Mar 192015
 

Kepala Lapan dan Wakil Administrator CNSA menandatangani Minute of Meeting.

Indonesia dan Tiongkok telah melaksanakan Pertemuan Pertama Komite Bersama Kerja Sama di Bidang Antariksa. Pertemuan yang berlangsung pada 9 hingga 11 Maret 2015 di Beijing, Tiongkok, dipimpin oleh Wakil Administrator Badan Administrasi Antariksa Nasional Tiongkok atau China National Space Administration (CNSA), Wu Yanhua sebagai Komite Bersama pihak Tiongkok dan Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin sebagai Ketua Komite Bersama pihak Indonesia.

Pertemuan Pertama Komite Bersama Kerja Sama di Bidang Antariksa tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan perjanjian antara Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Republik Indonesia di bidang kerja sama eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk maksud damai yang ditandatangani pada 2013 di Jakarta.

Pada petemuan tersebut pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok telah merumuskan kerangka kerja sama di bidang keantariksaan selama periode 2015-2020. Kerangka kerja sama tersebut meliputi 11 bidang yang terdiri dari peluncuran satelit, pemanfaatan penginderaan jauh untuk kemaritiman, pemanfaatan satelit navigasi, pengembangan roket sonda, pengembangan fasilitas keantariksaan termasuk pembangunan Bandar antariksa, pengembangan satelit komunikasi, TT & C, pengembangan sub-sistem, komponen dan material, pengembangan pesawat tanpa awak, dan pendidikan dan pelatihan.

Sebagai bagian dari delegasi RI, pertemuan tersebut juga dihadiri Deputi Bidang Teknologi Dirgantara, Dr. Rika Andiarti, Kepala Biro Kerja Sama dan Humas, Agus Hidayat, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Gopokson Situmorang, perwakilan Kedutan Besar RI di Beijing, P.L.E. Priyatna, Sugeng Wahono, dan Victor S. Harjono. Sementara itu Tiongkok mengirimkan 45 delegasi yang antara lain terdiri dari perwakilan Badan Adminstrasi Antariksa Tiongkok (CNSA), CAST, CRESDA, dan CGWIC.

Pertemuan tersebut menyepakati bahwa CNSA dan Lapan adalah lembaga pemegang koordinasi dalam implementasi kerangka kerja sama ini. Kedua lembaga bertanggung jawab dalam pengawasan dan koordinasi di dalam pelaksanaan kerangka kerja sama. Untuk bidang-bidang kerja sama spesifik sebagai rujukan kerangka kerja sama ini, kedua lembaga akan melakukan negosiasi lebih lanjut dengan lembaga-lembaga pelaksana terkait di masing-masing negara guna membahas jangka waktu dan persyaratan dari kerja sama sebelum pelaksanaannya.

Pihak Tiongkok dan Indonesia sepakat bahwa masing-masing pihak dapat mengajukan proyek kerja sama baru yang sesuai dengan situasi yang ada. Kerangka Kerja sama dapat diperbaharui sesuai kesepakatan dan dengan persetujuan Pertemuan Komite Bersama atau pertukaran surat resmi antara para Ketua Komite Bersama. Berdasarkan pelaksanaan proyek tertentu, dapat dibentuk Kelompok Kerja Proyek pada waktunya dengan tujuan untuk mendorong implementasi proyek secara pragmatis.

Kegua pihak juga sepakat bahwa pertemuan kedua Komite Bersama Kerja Sama di Bidang Antariksa antara kedua negara akan dilaksanakan di Indonesia pada 2016. Rincian kegiatan akan ditentukan kemudian oleh kedua pihak.

 

 Road Map Lapan

 

 

Sumber : Lapan

Bagikan Artikel :

  27 Responses to “Indonesia dan Tiongkok Gelar Pertemuan Pertama Komite Bersama Kerja Sama Antariksa”

  1. Wah…ngeri ngeri sedap ini….

  2. Siap2 roket dan rudal 3 digit

  3. Lanjutkan p. Thomas….pasti ada yang dighoibkan…ada apa dengan kerja sama ini. semoga menguntungkan bagi kedua negata

  4. Explorasi ruang angkasa bs dimanfaatkan utk kepentingan strategis dn pengembangan ilmu pengetahuan lainnya.

  5. Mantapkan dulu produksi roket LAPAN dan sistem kendalinya dengan bantuan China ………. !

  6. Terbongkar sudah..
    CNSA ini rupanya yg menentukan koordinat jurus tapak budha turun dari surga..

    Hehe..maaf bung jalo..

  7. Mantaps….Kalo bisa lebih cepet dari RoadMap lebih Mantaps lagi….
    Maju INDONESIA Ku…..

  8. Semoga terealisasi dan sukses tujuan bersama. Dan kalo perlu menggandeng Rusia dan Iran demi iptek bersama dan saling berbagi teknologi demi menjaga keseimbangan dunia yg selama ini dimonopoli dan dimanipulasi Barat demi kepentingan dan tujuan mereka semata baik teknologi, politik, budaya bahkan PBBpun dikuasai Barat. Jadi apapun perintah Amerika dan Eropa, PBB selalu menyetujui apapun meski bertentangan dasar2 pendirian PBB sendiri. Kasus Irak,Libya bahkan terorispun selalu ukurannya Amerika. Jadi perintah Amerika adalah keputusan PBB secara keseluruhan terhadap apapun,

  9. Terlihat Tiongkok mulai memperluas pengaruhnya, kemarin sama singapore, keknya maunya kerjasama dgn yg tdk terlibat konflik LCS :mrgreen: semoga bisa berdampak positif untuk Indonesia . . .

  10. Itu yg rudal udah selese belum,..

  11. Jika sudah bisa meluncurkan satelit pada orbitnya maka buat rudal antar benua akan lebih mudah.

  12. Indonesia bakal ke tipu lagi sama jurus China mabok. Kerjasama bikin rudal C705 sudah tak terdengar lagi.Padahal undah dirintis sejak 2005 ,ujung ujungnya nol besar.Sekarang mau kerjasama lagi setelah pertemuan pertama ini, pertemuan ke dua berikut tahun 2016. Sifatnya juga pertemuan ya,,ngomong ngomong doang….Kalo serius masak sejauh itu rentang waktunya cuma untuk ngomong …..ngomong …Sengaja mengulur waktu China mabok yang penting Indonesia tidak bersuara keras terhadap LCS itulah tujuan sebenarnya.

    • klo jadi bikin rudal emang harus ngomong2?

      • Nggak ada alasan di sembunyikan Bung .Kita rencana bikin rudal sama china ,nggak ada negara yang bisa melarang,apalagi jangkauan rudal ini kurang dari 300 km.Dulu di umumkan terang benerang waktu penanda tanganannya kerjasamanya masak sekarang di umpetin.Dari daftar belanja sipri ke maren jelas yang di rencanakan di akuisasi 500 pcs yang datang cuma 8 pcs .Jelas program ini sudah mandeg .Bahkan kapal catamaran yang di bikin Lundin yang rencananya pakai C705 batal malah pakai buatan Swedia.

  13. ada kerjasama pengembangan satelit militer ga ya…

  14. Lbh bijaksana seandainy kt waspada dgn grupny chuck noris dan cao cao Klaupun mw kerjasama d bidang antariksa lbh baik k beruang madu. Krn chuck noris dan cao cao punya kepentingan d LCS yg pasti menyeret indonesia secara langsung ataupun tdk langsung. Indo hrs main cantik bkn main api yg nnt bs ngebakar diri sendiri.

  15. Fokus aja sama Rusia, Tiongkok produknya bnyak yg kw..

  16. Nah termasuk roket dan wahana antariksa nih….

  17. Semua masih khayalan,….????

  18. memangnya proyek tot c-705 kita telah ditipu china…? atau memang kabar itu disembunyikan agar tdk bikin kawasan demam….? baca sipri 2014 lah dan coba perkirakan apa yg terjadi………….

  19. Kalo menurut saya proyek c 705 lancar…logika aja..kalo ada tipu menipu. Indonesia gak mau kerja sama dgn cina lagi…

  20. sekedar analisa” ..sebenarnya para tetinggi negeri ini khususnya TNI,selalu ingin mengatakan apa saja alusista terbaru yang dimilikinya ataupun yang masih ‘inden’,cuma penyampaian pada masyarakat terkadang seperti ucapan’pantun’hingga banyak yang ta mengerti.tapi itu terpaksa dilakukan demi kerahasiaan negara.tetapi TNI selaku pelaksananya ingin melakukan kewajibannya yaitu menyampaikan apa yang didapat dari dana rakyat walaupun harus berkelok kelok dalam pemaparannya !!

 Leave a Reply