Feb 192014
 
chang_bogo_class_l1

Kapal Selam Chang Bogo Class (photo: military-today.com)

Kementerian Pertahanan Indonesia bergegas membenahi dan memperbarui berbagai alat utama sistem persenjataan yang kurang dan sudah dimakan usia. Penambahan unit kapal selam salah satu target yang dibidik oleh Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Staf Ahli Kementerian Pertahanan bidang kerjasama dan hubungan kelembagaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Zilmi Karim, mengatakan, saat ini Kementerian Pertahanan dengan PT PAL sedang menyiapkan galangan buat pembangunan kapal selam. Jika modal dari pemerintah sudah cair, maka pembangunan kapal selam dimulai tahun depan.

“Kapal selam PT PAL direncanakan masuk tahap produksi pada 2015, dan diperkirakan selesai November 2018,” ujar Zilmi di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Produksi kapal selam dilakukan dengan cara kerjasama operasi dengan perusahaan Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Kontrak antara pemerintah dengan Daewoo sudah diteken sejak 2011 dengan nilai USD 1,07 miliar. Indonesia memesan tiga kapal selam dari Daewoo, dua dibangun di Korea Selatan, dan satu akan dibuat di PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.

Maksud pembangunan satu kapal selam di tanah air itu supaya terjadi alih teknologi. Hal ini sudah tercantum dalam undang-undang dan peraturan presiden yang mewajibkan tiga syarat dalam pengadaan mesin tempur. Yakni alih teknologi, penggunaan kandungan dan komponen lokal, serta imbal dagang.

Zilmi melanjutkan, melalui rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, pemerintah sepakat membenamkan tambahan modal sebesar USD 250 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Pengubahan buat membantu pembangunan galangan kapal itu. Jika tidak meleset, April mendatang dana itu bakal cair.

Meski begitu, banyak pihak meragukan kemampuan PT PAL membangun kapal selam itu. Tetapi Zilmi pasang badan. Menurut dia, yang mesti dikhawatirkan bukan kemampuan PT PAL, tapi justru ketepatan pencairan dana pembangunan fasilitas.

“Pembangunan fasilitas itu sudah dimulai sejak 2011. Sumber daya manusia sudah ditatar dan peralatan sudah disamakan. Dalam pembangunan galangan kita juga menggandeng konsultan dari Korea Selatan biar sama. Yang membangun fasilitas juga kontraktor. Jadi jangan menyalahkan PT PAL,” ujar Zilmi.

chang_bogo_class_l3

Kapal Selam Chang Bogo Class (photo: military-today.com)

Membangun Kemandirian
Pemerintah mesti merogoh kocek USD 1,07 miliar buat tiga kapal selam buatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Meski satu dari tiga kapal selam akan dikerjakan di tanah air, tetap saja terasa berat. Itu baru tiga, sedangkan Indonesia minimal butuh sembilan unit lagi buat menjaga kawasan perairan dari penyusupan negara lain.

Meski begitu, pemerintah berkeras membangkitkan industri alat tempur dalam negeri, salah satunya kapal perang dan kapal selam, dengan tujuan supaya mandiri. Meski dengan jalan kerjasama operasi, pemerintah optimis banyak keuntungan diraih negara, jika berhasil melakukan alih teknologi. Syukur jika bisa melakukan ekspor senjata dan mesin tempur.

“Berapa banyak devisa negara yang keluar kalau hanya mengimpor alutsista? Satu kapal selam saja harganya Rp 3 sampai 4 triliun. Kalau industri dalam negeri mandiri, kan bisa ada pemasukan pajak. Industri lain juga tumbuh,” ujar Zilmi.

Supaya proses alih teknologi berjalan lancar pemerintah mengirim 206 tenaga ahli Indonesia buat belajar langsung teknik pembuatan kapal selam ke Korea Selatan. Dalam rombongan itu juga terselip perwakilan akademisi dari Institut Teknologi Surabaya.

Indonesia darurat kapal Selam. Wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau dan dihubungkan laut yang membentang luas memiliki tantangan tersendiri dalam bidang pertahanan. (sumber: merdeka.com)

Bagikan :

  44 Responses to “Indonesia Darurat Kapal Selam”

  1.  

    Miris…sebagai negara kepulauan terbesar..yang hilir mudik diperairan kita kebanyakan adalah kapal selam asing

  2.  

    Go For It Indonesia…….. Merdeka

  3.  

    At the moment our closest neighbour only has two ageing boats. But plans are well advanced to replace these with 12 new submarines, likely to be supplied by either Russia or South Korea, before 2020. Key among the specifications is the ability to launch cruise missiles http://www.news.com.au/

    Menurut media Australia, spesifkasi kunci KS baru Indonesia adalah mampu meluncurkan rudal jelajah. Seingat saya pemerintah memang pernah menyatakan seperti itu. Tapi bagaimana dengan Changbogo? pada mockup tidak ada VLS dan jika via torpedo tube cruise missile apa yang digunakan?

    •  

      Bung @now apa mungkin prioritas Indonesia pda KS Changbogo ini hanya pada TOT pembuatan KS nya saja.. jd tanpa VLS (ngejar target yg penting bisa dulu bikin KS sendiri)

      Untuk KS yg ++ (bisa gotong klub S) langsung akuisisi dr Bang Ruskie… sesuai judul artikel ini.. “Indonesia Darurat Kapal Selam”

      •  

        Itu salah satu kemungkinannya bung. Siapa tau CBG 02 atau 04 buatan full PT.PAL akan menggunakan VLS. Amur itu dimensinya hampir sama dengan CBG tapi bisa dijejali VLS juga

        •  

          Mudah2an saja bung… namun seperti yg para warjager bilang sebelumnya.. Jika CBG ini akhirnya bisa menggunakan VLS… Rudal apa yg mau di instalin di CBG nanti?

          •  

            sy kok berkeyakinan ada sesuatu yg lebih pada spek Changbogo sehingga pemerintah mengakuisisinya. bisa saja walaupun menggunakan sistem eropa tp changbogo bisa juga menggunakana persenjataan dr rusia ataupun cina

    •  

      Bung @nowyoudont: Sub Harpoon.

      •  

        bukankah katanya kita ga dikasih harpoon? versi Koreanya juga lumayan speknya.

        Korea seperti Jepang, teknologi ada tapi dibatasi oleh US sebagai syarat perlindungan terhadap China (via korut)

    •  

      @nowyoudont : maaf bung nubie mau bertanya..seandainya apabila VLS pada changbogo ini terpasang, akan terletak di sebelah mana letak VLS itu??dan apakah club-s itu bisa diluncurkan via torpedo tube?salam…

      •  

        Perlu penguasaan rekayasa teknik yang mumpuni untuk menjejalkan vls kedalam KS yg design awalnya tanpa VLS. Tapi sangat mungkin dilakukan.

        Jika tidak salah Klub S ada variant yg bisa diluncurkan lewat torpedo tube. Saya rasa tahapan proyek KS ini terencana dan bukan tindakan impulsif, bisa jadi kendala CBC sudah direncanakan dan terkait dgn klub s Russia, misal torpedo untuk CBC disesuaikan agar launchernya bisa juga digunakan untuk peluncuran klub s. Hanya perkiraan hung 🙂

        •  

          Berarti hampir bisa diprediksi bung..bahwa hasil kreasi ks buatan indonesia nanti adalah ks teknologi barat yang dimodifikasi dgn teknologi russia…soo tidak ada kekhawatiran mengenai embargo sub harpoon ataupun excocet…:) semoga

        •  

          Iya bung @DewaKembar, Mudah2an saja teknologi kapal selam Jerman plus system persenjataan Russia. Russia jelas pilihan yang lebih aman untuk sumber persenjataan sementara Kapal selam buatan sendiri akan bebas embargo

          Setelah mandiri, tawaran alutsista luar malah akan semakin mudah dan beragam, atau minimal tawaran akan naik ke kategori persenjataan strategis. Yang paling masuk akal bagi mereka pada kondisi seperti itu adalah merjaga hubungan baik dengan kita daripada kehilangan potensi ekonomi dan politik

  4.  

    bung @Diego. “Kontrak antara pemerintah dengan Daewoo sudah diteken sejak 2011 dengan nilai USD 1,07 juta” .Seharusnya dalam milyar dollar

    •  

      Sudah diperbaiki.
      Thanks

    •  

      Bung@now
      Apakah changbogo nanti sdh di lengkapi dengan AIP….

      •  

        silakan ditunggu berita kontrak mesin aip sterling dari swedia/pem siemens (jerman/itali) jika pakai itu aip. atau tetap pakai sistem konvensional dengan battery li-ion terbaru dari sk yang daya tahan mirip aip.

      •  

        Chang Bogo ada yang dilengkapi AIP, apa CBG TNI dilengkapi AIP atau tidak belum ada kepastian, kemungkinan pake Siemens seperti kata bung @aluguro, alias sebagian jeroannya akan sama dengan Scorpene

        “AIP and flank-array sonars are planned for future modernizations.The Chang Bogo class offered to Indonesia will already be in stretched and augmented forms including guided missile-launching capabilities and a surface displacement of 1400 tons, quite similar to the original plan to upgrade the existing Chang Bogo class submarines of ROKN to similar specifications” _wiki

        CBG yang ditawarkan kepada Indonesia adalah versi rencana upgrade CBG ROKN sendiri. kemungkinan wajarnya adalah bisa meluncurkan rudal anti kapal permukaan (vls atau via torpedo tube) dan dilengkapi AIP

  5.  

    mestinya NKRI kuat d laut ama d udara, miris kalau lihat postur d tubuh TNI-Al ama TNI-AU

  6.  

    Waktunya duduk manis dan menyimak diskusi ini.

    Beda pendapat itu wajar dan sah- sah saja, tandanya kita sudah benar2 berdemokrasi(asal di dasari rasa cinta tanah air)

    Monggo poro sesepuh warjag, ditunggu ulasanya, smoga makin mencerdaskan masyarakat.

  7.  

    Moga aja lancar tuh duit buat insfrastruktur PT PAL
    Ragu juga si dengan TOTnya hehehe

    •  

      Yang di ragukan bukan te ote nya lagi bung, tapi duitnya yg ngendap beratus tahun itu bisa cair gak.
      …apalagi musim politik seperti sekarang, banyak parpol yg nyari tambahan dana..untuk meninggikan bangunan partainya….

  8.  

    ” Meski begitu, banyak pihak meragukan kemampuan PT PAL membangun kapal selam itu. Tetapi Zilmi pasang badan. Menurut dia, yang mesti dikhawatirkan bukan kemampuan PT PAL, tapi justru ketepatan pencairan dana pembangunan fasilitas. “

    Kata“ diatas yg menjadi racun bagi bangsa indonesia, pihak“ yang meragukan PT PAL itulah yg wajibbdi musnahkan. Tiada salahnya indonesia menjajal, justru orang indonesia yg tak bertanggung jawab itu sendiri yang mau mengerucutkan bkebangkitan bangsa, dan kemandirian bangsa. bisa dibilang itubwabah, alias hama dalam bangsa indonesia yg wajib di musnahkanb,krn pihak“ sperti itubsalahbsatu besutan dr asing khususnya blok B.

    •  

      Betul bung, mentalitas kita yg inferior yg sering menghambat kita untuk mencapi kemajuan. Shingga yg terjadi seolah2 barang2 import adalah yg paling number one.

      •  

        Yupw benul bung Al….
        Hanya dg memakai produk luar mereka bangga…
        Nih gue baru beli sepatu,kaos ,jeans dari luar negeri, padahal di dlam kaos itu atau sepatu itu ada tulisan made in solo,bandung, bahkan cendok nd garpu buatan tegal juga .ada tulsan made in china.pernah saya jumpai ketika msh jd penyokong devisa saya lihat barang brang2 seperti kaos dan sepatu berjajar di toko,dan di sukai olh org negri.krn kualitas bgusdan harga yg murah,

        Lihat ss2 pindad dulunya masih bnyak yg ragu,tp stlh juara umum di aasm langsng terkenal dan banyak pihak luar negri tergiur………..

        Beda dg di korsel mereka lebih cnt produk pokal di banding produk luar….

      •  

        @Al : selain mental inferior..juga ada mental korup dimana dana yg seharusnya digunakan dihisap dulu sebagaian sebagai embel2 kalau urusan mau lancar…orang2 yang begini yang sebenarnya menjadi duri didalam daging bung…imho

  9.  

    Semuanya itu tergantung untuk memodernisasi alutsista TNI dilakukan secara serius untuk menunjung kekuatan sistem pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan TNI, khususnya matra Angkatan Laut dalam menjaga perairan Indonesia.
    Mau tak mau pemerintah harus bisa membuat KS untuk kebutuhan mendesak,kesiapan fasilitas pembuatan kapal selam di galangan kapal milik PT PAL sudah menyatakan siap dan Pemerintah pun setuju mengucurkan duit Rp 1,5 triliun untuk membangun fasilitas khusus kapal selam di PT PAL. “Sebab, galangan kapal selam itu berbeda dengan kapal biasa, harus tertutup, lebih khusus seperti produk buatan tangan,”ilmu pembuatan kapal selam hasil TOT dari si ginseng bakal berdampak positif bagi TNI AL,itupun jika lancar tidak ada hambatan dari birokrasi* pemerintah kita.

  10.  

    Kemandiriaan Beralutsista itu emang tidaklah mudah semua perlu dukungan dr rakyatnya & komitmen pemerintah…Hambatan,Pengorbanan serta Impian harus kita jalani walau terseok2 tp yakinlah bangsa kita banyak ko’ org yg cerdas..Optimislah..Orang2 terdahulu kita dg ikhlas hti mengorbankan baik itu harta,kebun,serta nyawa hanya satu Impian yaitu Merdeka…
    Seyogyanya kita bulatkan tekad,bersatu padu & mendorong agar Indonesia bs maju & Sejajar dg Negara2 lainnya…Amin..Amin..

  11.  

    Contohlah china didalam membuat alutsistanya beli bongkar tahu semua jeroanya baik perangkat kerasnya dan lunaknya satukan sinergi ilmuan* indonesia untuk membuat alutsista yg modern…

    inilah contoh china :

    China telah memesan empat kapal selam bertenaga diesel-listrik kelas Lada dari Rusia. Pesanan China ini datang hanya sebulan setelah Rusia mengumumkan untuk melanjutkan kembali pengembangan kapal selam kelas Lada, dan juga setahun setelah Rusia mengumumkan membatalkan program pengembangan Lada.

    Rusia kembali mengembangkan kapal selam kelas Lada sebagai bagian dari upaya bersama dengan perusahaan Italia Fincantieri untuk membuat kapal selam S-1000, serta versi ekspor lainnya dari Lada. S-1000 sebenarnya dibuat berdasarkan desain Amur 950 Rusia. Ini menjadi salah satu ekspor Lada, namun kolaborasi dengan Italia yang akan mengembangkan S-1000 akan menjadi lebih murah (kurang dari 200 juta dolar).

    Untuk diketahui, Fincantieri Italia belum pernah membangun kapal selam. Sebelumnya mereka fokus membangun kapal destroyer, kapal induk dan kapal patroli. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Eropa dan memiliki banyak akses ke teknologi militer Barat. Hal inilah yang menarik minat Rusia, dan tentu saja juga bagi China.

    S-1000 akan diawaki oleh 16 kru. Kecepatan selamnya adalah 26 kilometer per jam. Ada enam tabung torpedo dan sistem propulsi independen udara (air independent propulsion / AIP) untuk menambah daya tahan di air hingga 15 hari atau lebih. Pembangunan pertama Lada dimulai pada tahun 1997, namun kekurangan dana telah membuat program ini terseok-seok. Kapal selam Lada akhirnya selesai pada tahun 2005. Versi kompleksnya, yang disebut Amur, dikhususkan untuk ekspor. Namun tidak ada yang berminat hingga datangnya order dari China. Lada memiliki enam tabung torpedo 533mm, total yang bisa dibawa adalah 18 torpedo atau rudal.

    Lada dikembangkan pada tahun 1990-an, sebagai suksesor dari kelas Kilo, namun yang terlihat dalam pengembangannya selama bertahun-tahun, belum ada perubahan yang berarti antara Lada dan Kilo. Jadi program Lada/Amur akhirnya dibatalkan pada tahun lalu. Satu Lada telah dibangun dan yang lain baru sebagian selesai dan mungkin saja saat ini sudah selesai. Rusia mengharapkan S-1000 akan memicu pengembangan berbagai desain Amur. Yang terbesar adalah Amur 1650, yang pada dasarnya adalah Lada, namun beberapa peralatan rahasia Rusia sudah ditanggalkan. Tampaknya tipe seperti inilah yang akan China beli.

    Lada memiliki perpindahan permukaan 1.750 ton, panjang 71 meter, dan diawaki oleh 38 kru. Setiap kru memiliki kabinnya sendiri, walau untuk kru junior ukuran kabinnya sangat kecil, namun tetap saja ini akan memberikan dorongan moral yang besar bagi kru. Ketika terendam, kapal selam ini mampu menjelajah dengan kecepatan tertinggi sekitar 39 kilometer per jam (setengah di permukaan) dan dapat menyelam hingga kedalaman 250 meter. Lada mampu bertahan di laut selama 50 hari dan mampu melakukan perjalanan sejauh 10.000 kilometer dengan menggunakan mesin diesel (bawah air, dengan snorkeling). Ketika terendam, Lada menggunakan baterai dan mampu melakukan perjalanan sekitar 450 kilometer. Terdapat sebuah periskop elektrik (naik ke permukaan via kabel) yang dilengkapi kemampuan night vision dan berbagai laser rangefinder.

    Lada dirancang sebagai kapal selam untuk serangan cepat dan kapal pandu. Mereka akan menjalankan misi anti-kapal permukaan dan operasi anti-kapal selam serta sebagai pengintai bagi angkatan laut. Kapal selam ini diklaim delapan kali lebih “silent” dari kelas Kilo. Hal ini bisa terjadi karena Lada menggunakan lapisan anechoic (penyerap suara) pada eksterior dan baling-baling miring yang sangat “silent”. Begitu pula mesin, semuanya dirancang agar kapal selam ini tidak bersuara. Sensor yang dilengkapkan pada Lada antara lain sonar pasif dan aktif*, termasuk sonar pasif towed. Pendesain kapal selam Rusia tampaknya yakin bahwa mereka akan juga mampu menerapkan fitur-fitur unggul lainnya pada kapal selam ini.

    Kilo mulai beroperasi pada awal tahun 1980. Sebanyak 30 unit lebih Kilo sudah diekspor, namun Rusia sendiri hanya memakai Kilo sebanyak 24 unit. Desain kapal selam ini dianggap sukses, terutama oleh pelanggan-pelanggan ekspor. Tapi sebelum Perang Dingin berakhir pada tahun 1991, Angkatan Laut Soviet mulai mengembangkan Lada. Proyek ini sempat terhenti dalam sebagian besar tahun di era 90-an karena minimnya dana, namun dihidupkan kembali dalam dekade terakhir. Saat ini, Rusia memiliki 17 Kilo dalam layanannya (enam cadangan) dan enam sedang di order. Selain dari jumlah tersebut, pembuatan-pembuatan Kilo adalah untuk ekspor.

    Lanjut ke China, Angkatan Laut negara ini juga telah merancang dan membangun kapal selam “Song” (tipe 39), merupakan kapal selam diesel-listrik yang menekankan pada fitur “siluman” (quietness). Pengembangan yang dilakukan China ini cukup sporadis dan akhirnya lahir empat kapal selam Song yaitu kelas Yuan (tipe 39A atau tipe 41). Desain asli dari tipe 39 muncul pertama kali pada tahun 2001, dan 13 unit telah dibangun. Tapi pada tahun 2008, tipe 39 yang berbeda muncul. Inilah yang disebut dengan Tipe 39A atau Tipe 41. Tipe 39A muncul sebelum munculnya Tipe baru lagi yaitu 39B. Evolusi terus dilakukan oleh China, dan sekarang ada sekitar enam atau tujuh kapal selam kelas Yuan Tipe 41. Model-model terbaru ini tampaknya sudah dilengkapi dengan sistem AIP dengan perangkat elektronik baru dan perbaikan internal lainnya.

    Evolusi yang cepat dari Tipe 39 tampaknya telah menginspirasi China untuk mengadaptasi teknologi kapal-kapal selam Rusia yang canggih dan terbaru lainnya. China baru dalam hal membangun kapal selam? Tidak. Negara ini sudah melakukannya sejak tahun 1960. Namun hanya pada versi terbaru ini yang menunjukkan terobosan besar dan kekreatifan ilmuwan-ilmuwan China. Dua atau lebih dari kapal selam kelas Yuan diyakini telah menggunakan sistem AIP yang akan memungkinkan mereka bertahan lebih lama di dalam air (lebih kurang dua minggu). Sistem AIP buatan China memang belum secanggih sistem AIP buatan Rusia atau Barat, oleh karena itu daya tahannya di air masih rendah. Namun bangsa China dikenal sebagi pekerja keras, mereka akan terus mengembangkan sistem AIP mereka seperti halnya yang sudah mereka lakukan pada teknologi militer lainnya.

    Sekilas, Song tampak seperti Kilo-nya Rusia. Tipe 39 dan 41, keduanya berbobot 1.800 ton dengan awak 60 kru dan enam tabung torpedo. Mirip dengan Kilo yang sedikit lebih besar. China mulai memesan kapal selam kelas Kilo dari Rusia pada akhir tahun 1990-an. Dua yang pertama dari Tipe 41 tampaknya adalah salinan dari Kilo model 877, sedangkan dua Tipe 41 berikutnya adalah salinan dari Kilo model 636. Tipe 39 China adalah kapal selam China pertama yang memiliki lambung berbentuk teardrop. Tipe 41 dianggap hanya perbaikan dari dari Song, namun setelah diperiksa dari dekat, persis seperti Kilo. Rusia meyakini bahwa seluruh proyek Song / Yuan merupakan bagian dari rencana jangka panjang China yang berhasil menyalin Kilo.

    China saat ini memiliki 13 kelas kapal selam Song, 12 kelas Kilo, 7 kelas Yuan, dan 18 kelas Ming (pengembangan dari Romeo Rusia). Untuk yang bertenaga nuklir, China hanya memiliki 3 kapal selam Han kelas SSN, karena China masih memiliki banyak masalah dengan tenaga nuklir pada kapal selam. Kapal selam kelas Han China tetap melaut, meskipun mereka terlalu berisik dan mudah terdeteksi oleh sensor Barat. Lima Han telah dibangun (antara tahun 1974 dan 1991), namun 2 sudah pensiun. Ada juga 4 kapal selam Shang kelas SSN yang baru masuk ke Angkatan Laut China, namun ini juga masih cukup berisik. Kelas Song / Yuan dimaksudkan untuk menggantikan Ming yang sudah tua. Dan order empat kapal selam kelas Lada akan memberikan ide dan tujuan baru bagi ilmuwan China untuk pengembangan lebih lanjut kapal selam dari jenis ini.

    •  

      pt krakatau yang mungkin bisa membuat baja sekelas miltary grade kemungkinan jo dari krakatau dan posco yang rencananya tahun ini beroperasi.

      •  

        mudah-mudahan gan tapi ane agak pesimis gan karena baja jenis ini kalo dihitung dagang rugi yg bikin, alatnya mahal (inert melting) jadi yang harus punya memang lembaga peneliti, tapi jujur saja isi lembaga p*nliti banyak yang pepesan kosong nggak kredible, tapi moga-moga krakato mau menghandle

        •  

          jangan dipanggil agan ya bung ahmad. kita gunakan istilah “Bung” di sini sekaligus menggelorakan darah nasionalisme. sebenarnya banyak juga hasil penelitian yang hasilnya bagus hanya saja mesin pembuatnya untuk masspro yang kadang2 belum dipikirkan atau difollowup ke skala ekonomis oleh para teknokrat. contoh hasil keramik di balai keramik bandung. atau ada tidak ya swasta yang mengupayakannya. dulu di pondok ungu ada bakri tosan jaya, atau di mm2100 ada bisma alloy dsb.

        •  

          @ahmad : jika anda menyebut peneliti kita hanya pepesan kosong dan tidak kredible, berarti anda tau penelitian apa saja yang anda disebut pepesan kosong, tolong sebutkan dong

        •  

          @ahmad : jika para peneliti indonesia saja disebut pepesan kosong dan tidak kredible, bagaimana lagi kita harus menyebut para pejabat korup yang jelas2 lebih tidak kredible..??

    •  

      koreksi sedikit bung, ficantieri berpengalaman dalam pembuatan ks type u-212 italia version. sistem aip hasil kerja sama dengan jerman, sangat stabil. untuk itulah rusia tertarik kerja sama. kelas lada terbentur di sistem aip hasil riset rusia yang belum stabil meskipun telah mengeluarkan dana yang banyak.

  12.  

    thn 2003 masa penjajakan.thn 2007 order n
    delivery. info bocor thn 2009. 2014 show of
    force session 1, muncullah 877 dkk. jd
    perkiraan thn 2020 yg muncul it typhoon/akula
    it pun msh bs yg dtg malah 885 n namanya
    4xx Ahmad yani bukan Ahmad yasen he he he
    trus yg buatan pt pal it bru ad vls ny.

  13.  

    Yang terpenting adalah pembangunan galangan khusus kapal selamnya yang di PT. PAL dulu dan itu tidak berapa lama lagi akan selesai.
    kalo untuk tenaga ahli udah jangan ditanya deh, mereka udah mampu betul, intinya disini buat kita adalah setelah pembuatan 3 unit KS Changbogo itu kelar, ada jenis KS baru buatan dan kreasi kita dengan perpaduan teknologi timur dengan barat hasil ToT 😀

    •  

      Bener tuh bang, karena itulah pemerintah memilih korea bukan langsung ke turki yg telah mengantongi lisensi atau langsung ke jerman..

    •  

      y memang ud btul langkah TNI kita, yg saya tuju diatas itu untuk mengimbangi kawasan dan sebagai armada penjaga luar sedang KS yg akan diproduksi dari tahun 2015 smpe 2020 untuk mengejar kuantitas sekaligus kualitas. kalau ada LHD dan destroyer kita imbangi dengan misile/battlecruiser, untuk tipe 218 dll kita imbangi dengan akula syukur2 ahmad yasen. jaya TNI

  14.  

    Mengenai jumlah KS saya msh ingat tentang 18 batray,yg dulu juga masuk diskusi diwarjag ini. Adkh pencarahan dari kawan”smua… Salam NKRI.

  15.  

    good bye …… natuna, ambalat & papua !

 Leave a Reply