Aug 312013
 
ASEAN Defense Ministerial Plus Meeting (ADMM+) di Brunei Darussalam (photo:AP)

ASEAN Defense Ministerial Plus Meeting (ADMM+) di Brunei Darussalam (photo:AP)

Meski ketegangan di Suriah semakin memuncak, Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel memutuskan untuk tetap menghadiri pertemuan dua hari dengan Menteri Pertahanan ASEAN Defence Plus (ADMM+) di Brunei Darussalam, yang juga dihadiri: Jepang, Cina, Korea Selatan, Amerika Serikat, Russia, India, Australia dan Selandia Baru.

Isu utama dari pertemuan ini adalah membahas konflik Laut China Selatan yang semakin memanas. China berkonflik dengan negara Asean: Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei. Sementara di Laut China Timur, China berkonflik dengan Jepang tentang Pulau Senkaku.

Dalam beberapa tahun terakhir, China terlihat agresif untuk memperluas klaim teritorial mereka dan secara terang menyiapkan diri untuk berkonflik dengan sejumlah negara. Dengan alasan sejarah kepemilikan wilayah tiongkok tua, China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan yang kaya sumber daya alam. Klaim China tersebut diperkuat dengan patroli kapal-kapal siap tempur yang dikirim ke wilayah konflik. Lebih dari itu China juga menawarkan block penjualan di wilayah sengketa, membentuk garnisun (markas militer) serta membangun pemerintahan administrasi baru di Sansha. Vietnam mencoba melawannya dengan secara rutin melakukan penerbangan militer ke Kepulauan Spratly, meskipun selalu diperingatkan China.

Filipina  dengan China juga demikian. Bahkan kapal-kapal militer Filipina yang patroli di daerah Karang Scarborough, diusir oleh armada perang China, setelah Philipina mengusir nelayan China yang melaut hingga ke Scarborough.

Negara-negara Asean itu tidak berdaya dan sikap China ini mendapatkan kritikan dari Amerika Serikat.

Dalam pidatonya Chuck Hagel mengingatkan bahwa klaim-klaim teritorial didasarkan sejarah dalam upaya memperluas teritorial, tidak mempengaruhi wilayah dan kedaulatan negara lain. Klaim-klaim tersebut justru akan meningkatkan konflik dan bisa memicu konfrontasi internasional.

Negara-negara ASEAN mendesak agar diberlakukan “code of conduct” untuk mencegah bentrokan sengit di Laut China Selatan yang strategis. Amerika Serikat mendukung gagasan itu namun China tidak berminat.

“Untuk sementara belum dicapai solusi antara China dan negara-negara ASEAN, pertemuan ini akan terus mendorong dihasilkannya suatu “code of conduct”, ujar Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith.

Usai pertemuan, China justru membuat gebrakan yang mengejutkan dunia.  China menolak kedatangan Presiden Filipina ke Pameran Perdagangan di Nanning China.

China Tolak Presiden Filipina
Awalnya, Presiden Filipina Benigno Aquino berinisiatif untuk memimpin rombongan perdagangan dari negaranya ke Nanning,  namun pemerintah China mengatakan tidak pernah mengundang Aquino dan disarankan datang di waktu yang lebih tepat.

Sebelum peristiwa penolakan ini, China sempat marah  memperingatkan Philipina untuk tidak memperumit persoalan di Laut China Selatan dengan mengajukan sengketa kedua negara ke Mahkamah Internasional. China menyatakan komitmennya menyelesaikan sengketa  melalui dialog bilateral dan tentu Filipina tidak mau.

Sikap agresif  China ini mulai dibendung dibendung  Amerika Serikat yang antara lain menempatkan pasukannya di Pulau Cocos Australia. Negara Australia pun mulai memindahkan sejumlah pangkalan armada tempurnya ke wilayah Utara Australia, demi mewaspadai ancaman China.

Apakah Indonesia bisa terseret dengan kasus konflik Laut China Selatan ?.

Ring 1 dan Ring 2 Garis Pertahanan Laut China (Grafik:mil.huanqiu.com)

Ring 1 dan Ring 2 Garis Pertahanan Laut China (Grafik:mil.huanqiu.com)

Diagram of the first and second island chains of China

Diagram of the first and second island chains of China

china-claim-sea

two-island-chain-strategyBocornya Laporan Rahasia Intelijen

Sebuah laporan rahasia tak sengaja ter-posting ke internet oleh staf inteligen laut Amerika Serikat yang menyatakan bahwa  Angkatan Laut China (PLA Navy) telah membuat perkembangan cepat terhadap berbagai  platform persenjataan modern.

Dalam tahun tahun terakhir, strategi Angkatan laut China difokuskan untuk menjelajahi  daerah yang disebut first island chain, yang meliputi Laut China Selatan hingga ke Selat Malaka, Laut Philipina di atas Okinawa, hingga ke Laut Jepang.

Adapun strategi second island chain lebih mengerikan lagi. Angkatan Laut China memilliki  dua tujuan strategis dari second island chain: Penyatuan /reunifikasi dengan Taiwan dan membuat garis pertahanan di jalur perdagangan laut. Menurut laporan intelijen yang bocor, Angkatan Laut China  telah memperkuat kemampuan mereka, apabila pada masa depan harus berkonflik dengan Amerika Serikat atas Kasus Taiwan.

PLA Navy telah melakukan program anti-access and anti-surface warfare dan  secara simultan menyusun  struktur “the command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance (C4ISR)”, untuk keperluan  joint operation.

Angkatan laut China kini memiliki 53 kapal selam diesel dan 9 kapal selam nuklir yang jumlahnya terus ditingkatkan dan dilengkapi rudal SS-N-22 Sunburn serta SS-N27 Sizzler anti-ship cruise missiles (ASCM).

Rudal ASCM  yang juga dipasang di garis pantai sebagai anti-ship ballistic missiles, keduanya memiliki kemampuan “mid-course ballistic corrections” (bisa mengubah target di tengah penerbangan) yang ditujukan untuk menggagalkan platform pertahanan rudal anti balistik. Hal ini tentunya meningkatkan ancaman terhadap kapal induk AS yang beroperasi di sekitar Laut Taiwan.

Ketergantungann China yang semakin meningkat terhadap energi yang dimpor menciptakan kepentingan strategis yang global dari China.  Ketergantungan itu pada gilirannya memerlukan pengembangan kapasitas dari profil Angkatan Laut China.

Untuk merespon kebutuhan yang mendesak itu, PLA Navy mulai membangun kapal tambahan untuk proyeksi  ‘laut biru’ yang dapat mendukung operasi Angkatan Laut meski jauh dari daratan China. Hal ini termasuk pengadaan Kapal Rumah Sakit Anwei Class serta Kapal pengisian ulang bahan bakar Fuchi Class.

Tentu saja, kekuatan terpenting dari proyeksi angkatan laut dan kontrol terhadap “second island chain” adalah dibutuhkannya kapal induk. PLA Navy membeli kapal induk kelas Kuznetsov  dari Rusia  pada tahun 1998, dan telah direnovasi sejak tahun 2002. Menurut laporan yang bocor, Kapal induk  ini digunakan sebagai pelatihan bagi PLA Navy dan  mereka ditargetkan harus memiliki kapal induk produksi dalam negeri sekitar tahun 2015. Pemerintah Cina pun mulai menanyakan tentang pembelian Su-33 Rusia carrier-borne fighter,  untuk memulai program penerbangan kapal induk Cina.

Saat ini Angkatan laut China mulai menunjukkan perkembangan yang nyata dan bergerak dari segi kuantiti ke kualiti dengan cara membangun struktur C4ISR dan pasukan profesional, untuk mendukung efektifnya peluncuran  joint operation.

Hingga saat ini program modernisasi itu telah mencapai target yang tinggi. operasi kapal-kapal selam China pun mulai meluas layaknya operasi kapal kapal besar.

Seiring berjalannnya waktu dan proses modernisasi, kekuatan milter China akan mampu menantang pengaruh Amerika Serikat di Asia Timur.

Singkatnya, ketika kekuatan Angkatan Laut China masih mengejar ketertinggalannya dari  Japan’s Maritime Self Defense Force dan  US Navy, keseimbangan kekuatan di wilayah ini sedang berubah dan akan terus berubah hingga dua dekade ke depan.

Posisi Indonesia
Saya berkeyakinan, persetujuan Amerika Serikat untuk menjual helikopter serbu Apache tipe AH-64E kepada Indonesia, terkait dengan proyeksi keseimbangan kekuatan yang hendak dibangun AS di wilayah Asia Tenggara, guna menghadapi kekuatan China. Sehingga tidak aneh setelah adanya Apache AH-64 E, akan muncul pasokan alutsista lainnya dari AS, termasuk kapal-kapal perang permukaan, jika Indonesia menyetujuinya.

Jika kita perhatikan First Island Chain dan Second island chain di atas, maka garis parimeter yang dibangun China masih menyentuh sejumlah wilayah laut Indonesia.

Wartawan sempat bertanya kepada  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro tentang penempatan squadron helikopter serang AH-64 E.

“Oh enggak, itu bukan untuk Papua, itu untuk menjaga kedaulatan kita,” ujar Purnomo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Menteri Pertahanan menyebut pangkalan untuk Apache akan ada dekat Perairan Laut China Selatan. “Itu saya pastikan bukan di Papua, ya tapi kita tak bisa beri tahu sekarang ya. Agar tahu saja, bahwa kita akan tempatkan di Laut China Selatan,” pungkasnya.

Pada akhirnya setiap negara harus memiliki pertahanan masing-masing, karena tidak ada jaminan negara lain akan membantu, apalagi jika harus berkonflik dengan China di masa depan. Prepare yourself ! .(JKGR).

  53 Responses to “Indonesia dan Konflik Laut China Selatan”

  1. Cina terlalu gegabah apabila dia mengganggu nkri……gak mungkin itu terjadi…..klo cina ganggu nkri….di pastikan….konflik bernuansa sara terbesar akan terjadi

    • betul bung jenggo…

    • Jangan SARA ah…Siapapun di nusantara yang sudah menjadi WNI….memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan penduduk lainnya. Kita harus melihat AS yang sangat multi-etnik. Semua setara jika mereka sudah memiliki kewargenegaraan AS. Akibatnya kompetisi menjadi ketat dan membuat negara mereka menjadi maju.

      Mau keturunan Tionghoa atau apapun, kalau sudah menjadi WNI..tidak menjadi persoalan.
      Salam

    • China pernah menyerang Vietnam dan India serta menduduki Uighur dan Tibet. Apakah banyaknya penduduk keturunan China di negara2 tersebut mencegah invasi China? Sejarah sudah menjawab: TIDAK. China terlalu agresif sehingga mengabaikan hal itu.

  2. Indonesia di perebutkan sebagai sekutu oleh cina dan amerika

  3. Indonesia harus bisa memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan alutsista canggih beserta TOT nya..
    Jayalah Indonesiaku..

  4. Hahaha… tindakan china patut diacungi jempol. Laut segitu luas diklaim punya nenek moyangnya. Bandingkan dengan kita Sipadan-Ligitan lepas, Tim-tim lepas. Kita tidak punya nyali (pada masa itu).
    Harus ada percepatan kemampuan industri militer dalam negeri.

    Cepat atau lambat, sengketa LCS juga pasti akan merembet ke Indonesia.

    Ditengah konflik2 yang tengah melanda berbagai belahan dunia, mengurangi jumlah kekuatan militer adalah suatu kekonyolan luar biasa. Patut diduga orang yang memunculkan ide ini adalah antek liberalisme dan kapitalisme asing yang bertujuan sebagai pelemahan kekuatan militer dalam jangka panjang, apapun alasannya.

    • benul benul bung..
      Emang benal sekali alutsista smakin banyak ,tapi TNi di kurangin,apa jadinya negeri ini bila semua emang terjadi,
      sedangkan banyak di wilayah perbatasan belum di jaga sepenuhnya,ilegal logging masih banyak di hutan kalimanatan barat khususnya..

      china meng klaim karena mnurutnya benar,
      tp kita yg sdah benar dgn sipadan ligitan malah di kasih kan orang..bahkan kita kalah di meja perundingan,
      sudah 50th lebih kita merdeka,tapi kog kayak belom merdeka rasa”nya.

      • TNI yang dikurangi adalah bagi personil yang sudah memasuki masa pensiun dan bertubuh tambun. saya rasa,,sudah saatnya kita harus segera merealisasikan WAMIL atau akata lain seleksi calon prajurit tidak tetap. rakyat Indonesia itu +/- 250 juta.. jika 10 juta pemuda berani dan siap maju perang,,itu sudah cukup untuk menjaga Indonesia dari serangan negara lain kecuali ke 10 juta pemuda tersebut adalah pengecut dan beraninya cuma tawuran sesama warga. #maaf kalo salah komentar

  5. Sebenarnya pasukan untuk siap berperang tidak dikurangi. Penyusutan itu akan disubsitusi dengan komponen cadangan. Dalam sebuah peperangan kan tidak semua bertugas membawa senjata/garis depan pertempuran. Harus ada logistik, medik, komunikasi, mekanik dan lain-lain. Pos ini yang sebagian diisi oleh komponen cadangan nantinya. Kan sayang sekali jika seorang prajurit yg telah dilatih profesional, tiba tiba dalam peperangan hanya bertugas memasak nasi. Bukan memasak nasi tidak penting, tapi biaya negara yang melatih kemiliteran dia menjadi mubazir. Konon biaya untuk mencetak seorang prajurit tinggi loh.

    Soal illegal logging di perbatasan, itu bukan urusan TNI, melainkan Polisi/Polisi Hutan.

    Dengan jumlah tentara yang ada sekarang saja sktr 450K, kesiapan alutsista hanya 50 persen. Latihan menembak prajurit masih dibatasi, untuk menghemat amunisi. Bagaimana kalau jumlah angota TNI menjadi 750K.

    • Setuju, soal makanan diserahin ke ibu-ibu PKK saja hehe ..

    • Begini om, Afganistan yang sekarang sedang berperang saja, pengembangan personil militernya mengalami peningkatan yang luar biasa dahsyat. Dari 6 tahun yang lalu dengan jumlah personil 40.000, sekarang sudah mencapai 350.000 personil. (http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130618_afghan_nato.shtml)

      Padahal, luas wilayahnya, hanya 652.230 km2 dan dengan jumlah penduduk berdasar sensus 2011 yaitu sebanyak 29.835.392 jiwa.

      Bandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Indonesia terhadap jumlah tentara-nya. Memang harus kita akui, bahwa pengembangan militer afganistan dimotori oleh AS.

      Adalah tugas pemerintah untuk memikirkan bagaimana caranya untuk menopang berlangsungnya kekaisaran militer.

      • memang benar ada penambahan personil yang siknifikan, namun jika di cermati, penambahan itu bukanlah tentara aktif, melainkan gabungan militan” dan membentuk suatu kesatuan. ini yang ditakuti negara seperti AS. Mungkin mereka punya data akurat tentang kekuatan tentara aktifnya, namun mereka tidak punya kepastian berapa jumlah militannya.. sebab jika dalam keadaan perang, siapapun yang bisa menggunakan senjata bisa di sebut tentara.

  6. China hrs melupakan claim thdp Indonesia, bila memaksakan gesekan paling serius akan terjadi di regional.
    Indonesia bukanlah Malaysia atau Philipina ….. siapapun yg mengusik kedaulatan kita, pasti kita gasak.
    Sejarah pergesekan dgn China sdh terekam sejarah sejak dahulu kala …. Ekspedisi Pamalayu, Penghancuran Pasukan Mongol oleh Singasari (Raden Wijaya) dan terakhir sumbu politik yg naik gara2 Pulau NATUNA.

    China harus belajar dari Sejarah tentang Indonesia ….sebelum semuanya kelak terlambat.

    Hidup NKRI !

  7. Tanya: Mengapa China enggan melakukan ToT Rudal C-705?
    Jawab: Mata lu normal kan? Coba lu lihat peta buatan China!

  8. Maaf, di jkgr, tolong dijaga etika, jgn saling mengumpat. Terima kasih

  9. WNI tetaplah warga negara indonesia apapun etnisnya harus di lindungi,kecuali di ketahui berkhianat,gampang saja tinggal Dorr..!!! Selesai.

  10. Jangan termakan hasutan US dan Malaysia. China justru hendak menggaet Indonesia sebagai sekutu di konflik LCS. ToT C705 adalah contoh nyata.Daripada ngikutin US dan Malaysia ribut dg US mending kita support China sekaligus minta ToT technology lainnya.

  11. Sejarah Singosari dan Majapahit mengajarkan kita untuk tidak gentar sedikit pun terhadap Cina atau siapapun juga. Justru Klaim Cina atas LCS bisa jadi alat untuk Menghantam habis negri Sonora. Kembalikan kejayaan Majapahit ! Jangan biarkan orang lain mengatur kita. Masa depan kita di tangan kita, Semua bisa, asalkan disiapkan dengan baik Sekarang Juga.

    • China klaim lcs dan kepulauan diayou senkaku bagian dri sejarah kerajaan china. Andai china berani klaim gtu, sebaiknya kita jugà klaim zaman majapahit asean milik kita. Bgmna pun sejarah tinggal sejarah bung,yg terpenting bgmna negara ini menjadi lebih kuat dan kokoh serta dipandang tinggi dgn negara dunia.

  12. Analisa, Walau pun pembelian apache diklaim titik sepakat dimana pengiriman oktober hal ini tetep jdi pertimbangan USA,apakh bsk presiden terpilih condong ke Barat atw Timur.
    Bisa jadi pembelian hnya setengah hati,maklmum USA ini bermuka dua dlm segala hal.
    Perkembangan China ini memang hrus mnjdi perhatian serius bagi negara asean. Dulu kita macan asia dan skrg posisi kita jdi kucing kampung. Indonesia harus bermain cntik dlm hal ini,mngingat indonesia tdk terkena dmpak lgsg atas klaim sepihak china. Peningkatan kerja sama dlm bid pertahanan jdi hal yg paling utama.setidaknya ini menjadi sinyal kepada USA atas penempatan marinir amerika di australia. Dengan kata lain kita harus bisa main cantik dlm sengketa ini.memanfaatkan situasi dan menganalisa untuk kepentingan kita.

  13. Melihat peta pertahanan laut China dibuat untuk menghadapi AS. Antara AS dan China ada Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan ASEAN. Yang Pro AS: Jepang, Taiwan, Korsel, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura. Yang Pro China Myanmar dan Kamboja. Yang masih Netral Vietnam, Indonesia, dan Brunei. Berkonflik dengan negara tetangga yang banyak akan melemahkan China terhadap AS. AS tahu kalau melawan China saat ini akan sama hancurnya, makanya lebih baik majuin dulu pion-pion ASEAN dan Asia Timur. Saat ini, hanya ada 1 negara yang ingin memiliki Planet Bumi dan menggali isinya sendirian yaitu AS. Bayangkan jika kita memiliki kekuatan dan kemampuan seperti AS, tentu kita ingin mengusai dunia sendirian, negara lain cuma ngontrak.

  14. Peta ekspansi di atas bukan isapan jempol. Dalam sejarahnya, wilayah Cina memang selalu ber-evolusi. Perhatikan perubahan wilayahnya dari tahun 1,000 SM sampai sekarang: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Territories_of_Dynasties_in_China.gif.

    Berawal dari hanya negara kota di sepanjang Sungai Kuning, kini Cina menjadi sangat luas dengan jumlah penduduk yang banyak banget. Mereka tentunya membutuhkan energi dan makanan yang jumlahnya akan terus meningkat. Lidah naga Cina memang masih akan terus menjilat kesana kemari. Hiiii ….

  15. gimana kalau kita main cantik dan pake kartu lcs ini buat ngedepak kepentingan amrik di freeport?

    pasti selalu ada celah yg bisa dimanfaatin dari setiap konflik.
    sayang saja kalau RI masih tetap biarin masalah papua jadi duri dalam daging sementara ada kesempatan buat bikin trade-off nya di kasus lcs ini.

    US mau dukungan kita (kita = bukan cuma RI tetapi juga pengaruh RI di Asean) di urusan lcs?
    gampang.. leave us alone in papua issue and return freeport back to us.

    bisa gak ya kira2?

    • Bermain cantik tdknya Indonesia ditentukan stelah pemilu 2014.
      Apakah presiden terpilih lebih pro ke amrik sudah pasti kita mendapatkan keuntungan dri senjata canggih mereka. Klo pro dgn timur(china) kita bisa ikut mendepak negara tetangga yg berlindung scra tdk lgsg dlm amrik dan inggris(malaysia dan singapura) dan sudah psti mengambil alih freeport.
      Semua bergantung pada pilpres 2014.semoga saja lebih condong kpd Timur,pada umumnya mereka tdk mw intervensi negara lain,beda dgn barat. Apapun itu Jend Moeldoko harus respon cepat dgn isu Lcs ini.mobilisasi besar alutsista demi keutuhan NKRI.

    • Klaim ngawur Cina di LCS memotong ZEE Natuna.
      Sejauh ini ‘main cantik’ kita adalah memainkan kartu US agar mereka memiliki ‘kepentingan’ di LCS (dalam bentuk ExxonMobil). Sebetulnya cikal bakal ExxonMobil, Esso telah diberi hak untuk mengelola gas alam Natuna sejak 1980, tapi tak ada perkembangan (alasan: kandungan CO tinggi, perlu teknologi khusus) hingga akhirnya kontrak diputus sekitar 2008, tapi akhirnya diberikan kembali ke mereka.

      Sepertinya Asean yang butuh ‘kekuatan penyeimbang’ menghadapi klaim tak berdasar menurut hukum internasional tsb;

      Facing increasing Chinese assertiveness in disputed waters and understanding that the Philippine Armed Forces are completely incapable of deterring the PLA, Philippine President Benigno Aquino recognizes that Manila’s alliance with the United States is its only strategic asset (thediplomat.com, August 28, 2013).

      • Di sengketa Diaoyu/Senkaku-pun jika yang dihadapi hanya Jepang mungkin jalan cerita akan berbeda, masalahnya ada negara lain yang memiliki sejumlah pangkalan di Jepang seperti Misawa, Yokosuka, Okinawa, Kadena yang memaksa Cina berpikir 7x sebelum menggunakan kekuatan senjata …

        • saya lebih menekankan poros jkt-beijing dari pada jkt-washington. kelicikan amerika ini sudah terlihat jelas,baik itu ekonomi,sosial,politik,keamanan pertahanan.Karena mereka cndrung standar ganda.kalau sudah senang,yg lain harus dibuat menderita.parasit yg gak puas.
          sekarang ini bagamana china bisa menjebak jepang untuk terlibat duel ber2 tnpa bantuan negara lain.mengingat jepang dibelakangnya ada amerika.

          • Kalo menurut saya om, China dan AS itu sama liciknya. Kita harus lebih licin dari kelicikan mereka.

            Kita harus memanfaatkan kelicikan mereka untuk keuntungan kita. Seperti Kancil dan Buaya… Hehehe

        • Menurut pepatah, gajah bertarung lawan gajah pelanduk mati di tengah.

          Bagi pelanduk yang bernama Jepang (atau Asean) trick-nya adalah bagaimana mengundang gajah lain agar tidak hanya ada satu gajah yang petentengan di sekitar rumah…

          Cina juga tidak bisa dipercaya, lihat saja gayanya yang kampungan menolak Aquino karena berani membawa masalah LCS ke forum internasional, maunya diselesaikan secara bilateral biar bisa di-ulur2 sambil di-bully terus…

  16. mestinya sih ada mekanisme di pemerintahan kita yg tetap bekerja biarpun presiden lg dalam proses transisi.

    jatuhnya di lemhanas bukan nih buat mikirin yg gini2?
    jadi nantinya presiden baru tinggal dihadapin sama opsi2nya aja buat dipilih

    eniwei… mudah2an dapat presiden yg cerdas dan berani.
    ketinggalannya RI udah kejauhan untuk dikejar dengan cara2 yg struktural-prosedural-konvensional…

  17. Ekspedisi pamalayu jadikan semangat untuk mempertahankan NKRI.. ingat : semangat kerjaan Sriwijaya, dan Majapahit telah gigih mempertahankan keutuhan Nusantara… sekarang giliran kita semua untuk berjuang bersama sama untuk menyikapi keadaan tersebut sekarang juga.. hudup NKRI !!!!

    • Kalo kita sih yang rakyat jelata ini 100% ngedukung om.

      Tapi yang kita sesalkan adanya “agen-agen dunia” di segala lini di semesta Indonesia ini, yang sanggup dan rela menjual apa aja yang bisa di jual kepada orang luar.
      Engga SDA, engga UU, engga BUMN, engga PROYEK2.

      Pokoknya apa aj dijual deh, demi beberapa belas atau beberapa puluh Milyar bertambah di rekeningnya. (atau beberapa kotak kardus yang isinya uang merah semua).
      Tapi karena tindakannya itu, bangsa kita tergadai 20-30 tahun tidak bisa memberdayakannya.

      Dengan orang-orang seperti inilah sesungguhnya kita sedang berperang.!

  18. hehheeee sedikit tergelitik perbincangan diskusi di atas, saya menjadi ingat akan taktik R Wijaya (Pendiri Majapahit) dengan melakukan politik adu domba balik (itu konsepnya), Maka untuk menjaga kesetimbangan (penjabaran dynamic equilibrium doktrin Natalegawa) tidak ada salahnya memberikan konsesi beberapa Blok Migas diwilayah Papua dan selatan Papua berikut KP tambang sebelah Freeport ke China untuk dikerjasamakan dengan Indonesia plus pangkalan militer terbatas China di wilayah itu dan kita suruh China menjaga kita di selatan Papua hadap2an dengan Darwin, sementara di wilayah Natuna kasih lagi beberapa blok dikerjasamakan dengan Oil company US plus suruh US buka pangkalan terbatas di sekitar Natuna persis didepan wilayah sengketa, Sehingga masing2 Gajah bisa kita adu dan masing2 berpikir seribu kali untuk mendahului. siapa tau dengan jalan ini Freeport bisa kita nego kontrak royalty dan jangka waktu Kontraknya. Sementara kita beruntung juga Chian akan mikir seribu kali untuk meletupkan perang di LCS.

    • Memberi Cina wilayah kontrak kerja tambang di Papua mungkin bisa membantu mencegat manuver2 aneh di PBB (dalam situasi mendesak mereka punya senjata pamungkas; veto).

      Memainkan dynamic equilibrium / walk a tightrope (to act very carefully so that you avoid either of two opposite bad situations) memang beresiko tinggi, butuh kecerdasan diplomasi dan keberuntungan.

      Ibarat pawang macan sirkus yang bisa membuat hewan buas tsb melakukan aksi2 menghibur penonton, tetapi hilang konsentrasi sesaat, resikonya diterkam…

      (Soal keberadaan pangkalan asing, RI mungkin salah satu negara paling alergi di dunia…)

    • Untuk melawan pagelaran sandiwara boneka Barat dengan lakon ‘Papua’ (boneka2nya sudah ada di UK, Oz, Belanda), Cina adalah salah satu resep mujarab, karena dari sono DNA-nya memang ‘anti-western’.

      Though widely interpreted as the anti-western duo in the UN Security Council, China and Russia in fact have different calculations for casting their respective vetoes on the UN resolution for Syria. With little stakes involved in Syria, Chinese vetoes are a performative move, announcing to the world that the country will take a more proactive approach in future international conflicts (http://www.opendemocracy.net/).

      Dengan ‘little stake’ aja veto udah keluar, apalagi kalau stake-nya diberi yang gedean dikit…

      • Ok lah mungkin tidak perlu sebuah pangkalan militer, karena ini sudah menyalahi sistem hukum dan semangat RI sbg non partisan atau non Ally, cuma intinya buat suatu proyek kerjasama dengan masing-masing pihak yang sangat bernilai besar, prestisius dari segi investasi dan profit return tentunya shg jika perlu Xi Xinping dan Obama perlu hadir untuk tanda tangan sendiri. Penjabaran lebih lanjut, kita undang Russia juga untuk kerjasama untuk proyek serupa (besar nilai investasinya) atau dengan LAPAN kali di Morotai atau Sorong (persis di depan Guam dan Filipina), shg harus Mr Putin sendiri yang hadir untuk tanda tangan. Dah intinya pikat semua gajah2 yang berantem dengan semua duren terbaik yang kita punya dan pastikan mereka mengunci satu sama lain dan mati kekenyangan. 🙂

        • Hahaha…. berarti kita sedang menjual diri om…… Ujung-ujungnya tetap mereka juga yang menikmati keuntungan selama ratusan tahun.
          Intinya, akhir perjalanan seluruh perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi d Indonesia ini adalah dinasionalisasi untuk dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

          Kalau ditemukan sebuah Sumber Daya ALam, janganlah cepat-cepat dikatakan kita tidak mampu, serahkan ke asing saja, kita nikmati bunganya.

          Mereka ini adalah bangsa-bangsa perompak sejak mulai abad pertengahan. Sekali mereka cengkramkan kuku mereka, akan sulit untuk melepaskan cengkraman itu lagi.

          Kita harus mengelola sumber daya sumber daya yang bartu ditemukan, Jangan banyak alasan.
          Patut diduga orang yang ingin sekali menjual SDA2 kita adalah RUDI RUBIANDINI – RUDI RUBIANDINI baru…

          • menjual diri? wah jauh banget dari itu.

            secara tradisional di bidang pertanian sudah sangat dikenal pola bagi hasil antara pemilik sawah dan penggarap (50:50 setelah dipotong pupuk, pestisida), hubungan ini berlanjut antar generasi, ketika pemilik meninggal dilanjutkan oleh anaknya, demikian juga ketika penggarap meninggal.
            pola ini bisa dielaborasi, misal penggarap bisa dipilih yang juga jago pencak silat dsb 🙂

            dalam pola bagi hasil minyak bumi, si penggarap hanya diberi sekitar 15% + cost recovery.

            selebihnya tergantung ketegasan kita, misal ketentuan mengolah hasil tambang di DN dengan smelter telah dikeluarkan 5 tahun lalu, waktu konstruksi smelter sekitar 3 tahun, tapi pengusaha mengulur waktu.
            dan ketika tenggang waktu 5 tahun berakhir, eh diberi kebijakan pelonggaran, gimana bisa berwibawa pemerintah seperti ini?
            jadi yang salah adalah pelaksananya bukan polanya.
            demikian juga dengan blok mahakam, TIDAK ADA KEHARUSAN SAMA SEKALI bagi RI untuk memperpanjang kontrak…

            (masih ada sejumlah pertanyaan kaget, apakah china mengklaim perairan natuna? jadi ini sekedar me-refresh thread 6 bulan lalu)

  19. RRC telah menetapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara baru untuk Laut Cina Timur, dengan memasukkan Senkaku ke dalam zona tsb.
    AS dan Jepang langsung menolak untuk mengakui.

    Sumber baru untuk timbulnya percikan2 api…

  20. India Pernah Mengusir orang Tionghoa/Cina Sewaktu Mereka Perang dengan Tiongkok

  21. Kelemahan Kita di Banding China salah Satu nya di Bidang Kewirausahaan. Ekonomi Indonesia diKuasai Satu Etnis doang, Padahal Kita Negeri Multi Etnis. Salah Satu nya Salah Soeharto, yang Meng-Anak-Emaskan Pengusaha Satu Etnis untuk menguasai Perekonomian Negara Kita. Sedangkan Yang Lain di Curigain Takut2 Kalo Sampe Kuat Pengusaha Yang Lain itu yang bukan Etnis dari Utara itu, nantinya bisa bikin Revolusi dan Menggulingkan Soeharto. Terutama di Persulit dari Segi Permodalan. Akhir nya Perekonomian Kita di Kuasain Satu Etnis. itulah Salah Satu nya Yang Membuat Garuda agak Sulit Terbang Tinggi Karena di Lilit Naga.

  22. Meskipun di Indonesia ini banyak juga yang Males, Tapi yang Pekerja Keras Juga Banyak. Juga Banyak Yang memiliki Jiwa Wirausaha Selain imigran dari Utara itu.

  23. Israel sbg kutuloncat sdh lebih dahulu loncat ke Cina dg perdagangan yg sangat besar dg memberikan ToT teknologi tinggi ke Cina, kemungkinan Cina akan mendapatkan teknologi F-35 AS dan Cina akan membeli pesawat SU- 35 sejumlah 42 buah utk pengetrapan Zona Identifikasi Pertahanan Udara baru utk Laut Cina Timur. Jadi disini Asteng diperebutkan kedua negara AS sbg adidaya, negara Cina sbg pendatang baru utk menguasai minyak dan gas. Sdgkan Ausi memperbarui propolasi canggih kapal selamnya, minta bantuan Jepang yg sdh mengembangkan kapal selam clas Kokuryu 506 dan jepang sdh mempersiapkan diri dg kapal induk Izumo serta pesawat terbang F-35/disiapkan Shinshin generasi 5. Tinggal Pres yg akan datang kebijakan apa yg akan diambil. Slamat tahun Baru, Salam…………….

  24. Seandainya dulu bangsa belanda menjajah malaysia filipin, dan brunei. waahhh
    Luas dong wilayah kita … 🙂

 Leave a Reply