Indonesia Berminat Akusisi Rudal BrahMos

43
22

Su-20mki brahmos

27/10/2016 – Indonesia dan Chile menunjukkan minatnya terhadap rudal BrahMos versi air-launched yang akan diuji pada Februari tahun depan.

“Pemerintah India telah memberikan izin untuk mengidentifikasi pasar rudal. Chili dan Indonesia telah menunjukkan minat. Daya upaya kita sedang bekerja untuk memasarkan rudal,” kata Wakil Direktur Program BrahMos, Defence Research and Laboratory (DRDL), Raja Singh Thangadurai, seperti dikutip oleh thehindu.com, Kamis.

Raja Singh Thangadurai mengatakan, desain dan pengembangan air-launched version dari jet tempur SU-30 MKI Angkatan Udara India sudah hampir selesai.

Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) telah melakukan modifikasi terhadap pesawat tempur untuk membawa rudal jelajah supersonik BrahMos. Biro desain Sukhoi, HAL dan IAF bekerjasama untuk kebutuhan interface dan pemasangan BrahMos pada jet tempur Su-30 MKI. Persiapan tahap akhir dan fine-tuning dari sistem peluncur senjata udara sedang berlangsung, katanya.

Su-30 MKI India usung rudal BrahMos
Su-30 MKI India usung rudal BrahMos (BrahMos)

Tahap awal modifikasi peluncur sudah selesai, Thangadurai mengatakan bahwa uji coba dummy dengan pesawat SU-30 dilakukan di Pokhran, Rajasthan, beberapa minggu yang lalu. Kesuksesan dan kinerja yang dicapai sangat menggembirakan. Namun, dua uji coba dummy akan dilakukan sebelum melakukan tes yang sebenarnya. Uji coba dummy rudal BrahMos akan dilakukan dalam minggu-minggu mendatang, ujar Mr Thangadurai.

Sumber : Defenseworld.net

43 KOMENTAR

  1. Perang Malvinas mengajarkan betapa letalnya rudal anti kapal yg dilepas dari udara. Untuk mengoptimalkan fungsi rudal ini jika kelak diauisisi, TNI harus pua terus meningkatkan kapabilitas pesawat MPA nya, sebab hanya dengan MPA jarak maksimum tembak rudal ini bisa dimanfaatkan dengan optimum.

    • Brahmos itu rudal taktis. Paling tepat untuk gotong nuklir. Kalaupun toh dicegat oleh anti-missile musuh, muatannya akan terhambur dan lokasi tersebut bakalan jadi area beracun radioaktif.

      Taktiknya adalah, gotong tuh rudal ke perbatasan wilayah lawan yang tidak dijaga, lalu luncurkan dari perbatasan, syukur kalau bisa menerobos masuk. Begitu rudal dicegat anti-missile musuh, racun radioaktif akan mengenai area musuh sendiri

  2. bicara tentang platform… kenapa gak di oprek2 sendiri saja ya pakai platform dari jenis yg kita bisa buat sendiri.. antisipasi seandainya angin politik negara pemasok alutsista ke Indonesia berulah… kira2 kuat ga nih CN 235 gotong beginian…??

  3. usul saya..kita bisa kerjasama dgn INDIA… sedangkan India aja bisa dapat TOT dari Russia, maka Lahirlah Rudal BrahMos… jika nanti terwujud kita dapat TOT dari India akan berganti Nama Rudal itu Menjadi “BramBang”..”BRAHMANA BANGKALAN…karena pabriknya PT Pindad akan didirikan di Pulau Madura..

  4. problem bangsa kita adalah terlalu santun, Yakhont sudah ditangan gak mau oprek alasannya ndak enak, Excocet dari gen 1 pernah dimiliki sampai out of date sama juga alasannya takut dicibir produsennya, sea cat tu rudal sampai dah diloakin di rosok, jadi masalahnya adalah sdm memang tidak mampu, atau tidak mau, atau gak ada duit buat oprek tapi kalau beli baru duit bisa diadakan….mungkin ini bukan problem mungkin saya saja yang gagal mikir