Sep 092018
 

KRI Diponegoro (365), kapal pertama dari korvet kelas SIGMA milik TNI Angkatan Laut © Maritime Photo via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Thales teah membantu Angkatan Laut Brasil dan Indonesia untuk memodernisasi kemampuan bawah lautnya di setiap momen yang menentukan, berkat kinerja luar biasa dari sonar Kingklip.

Kingklip Mk2 adalah sonar aktif dan pasif frekuensi-medium hull-mounted untuk korvet multi-peran dan fregat. Ini mampu melakukan fungsi penghindaran hambatan bawah air dan torpedo permanen serta menawarkan interoperabilitas multi-statis dengan sonar CAPTAS dan FLASH buatan Thales.

Menurut Navy Recognition, anak perusahaan Thales yang ada di Brasil, Omnisys, baru-baru ini memperoleh sertifikasi atas Kingklip sebagai Produk Pertahanan Strategis (PED) dalam dukungan resmi dari Thales Grup untuk mengembangkan solusi sonar canggih di Brasil. Sonar Kingklip memberikan kinerja yang luar biasa dan merupakan respon ideal terhadap persyaratan program Tamandare.

Sonar hull-mounted Kingklip buatan Thales Group © Thales

Dengan Omnisys, Thales Group berkomitmen untuk membantu mengembangkan industri pertahanan Brasil. Thales dan Omnisys menginvestasikan lebih dari 20 juta ral Brasil atau sekitar 73 miliar rupiah dalam produksi transduser lokal, menjadikan Omnisys sebagai perusahaan pertama yang membangun infrastruktur industri untuk memproduksi peralatan sonar di Brasil.

Tahun ini, Thales juga mencapai tonggak sejarah lain dengan Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dengan pemasangan dan integrasi yang sukses dari sonar Kingklip Mk2 yang dipasang di korvet kelas SIGMA, KRI Diponegoro (365).

Sebagai mitra TNI AL selama lebih dari 40 tahun, Thales adalah pemasok sistem tempur yang ditunjuk untuk kapal perang yang ada dalam layanan. Sonar Kingklip akan semakin meningkatkan kemampuan Angkatan Laut sebagai syarat memenuhi pertahanan negara. Upgrade sonar tersebut mengikuti perbaikan korvet yang rusak dalam kecelakaan selama pelaksanaan operasi laut rutin pada Januari 2015.

Thales juga bekerjasama dengan mitra industri lokal PT Dharma Satya Nusantara (DSN) dalam memperbaiki sistem, memperkuat komitmennya untuk hubungan jangka panjang dengan mitra industri lokal, dukungan sepanjang masa layanan dan termasuk transfer pengetahuan dan keahlian.

Thales telah menyediakan lebih dari 150 sonar hull-mounted ke lebih dari 20 angkatan laun sejak 1975. Pada tahun 2017, Kingklip terpilih oleh Angkatan Laut Perancis untuk melengkapi fregat La Fayette dan fregat menengah “next-gen” yang dikembangkan pada program FTI.

  11 Responses to “Indonesia-Brasil, Puji Kinerja Sonar Kingklip Mk2”

  1.  

    Biasanya hull sonar punya error, di demonnya kebaca kiri dan kanan.
    Klo kingklip ini apa masih sama errornya ?

  2.  

    tambah lagi kapal perang nya..

  3.  

    sesama error jangan saling mengerror apaluh petantang petenteng…xixixixii xuxuxuxuxu, xaxaxaxaxax,xexexexexe

  4.  

    Apakah perlu TNI ALnambah satu lagi korvet kelas SIGMA?

  5.  

    Kayak sisik ikan? Kenapa kok gak besar aja bentuk nya?

 Leave a Reply