Mar 222017
 

SAAB Swedia (Navaltoday.com)

Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memastikan Indonesia merupakan negara yang aman dan stabil sehingga memiliki kondisi kondusif yang dapat dimanfaatkan investor Swedia untuk menanamkan modal dan berbisnis.

“Reformasi dan keterbukaan yang dilaksanakan oleh pemerintah semenjak dua tahun belakangan ini telah menciptakan iklim yang sangat positif bagi investor,” ujar Thomas Lembong, dalam keterangan pers KBRI Stockholm yang diterima di Jakarta, 21/3/2017.

Pernyataan ini disampaikan Kepala BKPM dalam rangkaian pertemuannya dengan pimpinan perusahaan atau CEO dari sejumlah perusahaan terkemuka Swedia, di Stockholm pada 20/3/2017.

Lembong menemui beberapa CEO dari perusahaan terkemuka, antara lain SAAB, Astra Zeneca, LFV, Ericsson, IKEA, ABB, Forsway, Scania, SEB, dan Education First.

Dia menjelaskan tugasnya sebagai Kepala BKPM adalah menerjemahkan keinginan dan komitmen berinvestasi dari para investor di negara-negara yang dikunjungi menjadi realita.

“Sejalan dengan itu, langkah-langkah reformasi melalui keterbukaan dan simplifikasi prosedur yang dilakukan oleh BKPM telah semakin mempermudah proses berinvestasi di Indonesia,” ujar Lembong.

Berdasarkan catatan kalangan swasta Swedia, dengan perhatian lebih dari pemerintah Indonesia untuk sektor pariwisata, sejumlah peluang investasi terkait dukungan infrastruktur pariwisata seperti pesawat dan peralatan komunikasi pesawat dapat diambil oleh SAAB.

Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, yang mendampingi Kepala BKPM, menuturkan bahwa Indonesia merupakan mitra yang sangat tepat bagi Swedia.

Kondisi perekonomian yang terus mengalami perbaikan serta manufaktur berteknologi tinggi membuat pemerintah Swedia ingin terus memperluas pengembangan ekonomi ke Asia melalui investasi di Indonesia.

“Oleh karena itu, pertemuan langsung dengan pimpinan BKPM ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pihak Swedia,” ujar Dubes Bagas kepada para pengusaha Swedia.

Sebelumnya, Menteri Energi Swedia, Ibrahim Baylan, berkunjung ke Indonesia dan menandatangani kesepakatan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta.

Selain di bidang energi, terdapat peluang besar bagi investor Swedia di bidang transportasi dan teknologi komunikasi, kelistrikan, kesehatan, dan produk-produk manufaktur lainnya. Beberapa investor dari Swedia telah menanamkan modalnya di Indonesia, antara lain di sektor ritel perabot yakni IKEA, produsen otomotif Volvo, dan perangkat perlengkapan rumah tangga Electrolux.

Namun, sebagian besar investasi dari Swedia bukan dalam bentuk produksi dan masih berkisar di sektor perdagangan. Dalam lima tahun terakhir, investasi Swedia di Indonesia telah mencapai 12,4 juta dolar AS.

“Diharapkan perusahaan-perusahaan Swedia dapat menambah investasinya di Indonesia dan terus mengalami peningkatan,” ujar Dubes Bagas.

Antara

  22 Responses to “Indonesia Datangi Swedia, Ajak Investasi”

  1. BORONG GRIPEN….

  2. SAAB PAGI..

  3. Welcome Gripen …

    • Sebenarnya kita startnya hampir sama dengan SWEDIA dalam memproduksi pesawat tapi kita kemudian kena krismon. Swedia terus melangkah maju dan kini kita tertinggal 20 tahunan dari Swedia.

  4. Pak Mentri ngajak swedia untuk mengambil turunan investasi lain….agar jatuhnya kalau beli gripen bisa subsidi silang…energi dan pertahanan yang utama bisa diambil dari swedia…

  5. Becanda nih…becanda….

    #Salese gripen tersipu-sipu dipodjokan

  6. kalo dirasa duit cekak tuk beli su35 mending beliin gripen aja aja 1skuadron. lagian kn saab gg pelit tot.

  7. Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC), anak usaha Pertamina yang mengoperasikan Blok Nunukan, berhasil menemukan cadangan minyak baru di lepas pantai (offshore) Nunukan. Kalimantan Utara. Wilayah Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysia.

  8. Ngajak kerjasama pembuatan rudal RBS mungkin… šŸ˜€

  9. 1kea pelan tapi pasti akan mempersempit kesempatan pengusaha2 mebel lokal utk terus berkembang dimana banyak yg tetap menjaga dan mempertahankan budaya bangsa dgn kerajinan seni ukir

    produk 1kea terasa hambar
    bagai sayur lodeh tanpa garam
    bagai Tni Au tanpa Tejas.

  10. Mau beli Gripen…

  11. mending gripen krmana-mana laaahhh… dari pada tak-jelas(tejas)

  12. Dikitakan sudah banyak jg kerjasama industri pertahanan tinggal ditingkatkkan saja agar bs jd produksi dalam negri agar terjadi penyerapan teknologi dr Scandinavia (the Viking)he3.

  13. Ada udang dibalik batu, pasti ada strategi terbaru indonesia mengundang brbagai negara untk cari invertor wkwk

 Leave a Reply