Jul 222017
 

Kapal selam Kilo class (photo : Ecns.cn)

Indonesia bukan hanya darurat pesawat tempur canggih, tapi juga darurat kapal selam gahar. Mungkin itu yang tersirat pada ucapan Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo sebagaimana dirilis oleh Tribunnews.

“Saya harap melalui (DPR) Komisi I bisa menekan Kemenhan untuk segera membeli Sukhoi-35 bagi TNI AU dan Kapal Selam Kelas Kilo untuk TNI AL,” ujarnya di akhir acara.

Bagi Jenderal Gatot, keberadaan alutsista TNI AU sangat penting. Mengingat Indonesia harus mulai memperkuat diri menghadapi negara lain, terutama Vietnam.

“Vietnam saat ini mulai berani dengan kita karena merasa memiliki armada yang kuat. Mereka punya kapal selam kelas kilo sedangkan kita tidak”.

Indonesia masih menunggu kedatangan kapal selam Chang Bogo class dari Korea Selatan. Saat ini hanya diperkuat dua kapal selam Cakra class yang sudah tua, dimana salah satu kapal selam dalam kondisi ‘down’ dan harus segera menjalani perawatan dan perbaikan, kekuatan bawah laut Indonesia seperti tidak berdaya bila berhadapan dengan kekuatan kapal selam tetangga yang kuat, seperti Vietnam yang memilki enam kapal selam ‘gahar’ Kilo class, Singapura dengan enam kapal selam Archer class / Chalenger class dan Malaysia dengan dua kapal selam Scorpene.

Memiliki wilayah laut yang luas dan garis perbatasan laut yang sangat panjang, Indonesia sangat membutuhkan kapal selam kuat dengan jangkauan operasional yang jauh untuk menjaganya. Dan benar seperti yang diutarakan Panglima TNI Jenderal Gatoto Nurmantyo, bukan hanya Su-35, Indonesia juga darurat kapal selam Kilo class.

Bagikan:

  52 Responses to “Indonesia Darurat Kapal Selam Kilo”

  1.  

    pertamax plus……

  2.  

    Tenang.. Harus sabar… Walau darurat kita harusny lebih teliti beli alat tempur,memang butuh.. Tapi kita harus tau menahu alat tempur yg Vietnam punyai. Mereka mlh skrg mnjadi ancaman,dgn berani dgn Negara kita. & harusny beli lebih dari apa yg mreka pnya,& klo mereka nantang,tantang duel sekalian.. Sekali kali harus ngasih plajaran lah kpda Negara yg usil di wilayah ngara kita. Ingat akan Turki,mereka dgn brani tembak jatuh psawat tempur Russia,itu memang harus dilakukan,krna menunjukkan kedaulatan Turki. Jgn takut,kita bangsa besar.. Ga byk omong,3kali peringatan bandel,hancurkan.

  3.  

    mhn maaf kalau boleh usul ….

    – 06 KS Changbogo Class
    – 06 KS Kilo Class
    – 12 KS Midget Class

    bonus 2 KS Cakra Nanggala Class buat latihan Cadet Hiu …….

  4.  

    Itu yg betull….menhan yg tau perang malah lamban coba diisi teknokrat bakal ngacirrr…heran, alat perang adalah state of the art …so perlu jangkauan n wawasan teknologi… Resagle mana resafle..

    •  

      NKRI negara yang sangat besar,…. jika menyangkut alutsita canggih modern, selalu saja banyak tekanan, baik dari luar negri, atau mungkin dari dalam negri sendiri, yang sudah terlanjur menjadi xx..yy..zz..aa …. bla..bla..bla …..

      Butuh keberanian, dan kebijaksanaan yang cerdik untuk urusan yang satu ini ……

      Salam Nusantara Agung ….

  5.  

    Saya punya keyakinan, sebenarnya bukan masalah minimnya keuangan ,…. tetapi lebih pada aturan , kebijakan, dan tekanan dari berbagai pihak …….

    Nasib sebagai negara besar yang kaya raya atas SDA, yang mana SDA ini sangat vital bagi keperluan negara maju tertentu ,….. untuk itulah mereka mereka tidak suka kalau NKRI menjadi negara kuat dan mandiri dibanyak bidang ……

    Jika kita mandiri, dan maju dibanyak bidang, tentu SDA akan kita pakai untuk keperluan dalam negri sebagai prioritasnya …… dan … hahahahahah …… tentulah itu yang menjadikan sesak negara negara maju tertentu tersebut ….

    Salam Nusantara Agung

  6.  

    Selain SU35 dan Kilo Submarine Indonesia juga darurat kapal perang type Destroyer!!

  7.  

    Indonesia darurat pertahanan udara jarak jauh!!

  8.  

    Nunggu hibah aja .spa twa negara sahabat yg kaya mau ngasih duit ..buat beli alut sista

  9.  

    indonesia saat ini darurat…garam

    •  

      betul bung ….. padahal garam mentah ( hasil petani garam kita sangat melimpah ruah )

      hanya dibutuhkan teknologi khusus yang tidaklah terlalu sulit untuk dirubah menjadi garam standard konsumsi ( garamyodium ), ataupun garam standart industri, ataupun untuk keperluan medical and riset bio fiskim ……..

      Kebijakan yang pro rakyat dengan segala resiko perang dagang dari para pemain pemain besar importir …..?????? ……. hmmmm …… mhn maaf jika saya ada salah kata

      Salam Nusantara Agung

  10.  

    Ratukutuku randuwewuit

  11.  

    “Saya harap melalui (DPR) Komisi I bisa menekan Kemenhan untuk segera membeli Sukhoi-35 bagi TNI AU dan Kapal Selam Kelas Kilo untuk TNI AL,” ujarnya (Panglima TNI) di akhir acara.

    Jadi selama ini Panglima TNI sebenarnya yg ngidam alutsista canggih, namun terkendala oleh kemenhan yg santai dan tdk ambil pusing dg kondisi geopolitik dan pertahanan disekitar Indonesia? Panglima TNI sampai perlu mengeluh pd DPR segala.

    Jika benar terjadi bentrok antara TNI dan negara usil dari luar, dg akibat kekalahan TNI maka orang pertama yg akan disalahkan adalah Panglima TNI dan jajarannya, bkn menhan apalagi DPR. Namun begitu, untuk memenuhi kebutuhan sendiri TNI perlu bersabar dan tabah, nasib sebagai pengguna anggaran dan penanggung jawab pertahanan negara. Mengingat dinamika militer negara tetangga yg semakin masif dg penumpukan otot kekuatan, serta kemungkinan terjadi gesekan antar negara dikawasan ataupun terjadinya “gangguan keamanan oleh anasir dalam / luar negeri” seperti yg terjadi di Marawis Philipina, maka dibutuhkan kesungguhan pemangku kebijakan untuk menyusun strategi pengadaan alutsista strategis / taktis dg lbh cerdas. Jika masalahnya adalah segan atau takut mendapat tekanan dari luar sebagai akibat penguatan militer Indonesia, tentu jajaran kementrian luar negeri perlu ikut membela kepentingan Indonesia dari sisi diplomasi. Konon pemerintahan presiden Jokowi sdg giat meningkatkan infrakstruktur dalam negeri dg anggaran luar biasa besar, sampai memotong berbagai subsidi, apakah dg kondisi seperti itu anggaran TNI pun dikerdilkan?

    Mudahan keluhan Panglima TNI pd DPR untuk menekan kemenhan bisa ditindak lanjuti, jangan sampai menjadikan polemik yg tidak perlu, malu pd tetangga wong urusan hankam sampai tersiar sampai keluar negara..

  12.  

    Harusnya memang demikian, armada lontong laut diperkuat kalo perlu Lada Class..bagaimanapun juga lontong laut siluman yg berbahaya..bersamaan dengan SU 27SK dan SU 30MK2 dilengkapi dgn Khibiny 14V Escort Jammer dan Knirti SAP 518 Jammer pod dah lumayan mantap tuh

  13.  

    klo indonesia mah darurat segalanya bung….xixi

  14.  

    Minta sama raja Salman pasti dkasih alut sista tuh Mesir dblikan alutsista Pakistan sma malay dikasih duit biarin ja malu ngemis daripada dilecehkan negara usil kasian TNI !!!!

  15.  

    Ini berita opo meneh kok pake “Tekan tekanan segala. Katanya yg dibeli itu harus merupakan kebutuhan bukan keinginan. ( ngutip komentnya ” U**d-X gemblong ). Kalo usernya sdh teriak2 perlu yg spt itu lalu pertimbangan pemerintah apa, utk memilah itu suatu keinginan dan itu suatu kebutuhan. Jng pake perumpamaan si ” U**d-x gendeng yg menganalogikan keinginan motor moge dan kebutuhan motor bebek. Itu analogu bocah semprul. Alutsisa kok disamakan asal fungsi dasarnya berjalan. Katrok itu analisanya.

    Kalo memikirkasn “Darurat” pastinya semua memang merasa darurat. Akan tetapi yg lebih utama dari daftar yg darurat semua itu yg mana yg prioritas dibeli. Kan spt itu memilahnya. Bukan berdasarkan kemampuan keuangan. Toh fasilitas kredit bisa didapat dr negara produsen. Kalo mikirkan gak punya duit buat beli ya gak akan terbeli terus sampe kapanpun.
    Nun jauh disana konon kabarnya berdiri sebuah negara bernama Republik Dagelan…salam damai NKRI

  16.  

    Nunggu Presidennya ganti

  17.  

    Darurat iptek ….

    Salam Nusantara Agung

  18.  

    Kemenhan minta digempur ini ahahahaaa
    Mana ini menhan kok belum bikin pernyataan resmi alasan kenapa ditunda..

  19.  

    Betul juga bung @Den bdg, tapi menurut hemat saya ada urutan yang baku…itulah yang jadi kendala, sebenernya tinggal keinginan yang memerintah ajah…kan mereka yang ngurusin…mestinya…, salam..

  20.  

    Kebijakan diatur TNI + Rakyat.
    Jd diadakan Pemilu ya? Abis dong tu duit dibikin pemilu pemilihan alutsista ahahahaaa

  21.  

    Berkarat, berlumut dan berjamur nunggunya…
    Para pengambil kebijakan kita “kurang gizi” sehingga “telmi”

    meski perut gendut belum tentu gizinya cukup

  22.  

    nanti ada yg pada protes,para pengikut paham indonesia punya alutsista goib,yg dititipin di negara tetangga

  23.  

    Jangan sampai cuma bisa beli. Kita harus pikirkan bagaimana bisa membuat. Jika memang harus MOQ, bisa dipertimbangkan dengan TOT penuh. Jgn seperti changbogo kacang jogo lagi. Kita cuma kebagian merakit, merakit dan merakit.

  24.  

    Konon ada 60 rancangan UU dan rencana anggaran belum di acc DPR, birokrasi ini yg bikin lambat kemajuan NKRI

 Leave a Reply