Nov 192018
 

doc. Painting of Soviet Defenders – Defence of Brest Fortress Museum – Brest – Belarus. (Adam JonesΒ via commons.wikimedia.org)

Zeynita Gibbons London – Indonesia dan Belarus sepakati menjalin kerja sama di bidang riset dan teknologi (Ristek), pendidikan tinggi serta menyepakati rencana aksi bidang ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi 2019-2020.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir ke Belarus selama dua hari tanggal 13 dan 14 November sebagai bagian dari peringatan 25 tahun hubungan RI-Belarus, dirilis Antara, Sabtu, 17-11-2018.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada Antara London, Sabtu mengatakan, selama di Ibukota Belarus, Minsk, Menristekdikti melakukan serangkaian pertemuan, antara lain membuka pertemuan kedua Kelompok Kerja Bersama RI-Belarus bidang Iptek dan Dikti.

Kemudian, pertemuan bilateral dan menyaksikan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Kemenristekdikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarus. Dalam pertemuan kedua Kelompok Kerja Bersama di State Committee on Science and Technology Belarus, Menristekdikti menyampaikan hubungan diplomatik RI dan Belarus memasuki tahun ke-25.

Kedua negara mempunyai minat yang sama dalam mempersiapkan generasi milenial untuk menguasai iptek dan inovasi guna menuju bangsa yang mampu menghadapi tantangan global. Kemenristekdikti dan State Committee on Science and Technology Belarus menyepakati rencana aksi bidang iptek dan inovasi 2019-2020.

Menristekdikti dan Dubes Wahid menyaksikan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian di Bidang Pendidikan Tinggi antara Kemenristekdikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarus oleh Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Na’im dan Deputi Menteri Pendidikan Belarus, Sergey Rudy di Belarusian State University.

Kerja sama Dikti meliputi berbagai hal, seperti pengembangan kontak antara perguruan tinggi, pertukaran informasi berbagai program dikti, perencangan program kurikulum, riset bidang Dikti, pelaksanaan dialog, seminar dan konferensi bersama, program mobilitas pengajar dan pelajar. Kerja sama juga mencakup bidang perekayasa (engineering), pertanian, dan teknologi informasi.

Menristekdikti didampingi Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Na’im, Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus berkedudukan di Moskow, M Wahid Supriyadi, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) LT Handoko, Rektor Institut Teknologi Bandung, Kadarsah Suryadi, dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunkasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi.

Dubes mendukung pengembangan kerja sama Iptek dan Dikti antara Indonesia dengan Belarus sebagai salah satu peluang kerja sama. Menurut Dubes Wahid, Belarus merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet memiliki tingkat kemajuan Iptek yang cukup tinggi.

Di antara teknologi yang dikembangkan Belarus antara lain teknologi pertanian, energi, informasi, kesehatan, sosial dan humaniora, serta pertahanan. National Academy of Sciences of Belarus memiliki minat besar bekerja sama dengan lembaga Iptek Indonesia, termasuk LIPI yang terjalin sejak 2012, ujar Dubes Wahid.

Dalam rangka peringatan 25 tahun hubungan diplomatik RI-Belarus ini, KBRI Moskow akan mengelar berbagai kegiatan di Minsk, seperti forum bisnis, seminar tentang hubungan kedua negara dan Indonesian Festival and Expo pada tanggal 24 dan 25 November 2018.

Bagikan:

  9 Responses to “Indonesia – Belarus Kerja Sama Riset dan Teknologi”

  1.  

    Sebenarnya Indonesia lagi belajar sama Russia lewat jalan ngumpet … πŸ˜€

  2.  

    Tetap aja dana R&D harus ditingkatkan klu Universitas2 Indonesia bs sejajar dgn Universitas di Erops dan Amerika. Next bs lgsg ke Rusia gak kerjasamanya sebagai pemilik teknologi tandingan barat?

  3.  

    WAKTUNYA MENENTUKAN ALUSTITA MASA DEPAN.

 Leave a Reply