Mar 132019
 

Fregat Peter Willemoes (F362) dari kelas Iver Huitfeldt milik Angkatan Laut Denmark © MFKI via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Perencana pertahanan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia semakin condong ke varian Iver Huitfeldt-Class dalam upaya mereka untuk mendapatkan 2 fregat baru untuk TNI Angkatan Laut, seperti dilansir dari laman IHS Jane pada hari Selasa.

Fregat sedang diakuisisi sebagai bagian dari tahap kedua cetak biru modernisasi Minimum Esensial Force (MEF), yang berlangsung dari tahun 2015-2019. Indonesia memperoleh dua kapal SIGMA 10514 dari Damen yang sekarang berfungsi sebagai kelas Martadinata sebagai bagian dari program ini, tetapi TNI AL memiliki kebutuhan untuk setidaknya mempunyai 4 fregat lagi dalam jangka panjang sebagai bagian dari persyaratan MEF yang lebih luas.

Varian dari Iver Huitfeldt-Class Denmark telah muncul sebagai unggulan dalam program akuisisi 2 kapal fregat senilai US $ 720 juta di Indonesia. Pengembangan itu mengikuti perjanjian kerjasama industri pertahanan yang ditandatangani antara Odense Maritime Technology Denmark dan Pusat Desain Angkatan Laut Indonesia.

Sepotong korespondensi yang tidak dirahasiakan antara Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu dan sekretaris kabinet Presiden RI yang diberikan kepada IHS Jane pada 13 Maret menjadikan kasus untuk Iver Huitfeldt-Class sebagai salah satu yang memiliki “kemampuan tempur yang andal dan dapat beroperasi di zona ekonomi eksklusif Indonesia yang ekstrim”.

“Mengacu pada program akuisisi fregat TNI-AL, dan bagaimana kita sekarang mendekati tahun terakhir dari rencana strategis 2015-2019 tanpa keputusan, dengan ini kami ingin meminta pertemuan [dengan kabinet] tertutup untuk membahas lebih lanjut rencana akuisisi fregat ini”, bunyi korespondensi itu.

Pertemuan yang semula diminta pada 5 Maret 2019, juga akan digunakan oleh para pejabat Departemen Pertahanan untuk mempresentasikan kasus mereka lebih lanjut untuk memilih varian Iver Huitfeldt-Class yang ditawarkan oleh perusahaan Denmark, Odense Maritime Technology (OMT), termasuk spesifikasi teknisnya.

  24 Responses to “Indonesia Condong Untuk Akusisi Iver Huitfeldt-Class”

  1.  

    Kurasa lebih bagus kelas sigma 4000 ton deh
    Semua baru dari segi desain, elektronik dan persenjataan

  2.  

    “Mengacu pada program akuisisi fregat TNI-AL, dan bagaimana kita sekarang mendekati tahun terakhir dari rencana strategis 2015-2019 tanpa keputusan, dengan ini kami ingin meminta pertemuan [dengan kabinet] tertutup untuk membahas lebih lanjut rencana akuisisi fregat ini”, bunyi korespondensi itu.

    “…tanpa keputusan”…

    😀 yah begitulah kira-kira katanya, dah pada tau kan siapa menko dan menhannya?

    sontoloyo gak? 😀 hihihihih

    menurut bung @SP kira-kira gimana ya?

    •  

      Gak kagak ada hubungannya dg Menko atau Menhan, prioritas untuk melanjutkan MEF2&3 tetap terus berjalan kok. Kalo masalah duit sih iya. Jadi bukan karena personal pejabatnya tapi memang Pemerintah lagi puyeng buat ngatur keuangannya.

      •  

        Jadi heran napa pemerintah gak pinjam otak agasotoy untuk bantu mikir ya? 😛 wkwkwkw

        •  

          Mau ente sekalipun yg jadi Presiden juga bakal susah beli alutsista dimasa defisit neraca dan ketertinggalan Infrastruktur yg ada. Percuma ente beli alutsista kalo suplai logistiknya payah.

          Perlu diingat, baru dijaman Jokowi lah dibuat cadangan nasional untuk minyak. Itu aja yg ngsusulin bukan Menhan atau Panglima TNI tapi Bu Susi, menterinya KKP. Gegara Bu Susi jengkel masak TNI AL cuman bisa patroli selama 3 hari. Kalo perang bakal habis Indonesia kurang dari seminggu. Logistik dan Infrastruktur itu penting saat ini cuy…. Makanya jangan asal mikir beli alutsista aja kalo ntar gak bisa dipake. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  3.  

    Tetap bikin PKR SIGMA Tapi tetap beli heavy destroyer Dari luar negeri …tanpa lupa Minta ToT ..
    Jadi ..datang Dan beroperasi nya bersamaan..

  4.  

    KAPAL JADUL
    TEKHNOLOGY ?????
    YG FENTING
    BISA
    TE OT TE
    xixixixixixiii

  5.  

    Lebih baik duitnya buat PAL bikin 4 unit ukuran sekelas sigma corvett dg armament buyan class, sekalian punya kemampuan rudal jelajah tanpa syarat apapun … bebas buat nimpuk rumah agressor

  6.  

    Kenapa tidak membangun lebih banyak kelas martadinata? Bukankah PT. PAL sudah dapat TOT nya?

  7.  

    Gini neh kalau sudah punya duit banyak lalu dihamburkan, menang perang itu bukan gede kapal nya tp krn hebat senjata nya, jangan tergila-gila besar aja apalagi beli destroyer cuma sekedar terlihat gede aja.

    😎

  8.  

    Untuk memenuhi alutsista Kogabwilhan. sesuai namanya, gabungan unsur pertahanan wilayah 3matra di lengkapi dg alutsista yg mumpuni, tepat guna dan sesuai karakteristik wilayah jurisdiksi pertahanannya.

    Masing2 kogab bisa bertanding sendirian,mensuplai dan memanage kemampuan tempurnya secara mandiri tapi juga bisa bermain secara tim antar kogab.

    tp ttp dibarengi alur administrasi yg bisa sinergi, kooperatif dan militan
    Dan yg penting tak ada overlapping antar kogab,maksudnya adalah masing-masing ada RoE yg harus di patuhi dan yg pasti masing wilhan bisa saling backup satu sama lainnya.

  9.  

    klo tidak ada Frigate Kelas Berat Rudal Yakon Mo di pasang dimana? sedangkan A.Yani Class dah mao pensiun. Martadinata Class ????????????

  10.  

    Lah bos gmn sih yg nyinyir, dikasih berita yg bagus dmn kita akuisisi Arsenal garang kok malah dinyinyiri ntr kalo yg kurang gahar juga nyinyir. Kan sudah jelas beda kelas dengan SIGMA yg cm light frigrat, yg ini heavy frigrat kayak Sukhoi sama F 16 gitu. Kita juga butuh ini, ditambah kan ada ToT lumayan kan buat pengembangan kapal – kapal produksi PAL. Siapa tahu nanti PKR Sigma ya jadi lebih Joss.

  11.  

    Saya pikir kenapa ego pilih kapal. Admiral Gorshkov class [Rusia] yg efeknya egak nagung bisa ngilu negara tetangga ada kaliber n pertahan udara bisa ganti s400.tp kalao emang egak ada duet bisa d ganti dengan pertahan pesisir rudal dr rusia

  12.  

    Tambah dana dikit aja. Biar senjatanya jangan pake harpoon, tapi pake Brahmos. Admiral Gorskhov aja yg bobot nya lebih ringan dari Iver Huitfeldt aja bisa bawa 16 VLS P-800 Oniks

  13.  

    Planning Iver utk gantinya generasi VS class, sebagai calon flagship, pasti Ada ToT Dan utk batch 1 ini 2 unit dulu… sign kontrak tunggu kelar pemilu, biasanya akhir tahun, per Batch 2 unit nantinya, Sigma class tetap jalan tahun ini akan sign utk next batch…semoga anggaran bisa nambah