Mar 112017
 

Presiden Joko Widodo meninjau KRI Imam Bonjol-383 usai memimpin rapat rapat terbatas tentang Natuna di atas kapal perang tersebut saat berlayar di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (23/6). KRI Imam Bonjol merupakan kapal yang digunakan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) untuk menangkap kapal Tiongkok yang diduga menangkap ikan di perairan Natuna beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Setpres-Krishadiyanto)

Kementerian Pertahanan melakukan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana pertahanan di Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

“Berawal dari kunjungan Menhan pada tahun 2015, beliau punya gagasan karena Pulau Natuna merupakan wilayah strategis dan berdekatan dengan Laut China Selatan, sehingga Runway Lanud R. Sajad, Ranai perlu diperlebar agar bisa didarati dua pesawat tempur sekaligus”, ujar Kapuskon Baranahan Kemhan Brigjen TNI Bambang Kusharto kepada Menko Polhukam Wiranto saat melalukan peninjauan perkembangan pembangunan sejumlah infrastruktur di Pulau Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (8/3).

Brigjen Bambang Kusharto mengatakan bahwa pada tahun 2016 Kementerian Pertahanan telah melaksanakan pelebaran runway Lanud R. Sajad sepanjang 2300 meter, masing-masing kiri enam meter, kanan enam meter, sehingga yang semula lebarnya 32 meter menjadi 46 meter. Diharapkan, dua pesawat tempur sekaligus bisa landing maupun takeoff.

Pada tahun 2017, Kementerian Pertahanan akan melanjutkan pelebaran runway Lanud R. Sajad dan juga pembangunan Apron dan Sarpras Lanud R. Sajad. Sedangkan pada tahun 2018, Kementerian Pertahanan sudah merencanakan pembangunan shelter siaga pesawat tempur dan Sarpras Lanud R. Sajad, serta pembangunan sarana akomodasi prajurit TNI berupa barak dengan kapasitas 200 orang.

Kementerian Pertahanan juga melakukan pembangunan Sarpras untuk TNI Angkatan Laut yaitu pembangunan Dermaga Penagi Pulau Natuna, perpanjangan dan pelebaran Dermaga Sebang Mawang Pulau Natuna, dan pembangunan akomodasi prajurit TNI berupa barak dengan kapasitas 200 orang.

Sedangkan untuk TNI Angkatan Darat, Kementerian Pertahanan berencana melakukan pembangunan Mako dan Batalyon Raider. Pembangunannya yang direncanakan dilakukan pada tahun 2016 ini belum dapat terealisasi karena terkendala dalam proses pembebasan lahan.

Sumber: kemhan.go.id

 Posted by on Maret 11, 2017