Nov 012017
 

Sistem Pertahanan Udara NASAMS (kongsberg.com)

Kongsberg telah menandatangani kontrak senilai 77 juta USD dengan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk memasok sistem pertahanan udara NASAMS, dirilis situs kongsberg.com, 31/10/2017.

Kontrak tersebut terdiri dari pengiriman sistem NASAMS lengkap dengan pos komando, radar, peluncur, radio dan integrasi, dan dukungan pelatihan serta logistik. Rudal AMRAAM akan diberikan dalam sebuah kesepakatan pemerintah-ke-pemerintah yang terpisah antara Indonesia dan Amerika Serikat.

NASAMS II anti-aircraft missile launcher (wikipedia.org)

NASAMS melindungi aset sipil dan militer bernilai tinggi di darat terhadap ancaman udara. Fleksibilitas inheren dan modularitas NASAMS menjadikannya solusi terdepan di dunia dengan kemampuan unik untuk memerangi ancaman udara modern, serta memiliki kemampuan untuk berintegrasi dengan berbagai sensor dan senjata yang berbeda. Beberapa negara telah memilih NASAMS, termasuk Norwegia, Finlandia, Belanda, Amerika Serikat, Spanyol, Oman dan sekarang Indonesia.

“Kami sangat senang bahwa Indonesia, sebagai negara pertama di wilayahnya, memilih NASAMS untuk pertahanan tanah airnya. Evolusi teknis dan penambahan pengguna yang terus berlanjut menegaskan bahwa NASAMS adalah sistem pertahanan udara paling modern dan canggih di dunia, “kata Eirik Lie, Presiden Kongsberg Defense & Aerospace.

  209 Responses to “Indonesia Beli Sistem Pertahanan Udara NASAMS”

  1. Ada Tot gk

    • Kayaknya tidak ada tot bikin rudal, mungkin tot nya diganti bikin baso kale?

    • TOT untuk Nasams kali ini adalah system launcher nya karena untuk AMRAAM adalah beda pembelian. Sebelum membahas Launcher NASAMS Only , mari kita kita lihat THAAD dan S-SERIES

      Yang menarik dalam beberapa diskusi adalah “kenapa air defence di dunia ini THAAD/S series tidak dilengkapi dengan missile SSM ??”
      Artinya dengan radius 200 KM- 400KM , tentunya lebih effektif memukul SUMBER / Launcher Rudal Musuh daripada hanya bertahan mencegat missile-missile yang telah ditembakkan.
      200-400 KM bukan jarak yang dekat, jika mampu untuk meluncurkan SSM maka System Air Defence sekaligus akan menjadi satua Rudal pemukul yang sangat efektif di darat bahkan pesisir.

      IMHO

      • Mungkin biar lebih terkonsentrasi kah?jadi dipisah2 pekerjaannya….atau kemampuan alat itu sendiri rata2 masih terbatas..misal hanya mampu menembakan 4 target secara simultan yg mungkin saja…kan juga bisa saja 1 target bisa disalvo 2 unit rudal…atau memang dari produsen sendiri yg dibikin jual terpisah(biar untung lebih gede)..atau belom ada yg bisa mengintengritaskan jadi satu..kecuali sudah tersistem jadi satu tempat komando..(indonesia proyek ASTINA kayakna,tapi mungkin ini sifatnya data menjadi acuan eksekutor)..aah banyak kemungkinan…wkwkwk…saya pribadi lebih suka terpisah..misal..pertahanan skyshield kita terpisah dengan rudal SAM jarak pendek..dr nilai strategis musuh mau hajar juga bingung yg mana duluan(misal jadi 4-6 titik,yg otomatis boros orang yg beroprasi)..coba lihat pantsyr sungguh kompak dan efisien..sudah jadi 1..tapi kelemahannya jika kena hajar…langsung ompong..karena 1 unit dan 1 titik..tapi kalo jadi penambah atau memperkuat..sangat bagus..cukup 1 sistem utk melengkapi sistem yg ada…hahaha kira2 ngawur-ngiwir gak ini..ahhaah

        • kemampuan SSM ini jangan dipandang sebagai “penambah beban” dari system air defence. Tetapi lebih sebagai pelengkap dan optimalkan fitur yang ada.
          Mubazir kiranya radar kemampuan 200-400 KM hanya digunakan untuk “menunggu” object terbang masuk.

          kemampuan SSM ini juga jangan dijadikan alasan meniadakan baterai utk LACM dan sejenis nya .

        • Kita ambil contoh dari aja dati kapal@ bung indo… Kapal yg hanya dipersenjatai CIWS saja atau hanya Sam saja akan lebih Vulnerable dibanding yg punya CIWS dan system sam sekaligus… Kalau Skyshield itu ada pasangannya sih Sparrow sam dan biasanya di deploy ga jauh dari PSU itu… Sy malah berharap Skyshield punya varian kek Pantsyr jadi lebih mudah di simpan ga makan tempat dan lebih buat di deploy karena sudah satu paket… Apalagi kalau soal THAAD system yg hanya di khususkan buat intercept rudal yg harganya selangit… Otomatis kalau di beli harus di pasangkan dng system lain katena ancaman di udara itu tidka cuma rudal balistik… Ini namanya benar2 pemborosan terutama buat yg budgetnya pas2an… Tapi kalau dah kaya ga papa xixixi… Selain itu seperti sy bilang di atas jadi makan tempat karena punya dua system dan deploynya pun makan waktu dibanding yg All in one langsung sekali gelar beres…

          • Coba perhatikan Rudal yg saya sebut bung Fnc.
            Rudal yg saya maksud adalah SSM.

            Yg Bung Fnc sebutkan semua masih dalam air defence system rudal SAM dan CIWS.

            Kita lihat nanti, apakah selentingan disalah satu diskusi bahwa nasams akan dicangkok salah satu rudal SSM berbasis GPS menjadi kenyataan.

          • Lah baru keluar replynya… @bung senopati reply ane itu buat menjawab tentang pendapat pantsyr dari bung indo… System Sam yg juga bisa meluncurkan Ssm??ada sih keknya yg mirip2… system sam yg bisa dual purpose yg dicangkokan dng rudal darat Setahu sy sih itu ADATS yg launchernya digabung bisa meluncurkan Sam dan Anti tank misile juga… tapi entah kenapa ga laku tuh ADATS padahal idenya boleh juga sih…

        • Buset udah nulis panjang2 reply 2x kena filter JKGR suka begitu ahh padahal komen biasa… Reply ane nunggu filter dulu yah bung @indo

      • bung senopati,
        dalam perspektif amrik sbg pembuat THAAD, “terminal” adalah fase terminal dari trayektori ICBM, artinya posisi awal ICBM ribuan km di benua lain / di seberang samudera dari THAAD.

        bahkan bagi Jepangpun posisi awal rudal Korut, berjarak min sekitar 1000 km

        http://2.bp.blogspot.com/-S15tRcLnRB4/U-Rvk8QiOfI/AAAAAAAAD68/DxrPPOsKcdI/s1600/missiledefensephases.jpg

        https://mgtvkron.files.wordpress.com/2017/05/800.png

  2. dukung NASAMS dan S400 untuk menjaga NKRI dari Bwereuk FDA dan Beruk Pasifik

    • Ber*uk dan antji*g lagi galau sama litle rocket man sih, jadi jarang ke Indonesia
      Huehuehue

    • Numpang koment di lapak bung alone

      membaca
      NASAMS adalah sistem pertahanan udara paling modern dan canggih di dunia, “kata Eirik Lie, Presiden Kongsberg Defense & Aerospace.
      koment : kayaknya Si Nasam – terlalu percaya diri deh , apa g pernah liat si S-300,S-400 atau bahkan S-500 , atau Patriot sekalipun

      iya kalo ngomongin di kelas Shorad , atawa rudal panggul silahkan deh Ente boleh percaya diri g ketulungan

      setahu Ane , Nasams adalah rudal jarak menengah , kl g salah kisaran rangenya 50-150 km

      Padahal nih untuk kelas rudal ini adalah sistemnya mencegat , bukan menyerang target
      kalau guna dan fungsinya untuk mencegat apa tidak seharunya lebih jauh lagi,
      teori makin jauh makin ada jeda waktu yang panjang team darat untuk uji kesiapan tempur
      dan masih banyak waktu untuk prepare ,serta peringatan dini untuk tracking ….

      so bagaimana Indonesia negriku , pilih “agak” jauh atau sebatas shorad maupun middle range

      kira kira bisakah konsep Pre-emtive strike ( antisipasi dan pukul di area luar halaman kita ) bisa dijalankan ,

      Let see …..

      • Nasams berfungsi untuk pertahanan pangkalan dan sekitarnya.

        Semua air defence missile yg dikendalikan dari darat termasuk S series dan THAAD fungsinya untuk bertahan dan bukan untuk pre-emptive strike. Namanya juga defence (pertahanan).

        Kalau untuk pre-emptive missile adalah rudal balistik, rudal surface to surface.

      • Duh….. jadi puyeng saya….

        Apa gak ada secuil mimpi aja dari para petinggi militer buat akuisisi minimal S300 Russia ??….. :mrgreen:

        Padahal pertahanan yg terbaik adalah total football dan bukan menunggu, apalagi catenacio……

        CEPET BORONG S series Russia Jendral !!…..

      • Note Bung. SLAMRAAM Rangenya Berkurang 2XLipat Karena Gaya Gravitasi Yg Berbeda…

        • Di blog sebelah dikolom komentar dijelaskan alasanya… karena AMRAAM ini bukan SAM tetapi AAM, kalau ngga salah sistemnya pendorong menyala selama 6-7 detik, kemudian setelahnya mengandalkan energi kinetik yang timbul untuk menuju sasaran, jarak jangkaunya berkurang karena ngga ada sustainernya…
          Dijelaskan juga kalau sebenarnya kecepatan bisa diatur untuk menambah jarak jangkau yang bisa dicapai…
          kalo dgn kecepatan sama sprt yg asli krng lbh 4 mach maka jarak akan berkurang menjadi 1/5. tapi kalo diprogram 2/3 dari kecepatan asli (2,7 mach) jangkauannnya menjadi 1/3

        • kalau tidak salah malah lebih bung…
          karena ngga ada sustainernya jarak jangkaunya lebih pendek… karena roket pendorong hanya menyala selama 6-7 detik selebihnya melayang menuju sasaran… tetapi kecepatan bisa disetel, kalau kecepatan maks kisaran 4 mach jarak jangkau 1/5 kalau dengan 2/3 kecepatan maks atau sekitar 2,7 mach bisa 1/3…

  3. Ini indonesia beli NASAMS versi awal apa NASAMS 2??? Terus TOT apa yg didapat?

  4. As lagiiiii

  5. Hanya untuk mengkoper jakarta saja ?

  6. Kok RI membelinya gak njelimet dgn imbal dagang, offset dan TOT ya? Beda pessyaratan dgn permintaan RI kpd Rusia! TOT apa yg didapat dr NASAMS ini? Jg TOT apa yg didapat dr AMRAAM USA?

  7. Selamat ya Bung TN.. jualan Anda laku. Jangan lupa traktiran nya ya. Jangan kayak Sales sebelah yg tanda tangan kontrak aja molor Mulu, gak tau Bulan ini jadi apa gak, padahal cuma beli 11 biji aja.

    Hhhhhhhhhh

    • Waduh gue dikira sales lagi… Xixixixixixi

      Gue cuma bilang “Say No To Russian Arms”.

      Dan sekarang saya bilang “Say yes to Scandinavian”

      Dua atau tiga tahun lagi ada kontrak satu lagi Scandinavian surface to air missile “BAMSE”.

      Pembelian NASAMS karena incar banyak amraam. Semakin banyak AMRAAM semakin mulus jalan ke THAAD.

      Say goodbye to “Buk, Pantsyir, S-300, S-400”.

      Xixixixixixixi

      Biar si mumi antik nangis sesenggukan di bilik termenung.

      Xixixixixixixi

      Offset 85% menanti.

    • bung agato jg mengalihkan ke yg lain y… traktir warjag mampir ke alexis..hihihihihihi

      • Alexis tutup Bung, sama gubernur baru.

        Hhhhhhhhhh

        • Ah masih banyak yang lain, Alexis kan cuman untuk jurkam doang… ada yang tematik segala malah

          • Wah, bung Yuli pengalaman nih. Contohnya mana aja nih Bung. Sapa tau jadi tertarik, bosan liat si Qarin pake daster Mulu, gak tau kalo si Jimmy.

            Hhhhhhhhhh

          • ngga boleh, nanti gara2 saya tulis disini besok ijinya di bredel, saya jadi bersalah sama banyak orang… cari saja di kelapa gading… di pluit… di blok M… banyak pokoknya…

          • Jadi loe menyukai jimmi pakai daster, kemudian loe onani sambil ngawar ngiwir, begitu yaa agatoo.

            Tapi loe blm tau mantra jimmi, mantra sejuta umat, sekali komat kamit, loe bakalan kena sunat, jika penjualan f35 laku dibeli tn phd, krna tn phd lebih baik jd pembeli, dr pada jadi sales yg disunat hari setiawan & seven lbh dulu, kemudian mrk berdua piknik mmbeli daster gue brooo.

            Mudh2an ini komen gak nyangkut lg digigi fnc

            Hahhahaaaa

        • Nah Lha Trus Gimana Kabarnya Tante Mirna Stelah Itu Alexis Di Tutup?.

          • Itu kan pada mulanya hotel tempat penginapan, sesaui dr perjanjian ijin usaha yg didalam uu tidak disebutkan, brp orang yg menginap, utk apa menginap & lg apa pengguna inapan. Kecuali ada rajia dr intansi pemerintah, sperti loe broo lupa pakai kondom, kemudia loe adu speed dgn satpol pp, hahhahaaaa

            Tapi trdgar beritanya dr anu ke anu itu hotel menyediakan pesanan papa + hiburan.
            Tapi belum ada operasi talung/operasi tangkap langsung atau bukti yg kongkrit.
            Jd para tante alexis lg menari disini broo, asik ooohh

            Hahhahhaaaa

        • Bukan ditutup bung sugi@….cuma akan direlokasi ke tempat. baru yang lebih semilir angine

        • Mana pernah pula foxbat ditembak f16, yg jelas itu f16 yg ditembak foxbat & semenjak itu f16 gak lagi prnah mlwn foxbat, jadi yg diterbangkan f14 & f15 ini pun mrk juga menerima giliran yg sama dgn f16

          Hahhahaaaa

    • Salesnya (raisoborong…repot ki) lg pesen kalender yang jumlah harinya sampe tanggal 1001….@bung sugi

  8. Rumayan…NASAMS dah dapet, SU35 juga depet….kompelit sudah…..yang belum lautnya ini juga perlu arsenal lagi….mbok di tambah tuh korvet plus KCR….paling tidak Armada timur yang berdekatan dengan pasifik juga wajib ada….paling tidak kalau ada ancaman laut dari pasifik, bisa hantam mereka saat itu juga….

  9. Alhamdulillah…. tapi kalo bisa, beli juga es teh 350 apa es teh 400 biar ga takut kena embargo. Tambah juga produk SAAB Denel…. (edisi mimpi ngiler)

    • Nassams ini kan untuk bersinergi dengan persenjataan dari F-16… jadi sekalian, setali tiga uang…. rudal Amraam bisa dipakai untuk pespur bisa untuk pertahanan udara…
      Kalau mau sangar ya S-400 karena include sistem perlindungan untuk melindungi S-400 itu sendiri… tetapi sepertinya karena mahal tidak akan buru2, lagian USA lagi galak gara2 ini barang lagi laku di negara2 yang notabene sohibnya… makanya berusaha diberangus

      • denger2 rusia kena sangsi lgi dri ASU ya bung.? benarkah itu bisa berdampak kepada pembelian su-35 Indonesia yg “AKAN” di tnda tangani bln ini (katanya) ya bung..? eta terangkanlah..!!!

        • Rumit bung… sepertinya sih sangsi ini tidak agresif, lebih bersifat posesif tergantung pada target utama yang disasar… saya rasa sasaran utama seperti Turki yang dianggap membangkang… dan mungkin upaya untuk memblokade Iran supaya tidak mendapatkan persenjataan mutakir…
          Bisa jadi juga untuk menutup celah semakin berpengaruhnya alutista Russia di timur tengah setelah Arab Saudi dan Bahrain membeli S-400 dan UEA berencana membeli Su-35… jika produk Russia berkeliaran disana, bisa jadi monopoli persenjataan USA akan mendapat lawan berat…
          Ini juga ada hubungan dengan kegagalan operasi militer USA di Suriah…
          Mungkin juga upaya untuk menutup ruang gerak Trump sehingga Russia semakin benci dan Trump yang cenderung berusaha memperbaiki hubungan dengan Russia benar2 tidak memperoleh ruang

  10. wahai kaum warjag …
    plis di baca pelan² artikel nya,
    deal dg kongsberg hanya utk sistem nya
    alias tanpa rudal nya … rudal musti beli sendiri ke Amrik
    kalo gak dikasih amraam ma Amrik,
    itu sistem kongsberg nya mau di isi rudal Rhan kalee ?

  11. Bung TN Memang Bukan Sales, Tp Org yg Terlibat Dlm MEF, Jd kalian Para Warjegers Pro Rusia Sebaikx Diam Saja

  12. Peluncur dan rudal dijual terpisah..jadi klo US ngambek..gmn dong…NASSAM kosong melompong..

  13. Apakah Spek Nassam lbh baik drpd Vityaz? Bisa deteksi Stealth? Ceilling dan Max Range? Satu TEL Cuma 4 rudal? Apa AS menjamin takkan ada Embargo?

  14. Asli itu harganya cuman 77 juta USD ?

  15. S…….. s/d SS 500 & SS600, sudah memiliki acuan dasar yg dikembang lg lbh modern & canggih, itu nasams apa pula acuan dasarnya atau indonesia hanya ikut ikutan karna ada tekanan politik yg hrs diikuti?

    Hahhahaaaaa

    • “Acuan dasar”….kayak udah pernah ikut penataran P4 aja lo rin…

      • Jgn lupa minum broo, kalau komen gue masih nyangkut digigimu.

        Tapi sebetulnya indonesia tidak begitu penting itu rudal basis permukaan, karna apapun itu bentuk ancamannya? Jelas melewati laut & udara dulu, kecuali pertahanan utama sudah dilumpuhkan terlebih dahulu, makan ancaman itu bisa masuk.
        Jadi mana yg loe utamakan trlebih dahulu, yg loe beli tapi percuma atau yg blm masuk agenda tapi sangat diutamakan

        Hahhahaaa

        • Tenang bray… itukan baru pemanasan, nanti kalau tahu Turki sudah pakai palingan juga ngikut… Nasams kan diambil karena rudalnya dipakai juga untuk di F-16… kalau ibarat kena embargo, itu F-16 ga bisa terbang karena di kanibal, rudalnya ditaruh di Nasams ini…
          Tetep karena Indonesia terkenal gado2 jelas bakalan di gado2 juga sama es esan

          • Ingat Bung. Defense Stystem Punya Rusia Jadi Kandidat Terkuat Di Tender SAM TNI AD.

          • Halah, kandidat kuat mbelgedes. Dibeli aja kagak, yg dipilih malah NASAMS.

            Hhhhhhhhhh

          • Coba Cari Tau Dulu Deh Bung Grigo. Itu NASAMS Buat AU Apa AD.

          • Kali ini bung jimmy bener kok om sugi@….sistim defense sistem rusia memang menjadi kandidat terkuat pilihan AD.

            Kandidat terkuat untuk tersingkir sejak babak awal makssutnya….

          • Nah Itu Kandidat Yg Tante Sebutin Bukannya Udah Di Pegang Ama RBS Family Punya SAAB

          • Itu nasam buat angkatan HS & seven

            Hahhahaaaa

          • ge ge ge ge geeekkk…..

            SAM dari rusia memang terkuat…..tapi kitanya ga kuat beli hihi………coba aja bandingkan BUK dengan NASAMS.

            – rudal BUK tak pakai sensor aktif, rudal NASAMS pakai sensor aktif.

            – BUK radar jadi satu dengan peluncur, NASAMS radar pisah dengan peluncur. lebih baik pisah dari peluncur sehingga tidak mengeluarkan emisi.

          • Nasams ini juga rudal sama peluncurnya misah… peluncur sama radar beli dari Norwegia, giliran Rudal beli dari USA, kalau USA ngambek Rudalnya diganti pakai bambu runcing…
            Lagian ga perlu susah pakai BUK karena ternyata S-200 juga sudah cukup mumpuni…

        • AD itu tidak begitu penting utk mmbeli sistem basis prmukaan, krna percuma, mungkin mrk hanya perlu dilatih intilejen tni, yg dulu cuma tau nyulik2 maha siswa atau aset murah, tapi keok dgn hadirnya ancaman dinegri sendiri sprti dipapua, timor timor & teroris & sebagainya

          Hahhahaaa

        • @yuli bung

          What….nasam ini rudal dan peluncurnya misah?

          Jadinya kayak qarin dong…daster basahnya masi dijemuran, orange udah jalan kemana-mana….dipikirnya dia itu masi balita kali, jalan2 ga pake baju, xixixi

  16. Tetangga gank FPDA pasti ketawa geli baca berita ini……. 😆

  17. Jadi ingat dulu ada warjag yang nicknamenya “KKK : Kockums Karlskona Klub”…..jangan2 ni orang yang diem-diem masukin nasams dan mriam buatan rheinmettal?

  18. AU pake Nasams, AD pake Bamsee, trus klo AL kira2 pake apa ya..

  19. Wiiiihh gorengan nya laris nih

  20. apakah ada hubunganya dengan perkembangan rudal kita? kalau menurut saya sih enggak mungkin dapet tot rudal si ameriko , paling” dapet tot peluncurnya aja ..

  21. bikin kapal selem dg Korea Selatan … tekno nya mentok ke Jerman
    bikin fighter dg Korea Selatan … tekno kunci nya dibungkem Amrik
    beli Nassam ke Norwegia … amraam nya ke Amrik

    coba lah berubah utk masa depan, buat ikatan kontrak kesepahaman dulu tapi langsung tri party, kita beli hrs pasti dan jelas dg melibatkan seluruh pihak yg menentukan sistem dan supply parts.

  22. NASSAMS dari wiki………

    The system integrates US-built AN/MPQ-64 F1 Sentinel air defense radar and AIM-120 AMRAAM missiles with an indigenously developed Battle management C4I system called FDC, short for Fire Distribution Center. The FDC connected to a MPQ-64 radar forms an “Acquisition Radar and Control System” (ARCS). The missile has a horizontal range of up to 25 km. Other sources cite a range of ‘over 15 km’ but this depends on the missile version used.

    AMRAAM missile range:
    • AIM-120A/B: 55–75 km
    • AIM-120C-5: >105 km
    • AIM-120D (C-8): >180 km

    Note that ranges for AAMs are estimated for head-on encounters for fast moving aircraft at an altitude, and the range is significantly shorter when the same missiles are launched from stationary ground platforms. Further dimensioning for a stationary ground-launched-missile system is its maximum altitude reach, which by rule of thumb is one third of its maximum horizontal range.

    AIM-120 AMRAAM bisa diganti dengan Sea Sparrow bahkan jangkauannya lebih jauh

    On 22 February 2015, Raytheon announced the development of the Extended Range upgrade to the NASAMS AMRAAM missile offering (AMRAAM-ER). Development work began in 2014, and the missile is actually an Evolved Sea Sparrow Missile using AMRAAM guidance. The first flight test took place in August 2016.[5] Production is expected by 2019. Engagement envelope is expanded with a 50 percent increase in maximum range and 70 percent increase in maximum altitude; range will extend to about 40 km.

    UPGRADE NASSAMS 2 untuk sensor-sensor

    The upgrades consist of:

    New radars, which can be mounted on a variety of vehicles. The radars have their own power supply and can process and distribute the data independently. The vehicles can be connected via radio links, cable, through Multi Rolle Radio, or through TADKOM.
    The radars have a broader frequency spectrum and variable rotation speeds, and also an increased capacity to spot and follow targets.
    Each module can automatically determine its position with its northfinder and GPS instruments.
    The control centre modules can be mounted on a large variety of vehicles
    The electro-optical MSP500 sensor is equipped with a laser rangefinder and a TV-camera, as well as an upgraded thermographic camera. These can be used to fire the missiles passively, which has been successfully tested.
    The control system can detach itself from the sensors, in order to become less visible.

    • Note that ranges for AAMs are estimated for head-on encounters for fast moving aircraft at an altitude, and the range is significantly shorter when the same missiles are launched from stationary ground platforms. Further dimensioning for a stationary ground-launched-missile system is its maximum altitude reach, which by rule of thumb is one third of its maximum horizontal range.

      Jarak jangkaunya menjadi lebih pendek karena sejatinya adalah untuk dipasang di pesawat tempur… sehingga untuk versi darat jelas jarak jangkaunya berkurang jauh, karena ini adalah type AAM bukan SAM, karena juga tidak ada subtainernya, tetapi dengan melakukan penyetelan pada kecepatan dan lintasanya bisa menambah jarak jangkau…
      dengan kecepatan maks pada kisaran 4mach jarak jangkau 1/5, kalau dengan kecepatan 2/3 atau 2,7 mach 1/3…

  23. Kayaknya kalo dari barat mah apa aja acc

 Leave a Reply