Nov 102018
 

Oerlikon Skyshield TNI AU. (credit: TNI AU)

Jakartagreater.com – Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) dijadwalkan akan mulai menerima batch kedua dari Oerlikon Skyshield, efektor dan sensor pertahanan udara dari akhir 2019, ujar perwakilan dari Rheinmetall dikonfirmasi oleh Janes.com, pada 8 November 2018 di Pameran Indo Defence 2018 di Jakarta.

Peralatan ini akan diserahkan berdasarkan kontrak yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia pada pertengahan 2017, tetapi menjadi efektif pada 2018. Ini adalah kontrak kedua Indonesia untuk sistem pertahanan udara yang sama dengan Rheinmetall, dan disparitas antara tanggal penandatanganan, dan tanggal efektifnya adalah karena masalah pendanaan, kata perusahaan.

Rheinmetall telah menolak untuk mengungkapkan jumlah efektor dan sensor yang telah diperoleh berdasarkan kontrak kedua, dengan alasan masalah kerahasiaan pelanggan.

Sistem pertahanan udara Skyshield dioperasikan oleh korps pasukan khusus TNI-AU yang dikenal sebagai Korps Pasukan Khas (PASKHAS). Sistem, yang pertama kali diperoleh oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2009, digunakan terutama untuk perlindungan landasan udara, dan infrastruktur penting lainnya.

Infrastruktur TNI-AU yang saat ini menggunakan sistem ini adalah pangkalan udara Supadio, Halim Perdanakusuma, dan Hasanuddin. Skyshield adalah sistem pertahanan udara jarak pendek yang dapat menghadapi ancaman tingkat rendah dari senjata yang diluncurkan oleh udara, serta kendaraan udara tak berawak (UAV), Helikopter, dan pesawat serang darat.

Pengaturan tipikal sistem termasuk unit radar pelacakan dan pengawasan, pos komando jarak jauh, dan senjata revoler 35 mm yang menembakan amunisi Advanced Hit Efficiency and Destruction (AHEAD) yang bisa diprogram.

  6 Responses to “Indonesia Dijadwalkan Terima Batch Kedua Skyshield di 2019”

  1.  

    nanggung, kenapa ga sekalian BUK M3 aja

    •  

      Ya iya …Seharusnya Sky Shield Dan trio SAM BUK Pantsyir Dan S300/400/500.
      Tapi….Ya itu …siap siap dapat embargo dari USA Dan sekutu nya…(Termasuk deputy nya Singapore and Australia)..
      Lunasi hutang dulu …Supaya berdaulat Dan percaya diri.

  2.  

    Bagus, tambah terus untuk pangkalan udara type A dan penambahan rudal jarak menengah seperti Rudal MICA .

  3.  

    Waduh karena dana monim harus serba dicicil alutsista TNI.

  4.  

    Pertanyaan paling logis pada perang modern kini adalah apakah kanon skyshield efektif menangkal rudal jelajah, mortir atau tembakan meriam yg menyerang bandara? Belajar dr Suriah, Tomahawk AS yg diluncurkan menghancurkan bandara militer Suriah sebagian besar sukses di-intersep oleh s-200. Belakangan deploy Pantsyr di Suriah untuk antidot drone.

 Leave a Reply