Nov 302017
 

Dok. Gas Cooled Fast Reactor (Commons Wikipedia)

Solo, Jakartagreater.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan Indonesia akan belajar dulu teknologi Reaktor Pendingin Gas Temperatur Tinggi (High Temperature Gas Cooled Reactor/HTGR) dari China sebelum membuatnya sendiri.

“Untuk nuklir, kita musti belajar dulu. Teknologi HTGR itu sebenarnya dari Jerman, China dan Jepang mempelajari dan ternyata China sekarang lebih maju, kita belajar sekarang dari mereka,” kata Nasir setelah selesai menandatangani 3 MoU dengan Menteri Riset dan Teknologi China Wan Gang dalam Pertemuan Pejabat Tinggi ke-3 Hubungan Antarmasyarakat Indonesia-China pada Selasa 28 November 2017 di Solo.

Kesepakatan, menurut Mohamad Nasir, ingin dibuat adalah kerja sama riset khusus HTGR tersebut, di mana harapannya akan ada pembangunan laboratorium di Indonesia. “HTGR ini tidak hanya bisa untuk jadi pembangkit listrik saja tapi sumber panasnya itu juga bisa untuk keperluan macam-macam,” lanjut Menristekdikti  .

Sebelumnya, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto kepada Antara mengatakan kerja sama penelitian Reaktor Pendingin Gas Temperatur Tinggi untuk tujuan keamanan dan energi antara Indonesia dan China ini akan memperkuat program pengembangan Reaktor Daya Eksperimen (RDE) yang sedang dikerjakan di Puspiptek, Serpong.

“Kebetulan China sudah miliki teknologi ini dan sedang membangun yang lebih besar,” kata Djarot. Lebih lanjut Djarot mengatakan bahwa kedua negara memang menginginkan adanya “joint laboratory” di mana kedua belah pihak bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam program HTGR tersebut.

Pendanaan sewaktu ditanya apakah akan ada pendanaan pembangunan RDE, Djarot mengatakan belum ada pembicaraan ke arah sana. Belum ada pembicaraan soal harga ataupun kontrak, karena Indonesia sebenarnya tetap terbuka dengan negara lain. Selain itu, Batan ingin membangun sendiri apa yang memang sudah dikuasai, dan sisi yang baru belum dikuasai akan dipelajari dari negara yang lebih maju.

“Tapi kemungkinan mereka ingin lebih ke arah ekspor teknologi”. Teknologi HTGR sendiri, menurut Djarot, memiliki masa depan bagus terutama untuk industri Smelter, pencairan Batubara dan lain sebagainya. Jadi teknologi ini tidak hanya dipergunakan untuk pembangkit listrik saja.

“Iya karena panasnya bisa juga untuk desalinasi air laut, jadi multiguna. Itu yang mau dibangun Batan kalau RDE sebagai ‘pilot project’ di Serpong dengan daya 10 Mega Watt sudah terbangun, sebab kelak bisa dibangun di daerah lain dengan daya besar skala komersial,” lanjutnya.

Tiga MoU Menristekdikti dan Menteri Riset dan Teknologi China Wan Gang menandatangani Rencana Aksi 3 Tahun di Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi (Iptekin) untuk periode 2018 sampai dengan 2020, pengaturan pelaksanaan pembangunan pelabuhan serta pencegahan dan mitigasi bencana, dan pengaturan implementasi kerja sama kawasan sains dan teknologi.

Nasir mengatakan pertemuan kali ini mengatur kembali aksi hingga ke tahap pelaksanaan perjanjian kerja sama tersebut. Pada pertemuan sebelumnya pada 2016 di Guiyang, China, sudah ada Nota Kesepahaman tentang Program Beasiswa dan mutual recognition in academic higher education qualification dan sudah ada 700 mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di China.

Penandatanganan yang dilakukan dalam Pertemuan Pejabat Tinggi Ketiga Hubungan Antarmasyarakat Indonesia-China di Solo, disaksikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dan Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong dan sejumlah pejabat tinggi kedua negara. (Antara).

  81 Responses to “Indonesia Belajar Teknologi HTGR dari China untuk PLTN”

  1. ngawur pak nasir…. masalah reaktor nuklir masih jerman dan jepang…yang teratas….!!!
    ini kebisaan buruk sering memuji berlebihan sampai menghilangkan fakta…jadi terkesan pembohongan publik…!!!!
    🙁

  2. cina aja masih inpor peralatan dan suku cadangnya dari jerman…!!!

    • Mmmmm…menguasai teknologinya kan tidak berarti bisa membuat sendiri semua komponennya to om?

    • Dulu China belajar sama Jepang dan Perancis ttg kereta cepat. Sekarang jujur saja, mereka sudah melebihi kemampuan kedua negara. Dulu Petronas belajar kepada Pertamina, Sekarang?? Pertamina lah yg menjadi Petronas sbg Benchmark achievement mereka. Sebuah ironi bukan, tapi wajar kalo murid akhirnya bisa lebih baik dari gurunya.

      • apa buktinya kalau kemampuan china dalam perkereta apian lebih baik dari Jepang dan Prancis??? TGV masih kereta dengan kece[atan rata2 tercepat didunia, Shinkansen Jepang adalah kereta paling aman dengan minimnya kecelakaan yang terjadi, setahu saya pernah terjadi karena ada gempa sehingga kereta keluar track tapi itu pun cuman mlengse sedikit ga sampai berantakan…
        China pernah mengalami kecelakaan parah dalam pengoperasian CRH nya, justru China menelikung Jepang, setelah mendapatkan teknologinya kemudian terjadilah apa yang biasa dilakukan China, mereka langsung menjual teknologi tersebut ke negara2 lain termasuk ke Indonesia…
        Bagi saya TGV dan kereta api Eropa adalah yang terbaik, dan Japan adalah yang terbaik di Asia, dan China adalah pemain baru yang seharusnya jika ingin belajar perkereta apian jelas pilihan paling akir dari keduanya…

        • China jelas lebih maju karena selain punya jalur kereta cepat terpanjang di dunia juga jalurnya juga melewati berbagai rintangan yg butuh teknologi tinggi dari daerah tropis yg lembab di Yunan hingga daerah dg tanah beku dan dingin (minus 40 derajat Celcius) di Manchuria, dari daerah pegunungan Tibet dg ketinggian 3800 km hingga daerah Xinjiang yg bergurun pasir (wilayah gurun pasir Gobi). Bahkan negara pertama yg make kereta maglev dg kecepatan rata2 500 km/jam. Hanya Kereta Hyperloop yg akan jadi penantang serius bagi China karena kereta bakal meluncur di trek tabung hampa udara, jadi kecepatannya bisa 1200 km/jam. Artinya hampir mencapai Mach 1.

          • Setau saya punya china gak ada yg panjang. Kebanyakan kecil2 dan pendek.

          • Yg pendek apanya Bung Ruskye, tolong dijelaskan biar gak ada salah penafsiran.

            Hhhhhhhhhhhhhhhh

          • Teknologi tinggi apanya??? coba sebutkan teknologi apa yang dibutuhkan sebuah kereta rel listrik dengan track rell… kereta api dengan dasar yang sama dengan teknologi kereta api shinkansen… kereta api dengan basis rell itu jelas hanya terdiri dai kereta api itu sendiri dengan jalur rell dan juga track kusus dan adanya jaringan sumber daya dari kabel listrik di lintasan… TGV pernah mencapai kecepatan 574,8 km/h, tetapi untuk operasionalnya rata2 kecepatan yang digunakan 300km/h karena faktor keamanan… teknologi magnet juga bukan hal baru, hanya saja China agresif melakukan pengembangan karena akan menjadi pangsa pasar bagi mereka, sedangkan eropa maupun Japan tidak terlalu memaksakan untuk masuk ke ranah maglev… karena memang belum diperlukan menilik dari biaya yang dibutuhkan

          • Bung Yuli emang gak sadar ya, kalo buat jaringan rel di tanah beku yg konsisten dingin seperti Manchuria atau Siberia itu butuh konduktor listrik yg baik karena suhu kadang bisa minus puluhan derajat Celcius? Mesin yg kuat, kemampuan menjaga rel ditanah yg dingin yg memungkinkan penyusutan rel, atau cara menggali tanah beku. Rusia udah pengalaman dg trans Siberianya dan mengakui kemampuan China membangun kereta ditanah beku, makanya mereka berencana akan membangun kereta cepat untuk trans Siberia baru. Belum waktu bangun jalur di area gurun karena belum tentu jalur bisa dibangun diatas trek keras seperti tanah. Apalagi menghadapi ancaman panas dan dingin yg berbeda, itu jelas akan merusak jaringan listrik dan rel, belum dg ancaman masuknya debu ke mesin. Juga menghadapi kelembapan udara di daerah tropis di Yunan. Jepang dan Perancis apa pernah punya pengalaman membangun jalur kereta cepat di daerah yg bervariasi semacam itu?? Kalo kecepatan uji max sampe 500an km ya semua kereta cepat pasti bisa lah, hanya saja mencapai kecepatan 500km untuk membawa penumpang ya baru China yg melakukannya. Jepang aja udah ujicoba Maglev, masak Prancis kalah???

          • mesin??? itu kereta listrik, beda dengan kereta non listrik yang memang butuh mesin handal… dan itu jelas Russia juga sudah biasa mengoperasikanya di trans siberrian… kalau bertanya apakah Jepang dan Prancis punya pengalaman??? ya jelas tidak, jalur mereka tidak ada yang melalui daerah gurun maupun daerah yang dingin seperti daerah super dingin di wilayah daratan dalam China… kalau ternyata China bisa melakukanya dengan belajar dari teknologi Japan berarti itu memang bukanlah teknologi yang super sulit… toh tidak trans siberrians yang bekerja sama dengan China baru akan dimulai bersamaan dengan rencana China ingin menggunakan jalur kereta api untuk penghubung dengan Eropa… dan harus diingat jalur rell Russia berbeda sehingga China harus mengganti kereta ketika mereka melintasi Russia… mana ada bawa penumpang dengan kecepatan 500kmh??? kereta cepat reguler mampu diatas 400kmh tetapi dipatok pada max speed 350, sedangkan maglev masih dikisaran 400 kmh… dan jalur atau track sangat penting, semakin kecil belokan semakin lurus track nya maka semakin cepat kereta bisa melaju… dan China memiliki wilayah atau area yang memang bisa memungkinkan untuk membuat track yang lebih lurus… lihatlah jalur yang di bangun di China, kebanyakan dalam bentuk track lurus

  3. kan malu kalo sampai diberitakan media asing…seolah olah kita mau menjilat….!!!!
    kebiasan buruk asal bapak senang harus dihilangkan….apalagi dalam kancah gelobal….!!!

  4. memang bener bung Heri tapi melihat pernyataan pak nasir kelihatan rada lebai…!!!
    🙂

  5. Kenapa gak belajar langsung dr Barat dgn Jerman mbahnya teknologi! Atau dr Timur dgn Rusia yg mana pernah menawarkan teknologinya jg! Klu dr China kurang yakin dgn kualitas teknologinya.

    • sulit bung Andre itu katagori tehnologi tinggi jadi harus benar benar punya kedekatan…atau punya kerja sama saling menguntungkan dan saling pengertiaan …!!!

    • Ada kisahnya bung andre…..

      Dulu di era 50-an, uni sovyet “memaksa” semua negara yang masuk blok timur mengakui “kepemimpinan tunggal” uni sovyet atas negara2 menganut paham komunis….tapi cina yang merasa sbg negara besar tidak mau tunduk pd tekanan sovyet, sampe2 sovyet (yang saat itu sudah memiliki senjata nuklir) menempatkan pasukan dlm jumlah besar diperbatasan dg cina utk menekan cina.

      Merasa dilecehkan Sovyet, cina tidak tinggal diam untuk mempertahankan martabat bangsanya….dengan cara menguasai teknologi nuklir, bagaimanapun cara dan jalannya, karena saat itu penguasaan teknologi nuklir adalah cara paling efektif untuk menaikkan nilai tawar sebuah bangsa.

      Jadi sebenarnya perjalanan penguasaan teknologi nuklir oleh cina sudah berlangsung cukup lama

  6. wah bung hari pakar sejarah juga too…mirip mirip bung wehrmacht…!!!…???
    🙂 😉

  7. penyangkalan adalah alibi yang mencurigakan….!!!
    🙂

  8. Konon Pak Jonan sudah memikirkan aplikasi tenaga nulir sbg salah satu komponen dr bauran energi…cuma bliau minta jangan buru2 krn saat ini sdg fokus menggarap EBT

  9. test

  10. memang masalah kita terlalu banyak bung HARI …tingal bagai mana pemimpin meletakan sekala prioritas …!!! 🙂

  11. tapi harapan saya perlu dihilangkan budaya memberhangus pemikiran dan projek pendahulu…!! seharusnya yang baik dipertahankan…bila tidak kita seolah olah jalan ditempat atau bahkan jalan mundur…!!!
    🙂

  12. kita ambil sontoh…permasalah roket dan rudal….seolah olah kita mulai dari awal…padahal tahun 60an kita sudah bisa meluncurkan roket…berapa puluh tahun kemudian kita seolah pusing masalah dasar proketan….!!!
    hingga tot sana tot sini yang lebih ironi kita jauh tertingal dari negara asia lainya….yang notabenya dibelakang kita dalam mengembangkan roket….!!!
    🙂

  13. maaf bung HARI maklum kalo panjangan sering engak muat…!!!!
    🙂 😀

  14. iya ngak tau ngapa masalahnya…kalo rada panjang dikit aja engak masuk ……..admint mungkin masih ganis nih….???? mana engak ada confirmasi lagi….!!!! 😀 😛

    • Anyway….saya suka dg gayanya Pak Jonan

      Ketika bertemu dg PM Denmark (bukan rusia….), beliau membicarakan ttg peluang investasi disektor EBT, utamanya pembakit listrik tenaga bayu….serunya, Pak Jonan mengatakan : saya gak mau (pertemuan) ini hanya berakhir dg pembicaraan….harus dilanjutkan dg implementasi!!

      Di denmark, harga listrik dr PLTB sdh kompetitif (sekitar us$ 4 perkwh) dibanding harga listrik dr pembangkit berbasis fosil krn disana jumlah pembangkit tenaga bayunya sangat masif.

      Yang di sulawesi, saat ini (PLTB) harganya masih us$ 11/kwh….Pak Jonan menawarkan ke pihak investor utk memperluas kapasitas pembaangkitnya (menambah jumlah. kincir) tapi dg syarat harganya ditekan jadi us$ 6/kwh.

      Seandainya hal ini berjalan dg baik, akan sanggup menjawab tantangan penyediaan listrik secara merata dan berkelanjutan krn geografis negara kita yang kepulauan

      • Wah Si Tante Ini Gk Berperikemanusiaan Ya?. Masa Temennya Sendiri Si “Bayu” Di Suruh Mutarin Kincir Biar Bisa Hasilin ‘Pembangkit Listrik Tenaga Bayu’

      • Denmark itu menghadap langsung ke Laut Baltik (Samudera Atlantik), karena daya dorong arus angin yg kuat Disana maka Denmark (dan juga Belanda) bisa mengembangkan pembangkit listrik tenaga Angin yg bagus.

        Indonesia juga punya potensinya yaitu sekitar NTT seperti P. Sumba,Flores dan Timor. Masalahnya karena negara ini kepulauan dan pasar utamanya ada di pulau Jawa maka akan sangat mahal untuk membangun infrastruktur jaringan distribusinya dari NTT ke P. Jawa, paling memungkinkan adalah panas bumi (PLTG).

        • Ya nggak usah ditransmisikan ke jawa to bung agato….diluar jawa kan butuh energi utk mendukung sektor pariwisata, industri perikanan dll biar sama-sama merasakan kemajuan

          • Kalo diluar Jawa/Sumatera/Sulawesi mungkin paling tepat pake pembangkit listrik kapal apung punya Turki atau pake PLTB atau mikro lainnya dg skala kecil, tak lebih dari 50 Mw kecuali area pertambangan.

  15. memang banyak projek dan proyek bung baik kerja sama dalam maupun luar negri…tapi kita tau selalu bermasalah dalam mengimplitasikan…apalagi zaman sekarang ruet naujubilah….mungkin akan lebih mudah pada zaman pakde harto….soal perintah dan ekskusi saya akui lebih baik dari saat ini….!!!!

  16. lagian soal masalah listrik bung HARI …sangking banyaknya pilihan hingga kita lupa untuk memilih….seharusnya ada projek skala prioritas…agar kedepan bisa berlanjut dan berkembang….bukan hanya jadi bahan kertas dalam rapat atau seminar….!!!

  17. Siapapun dan dimanapun yg bukan sekaum dgn amerika bakal dimusuhi dan ditakuti ketika belajar teknologi nuklir

    • Ah hoax itu.

      • Fakta Lah. Noh Iran Ama Korut.

        • Lah Indonesia gak sekaum malah ditawarkan tuh, belum Pakistan dan India didiamkan. India partner pertahanan Rusia, Pakistan partner pertahanan China. Kedekatan India dan Pakistan dg USA hanya sebatas terorisme Al Qaida dan Taliban di Pakistan dan Afghanistan. Nyatanya aman2 aja tuh??

        • Indonesia bisa ditekan seperti Iran atau Korut kalo Indonesia jadi negara Islam seperti Iran atau negara Komunis seperti Korut. Baru itu akan dilarang. Nah, sekarang tinggal milih, mau jadi negara Islam tapi dimusuhi USA dan sekutunya di Pasifik dan Dunia plus kehilangan sebagian/setengah wilayah karena setengahnya itu dihuni Non Muslim,,.. Atau mau milih jadi sosialis Komunis dg sikap Berdikari (Juche kalo di Korut) Dan langsung dikucilkan dari pergaulan internasional??

  18. saya liat banyak yang nyasar artikel lama dikomenin….!!!!
    ngak tau penasaran apa ngobrol sama h….penasaran….????
    🙂 😀

  19. bung mamba tadi komentar diartikel lama kaya mana ceritanya….??? apa masih penasaran….padahal udah setahun yang lalu tu artikel…!!!
    🙂 😉

  20. Btw udah tanggal 1 nih, harusnya ada yg ngajakin makan2 nih karena komisi dan bonusnya dah cair. Katanya udah ada yg TTD sama Pak RR bulan ini ya… Udah TTD kontrak kan, hhhhhhhhhh.

    Mana nih Orangnya, kok malah sembunyi. Inisialnya JS katanya.

    Hhhhhhhhhh

  21. Hadeuh Belajar Kok Ke Chino. Noh Ada Rosatom Yg Menanti. 😆

  22. kalo masalah nuklir sipil jerman dan jepang masih pemain utama tidak tau yang terbaik…karna tidak ada merengkingi….!!! kalou usa dan rusia mungkin lebih unggul pada tehnologi nuklir militer….walau kadang sulit untuk membezakan karna sama sama berbahan uranium ….!!!! 🙂

 Leave a Reply