buat jndral besar,d akhir kpemimpinannya membuat Indonesia makin d segani dunia..n buat para prajurit d lapangan,asah terus kterampilan kalian..BRAVO TNI

  9. tapi bisa dicoba mengulangi yang kejadian tahun 60-an… waktu AURI buang sampah di Ostrali pake TU-16….infiltrasi laut bisa dicoba kan??

  10. waaah tambah tegang saja neeh. ini bakal mempercapat kedatangan alusista yg sudah pesan dan akan membeli lagi. kilo bisa langsung deal tanpa halangan klw lihat emergency kedepan. skalian pinjem Kasel Nuklir papa bear untuk imbangi bantuan militer AS di Oz.: D,

  11. sebulan 7x masuk wilayah RI.bukan tidak mngkin ini sbuah perag dingin versi RI VS OZT.
    sudah smestinya RI mengerahkan fpb/fregat sbg jwban susahnya menghormati hegemoni kawasan RI.

    pengalihan dana untuk memenuhi alutsista yg super trtama radrar”yg bs menjangkau 1000/4000km.sbg mata dan satelit prthanan krn ancaman perang perlu segera di realisasikan.lebih baik segera berbenah sblm terjadi retorika perang.

    kayaknya bomber skelaz tupolev peerlu d hidiupkan

  12. infrastruktur juga bung 🙂 itu sangat penting dan berkaitan langsung juga dengan kemampuan pertahanan kemanan.

    rencananya jalur selatan P.Jawa akan mulai diperhatikan, tahun ini ada proyek jalan nasional di selatan Jabar dari Ciamis-Sukabumi dan konek ke jalur Jakarta. Sepintas seperti sepenuhnya masalah infrastruktur dan percepatan ekonomi, padahal mungkin ada unsur pertahanan juga, apalagi dikaitkan dengan ancaman baru dari selatan. bisa jadi nanti akan menyusul pangkalan permanen TNI AL di selatan Jabar untuk penjagaan sekaligus membayangi aktifitas militer asing di cocos sland

    • Tentu saja ada kaitannya.

      pasca lebaran kemaren, gue kebetulan berkunjung ke bibir pantai selatan, dari tasikmalaya s/d cilacap jateng lagi dibangun infrastruktur jalan di bibir pantai, (tasikmalaya juga memiliki lanud),
      kalo dilihat dari lebar jalan dan pondasi beton sepertinya cukup kuat untuk digelar sekelas Es-tiga cepe-an. atau R-han Nasional, yg akan disupply dari pamengpeuk garut.

      • akses jalan memang modal nomor satu untuk pembangungan. jalan dan jaringan listrik.

        dan betul sekali, akses jalan yang layak diperlukan agar deployment pasukan/alutsista bisa dilakukan dengan cepat. termasuk salah satu poin penting dalam scoring yang digunakan globalfirepowerdotcom

  13. * LCS was Fake *

    semakin hari gue semakin yakin LCS cuma tipuan, paling tidak bbrpa thn kedepan, agenda pertama ada dirumah nkri sendiri, atas dsar sbb :
    – proxy war jalur sutera meredup, terlalu dekatnya ke Rusia dan China serta kepentingan masing2.
    – Membuka front dgn Iran yg jelas2 dibawah China, Gerombolan siberat masih berhitung ulang, apalagi langsung dgn China, karena china pun punya dendam masa lalu juga kepentingan masa depan, tentu china akan all out. Menimbang ongkos Perang yg bisa membuat AS sendiri kepayahan serta tingginya Military power China, adalah keputusan nekad AS menuju kuburannya sendiri.
    – Sekalipun AS meminjam tangan (Jepang +korsel+Philipine), china masih terlalu digjaya.
    – Yang paling realistis memang Bumi Papua, selain jauh dari daratan Rusia dan China..justru sangat dekat ke Kangguru.
    – Program Hibah menghibah adalah kemenangan tersendiri bagi pihak Hegemoni, paling tidak mengurangi daya kepruk tni jika berhadapan dgn pembuatnya.

    Apa yg harus kita lakukan ?:
    – Berita pergeseran kapal perang RAN dari timteng ke tanah airnya diselatan mesti di awasi lebih – seksama, apa diikuti “Kogabwilhan versi AS” alias kapal induk..?? dan dimana posisi 7th Fleet.??
    – Percepatan pengadaan High-end alutsista ditiap matra terutama dlm masalah kuantitas,
    – Penting juga mengawal transisi perpindahan kekuasaan ke Presiden terpilih nanti.

    – (silahkan ditambahkan)

    # Salam NKRI.

    • Gwe jga curiga soal diundangnya gubernur dan seluruh bupati papua ke amerika,jgn2 ini soal lcs yg dimana amerika membutuhkan pangkalan strategis untuk armada mereka disekitar ALKI 3…….!!!!!

      • Bung @donnie

        Konplik LCS tdk fake dan pengalihan bung ? Tp saya prediksi bakal dan kmgkn bsr akan terjadi.. hny masalah waktu saja gesekan antar negara yg saling mengclaim berdasarkan teritorialnya dgn china dan negara2 sekitar plus US yg jg merasa hegemoninya dgn armada ke 7 yg menguasai samudera pasifik dgn china di sisi lain yg mulai menunjukan peningkatan kekuatan militernya yg luar biasa dan mulai mengancam negara2 sekutu US di asia timur yg jg mrs memiliki teritorial mrk di LCS. dan sesuai komen saya terdahulu di thread yg terdahulu, utk mslh LCS, china utk saat ini blm akan bertindak apa2, tp prediksi saya kedepan kemungkinan di tahun 2016 nanti akan mulai memanas dan bibit WW3 kmgkn akan mulai darisana (LCS) dan akan mencapai klimaksnya di thn 2020 an dgn merambatnya konflik tsb ke wilayah Timur Tengah (klimaksnya arab spring) krn mulai kendurnya kontrol US di Timteng dan akan di manfaatkan negara2 arab dan Iran plus suriah dan Israel utk saling serang. utk konflik LCS jls akan terjadi head to head China VS US minus Russia yg akan support persenjataan ke China dibantu korut yg kemungkinan ikut ngeramai in jk korsel mengirim bantuan militer ke US, tdk ketinggalan Russia yg diam2 membantu pasokan senjata dan teknologi militer ke china, jk jepang ikut terlibat membantu US. Dan dimana peran Indonesia dlm mslh ini ? dan kenapa China tdk memasukan Natuna kedalam peta wilayah china ? dan mau memberikan teknologi rudal C705 dan radar dan teknologi yg “lain” ? yg tdk kedengaran di formil2 dan media krn kategori rahasia Indonesia dan China yg ditutup rapat2, dan China dan Indonesia tdk ingin mnjd kekuatiran dan antisipasi dari phk sonora dan sonotan yg mnjd konco2 US. dan knp China dan Russia mau membantu Indonesia dibidang alutsista dan ranpur dgn menjual alutsista dgn kategori yg cetar2 dan lbh istimewa dibanding prdk utk eksport kenegara2 lainnya ? Adlh krn Indonesia yg diharapkan dpt membantu mrk, jk sonotan dan sonora ikut2an membantu tuan besarnya uncle sam. dan peran Indonesia kedepan cukup besar utk membendung negara2 federasi persemakmuran dan dgn wilayah pulau2 tersebar dan luas di Indonesia maka sangat ideal mnjd basis silo dan rudal SAM dan rudal2 permukaan utk menghadang armada2 sekutu dan pespur US yg melewati kawasan pasifik menuju konflik di LCS jk perang benar2 terjadi. dan saya berani mengclaim prediksi yg saya sampaikan mempunyai ke akuratan di atas 70% lbh.. akan tetapi tetap saja saya tdk mengharapkan itu bnr2 terjadi. dan saya berharap Dunia ini tetap aman dan damai hingga anak dan cucu2 kita kelak. tp bgmnpn kita (Indonesia) hrs ttp mengantisipasi. Ada pepatah yg mengatakan ‘Harapkanlah hal yg terbaik.. tapi bersiap-siaplah menghadapi hal yg terburuk’ .

  14. Dampak zero enemy yang dicetuskan, dan pembelian alutsista yang “nanggung” dan serba “ngeteng”…. Akhirnya pelan-pelan kalau tidak mau dibilang “I told you so” mulai kerasa.

    Anyway mudah2an gak perang. Dampaknya luas sekali kalau sampai terjadi. Tetapi apabila terjadi biarlah itu terjadi demi keutuhan NKRI.
    Saya agak sealiran dengan article yang pada intinya mengatakan “kenapa baru sekarang” Indonesia (baca: SBY) seperti kebakaran jenggot. Bagaimana dengan kasus2 black flight, US carrier breach & F16 Lock-on finally rocking wing (walaupun di jaman presiden yang berbeda, eh beda gak yah?), Malaysia tresspassing over Borneo Borders (both sea & land)…. Apa semua ini didasari sakit hati pribadi seorang Presiden yang di sadap phonecell nya bersama istri dan inner ring nya? Mudah2an tidak, dan ini semua hanya bagian dari show off force dan diplomasi Indonesia. (Tetapi penasaran, apa hasil sadapan itu ada nyinggung2 kasus bank yang di bail out yah #whoknows)

    In my opinion, Indonesia bisa cerdik memainkan diplomasi dan memakai opini international untuk memojokkan Australia. Yang mana hal ini sudah terjadi tetapi menurut saya perlu ditambah effectnya.
    Sembari secara progressive merubah doctrine zero enemy dan memperkuat sistem pertahanan negara, tidak hanya alutsista tetapi sistem dan organisasi yang lebih baik. Sebaiknya Indonesia tidak pernah menerapkan doctrine itu, karena jikalau demikian akan sangat blunder bagi keutuhan bangsa. Seharusnya lebih kepada prinsip “Peace means we have the biggest stick in neighborhood” that’s more like it.

    Saya hanya bisa menghimbau sekiranya para pengambil keputusan mengambil langkah strategis untuk menghadapi dinamika kawasan, simulasi dan opti-opti yang perlu dilakukan seandainya perang untuk kedaulatan negara terjadi, potential threat, dimana semuanya dilakukan di atas kepentingan pribadi dan golongan. Lakukan dengan tulus perencanaan anggaran, pengembangan organisasi, pengorganisasian sistem pertahanan, serta pembelian alat pertahanan yang terkoordinasi dan terukur sehingga kita generasi saat ini tidak terjebak terhadap retorika masa lalu yang mengatakan “Dulu kita memiliki angkatan perang terhebat di belahan bumi bagian selatan….. dulu” yang mana diakui atau tidak tetapi bagi saya pribadi hal ini turut menyumbangkan perasaan inferior.

    Kita tidak perlu mengatakan bahwa kita lebih hebat, lebih jago dari Sonotan, Sonora, atau pun Sonodikit yang paling penting kita miliki rasa kepercayaan diri sembari menerapkan ilmu padi sehingga kita bisa disegani oleh karena karakter bangsa kita yang mature dan tentunya kembali lagi we have the biggest stick in the neighborhood (not that we told them but let them guess us about what we’re capable for doin’ damage straight to their heart).

    Sampai hal di atas kita miliki, perlulah diperhatikan mengenai penyakit kronis bangsa ini diperbaiki seperti korupsi, ekonomi, hutang negara, payung hukum agar bisa selaras dengan apa yang selama ini para pemerhati pertahankan idam2kan untuk memiliki Negara yang kuat yang dicintai kawan dan disegani lawan…. (Maaf saya lupa, Indonesia itu zero enemy).

    -Cheers-

  15. Di atas langit rumah saya di Situbondo, mulai sering terdengar suara gemuruh pespur dan heli. Kembali, darah sbgai warga negara yg cinta NKRI mendidih, terbakar setiap kali mendengar gelegar suar pespur dan heli milik negeri tercinta.
    Apa akan ada latihan perang lg di Situhondo, ya?
    Atau lalu-lalang pespur, heli dan pagelaran pasukan TNI kali ini sbgai persiapan/antisipasi jika sewaktu2 “perang” melawan Ausi bnr2 meletus?

    Sbagai warga awam yg mencintai NKRI dan TNI, mhn pencerahan dari para sesepuh….

  16. Sepertinya Aussi kesulitan cari serdadu
    adakah yang minat

    THE Australian Defence Force is exploiting forced cutbacks in military spending in Britain and other Western countries, embarking on an unprecedented drive to recruit laid-off soldiers, sailors and air crew.

    Defence, which has struggled to fill recruitment quotas in the face of increasing competition from the lucrative private sector, is seeking highly skilled specialists such as fighter pilots, special forces officers and submarine crews. And as an incentive, it is prepared to offer a fast track to Australian citizenship for so-called “lateral recruits” after just three months’ service.

    The Australian has learned that the Royal Australian Navy recently sent a delegation to Britain to investigate the availability of recently retrenched sailors, particularly those with engineering experience.

    Defence is under pressure to maintain a strong contingent of highly trained troops in Afghanistan as it gears up to accept complex new ships and aircraft.

    As it competes with industry for skilled personnel, the ADF has focused its recruitment effort in Britain, which is cutting back heavily on defence as part of a government-wide austerity drive.

    However, Australian navy chief Ray Griggs has given an undertaking to his British counterpart, First Sea Lord Admiral Mark Stanhope, that Australia will not recruit personnel the British need to maintain their capabilities.

    And to find enough trained personnel to crew its submarines and the fleet of new warships now being built, the navy is also recruiting from the US, Canada and New Zealand.

    A recent report on maintenance problems in Australia’s navy suggested that as many as 200 more engineers were needed to rebuild lost expertise.

    The RAN is facing tough competition for engineers from the booming resources industry.

    It is preparing to provide crews for a new fleet that will include potent Air Warfare Destroyers and giant 28,000-tonne landing ships, bigger than Australia’s past aircraft carriers.

    But many comprehensively trained naval engineers deployed to submarines based at HMAS Stirling, south of Perth, have found themselves quickly moving on up to the Pilbara mines after being offered big pay rises and less arduous working conditions. Some of those deep water sailors have missed the camaraderie of service life and returned to it, but at present the navy has barely enough crews for three of its six submarines.

    The ADF’s long-term recruiting problems have eased during the past two years, in part because improved wages and more family-friendly conditions have slowed the departure of those attracted to private-sector jobs, but also because the global financial crisis made it harder to find jobs outside the services.

    The ADF recruited 125 servicemen and five women overseas in the 2009-10 financial year, but only 33 men and one woman in 2010-11. Overseas recruitment is expected to increase sharply this year in part because of Britain’s economic woes.

    The ADF loses 6 per cent to 9 per cent of its personnel each year, depending in part on how many reach a career “ceiling” and also on the state of the economy and the external job market.

    In 2009-10 the ADF hired replacements for 6738 who left, and that dropped to just under 5000 last year.

    Under the heading: “Who we are looking for?” the Defence website says the ADF is seeking “serving or ex-serving foreign military personnel who can directly transfer their job and life skills to whichever service they join with limited training and preparation.

    “The Australian Defence Force looks to overseas candidates to fill gaps in our services, which can’t currently be satisfied by standard recruitment.

    “We recognise that these candidates can bring skills and attributes to the navy, army and air force that will strengthen their overall operation and success rate.”

    The ADF campaign is also targeting Australian citizens or permanent residents residing overseas who have military experience.

    After that general introduction, the recruiters from Army, Navy and RAAF take over the pitch. “The Royal Australian Navy welcomes inquiries from both officers and sailors who are interested in a new career and new life in Australia,” says the senior service. “In the coming decade the RAN is delivering new capabilities in amphibious warfare, air warfare and also helicopter systems.”

    The overseas recruitment program is targeting serving personnel or those who “separated” no more than three years ago.

    Applicants must apply for a permanent resident visa before coming to Australia.

    They must also give a written undertaking that they will apply for Australian citizenship as soon as they are eligible. This is normally two years after permanent residence is granted, but an exception will be made for these service personnel, who will become eligible after three months’ service.

    A key navy recruitment category is maritime warfare officers, the only class of submariner eligible to become a submarine commander.

    Submariners sought include cryptologists, who work in signals intelligence intercepting and interpreting communications. The documentation warns that today’s submariner is a unique breed who will be tested to the limits of their endurance in a service that is extremely emotionally and physically demanding. All men and women serving in submarines must be eligible for a top-secret security clearance.

    The Royal Australian Air Force is looking for a limited number of overseas fighter pilots and test pilots qualified to check out multi-engined, fixed-wing aircraft.

    The army is looking for bomb-disposal experts and is also particularly keen to recruit Catholic chaplains.

    It is seeking helicopter pilots, especially instructors able to teach Australians to fly its rotary-wing aircraft. The army’s new helicopters include MRH-90 troop transports and Tiger-armed reconnaissance choppers.

    The army is also looking for officers in artillery, intelligence, transport, supply, catering, infantry, signals and military police especially those with investigation experience as well as dentists and nurses.

    The army wants officers with special forces experience, especially those qualified to parachute and to carry out amphibious operations. Ideally, the signals officers will have electronic warfare experience.

    The campaign involves a labour agreement with the Department of Education, Employment and Workplace Relations and the Department of Immigration and Citizenship that allows each service to sponsor overseas recruits.

    • Eropa kurangin dana militer, kita berburu Alutsista bekas yg di non aktifkan n si Oz berburu bekas operator alutsista yg di nonaktifkan. semua dapet bagian jadinya…

      Masalah Oz tinggal tunggu waktu aja, rakyatnya sendiri udh banyak yg ngga seneng, kl rakyat sendiri aja bnyk yg ngga mendukung gimana internasional mo dukung. main cantik aja di diplomatik, pemerintah Oz yg sekarang agak o’on masalah diplomatik manpaatin aja. tp kl si Oz masuk lagi ya tetep di sekolahkan, asal di wilayah kita aja biar di temen2nya si OZ ngga ada alasan yg kuat buat bantu.

    • daripada pusing2, lebih baik rekrut aja para pencari suaka sebagai wajib militer, bikin alasan ini program uji dedikasi calon warga negara selama 5 tahun 😀

      • Makanya itu om, padahal udh battle proven alias rata2 berasal dari daerah konflik jd agak biasa ama bunyi pelor n lolos uji nyali, di laut cm pake kapal kayu lewat laut lepas nerobos wilayah negara orang lagi, cucok bgt buat Kandidat AL-nya (Taruna kita aja pake kapal Dewaruci, masi gedean kapalnya)..

  17. Jika Hubungan Indonesia-Anustralia sampai ke titik nadir, saya sarankan untuk mengembargo anustralia dari segala bidang:
    – pesawat2 udara dari dan menuju anustralia dilarang lewat wilayah udara RI
    – kapal2 laut berbendera anustralia dilarang lewat wilayah laut RI, termasuk ZEE nya…
    – berhenti mengimpor, membeli dan menggunakan produk2 asal anustralia
    – berhenti menggunakan jasa2 perusahaan2 anustralia.
    – dan yang paling penting, BERHENTI UNTUK PERCAYA LAGI TERHADAP TIPUAN2 / BUJUK RAYU MANIS ANUSTRALIA.

    Itu aja dulu yang kita lakukan, pasti anustrali akan semakin panas dan akan makin terbakar setelah kemarau kemaren…, intinya :

    ABBOT HARUS DITENDANG DARI KURSI PERDANA MENTRI ANUSTRALIA …!!!
    (Kalo rakyat anustralia berfikir)

    • oot nih.. beli sapi dari oz karena pengusahanya orang indo juga dan investasi di oz hehe

      • Tidak perlu pakai kata WNI keturunan mas okelah, kalau Pancasila harus dimaknai semua WNI, keturunan manapun dan siapapun, kalau berbicara keturunan tionghoa saya rasa buka saja kesempatan mereka sebagai anak bangsa dalam bidang militer. Mereka adalah orang Indonesia dan disinilah negara mereka. Semakin dijauhi dan dipinggirkan semakin mereka mencari tanah air yang mau “menampung” mereka.

        Bagi WNI keturunan Tionghoa Indonesia adalah tanah air dan negara mereka, tidak ada warga negara lain dalam benak mereka.

      • Setuju !

        Main suku dan ras berarti kita ikut dalam permainan kroco2 MSG (Melanesian Spearhead Group) itu…

      • @ bung M4C

        ya sudah…itu khusus untuk anda sendiri.. tapi yang lain masih perlu

        #Bagi WNI keturunan Tionghoa Indonesia adalah tanah air dan negara mereka, tidak ada warga negara lain dalam benak mereka.#
        (alhamdulilah kalau itu kata hatinya)

        anda cuci muka dulu deh biar sadar….:))
        .
        nah bagaimana dengan mereka yang golongan menengah ke atas …?
        mereka berlomba2 pindah kewarganegaraan…CONTOHNYA KE usa,australia.china.singapure…dll

        he he he…itu fakta…!..

        stop…balik ke MILITER LAGI…
        indonesia dan ausil

      • kebalik @oke lah,

        itu untuk ANDA sendiri, negara sudah menetapkan masalah SARA harus dihindari…

      • anda mewakili siapa aja, kok bawa2 orang lain…?

        stop – gak usah jawab !

        😀

      • ngak gw ngak jawab….. gw lg sambil kerja kok….:)).

      • Bung Oke lah, siapapun yang melakukan stereotipe pasti salah baik orang Tionghoa, orang Jawa, orang Batak, orang Sunda, orang Papua, orang Kupang, orang Makasar, siapapun juga. Justru dalam forum militer inilah kita perlu membangun rasa dan aksi kebangsaan.

        Mengenai banyak keturunan menengah keatas yang berlomba-lomba menjadi warga lain, bung Oke lah juga perlu mengetahui ada juga orang-orang keturunan golongan atas bahkan konglomerat yang berjiwa nasionalis dan berkorban untuk negara ini. Selalu ada apel busuk dalam kumpulan apel yang baik, hal ini berlaku juga untuk suku apapun kan?

  18. Langkah TNI sgt jelas.jantan namun tawadlu.dg alasan patroli perbatasan,sebenarnya semua tergantung ausi.jika ausi berani slonong lg dah pasti TNI bakal ngegebuk dan perang terjadi.AS dan inggris gak bakal ikutan.apalagi singa sama malay.krn mrk tahu rusia dan cina bakal masuk ikut perang baik langsung atau support alutsista.jangan2 inilah awal konflik LCS

    • saya gk yakin bung surya jika konflik indo aus pecah AS gk akan ikut nimbrung, sedikit banyak AS akan ikut campuyr walaupun tidak secra langsung. klo negara mama eli pipty-pipty lah

    • itu mirip perkiraan amatir saya sendiri bung @surya. Walau tanpa fakta pertahanan, tapi China (dan mungkin Russia) tidak akan membiarkan Indonesia jatuh di bawah blok barat karena kalah perang melawan sekutu2 US. Indonesia terlalu strategis dan penting untuk tetap menjaga keseimbangan di kawasan

      in a sense, posisi kita memang harus jablay :mrgreen:

    • terlalu naif kalo dibilang ga ikut.

      gue berani bertaruh, 100% AS, Britania, NZ, Kanada pasti ikut.
      mereka sama2 satu leluhur dan satu kepentingan.
      Mereka sudah bareng2 dlm peperangan besar dunia.

      – PD-1& 2, vietnam, Korea, afghanistan, Arab spring, Iraq 1&2.

      tidak ada alasan untuk tidak terjun…

      • ikut bung, kan terikat FPDA (Five-Power Defence Arrangement), My, Sig, Aus, NZ, UK. sementara UK dibawah facta pertahanan Atlantik utara alias NATO 🙂

        agar China tidak terpaksa ikutan dan memberi jalan WW3, maka UK sepertinya akan menahan diri terlibat secara langsung. Lawan potensial kita ya 3 anggota FPDA di kawasan yaitu Aus, Sing dan My. Itu juga alasan tepat mengapa Indonesia butuh pembentukan Kogabwilhan. Kogabwilhan akan mampu menahan 3 negara tersebut secara bersamaan. 1 Kogabwilhan vs 1 negara. Setidaknya begitu harapan idealnya 🙂

        • Sebetulnya yg paling punya motivasi mau ngadain WW3 ya mereka sendiri.

          Malah singa dan Sonora, kalo kelas WW3 ga akan ikutan, why..?
          Taruhannya terhapus dlm peta dunia. 😀

          kalo cuma lawan oz doanx …peluang menang akan besar sekali di TNI.

          tapi motivasi perang kalo cuma perang thok buat apa juga, pastinya taruhan Caplokan wilayah. Khususnya AS dan Britania tidak akan lepas tangan membiarkan oz jadi bagian nkri, posisinya sama seperti Negara2 Balkan dimata Rusia pada Austria di Mata German pada PD-1.

          Kalo pun Peperangan terjadi, Indonesia mesti bisa melobi India sebagai sekutu.
          selain Rusia dan China.

          # hanya prediksi

      • @ donnie
        @ WARJAK

        pasti mereka ikut..!
        karena MILITER=AGAMA= KEPENTINGAN
        selalu dan pasti ber iringan…..dan PASTI…..!

  19. Wah sepertinya AS mulai mengkobarkan PD III dengan mengorbankan sekutunya Anustralia dan menghadapkannya dengan kita (RI) yang sepenuhnya didukung TOTAL oleh Rusia Cina.

    Skenario Cikal Bakal Proxy War PD III:
    Chapter Indonesia (Rusia-China) Vs Anustralia (AS-Inggris-Nato), versi ane:

    BAB I

    Sekelompok marinir AS yang sudah berpangkalan di Darwin, menyamar mengenakan seragam tentara OSY dan menggunakan Kapal Perang Laut mereka yang sudah dikamuflase sehingga mirip seperti milik AL-OSY. Saat iring-iringan armada patroli RI melintas dekat perbatasan OSY, armada palsu AS yang mirip OSY ini akan mencoba melakukan insiden2, memancing emosi petugas patroli atau bahkan akan dengan sengaja menenggelamkan salah satu ataupun keseluruhan armada patroli AL RI dengan menggunakan identitas yang terang benderang, yaitu AL Anustralia.

    Setelah selesai menjalankan misinya, Kapal Selam bertenaga nuklir mereka sudah menunggu untuk membawa mereka pulang kampung, dan menunggu perang RI-Anustralia terjadi.

    Akan terjadi emosi tingkat tinggi yang susah diredam di kalangan TNI maupun rakyat untuk segera membalas tindakan AL Anustralia palsu itu. Media2 milik Bakri dan milik bang bewok, akan mengkompori masyarakat.. membentuk opini publik.

    Presiden bersama petinggi TNI melakukan rapat kilat terbatas untuk menentukan tindakan balasan terhadap anustralia.

    to be continued….
    silahkan dilanjutkan bab II nya om….

    BAB II

  20. WW3 akan berbeda dengan WW1 dan WW2, terkait lamanya perang, tujuan perang, pembagian poros, persenjataan dan bagaimana WW3 diakhiri. PD1 berlangsung 1914-1918 (4 tahun), PD2 mulai 1939-1945 (6 tahun), PD3 diperkirakan puluhan tahun sampai 100 tahun. Tujuan perang adalah penguasaan dunia secara absolut (US Empire) yang ditentang oleh Ruskie yg menghendaki dunia dalam keadaan status quo (balance). Tapi menurutku PD3 pada akhirnya akan menyeret perang agama terbesar sepanjang peradaban bumi. Melihat gelagat ini Indonesia akan dikeroyok aliansi 80 negara non muslim. Makanya ada kemungkinan perubahan aliansi di tengah perang. Siapa tahu US dan Rusia bersekutu diakhirnya? Senjata: rudal balistik, robot, drone, senjata elektronik dan nuklir. Akibatnya wilayah dunia semakin sempit untuk dihuni, nuklir menyebabkan alam berubah dan menyerang balik manusia, dunia tidak bisa menopang peradaban, perkembangan teknologi berhenti, dan WW3 diakhiri dengan cara lama. Jika ingin menang WW3, jawaban pertanyaan ini akan menentukan: apa yang akan kamu lakukan jika dunia ini jatuh ke tanganmu?

  21. Ngak akan sampai perang sama Australia. kmungkinan hanya perang urat syaraf saja. dengan saling menunjukkan kemapuan militer masing2. dan hal ini yg pasti akan membuat kita mengupgrade besar2an militer kita. diawali dengan dibentuknya KorGabwihan dengan perpur lengkap. dan mengacu pada kekuatan AS dan Oz di selatan Indonesia. klw lawan malaysia dan singapore lewat infiltrasi pasukan khusus saja pasti sudah babak belur dengan alusista standar krna wilayah yg cukup dekat. kita juga jauuuhhhh sangat berpengalaman perang terbuka ataw bergreliya itu point plus kita. jadi memang harus terjadi War maka yg utama harus dihadapi yahh AS dan Oz yg butuh bekal banyak.:D

  22. Sependapat bung FA. Ini semacam ambalat, dan lebih panas karena: jelas ada pelanggaran wilayah oleh oz, dan oz lebih berat dibanding Malon ..

  23. mau tanya sedikit, mohon maaf sebelumnya kalau sudut pandang saya beda..

    apakah dengan pengerahan kekuatan TNI AL ke perbatasan ossy ini secara langsung juga berdampak dengan menurunnya/menghilangnya penyelundup2 imigran dari Indo ke Aussie?

    ataukah sebaliknya, walaupun kekuatan TNI AL dikerahkan untuk patroli perbatasan tetapi tetap saja kita tutup sebelah mata kalau ada kapal kayu pengangkut imigran lewat..

    karena kalau dampaknya adalah yg pertama disebut (penyelundupan imigran jadi hilang/menurun) bisa jadi berarti kita yg sedang termakan umpannya Abbot.. tujuan mereka kan sebenarnya bagaimana caranya supaya penyelundupan imigran itu berkurang atau menghilang — dan mereka butuh bantuan Indo untuk melakukan ini, baik sukarela maupun tidak sukarela (karena terprovokasi misalnya)..

    mudah2an yg sekarang terjadi tetap yg kedua, patroli perbatasan jalan terus… kapal penyelundup jalan terus… supaya efek yg dirasa Aussie benar2 bikin pusing karena jadi harus menghadapi 2 masalah sekaligus…

    • Asumsi: pencari suaka masuk Indonesia dengan visa turis (=legal) lalu membayar nelayan kita untuk mengantarkan mereka ke suaka yang diinginkan/Oz (mencari suaka = legal, ada pendapat bahwa mengantarkan orang yang melakukan hal legal adalah legal, seperti mengantar orang sakit ke RS).

      Posisi RI sudah jelas, seperti dinyatakan Menko Polhukam;
      Penanganan pencari suaka harus bekerjasama dengan UNHCR dan IOM.

      Pencari suaka (WNA) ingin ke Oz (=legal), Oz tidak ingin memberi suaka (=legal juga, tapi ada prosedur baku secara internasional). Jadi masalah adalah antara pencari suaka dan Oz, kita gak perlu ikut repot…

      • Sebenar nya banyak pencari suaka yang nekat naik kapal kayu itu sudah memliki status legal refugee/ assylum seeker dari UNHCR, cuma mereka tidak sabar karna lama nya penantian dalam menunggu keputusan negara ketiga, ya mereka nekat.. Sebenar nya dengan menampung mereka di Indonesia (ditempat penampungan imigrasi dll) Indonesia sudah menunaikan tanggung jawab nya sebagai anggota UNHCR. Kita tidak punya tanggung jawab untuk menangkapi mereka dan memenjarakan mereka untuk Australia, mereka kan pencari suaka, bukan kriminal.

        Dokumenter yg menarik: http://www.youtube.com/watch?v=4vYSlvIPClI

    • bukan itu maksudnya bro danu
      maksud saya justru yg diinginkan oleh Abbot jadi tercapai, TNI AL jadi ikut memperketat patroli perbatasan (biarpun diawali oleh provokasi ossie), ujung2nya ini bisa jadi membantu mengurangi frekuensi kegiatan penyelundupan imigran gelap ke ossie.

      • seperti yang saya jelaskan, patroli TNI AL tidak ada urusan mencegat / menghalau kapal2 kayu pencari suaka, mereka tidak melanggar hukum RI maupun hukum internasional…

        jika Oz ingin melakukan hal tsb, itu urusan mereka dan mereka yang akan berhadapan dengan opini internasional…

        patroli TNI AL hanya mencegah kapal perang asing nyelonong ke perairan kita dengan dalih apapun (termasuk nyasar / tidak sengaja)

  24. itung* kekuatan laut kita sekarang ini dengan berbagai senjata andalan strategis yang dimiliki oleh masing-masing kapal perang tersebut. Tentunya kapal perang atau KRI yang terlibat di peraqiran perbatasan dengan ausee itu.. antara lain KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Frans Kaisiepo-368, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Yos Sudarso-353, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355, KRI Hiu-804, KRI Kerapu-812, KRI Kakap-811, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Sutanto-877, KRI Makasar -590, KRI Cakra-401 serta 1 Helikopter dan pesawat Cassa sebagai Unit Patroli Maritim.

    Senjata strategisnya yang akan ditembakkan antara lain, Rudal C-802, Rudal exocet MM-40, RBU-6000 dan torpedo sut. Torpedo Sut akan ditembakan oleh Kapal Selam KRI Cakra-401, Rudal Exocet MM-40 akan ditembakkan oleh kapal Sigma Class buatan Belanda, Rudal C-802 dan yakhont akan ditembakan oleh Kapal jenis Vanspeijkh juga buatan Belanda dan RBU 6000 akan ditembakkan oleh kapal jenis Parcim. Kapal perang yang melakukan penembakan senjata strategis ini merupakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) dan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim.

  25. Tony Abbott ini gelagatnya persis seperti George W Bush… Dia sengaja memancing masalah yang dibuat sendiri dan ingin menbuat rakyat Australia berpikir bahwa Australia sedang dalam keadaan darurat yang mengancam kedaulatan Australia. Pasti dia disokong industri militer dan egonya dia yang ingin membuat Australia dikenal dan ada di berita dunia sebab selama ini sebesar-besarnya Australia tetap saja dianggap negara ‘in the middle of nowhere’ oleh dunia.

    Menurut saya kita tetap harus menjaga kedaulatan dan nggak usah terpancing terlalu dalam.

  26. Damai saja. kasian pak TNI kalau mati perang siapa yang nanggung biaya anak dan istrinya

  27. stress tahap kritis…:))

  28. Perang2 thok ae. Anak bojomu dipangani opo cak? Senggolan nang laut ae gpp. Ojo sampe teko darat. Susah cak susah….

    • i like this comment
      komen yg sangat realistis (mewakili apa yg bakal dirasakan rakyat awam)
      pertempuran / insiden / clash atau apapun istilahnya, bisa saja terjadi, tetapi jangan sampai menjadi peperangan
      disinilah, peran para pemimpin bangsa diuji
      peperangan adalah keputusan politis yg akan sangat merugikan rakyat.

  29. indonesia mau perang?? mimpi!!!
    3 hari bisa perang, hari ke 4 dan seterusnya, mau pake bahan bakar kemenyan?? ingat kata wamen esdm, bahwa cadangan minyak indonesia hanya cukup utk 3 hari.
    realistis ajalah, gak perlu dibesar2 kan, wong peralatan perang belum lengkap kok mau nantang perang
    pisss….

  30. Bung @donnie

    Konplik LCS tdk fake dan pengalihan bung ? Tp saya prediksi bakal dan kmgkn bsr akan terjadi.. hny masalah waktu saja gesekan antar negara yg saling mengclaim berdasarkan teritorialnya dgn china dan negara2 sekitar plus US yg jg merasa hegemoninya dgn armada ke 7 yg menguasai samudera pasifik dgn china di sisi lain yg mulai menunjukan peningkatan kekuatan militernya yg luar biasa dan mulai mengancam negara2 sekutu US di asia timur yg jg mrs memiliki teritorial mrk di LCS. dan sesuai komen saya terdahulu di thread yg terdahulu, utk mslh LCS, china utk saat ini blm akan bertindak apa2, tp prediksi saya kedepan kemungkinan di tahun 2016 nanti akan mulai memanas dan bibit WW3 kmgkn akan mulai darisana (LCS) dan akan mencapai klimaksnya di thn 2020 an dgn merambatnya konflik tsb ke wilayah Timur Tengah (klimaksnya arab spring) krn mulai kendurnya kontrol US di Timteng dan akan di manfaatkan negara2 arab dan Iran plus suriah dan Israel utk saling serang. utk konflik LCS jls akan terjadi head to head China VS US minus Russia yg akan support persenjataan ke China dibantu korut yg kemungkinan ikut ngeramai in jk korsel mengirim bantuan militer ke US, tdk ketinggalan Russia yg diam2 membantu pasokan senjata dan teknologi militer ke china, jk jepang ikut terlibat membantu US. Dan dimana peran Indonesia dlm mslh ini ? dan kenapa China tdk memasukan Natuna kedalam peta wilayah china ? dan mau memberikan teknologi rudal C705 dan radar dan teknologi yg “lain” ? yg tdk kedengaran di formil2 dan media krn kategori rahasia Indonesia dan China yg ditutup rapat2, dan China dan Indonesia tdk ingin mnjd kekuatiran dan antisipasi dari phk sonora dan sonotan yg mnjd konco2 US. dan knp China dan Russia mau membantu Indonesia dibidang alutsista dan ranpur dgn menjual alutsista dgn kategori yg cetar2 dan lbh istimewa dibanding prdk utk eksport kenegara2 lainnya ? Adlh krn Indonesia yg diharapkan dpt membantu mrk, jk sonotan dan sonora ikut2an membantu tuan besarnya uncle sam. dan peran Indonesia kedepan cukup besar utk membendung negara2 federasi persemakmuran dan dgn wilayah pulau2 tersebar dan luas di Indonesia maka sangat ideal mnjd basis silo dan rudal SAM dan rudal2 permukaan utk menghadang armada2 sekutu dan pespur US yg melewati kawasan pasifik menuju konflik di LCS jk perang benar2 terjadi. dan saya berani mengclaim prediksi yg saya sampaikan mempunyai ke akuratan di atas 70% lbh.. akan tetapi tetap saja saya tdk mengharapkan itu bnr2 terjadi. dan saya berharap Dunia ini tetap aman dan damai hingga anak dan cucu2 kita kelak. tp bgmnpn kita (Indonesia) hrs ttp mengantisipasi. Ada pepatah yg mengatakan ‘Harapkanlah hal yg terbaik.. tapi bersiap-siaplah menghadapi hal yg terburuk’ .

  31. Dan satu lg prediksi saya ttg mslh Indonesia dan Ausie tidak bakalan terjadi konflik dan perang terbuka dgn mengerahkan kekuatan dari masing2 negara sebelum beberapa faktor terpenuhi yakni :

    1. Dimulai dari sengketa LCS yg melibatkan China dan US.

    2. US mengajak sekutunya dikawasan asean memblokade LCS menghadapi China yaitu Singaparno dan Ausie.

    3. Sentimen negatif yg msh dlm kategori perang urat saraf dan pelanggaran wilayah sprt skrg ttp hny ditindak lanjuti dgn pengerahan terbatas sprt patroli saja diantara Indo dan Ausie.

    Kemungkinan perang terbuka baru akan terjadi jk US mendorong Ausie ikut terlibat di LCS membantunya dan itu akan memicu reaksi keras Indonesia krn pihak militer ausie yg melewati alki 2 dan 3 tanpa meminta persetujuan Indonesia yg notabene sbg pemilik wilayah alki tsb yg kemungkinan Indonesia mrs tersinggung dan RI jg mendapat support dari China dan Russia utk bersikap tegas akan arogansi ausie yg menyepelekan kedaulatan dan negara Indonesia dan Indonesia kemungkinan besar akan terpicu utk itu ditambah kejengkelan petinggi dan masyarakat Indonesia atas arogansi mrk selama ini.

    Jadi utk saat ini masalah RI dan ausie hny memanas di tingkat perang urat saraf dan penguatan patroli dilautan sehubungan dgn mslh imigran kapal yg melewati Indonesia menuju ausie dan itu tdk akan menimbulkan dan memicu konflik perang terbuka. Pemicunya ttp sang aktor dunia US dgn China dikonflik LCS. bukan dipicu krn masalah manusia perahu dan itu tdk akan membuat kita perang dgn ausie.

  32. Kasian Pak anggota TNI kalau perang, siapa yang menghidupi anak Istrinya kalau mati dilautan, keponakan saya ada yg TNI AL, barusan istrinya melahirkan, cicilan motor belum lunas, RUmah barusan jadi, Lha kalau mati siapa yang nanggung pak ? Jangan pakai perang-perang Pak, mohon pada Panglima TNI, kasian kami keluarga Rakyat kecil, Indonesia dan Australia negara tetangga, Australia juga berjasa membebaskan Balikpapan dari jepang, Australia selama negara kita dalam agresi militer belanda sama sekali australia tidak mau terlibat dan mendukung belanda. Australia negara Baik pak, mungkin PM dan mentri2 nya saja yang ngawur dan ngelantur akhir-akhir ini. Mohon jangan samakan pemerintah australia dan Rakyat australia.

    • Walah mbah..mbah.. sampeyan punya ponakan ngapain dulu masuk tentoro mbah? klw ponakan sampeyan pilih msk tentoro pastinya ponakan sampeyan sdh mikirin mati duluan baru kepikiran hidup belakangan.. maksudne awak iki klw ponakan sampeyan takut perang baiknya dari sekarang ngangsur montor dari sekarang bwt ngojek nang bedil ne dikembaliin neng barak. ojo dipamerin ke orang2 minta pensiun cepet. nanti kan dipikiran orang kabeh klw udh bawa bedil kan artine siap ngematiin orang jg mbah tp kok ponakan si mbah malah takut dibedil..? jgn2 cuma mbah nya aja sing takut gak ada nyali.. bkn ponakannya..?

    • ooalahh…pak lek…..pak lek….menurut penerawangan Mbah Suket, ponakan panjenengan niku mbotem matek wonten segoro. Ponakan panjenengan niku matek perkoro diomeli tiang estri. Soale…ponakane malese gak ketulungan. Mangkane ta…mbesok2 lek pancene larene niku mboten sreg dadi TNI, ora usah panjenengan pekso nganti mbayar. Mengko marai mentale wuelek koyok panjenengan…..sepuro ne seng akeh nggeh… 🙂

  33. Walah mbah..mbah.. sampeyan punya ponakan ngapain dulu masuk tentoro mbah? klw ponakan sampeyan pilih msk tentoro pastinya ponakan sampeyan sdh mikirin mati duluan baru kepikiran hidup belakangan.. maksudne awak iki klw ponakan sampeyan takut perang baiknya dari sekarang ngangsur montor dari sekarang bwt ngojek nang bedil ne dikembaliin neng barak. ojo dipamerin ke orang2 minta pensiun cepet. nanti kan dipikiran orang kabeh klw udh bawa bedil kan artine siap ngematiin orang jg mbah tp kok ponakan si mbah malah takut dibedil..? jgn2 cuma mbah nya aja sing takut gak ada nyali.. bkn ponakannya..?

    • Iam sorry mbah.. bahasa jowo aku gado2 niru strategi senjata kita yg gado2 hehehe.. matur nuwun ya mbah.. biar gak dibilang sampeyan kualat..

    • Saya yakin Ponakan Orangnya Gagah berani dan tak takut mati ! wong masuknya saja sudah diniati. Tapi ini cuma pemikiran mbah sendiri bahwa kasian para anggota TNI khususnya TNI AL bila harus berperang dengan Australia, karena ngak ada alasan yang logis bila harus berperang dengan australia. Yang bener tuh Perang melawan China, mbah pasti mendukung, musuh itu dari utara bukan dari selatan. Indonesia harusnya bekerja sama dengan USA dan Australia membuat pakta pertahanan bersama demi melindungi vietnam, filiphina, malaysia dan juga brunai. Mbah yakin bila China dikeroyok pasti kalah, setelah itu negaranya di bagi-bagi dan dijadikan negera yang demokrasi, nah itu yang benar.

      • @mbah bowo katanya guru, lebih baik kasih pencerahan tentang strategisnya pendidikan bagi suatu bangsa, mungkin ada anggota DPR yang baca:

        menurut dubes kita di Moskow; mahasiswa jiran yang belajar di Rusia 3,000 orang ( di antara yang belajar teknologi, mungkin 1 akan menjadi next-Habibie di industri dirgantara jiran), vietnam 10,000an.
        Kita? 100 orang saja…

        sepertinya para pembuat kebijakan perlu dibangunkan dan diberi pencerahan oleh seorang guru…

      • Setuju pendapatnya om.. Indonesia itu bener “zero enemy” tapi ancaman banyak, negara manapun US China Russia Australia bahkan sesama ASEAN kl terlalu mengancam ya mesti ditegasin, jalan damai dulu lah ato diplomatik militer pilihan terakhir.

        buat Mbah Bowo, kl maslah LCS itu semuanya bisa disalahin. China udh jelas gile bener wilayahnya yg di klaim, tu Pinoy belum coba bener2 cara diplomatik, coba dulu sebelum US ikutan tuntut China pake hukum internasinal, ngga berani malah panggil US n tambah jadi alasan China menggelar militernya, dulu China kl mo menggelar militernya agak mikir, belum ada alasan yg pas, paling banter frigate n kebanyakan nelayan n OPV, skrg ada US n ditambah Jepang ya di manfaatin pamer Carrier, LPD, Destroyer, KS.

        Sekarng yg bener didinginkan dulu semuanya, buat COC biar ada tempat buat diskusi diplomatik. ingat China punya hak Veto n Nuke juga, n temen akrabnya China jg gitu, malah lebih sarap, Russia.

      • Saya tidak mewakili siapapun, ini cuma pandangan pribadi saya saja. Sejarah dari dulu mengajarkan bahwa musuh datangnya selalu dari utara, dimulai dari invasi dinasi mongol (YUAN), invasi Dinasti Qing, dan terakhir Invasi Day Nipon Jepang. Sejarah membuktikan sangat berbahayanya musuh dari Utara. Amerika serikat itu pintar, 60 persen kekuatan militernya dipindahkan ke pasific, karena musuh dari Utara itu tidak lama lagi menampakan wajah aslinya. Kalau TNI tidak cepat-cepat merapat ke USA dan Australia maka bersiap-siap saja menerima nasib yang mengerikan dari musuh dari Utara yang konon katanya “Tak terkalahkan”. Saya ini Guru Sejarah, jadi saya paham betoel.

        • berarti mbah beli paket buku sejarahnya gak lengkap, portugis dan belanda datang dari barat…

        • Sama aja kok mbah, mo merapat apa ngga tetep liat2 sikon jg mo bantunya. Philipin tu ada defense pack ama US n nda terlalu di peduli’in juga ama US, cm Jepun yg siap bantu, Singapore menolak. Jepun jg ada masalah sendiri ama China gimana mo bantu.. China jg sampe skrg biar agresif tapi caranya cara umum dunia persilatan, latian gabungan di wilayah yg di klaim. kita juga gitu kok mbah untuk ZEE natuna, malah ntar ajak2 banyak orang..

          mending gini dulu aja mbah sambil nunggu ke depan, kl mo gabung yang mana takut salah pilih. kl kita gabung otomatis kita juga menyatakan diri sebagai lawan pihak seberangnya. MEF kita masi ngejar Minimum Ess Force kl dah jadi Maximum Ess Force bisa2…

  34. Mohon maaf bung diego dan pada semua warga Warjag. Disini Saya tidak mewakili siapapun, ini cuma pandangan pribadi saya saja. Sejarah dari dulu mengajarkan bahwa musuh datangnya selalu dari utara, dimulai dari invasi dinasi mongol (YUAN), invasi Dinasti Qing, dan terakhir Invasi Day Nipon Jepang. Sejarah membuktikan sangat berbahayanya musuh dari Utara. Amerika serikat itu pintar, 60 persen kekuatan militernya dipindahkan ke pasific, karena musuh dari Utara itu tidak lama lagi menampakan wajah aslinya. Kalau TNI tidak cepat-cepat merapat ke USA dan Australia maka bersiap-siap saja menerima nasib yang mengerikan dari musuh dari Utara yang konon katanya “Tak terkalahkan”. Saya ini Guru Sejarah, jadi saya paham betul.

    • @ mbah bowo…

      sepertinya sudah pada tau mbah….
      karena musuh sesungguhnya indonesia adalah negara pemegang hak veto…
      wowww mantap….guru sejarah….

    • mbah bowo…….
      saya juga guru. tp gk pesimis n apatis kyk pean…..
      klo pean emang guru… maka pean guru yg bahaya….
      GURU … di GUgu lan di tiRU….
      bisa2 virus pesimis n apatis pean ini bisa menular ke murid2….

      jadilah guru PEMENANG…. punya KEMAUAN memulai…. punya SEMANGAT meneruskan…. punya KEGIGIHAN menyelesaikan….

      ato pean ini guru jadi2an… hanya coba mengalihkan fokus wacana…
      n banyak yg terbawa arus……hehehehe (lanjut ke info militer aja deh)
      love NKRI n TNI

      • Saya sudah 68 tahun, masih mengajar di sekolah dasar. Bukan tabiat saya seorang pesimis, tapi kita harus mengukur kemampuan diri. Lebih bermanfaat bila indonesia bergabung dengan FDA, mengekor ke USA dan mengarahkan Arsenalnya ke Utara. China itu berbahaya Dek, harus di keroyok sampai tuntas, setelah china kalah baru di bagi-bagi wilayahnya dan dijadikan negara demokratis, saya rasa rakyat china pasti menganggap sekutu sebagai pembebas mereka bila memang terjadi perang pasific jilid 2. Jangan Karena TOT rudal 705 dari china menjadiken kita lemah. Apa seh yang dikasi china ke kita ? ngak ada ! mending kita mengekor ke USA, berikan USA konsesus-konsesus yang menguntungkan mereka, maka mereka akan memberikan alutsista yang melimpah buat kita. menurut mbah skenario yang pas adalah seluruh asia tenggara bersatu + Australia + Jepang dan Korea selatan menggebuk CHina. USA dibelakang sebagai pemberi pukulan terakhir yang mematikan setelah china kelabakan dan kebingungan karena diserang dari berbagai front.

  35. SIMULASI KEKUATAN ANGKATAN LAUT INDONESIA VS AUSTRALIA TH 2014-2015 (Head to Head) apalagi situasi semakin memanas maka th 2015 bisa …………….

    Kekuatan Pemukul (Striking Force) TNI AL VS Australia Navy Pada th 2015:

    1. 2 kapal selam kelas Cakra. VS 6 ks Collins class = Australia Navy menang telak
    2. 6 Fregat kelas Ahmad Yani VS Fregat Kelas Adelaide-class 4 unit = TNI AL menang
    3. 4 Korvet kelas SIGMA+ 3 Light Fregat N R Class + 3 Fregat kelas Fatahillah VS 8 Anzac-class frigate unit = TNI AL Menang
    4. 15 Korvet anti kapal selam kelas Parchim VS Tidak ada lawan = TNI AL menang
    5. 3 Kapal cepat rudal (KCR) kelas Clurit+ 4 kapal cepat rudal (KCR) kelas Mandau +4 kapal cepat rudal (KCR) kelas Layang +. 4 kapal cepat torpedo (KCT) kelas Ajak.+ 2 kapal (hibah dari Brunei) kelas Salawaku VS Armidale class patrol 14 bh= TNI AL Menang
    6. 11 Heli AKS (Masuk th2014-2015)VS 15 S-70B-2 Seahawk 15 biji= Australia navy menang
    7. 3 CN 235 MPA+12 NC 212 MPA VS tdk ada = TNI AL menang
    8. Blm Masuk 3 KCR 60m PT PAL = Masuk 2014-2015
    9. Alutsista yg ditunggu2 dari Om Ruskie blm dimasukkan he he he
    10. Real frigate (menurut bung satrio) akan diakusisi blm dimasukkan (moga2 cepat masuk th 2015 siap tempur)
    11. KS dari korsel dan PKR sigma tdk dimasukkan krn baru masuk kira2 th 2016-2018
    12. Blm Kekuatan Pasukan Marinir TNI AL

    HASIL SIMULASI ===> HASIL PERKIRAAN INDONESIA MASIH PUNYA HARAPAN MENANG (Semangat juang TNI tdk diargukan) sd 2014-2015 (versi analisis) asumsi kesiapan tempur kedua belah pihak 100% , Cuma dilihat kuantitas dan tdk dilihat kualitas, kesiapan logistic sama, tdk melibatkan pihak lain Cuma 2 negara saja ,dan ini berlaku apabila ANGKATAN UDARA kedua belah pihak tidak turun.

    Saran TNI AL, pengadaan KS (rusia) dipercepat th 2015-2016 sudah siap tempur (yg KS silent nggak perlu nongol) , Pengadaan heli AKS harus dipercepat dgn persenjataan lengkap, dan harus ada pengadaan tipe CN 235 ASW 1 skuadron, semua KCR harus sudah siap rudal C-705, semua fregat ahmad yani class harus diinstall rudal yakhont klo memungkinkan. Pengadaan real frigate bekas kondisi tempur (seperti yg dimunculkan comment bung satrio cepat diwujudkan).

    Silahkan klo ada komentar lain…… namanya juga simulasi.

    • Utak2 kayak main games hi hi hi hi, tapi klo bisa jgn perang sungguhan, kecuali klo australia nyerang duluan, ya kita harus siap mempertahankan NKRI yg kita cintai……

    • @ GUE

      SEMUA ALUT SISTA TNI KEMAMPUAN TEMPURNYA TIDAK MAKSIMAL.(sia sia)
      BAIK ITU DARAT ,LAUT DAN UDARA…TNI AKAN KALAH DENGAN AUSIL
      BILA MATA YANG DIATAS (SATELIT &CYBER ARMY) MILIK AUSIL CS MASIH DIATAS/MELIHAT

      • ia mudah2 an cepat terlaksana…untuk no 1 ini satelit

        no 2 pembentukan cyber army..

        no 3 PEMBENTUKAN 6 KELOMPOK KOGABWILHAN

        no 4….:)).sabar

        no 5…..:)) sabar

        pokoknya PANCASILA……! 5 saja……lah pantagon aja bagunannya segi 5.
        gitu juga tni logonya segi 5

      • @ gue…

        ia tuh di sebelah sudah ane posting….

        mudah2 an cyber army segera terbentuk….tapi bukan untuk ngeheck web sipil..
        tapi cyber army khusus militer….
        biar radar musuh pada ngaco dan rudalnya nyasar…..he he he

  36. jika mau kdamaian maka harus siap perang

  37. Mbah tidak setuju bila akhirnya kita berperang dengan Australia, karena tujuan untuk mengeroyok China tidak tercapai, malah ribut sendiri dengan tetangga yang sebenarnya sangat baik dengan kita. Mohon di ingat baik-baik Kekuatan PLA tahun 2020 akan sangat mengerikan, kalau sudah pecah perang pasific Jilid 2 maka kekuatan Udara dan Laut seluruh asia tenggara akan tuntas di gebuk dalam 7 hari, karena negara-negara di asia tenggara+Australia tidak bersatu. Sudah saatnya kita membuka mata lebar-lebar agar tahu siapa Musuh yang sebenarnya. Jika Asia tenggara bersatu dengan Australia dan semuanya kompak menumpuk semua alutsistanya di Utara natuna, maka China akan kesulitan membereskan seluruh Asia Tenggara dalam sekali Gebuk.

  38. komentar mbah bowo ga usah diladenin,buang2 waktu,dan energi,ga ada nambah ilmu nya.malah nambah emosi,makin di ladenin makin “jadi” gila si mbah bowo.anngap aja angin lalu,ga usah di respon,karena dia tipe yang ga mau terima saran dan kritikan dari orang,

  39. Memang sudah seharusnya berperang..demi kelangsungan hidup..bayangkan kita bisa makan mie telor bareng ARB,Raffi Ahmad dsb dipengungsian..gak ada yg kaya gak ada yg miskin..semua senasib sepenanggungan..gak ada tokoh masyarakat..seleb..ILC..dan yg lebih penting, moment pemerintah untuk cuci gudanh aparaturnya terbuka lebar..Semua peluang kita sama..ini lah sisi baiknya peperangan untuk negara Indonesia, yg sudah terkena kanker stadium4.

 Leave a Reply