Dec 312013
 
Kilang Minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur

Kilang Minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan jika Indonesia perang dengan negara lain, maka hanya akan bertahan paling lama 3 hari. Indonesia akan kalah perang dengan negara lain hanya dalam waktu 3 hari, lantaran Indonesia tidak memiliki ketahanan energi yang cukup baik. Lain jika dibandingkan dengan negara yang memiliki ketahanan energi yang baik.

Zero strategic kita. Kita nggak punya ketahanan energi, kalau Indonesia ini diblokir sana sini, kapal perang kita punya, pesawat tempur kita punya, tapi mau diisi bahan bakarnya pakai apa? Pakai air ?” tegas Susilo di acara Penyerahan Surat Penugasan Kepada Badan Usaha Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu Tahun 2014, di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (31/12/2013).

Kalau suatu saat kita perang, dalam 3 hari kita bisa meninggal,” imbuhnya.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo (photo: bisnis.liputan6.com)

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo (photo: Antara)

Susilo mengungkapkan Indonesia tidak punya cadangan BBM yang disimpan secara khusus jika terjadi hal darurat seperti bencana alam atau terjadi perang. “Cadangan BBM kita nol! Bandingkan dengan Malaysia yang punya 30 hari, Jepang dan Korea 50 hari, Singapura 50 hari,”.

Susilo menambahkan yang dimiliki Indonesia saat ini adalah cadangan operasional yang digunakan setiap hari, yang disediakan badan usaha yang menyalurkan BBM subsidi, tersebar di SPBU-SPBU dan Depo BBM. “Cadangan operasional itu pun hanya 17 hari, bandingkan dengan Malaysia yang punya 25 hari, Singapura 50 hari, Korea 50 hari,” .

Sungguh tragis. Negeri penghasil minyak, tidak punya cadangan minyak. (finance.detik.com).

  87 Responses to “Indonesia Dilarang Perang Jilid 2”

  1. pancaran sinar petromaxxx…

  2. kalao indonesia memiliki kekurangan dalam permminyakan kenapa blok” migas tidak dikelola sendiri oleh BUMN(pertamina) mungkin dulu indonesia pengexpor minyak dan masuk anggota opec di bulan desember 1962 dan berhenti mei th 2008, dan pada mei 2008 indonesi mengajukan surat berhenti dari anggota opec…dan resmi mmenjadi immpotir minyak sejak 2003,atau net importir dan tidak mampu mmemenuhi kuota produksi minyak ,dan petronas juga pun blajar dg pertamina.. Tapi itu “TEMPOE DOELOE” tapi sekarang mmalah net importir..

    Bila perang trjadi dan indonesia tidak akan banyak bisa gerak ..salah satunya indonesia harus menerapkan strategy peroketan yang bisa menembus jantung pertahanan mmusuh, dengan programm seribu roket mgkin menarik untuk disimak,cukup di pasang di dekat perbatasan dan kota” besar.. Apalgi kalao indonesia memiliki (SAM) jarak jauh serta Rudal klub S,, pasti saya yakin meski cuma sekedar roket dan ruddal pasti menyakitkan ,, seperti halnya sarang tawon.. Yg bila di usik sedikit saja pasti langsung “MENYENGAT”.. Nah maka dari itu alangkah baiknya indonesia wajib di lumuri dg roket pertahanan dr jarak jauh dan sedang.. Kalao bisa di seselin guidance itu lbh bagus…
    Nah kalao jantung pertahananya udah bobrok barulah diserang slm 3hari ..(itu menurut ulasan saya pribadi) jadi kalao ada yg salah mmohon pencerahanya ..

    • kalo mau perang lebih dari 3 hari gampang. ga usah ngomongin BBM dah.
      perang gerilya aja ke hutan2 pake bambu runtjing spt pak Dirman

      (maap komen sinis)

    • Memang efisien pakai roket, apalagi yg mempunyai tingkat akurasi tinggi dan berhulu ledak tinggi spt Nuklir. Lebih efisien dan sgt singkat spt perang dunia kedua berakhir setelah amerika membom jepang pakai nuklir, singkat cerita.

  3. Negeri kaya tp “miskin”.

  4. Ini adalah sesuatu yg tidak enak dibaca… tapi tampaknya ini adalah kelemahan terbesar RI jika negara ini terlibat perang. Lupakan beberapa kilang kecil di luar jawa.. yg akan diserang musuh pastilah kilang minyak terbesar yaitu di cilacap. Klo tidak salah jaraknya hanya 500 km+ dari christmas island yg artinya berada dalam jangkauan tomahawk. Mungkin musuh akan mengirim banyak decoy utk menguras SAM (jika ada SAM di sana) sebelum mengirimkan rudal yg asli.

  5. Statemen dari Wamen ESDM ini ada benarnya ,,kita memang harus mempunyai cadangan BBM dalam jumlah besar yang tersimpan secara rahasia dibunker bunker yang tersebar diseluruh wilayah nusantara.

    Tetapi Pertanyaannya apa iya begitu kondisinya ?? Apakah petinggi kita tidak memperhitungkannya??
    Apakah kalau kita sudah mempunyai dan melaksanakan harus dibuka dan diumumkan kepada publik?

    Saya sebagai rakyat PERCAYA bahwa petinggi kita sudah memperhitungkan dan mempunyai strategi sendiri dalam mengatasi hal tersebut,,Paling tidak mereka mempunyai SOP dalam pemenuhan LOGISTIKnya saat menyikapi bagaimana tensi suatu krisis yang berpoteni untuk perang,,

    Ini bisa dilihat dari LATGAB kemarin yang dilakukan pergelarannya lebih dari dua hotspot dalam jangka waktu lebih dari 10 hari dan tidak ada masalah dan keluhan dalam pengadaan Logistiknya yang termasuk bbm nya ,,demikian juga rakyatnya tidak terganggu dengan suplai bbm nya berkaitan dengan pergelaran Latgab tsb

    Di Militer ada theory ” Operation Research” dari Mc. Namara, Dimana ada satuan yang membuat kajian secara detail perihal penyiapan Logistik pasukan berupa Kaporlap, Senmu berbagai type, Rantis dan Ranpur, Pesawat berbagai type dan kapal serta distribusi berjalan baik di medan tempur.
    MESTINYA dalam setiap Latgab juga menguji secara mendalam aspek Logistik tersebut.
    Yang Tidak pernah di kedepankan dan terlihat dari suatu kegiatan pertempuran (Theater) adalah orang atau satuan Logistik dan Intelijen.

    Mereka senyum dalam kesenyapan.bangga dengan suatu hasil karyanya dalam suatu pergelaran yang sukses

    Pakai CMIIW yaa dan Maaf kalau terkesan ngawur pendapat rakyat jelata

    • terkait operation research, bagaimanakah aplikasinya di TNI ? adakah software khusus ataukah masih manual ? setahu saya jarang lulusan akabri yang mendalami secara khusus riset operasi tersebut. paling banyak mengambil ekonomi, manajemen atau teknik. contoh penerapan riset operasi yang bagus adalah usmc (berdasar info dosen yang berguru ke amerika). mohon pencerahan dari para master dan suhu di sini.

      • kalau Operations Research/Systems Analysis (ORSA) diterapkan secara lugas mungkin akan ada yang ‘repot’. Misal dengan penerapan mathematical modeling dan evaluasi kuantitatif terhadap opsi2 keputusan, akan keluar rekomendasi lebih baik belli 5 heli lengkap dengan Global Positioning System/GPS, alat komunikasi, transponder daripada 6 buah tanpa perangkat2 tsb.

        Analisis matematik tanpa kompromi akan menutup ‘ruang2 bermain’, yang senang main tentu merasa dirugikan…

  6. Tapi kan Indonesia masih produksi minyak mentah meski tidak sebesar dulu, dalam keadaan perang pastinya produksi minyak tsb akan diambil alih negara dan di proses di penyulingan tua dalam negeri dan jumlahnya cukup besar diatas setengah juta barel perhari, masa ga cukup. jadi masa sih cuma bertahan 3 hari, ga mungkin lah, para petinggi kita pasti punya solusi dan ada yang diandalkan dalam soal BBM ini. Darurat perang pasti beda dari keadaan biasa

  7. Wamen macam apa ini ? bisanya hanya mengeluh mengeluh dan menebar kebingunan. Saat ini yang lebih urgent membabat korupsi energi .. Memangnya pemerintah sudah siap menanggung kerugian dengan mendiamkan triliunan uang yg hanya diam mengendap saat menimbun minyak 30 hari? Ibarat pemilik SPBU yang hanya punya modal cekak, selama sebulan BBM nya tidak ada yang beli, maka kerugiannya akan luar biasa. Bandingkan kalau tiap 2 hari selalu habis dan diisi lagi, uangnya akan berputar cepat, shg cash flow nya makin positif … .

    Sekedar ilustrasi, tahun 2013 Pertamina untung 4-5 miliar US$, sementara Petronas untung 20 miliar US$ lebih … Petronas bisa punya aset senilai 4-5 kali Pertamina. Kemana saja selama ini pemerintah mengurus minyak? Kemana sekarang nasib Blok Mahakam?

    Profesor minyak mantan bos SKK Migas jebul korup juga ….

    • itu memang ‘tipikal’ dari kebanyakan bos bos di atas sana, lebih banyak komplain
      daripada memposisikan sbg ‘trouble shooter’,
      dalam kondisi darurat perang, aturan main bisa dirubah untuk memenangkan
      peperangan..

  8. Inikah Indonesia yang sebenarnya?

  9. Selamat tahun baru
    Tahun baru masih berkutat masalah lama ya

  10. mentri yang bagus karena ngasih yg pait ,lebih bagus lagi ada tindakannya

  11. Saya rasa untuk urusan kapal perang industri dalam negeri, universitas harus bersinergi menciptakan mesin kapal yang memakai bahan bakar air laut !! Dan saatnya menciptkan cadangan minyak khusus TNI.

    • Stanley mengklaim kendaraan bahan bakar airnya bisa diisi air mentah langung, salju atau bahkan air laut.

      Dia juga mengatakan untuk menempuh perjalanan dari LA ke NY (3961km) kendaraannya membutuhkan sekitar 22 galon (81 liter) air.

      disini atau disini

      Teknologi semacam ini atau pemanfaatan sumber daya energi terbarukan lainnya di Indonesia bisa dibilang sama sekali tidak tersentuh, kemajuan uupaya Indonesia dalam mengatasi keterbatasan BBM baru “sukses” ketika konversi minyak tanah ke gas, itupun karena JK dulu ngotot dan gerak cepat

    • Tidak jadi masalah kalau Pengkonversian air laut menjadi hidrogen menggunakan energi dari PLTN

      • 😀 ya, biaya produksi hidrogen sebagai bahan bakar memang lebih mahal, tapi harga yang layak dikeluarkan jika hasilnya adalah energi terbarukan.

        Sedangkan memisahkan H dari H2O secara mudah efek berantainya akan sangat luar biasa. Bayangkan energi melimpah dimana saja dengan sisa pembakarannya adalah oxygen murni, orang bengek bisa mengirup dalam2 Oxygen murni langsung dari knalpot kendaraan 🙂 tidak ada lagi krisis energi, biaya produksi dan ongkos logistik turun drastis

      • Maksud saya yang mahal adalah biaya produksi Hidrogen cair saat ini (secara konvensional), lebih tinggi dari biaya produksi BBM

        • Selama ini yang saya tahu pemisahan hidrogen dari air yang paling mudah dengan elektrolisa ( maaf kalo salah ) menghasilkan oxsigen dan hidrogen ,proses ini membutuhkan arus listrik yang tidak sedikit .kalau di hitung pemakaian listrik yang di pakai dalam proses pemisahan lebih besar dari ke ekonomisan hidrogen yang di hasilkan . Untuk itu perlu energi yang besar+murah semua itu terjawab dengan PLTN ,Solarcell , dan alternatif2 yang lain….Ada beberapa Keunggulan Hidrogen dari bahan bakar lainya salah satunya anti pencemaran karena H+02 =H2O ;D

        • Iya bung, secara konvensional malah lebih mahal dari produksi BBM. Jadinya seperti mobil listrik yang dianggap lebih hemat dan ramah lingkungan, padahal sumber listriknya diperoleh dari pembangkit bertenaga bahan bakan fosil 🙂 atau produksi biodiesel Brasil. Brasil adalah produsen dan pengguna biofuel ethanol, sampai di situ terlihat ideal. Namun kemudian untuk menghasilkan ethanol jutaan hektar hutan ditebang untuk jadi kebun tebu.

          Itu sebabnya teknologi murah dan praktis ala Stanley Meyer yg bisa menghasilkan hidrogen sebagai bahan bakar langsung dari air tanah/sungai/salju/air laut sangat strategis dan berpotensi mengacak ngacak kemapanan tatanan dunia.

          Solusi mobil listrik baru akan ideal jika listriknya dipasok oleh pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Di Indonesia bisa melirik panas bumi, tenaga matahari atau tenaga gelombang laut. Jika masih terlalu muluk maka setidaknya memanfaatkan minyak kelapa sawit untuk biofuel, kita kan produsen terbesar dunia CPO tapi sempoyongan gara2 keterbatasan lifting minyak. Gas alam juga layak dipertimbangkan sebagai alternatif karena cadangan yg sudah diketahui lebih banyak ditemukan di Indonesia daripada minyak bumi

          Solusi ada koq, tinggal niat pemerintah sungguh2 atau tidak.

      • Bangsa yang korup sangat berbahaya jika mengoperasikan PLTN, dari awal konstruksi saja titipan sudah berapa puluh persen. Belum biaya2 maintenance disunat lagi. Sementara untuk masalah safety, bermain dengan nuklir tidak ada toleransi.
        Atap arena olahraga PON Riau yang masih gres ambruk, untung tidak ada yang tertimpa, ya sudah puing2 disingkirkan. PLTN bocor urusannya sangat panjang, pencemaran radioaktif kemana2…

        Menurut Physics Forum, biaya pembangunan PLTN per kW yang dibangkitkan relatif tinggi (angka 2006 – $ per kW):
        Natural Gas Combustion Turbine $670
        Natural Gas Combined Cycle $730
        Wind $1750-2400
        Coal $2080-2740
        Solar Thermal $3150-5700
        Biomass $3500, Nuclear $3500-7000
        Solar PV $8100

        Biaya rata2 (biaya membangun dan operasi, dalam cents / kWh)
        Coal 7.5
        Gas Combined Cycle 8.6
        Nuclear 13
        Gas Turbine 17

    • Kalau kasus Stanley masih abu2 ini ada terobosan yang mempersingkat proses terbentuknya minyak bumi dari alga, dari jutaan tahun menjadi beberapa menit;

      http://www.gizmag.com/algae-crude-oil-process-pnnl/30235/?utm_source=Gizmag+Subscribers&utm_campaign=dc93a1c66d-UA-2235360-4&utm_medium=email&utm_term=0_65b67362bd-dc93a1c66d-90572377

      Algae to crude oil: Million-year natural process takes minutes in the lab

      Engineers at the US Department of Energy’s Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) have created a continuous process that produces useful crude oil minutes after harvested algae is introduced. This new process does not require drying out the algae, which grows in water, saving time and energy that would be otherwise wasted. The final product can be refined into aviation fuel, diesel, or gasoline.
      The process mimics some of the conditions that originally turned prehistoric plant material into fossil fuel deep within the earth – high pressures and temperatures.

      Tapi bagi negara dengan anggaran riset 0,07% dari APBN tentu ini cuma kisah mengawang2…

  12. Indonesia punya perusahan Contract sharing lebih dari 200 perusahan dari yang kecil sampai besar, sementara malaysia hanya 19 perusahan. kalo mau dilihat besarnya volume minyak yang dihasilkan, lihat jumlah dan jenis industri pendukung O&G yang di jual di wilayah indonesiaas, semua vendor dan kontraktor melihat indonesia dulu baru negara lain di ASEAN, Pasar kuenya di Indonesia sendiri lebih dari 50% dari seluruh pasar ASEAN, jadi ngga mungkinlah produksi minyaknya sama dengan Negara ASEAN lainnya.
    Kalau dikatakan Indonesia hanya bisa memproduksi minyak 980ribu barrel/hari apa masuk akal? sementara untuk Chevron Pacific Indonesia sendiri memproduksi 300ribu barrel/hari belum ditambah perusahan lain, jadi artinya memang yang dikatakan pak wamen itu benar sekali, bahwa 980ribu barrel/hr adalah jumlah maksimum barrel crued oil yang bisa ditampung oleh kilang2 minyak pertamina setiap hari, sementara sisanya langsung di eksport oleh perusahaan-perusahaan tersebut langsung keluar negeri.

    memang kebutuhan mendesak kita membangun lebih besar tempat penyimpanan crued oil supaya minyak mentah yang belum diolah bisa disimpan lebih dahulu, mengingat minyak yang keluar dari sumur-sumur tidak bisa diatur volumenya, sekali muncrat ya muncrat aja terus.

  13. Prof mikirnya cekak gak punya solusi bukan blajar dari jasmerah Sultan Agung nyerang Jakarta sudah di pikirkan logisticnya makanya cilegon sunda ttpi bahasa jawa ( walaupun gak sempurna ) harusnya dia yg mikir wamen asbun

  14. Merujuk seni perang clausewitz,BBM adalah salah satu center of gravity yg sangat di incar lawan apabila berperang.saya percaya TNI sdh memikirkan hal itu.mentri itu hanyalah salah satu mata rantai operasi penyesatan sama halnya seperti masalah berapa lontong kita.ingat paradigma pertahanan kita saat ini sdh bergeser ke arah defensif aktif yg menuntut peperangan secara cepat bahkan hanya dalam hitungan hari.kalau kita berperang,persediaan 3 hari itu cukuplah buat melumat musuh kita.karena cuma 3 hari itulah hidup mati bangsa kita akan dipertaruhkan.perang berlarut adalah opsi terakhir saat kita kalah dan itu artinya gerilya dan gerilya gak butuh bbm toh?

  15. Dulu yg komen adalah Dirut Pertamina dan sekarang wakil menteri….ini hal serius yg jadi perhatian kita bersama. Dahlan Iskan pernah bertanya pada Dirut Pertamina, BERAPA KEUNTUNGAN PERTAMINA JIKA BLOK MAHAKAM DI SERAHKAN PERTAMINA? Dijawab oleh Dirut Pertamina 125 Triliun….dan pada saat itu keuntungan Pertamina sekitar 25 T. Pertamina hanya distributor dan yg punya sumur adalah SKK MIGAS…. Jika semua sumur dapat dikelola oleh Pertamina tentu keuntungan Pertamina jauh lebih besar dari Petronas.
    Hal lain yg jadi perhitungan adalah KESUKAAN orang INDONESIA dengan mobil bensin…..ini berbeda dg orang Amerika yg lebih menyukai mobil SOLAR. Sehingga asumsi yg dipake adalah perhitungan bensin. Sehingga jumlah kebutuhannya sangat tergantung dg IMPOR BENSIN.
    Hal lain yg pasti mendapatkan perhatian TNI/ Kemenhan adalah luasnya KEBUN SAWIT dan kenyataan bahwa INDONESIA SALAH SATU PENGHASIL CPO TERBESAR DI DUNIA. Export CPO terbesar ke Eropa adalah bahan baku BIO SOLAR. Dan saat ini Bio Solar yg dijual di pom bensin mengandung 20 % CPO.
    Jika sebagian besar mesin perang kita di Darat dan di Laut menggunakan SOLAR dapat dipastikan SUPLYNYA AMAN. Menteri Perminyakan memang tidak tahu berapa CPO yg dihasilkan tapi yg tahu adalah Menteri Pertanian.
    Pada zaman Jepang di pedesaan banyak diwajibkan untuk menanam JARAK dipagar dan halaman rumah dan biji JARAKnya diambil oleh JEPANG untuk bahan bakar ALAT2 PERANG JEPANG. Jepang yg enggak punya SDA minyak aja bisa menggerakkan Alat perangnya begitu hebat pd WW2, apalagi NEGARA PENGHASIL CPO. …… Pasti bisa…..
    Kalo menurut saya ini disinformasi….untuk mendinginkan kawasan…

  16. klw kondisi perang yaah ngak usah dipikir bahan bakar, pastinya alokasi darurat bisa sampai berbulan2 klw perlu, soalnya untuk komsumsi rakyat akan dialokasikan untuk kepertingan militer. yg terjadi adalah ketidak seimbangan kbutuhan energi dengan kebutuhan masyarakat yg tinggi. ini berbeda dengan tahun dibawah 2007. kecepatan pembangunan energi kita masih kurang, harusnya segera realisasi besar2an seperti geothermal dan nuklir. semakin maju negara maka akan semaki besar konsumsi energinya dan itu harus diimbangi.

  17. Solusi Gila menerut ane:
    1. TNI harus diberi jatah 1-2% dari produksi BBM Pertamina.
    2. TNI harus memiliki kemandirian dalam memproduksi BBM, tidak lagi bergantung sama Pertamina.
    3. TNI harus memiliki kilang penyimpanan BBM sendiri yang terpisah dari kilang Pertamina.
    4. Kilang penyimpanan BBM TNI harus berada di perut bukit/bumi yang tidak akan mampu ditembus oleh “bunker buster”nya Amrik.
    Kan sia-sia, seandainya walaupun TNI memiliki stok cadangan BBM 5 tahun, tetapi hancur dalam 1 detik kena rudal pesawat musuh….
    5. Para warjaggers sebisa mungkin diminta tidak menyebutkan/menyinggung lokasi penyimpanan BBM rahasia TNI tersebut ataupun hal-hal lain yang sifatnya “ULTRA TOP SECRET” ini… (hehe.. 🙂 Karena selain kita, http://www.jakartagreater.com ini juga dipantau 24 jam non-stop oleh intel2 militer negara asing, seperti AS, Malaysia. Singapore, AS, dan Osy.
    5. TNI pelan2 secara gradual harus mengkonversi mesin2 alutsista nya kepada mesin yang tidak berbasis bahan bakar fosil.

    • ” TNI harus memiliki kemandirian dalam memproduksi BBM, tidak lagi bergantung sama Pertamina.”…saya pernah baca tp bukunya lupa US Navy punya sumur minyak sendiri sbg cad apabila terjadi perang mengingat US Navy sangat besar minum minyak dlm operasinya.sumur minyak ini dikelola oleh swasta dgn sistem bagi hasil dimana hasilnya sebagian di simpan sbg cad bbm US Navy.

      “TNI pelan2 secara gradual harus mengkonversi mesin2 alutsista nya kepada mesin yang tidak berbasis bahan bakar fosil”….lebih tepatnya TNI hrs menggunakan mesin perang efektif efisien yg minim BBM,misalnya untuk meraih superioritas udara drpd pake pesawat yg boros bbm kita pakai rudal SAM dr yg ringan sampe berat yg memakai bahan bakar etanol.paling bbm hanya untuk kendaraan pengangkutnya saja.untuk menggantikan pesawat patroli pengintai jarak jauh yg mondar mandir buang2 bbm kita pakai radar berdaya lacak jauh.untuk superioritas laut kita pake KS yg lebih irit bbm drpd kapal permukaan.bbm kita simpan hanya untuk pukulan yg paling menentukan.

  18. Lihat skenario konyol ini ……………….
    1 sk 16 pespur, Pk=0,5, separuh selamat, separuh rontok
    Sortie hari 1 : 12 berangkat, 4 cadangan, 6 kembali, 6 rontok, sisa 4+6=10.
    Sortie hari 2 : 8 berangkat, 2 cadangan, 4 kembali, 4 rontok, sisa 4+2=6.
    Sortie hari 3 : 4 berangkat, 2 cadangan, 2 kembali, 2 rontok, sisa 2+2=4.
    Pas klop hari ke 3 kita “meninggal”, pespur dan bensin habis.
    Sedangkan musuh masih punya antara 2 sd 4 skuadron dan cadangan bensin 30 – 50 hari.
    Pelajaran yg didapat : bahwa selain cadangan BBM yg besar, juga jumlah alutsista juga mesti besar utk antisipasi attrition rate ini.
    Misal cadangan dinaikkan ke 30 hari, berapa pespur yg dibutuhkan? Kalau sortie setiap hari, maka jumlah yg rontok 120. Dahulu Menhan atau siapa pernah ngomong kita butuh 120 Flanker, mungkin ini hitungannya ya. banyak variabelnya bisa dihitung sendiri

    • Perhitungan matematis murni yang mengabaikan faktor ‘man behind the gun’ seperti para aces PD II yang seolah gak ada matinya. Dari pihak axis misal:

      Erich “Bubi” Hartmann, 352 victories (Top Ace of all Time)
      Gerhard Barkhorn, 301
      Günther Rall, 275

    • Pilot2 axis memang the best lah… pilot2 AS kalah jauh. Sayangnya menjelang akhir perang karena lain dan sesuatu hal, pesawat2nya yg canggih (termasuk jet tempur pertama di dunia) tidak dapat mengudara lagi

      • Betul, hingga

        Hermann Schleinhege, 97 victories, lis dimonopoli Luftwaffe.

        Lalu diseling pilot2 negara lain walau tetap didominasi Jerman.

        Dibawah baru muncul

        Richard I. Bong, U.S. Army Air Forces, 40 (Highest scoring U.S. Ace)

  19. jika memang kenyataannya seperti itu PERTAMINA menyuplai BBM untuk masyarakat. sedangkan masyarakat yang menyuplai BBM alternatif temuannya ke TNI. jadi masyarakatnya untung pemerintahnya juga untung! maaf sebelumnya kalo komentnya kurang berkenan. mohon pencerahannya agan” se-Xlian yang lebih ahli ( bung Diego, Melectec, nowyoudont, dll ). Salam kenal dari pembaca baru!

  20. Sebagai masyarakat NKRI hendaknya kita harus sadar bahwa bbm yg kita buang-buang percuma setiap hari harus dihemat, caranya sudah umum yaitu naik kendaraan umum. Disisi lain hal itu dapat mengurangi kemacetan. Jadi apabila perang terjadi, pasokan bbm masih ada, dan bisa digunakan rakyat untuk membantu TNI, seperti membuat molotov dan berbagai macam bom tangan seperti yg pernah digunakan tentara russia saat melawan Nazi di Stallingrad pada WW II.

  21. Maaf mas danu.itu perang udara klasik dimana maks kecepatan pespur cuma 500 km/jam.hrs kucing2an cukup lama supaya bs nembak ekor musuh.lha zaman rudal sekarang gak perlu liat musuh lepas sparow trs cikar kanan dah ludes tuh pespur musuh.gak perlu keahlian individual terlalu amat yg penting tekno lebih akurat dan presisi dan apabila menggunakan lowtech strateginya hrs tepat guna.cb liat perang arab-israel dgn pespur jet canggih cuma bisa menghancurkan pesawat di darat dan cuma bs menjatuhkan 1-2 pesawat di udara.dalam perang vietnam awalnya mig 17 vietnam yg lowtech unggul karena menang taktik.begitu pilot AS pake sparrow langsung Vietnam menyembunyikan pespurnya sampai rusia bisa mengirimkan Mig 21 yg sebanding.artinya perang skrg cuma dlm hitungan detik untuk menentukan kalah menang.itu artinya bbm yg dipakai jg lebih sedikit karenan durasi perang yg cepat

    • BETUL bung Danu faktor man behind the gun masih diperhitungkan
      @Bung kuping gajah
      Berkaitan dengan Dog Fight kemampuan untuk pertarungan udara ke udara adalah manuver pertarungan udara(air combat maneuvering (ACM)_), yang merujuk pada keadaan taktis yang memerlukan PENGGUNAAN kemampuan individu pilot dalam manuver tempur dasar (basic fighter maneuvers (BFM)) untuk menyerang atau mengelak (Evanding manuver) dari lawan.
      Ini berbeda dengan peperangan udara, yang berurusan dengan strategi dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai misi.dan mengandalkan sisi teknologi saja,,

      Kemampuan Pilot tempur Indonesia DIAKUI handal, maka dari itu kita diundang dalam pitch black kemarin oleh pihak barat karena mereka ingin mengetahui bagaimana pilot tempur yang handal bila memakai sukhoi yang unggul dalam hal manuverbilty.

      Untuk Insiden eltari dan insiden bawean itu bagi pilot kita adalah PENERAPAN sitim latihan peperangan Air to Air berupa latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) yakni latihan pertempuran di udara antar dua pesawat tempur dengan jenis yang berbeda.
      Jadi walaupun kemampuan pesawat berbeda tidak MENYIUTKAN nyali para pilot pilot tempur kita (kalaupun keadaan memaksa demikian) untuk mempertahankan KEDAULATAN.

      Memang SEBAIKNYA Pilot yang handal diberikan Pespur yang Modern dan canggih maka akan menimbulkan efek deteren yang berbusa

      Cmiiw maaf kalau sok tau

  22. Ini menteri LEBAY banget. Beginilah kalau orang sipil ngomongin tentang perang. Dari mulai tentara yang pangkat prajurit sampai dengan yang berpangkat jendral tentulah telah memikirkan yang namanya logistik untuk perang (termasuk di dalamnya urusan BBM).
    Sebagai bahan pemikiran agan-agan sekalian, berikut sedikit ilustrasinya :
    1. Jika terjadi keadaan darurat pertempuran udara di wilayah indonesia, mungkinkan pesawat sipil seeanknya seliweran di daerah konflik.? Tentulah mereka tidak diperbolehkan terbang utk sementara waktu.
    2. Seandainya terjadi perang, tentu aktivitas masyarakat akan sedikit terhenti dengan sendirinya, karena takut kena peluru nyasar atau rudal yang salah alamat.
    3. Pasokan BBM untuk militer terpisah dari kebutuhan BBM utk masyakat sipil, belom pernah tuh liat ada panser anoa isi BBM di SPBU umum atau Kapal Perang ikut antri solar di SBPU terapung.?….( weeekkkkk…).
    4. Jika betul-betul ada perang (kemungkinan tidak betul), Presiden akan mengumuman dikrit Negara dalam keadaan perang, kebutuhan BBM diprioritaskan untuk kepentingan militer.

    Jadi dari kesimpulan awan ini, jangankan untuk perang 3 hari bahkan 3 bulan pun masih bisa karena Indonesia adalah negara produsen minyak walaupun bukan pengexpor minyak. sangat berbeda dengan singapura dan jepang yg importir minyak tulen, dimana kebutuhan minyaknya juga dicadangkan. Begitulah kira-kira pak menteri…..mohon maaf jika saya salah.

    • Setuju bank, itu menteri kacamatanya sj yg tebel tp otaknya nol!!! Apa dia nda mikir dan menghitung itu smua. Dasar jabatan jadi2an.

      • Beliau hanya memperingatkan titik lemah militer Indonesia….dalam perang pasti pemakaian BBM berkurang krn pergerakan orang relatif berkurang drastis…semua kegiatan hanya yg berhubungan dgn militer…produksi barang2 konsumsi rumah tangga pasti berkurang diganti dgn peralatan militer…penghematan pasti diadakan dimana2…energi alternatif spt gas pasti digunakan secara massal…dgn cara pemaksaan……..

  23. Udah tau dari dulu krisis BBM tapi solusinya itu2 aja. Emangnya ningkatin produksi nggak cepet ngabisin SDA sendiri? Nggedein impor? sayang klo cuman ngabisin harta negara buat subsidi. Herannya mau bikin PLTN aja banyak yg ribut. Padahal semua tau PLTN bisa mengurangi ketergantungan sama solar dan batubara. Wacana cabut subsidi aja pada tereak2 kaya mau mati aja klo nggak ada subsidi. Udah tau Jakarta macet sama lagi bingung ngatasi konsumsi BBM yg terus naik malah bikin program mobil murah (hayo siapa). Selagi bos2 minyak pada anteng dapet laba milyaran dari konsumsi harian kita dan pejabat pada sibuk nyari solusi naikin lifting minyak tanpa berpikir alternatif sumber energi lain dan berpikir gimana cara tepat ngurangi subsidi, sebaiknya emang jangan perang 50 tahun lagi. Lha wong kita mau beli Su-35 aja masih sangsi apa bisa ngasih minum apa nggak kok, gimana mau perang coba…

  24. @mas danu: Emang bener sih kosep MBG masih berlaku.tp itu hanya dengan alutsista sejenis.skrg ini sbuah alutsista gak berdiri sendiri.kalau F5 mau lawan hornet hrs didukung suplay data dari radar oth agar bisa menyerang dalam kesempatan pertama karena kalau gagal tidak ada kesempatan kedua mengingat hornet mesinnya lebih powerful,radarnya lebih canggih dan rudalnya lebih jauh.kalau satu lawan satu ya makanan empuk tuh F5.sekedar info aja,indo aja yg jago modif dan tahan pake rongsokan mau pensiunin nih macan artinya kita juga tahu kalau nih aki2 taringnya dah tumpul dlm konteks kekinian

    • Perang masa kini adalah team effort.

      Kalau unggulnya F-5 jika dibantu radar, ya jangan mau perang satu lawan satu.
      Salah satu ‘rumus’ pertempuran; kita yang menentukan seperti apa pertempuran berlangsung, jangan mau didikte lawan.

      Sorry bahasa asing;
      One key military tactic is to never let the enemy dictate the terms of the engagement. Sun Tzu, the famous Chinese military strategist and philosopher who wrote The Art of War, said, “The clever combatant imposes his will on the enemy, but does not allow the enemy’s will to be imposed on him.” In other words, never give the enemy any advantage; therefore, never fight where, when, or how the enemy wants you to fight. If you let the enemy set the terms of the engagement, then you have already lost half the battle

      Soal aki mau pensiun, ya bagus aja, pakai F-5 udah jago apalagi kalau diganti Gripen (misalnya)

      • @mas danu: kembali mengutip clausewitz,dalam keadaan terdesak tindakan nekad adalah kebijaksanaan terbesar dan menurut saya inilah yg terjadi dlm kasus F5 vs Hornet.mengutip sun tzu soal jgn mau didikte musuh,ada pesan moral yang tepat: jangan menggunakan senjata dan taktik yg sama dgn musuh karena musuh akan lebih superior.kalau musuh punya Hornet jgn beli Hornet atau sejenisnya karena musuh sdh paham kelemahannya.belilah senjata lain yg fungsinya sama.contoh: kita beli rudal jarak sedang atau jauh macam S300 atau HQ6.jika musuh A maka kita B.jika musuh superior dalam satu hal maka kita superior dlm hal lain.itu baru konsep sun tzu yg benar.

        • Saya tidak sependapat dengan istilah nekad karena ini menafikan faktor2 lain seperti disinggung di atas; pilot tempur yang handal (=latihan tahunan), bernyali tinggi, serta lihai bermanuver(=latihan tahunan).

          Bernyali tinggi tidak sama dengan nekad, karena ia mengambil resiko dengan perhitungan, calculated risk.

          Felix Baumgartner, dengan terjun bebas selama 10 menit ‘from the edge of space’ adalah orang bernyali tinggi, bukan nekad.

          …kalau musuh punya Hornet jgn beli Hornet atau sejenisnya karena musuh sdh paham kelemahannya.belilah senjata lain yg fungsinya sama…

          Orang lain punya senjata X belum tentu tahu cara menggunakan secara efektif -balik lagi masalah MBG. Misal jiran dengan F/A-18nya (vs. milisi Sulu) ataupun dengan Su-30 mereka (menggunakan senapan serbu aja belum mahir)…

  25. Ga tahan juga untuk mengomentari pak Wamen. Di satu sisi memang ada peningkatan karena mengakui kekurangan, ga cuma Asal Bapak Senang. Tapi si sisi lain ini kan tugasnya dia untuk melakukan perbaikan perbaikan? Kalo mau kerjaannya gampang dan mudah ga perlu orang berpendidikan tinggi, semua orang juga bisa jual kolor beri rokok. Tugasnya dia memperbaiki kinerja lapangan, melakukan perbaikan birokrasi serta dan berhubungan dengan legislatif serta apapun demi meningkatkan kinerja hingga Indonesia bisa mencapai target minimal berkenaan dengan energi. Jika merasa tdak mampu ya mundur saja

    • Dalam dunia ESDM itu kan enggak jauh dg dunia persilatan. Banyak jawara yang dah menguasai lapak dan monopoli perdagangan. Ketika ada kebijakan yg dianggap mengganggu kenyamanan para jawara maka para jawara akan marah dan siap membacok siapa saja yg dianggap mengganggunya….he…he… Di sini perlunya seseorang pemimpin yg bisa mempertahankan idialismenya dan tetap selamat dari serangan para jawara……typical yg bisa spt ini biasanya dari para pengusaha, sedangkan pak Wamen berasal dari akademisi. Semoga masih bisa mempertahankan idealismenya meskipun disana sini masih compang camping diserang para jawara.

      • Mungkin pak Wamen nunggu jatuh ke jurang dan bertemu aki2 sakti mandraguna atau menemukan kitab kesaktian he he he..

        Pemimpin apapun (apalagi kementrian) perlu kemampuan dan mental managerial yang sudah teruji dan terbukti, jangan asal menempatkan politisi atau akademisi di posisi tersebut. Sayangnya ada budaya politik bagi2 pos diantara partai koalisi yg bikin ‘mandulisasi’ beberapa kementrian. Mungkin bisa dipertimbangkan pembatasan hak preogratif Presiden untuk beberapa kementrian strategis yang berkaitan dgn kepentingan nasional, misal dgn aturan fit and proper test yang prosesnya menyertakan juga unsur dari oposisi, he he he.. itu pasti akan seru, tapi bisa memastikan arah momentum upaya2 bagi kemajuan negara siapapun yang berkuasa. Jangan sekarang dibangun, tapi 5 tahun kemudian dijual ke pihak asing oleh pemerintahan baru

        Kita butuh jawara yang sudah menguasai dunianya, yaitu dunia persilatan. Bukan sekedar bakalan jawara yang belum pernah turun gunung atau keluar dari jurang

  26. Perang jilid 2 kapan? lihat judul. 😛 😛

  27. lha ente pak,sbg pjabat di kemen ESDM sbaiknya yg ngasih solusi. lha kok malah koar2 doang. :capede. hadeeh

  28. Ambil positifnya sajalah… siapa tahu ini upaya menjaring pendapat atau ide dari khayalak ttg apa yg sebaiknya dilakukan. Ini sama spt kalimat2 muram direksi samsung pada saat RUPS spt: kompetitor telah jauh di depan, tahun ini kita untung tapi dalam lima tahun kita akan kolaps, dst. Demikian pula pendapat kebanyakan pejabat dan analis militer barat yg mengatakan bahwa mig15, mig17 dst s.d. pakfa lebih unggul dari jet tempur barat yg sekelas.

  29. Setuju skl bro, itu menteri bodoh seperti katak dalam tempurung. Ngomong aja bisanya sama gajian, lha kerjaan dia apa?? Kl terjadi perang masyarakat pasti secara sukarela dan ikhlas akan bahu membahu mempertahankan bangsa dan negaranya dengan cara apapun, termasuk dalam hal penggunaan bbm, itu menteri bloon malah membandingkan negara kita dengan singapura malaysia, mau singapur malaysia punya cadangan bbm untuk 100th pun kita warga negara indonesia dan nasionalis sejati TIDAK AKAN MUNDUR!! Sejarah telah berbicara,

  30. Kita tidak bisa menemukan dimana jam tangan kita yang jatuh ditengah tempat pemotongan kayu saat jam kerja
    Bila Sore saat tempat pemotongan kayu sudah sepi kita perlu diam dalam kesunyian dan mendengarkan detak jam tersebut untuk menemukan dimana tempat jatuhnya jam tangan tersebut,

    Berarti perlu KETENANGAN untuk mencari apa isi berita dari yang tiba tiba dilontarkan oleh Wamen ESDM diatas,,kenapa dilontarkan saat ramai dan hangatnya program alutsista berdatangan.
    Apakah ada pesan sponsor didalam pernyataan tersebut?? bisa jadi

    Disaat ramainya alutsista berdatangan akan menimbulkan efek bertambahnya konsumsi BBM untuk alutsista TNI yang jumlahnya makin banyak,,padahal sementara ini hutang BBM pihak TNI kepada pertamina sekitar 8 Triliun,akan berapakah hutangnya tahun depan bila alutsista makin berdatangan ?
    Yang dipakai untuk alutsista adalah BBM yang tidak bersubsidi berarti semua kendaraan operasional TNI memakai bahan bakar dengan harga yang lebih mahal dari pada yang dikonsumsi oleh rakyat yang dijaganya,,

    Apakah pihak kementerian ESDM ingin MENGINGATKAN kepada koleganya kemenhan akan perlunya kajian ulang dengan pola pembelian bbm TNI kepada pertamina selama ini untuk ditindak lanjuti dengan pola yang lebih baik.,

    Apakah Kementrian ESDM mengatakan kepada rakyat yang lagi eforia dengan hiruk pikuk kedatangan alutsisita bahwa alutsista memerlukan bbm yang tidak sedikit untuk menjaga KEDAULATAN negeri ini ,,dan itu perlu perubahan pola konsumsi bbm pada masyarakatnya agar jangan terlalu boros dalam memakai BBM yang BESUBSIDI agar Pemerintah bisa mengalihkan subsidi bbm selama ini untuk meningkatkan cadangan BBM TNI agar siap untuk berperang dengan tempo yang lebih lama.

    Mendompleng isu nasionalisme dan eforia para patriot yang lagi bersuka dengan makin bertajinya TNI anak kandung rakyat yang bertugas menjaga kedaulatan negeri ini ,,Saatnya Untuk program hemat BBM,,ataupun saatnya menaikan harga BBM agar subsidi pemerintah tidak mencekik anggaran tahunan ataupun mengingatkan rakyatnya bahwa perlu pengorbanannya untuk pertumbuhan anak kandungnya agar cepat besar dan bertaji

    Sebagai rakyat memang mau berkorban dengan penyesuaian harga bbm tetapi kami para rakyat juga mengharapkan PERBAIKAN akan sistim pengolahan SDA kita dan management dalam hasil Sumber daya Indonesia agar Sumber daya Indonesia bisa dinikmati SEBESAR BESARNYA untuk kesejahteraan rakyatnya yang dijaga oleh anak kandungnya yang KUAT dan bertaji didalam lingkup kedaulatan yang HAKIKI

    Monggo Warjager yang lain merenungkannya dan menambahkan pemikirannya

    • saya rajin membaca semua post, dan selalu yang paling saya tunggu adalah tulisan bung satrio termasuk yang ini. cuman bisa geleng2 kepala membaca komen teman2 yang menghina pak wamen habis2an tanpa pikir panjang (tentu saja kesan yang ditangkap adalah sok pintar banget seeh anda). pasti tulisan bung satrio terasa menohok (baca menempeleng) walaupun sudah sangat diperhalus nadanya

      • Bung Yudi, wajar saja kalau komen temen2 seperti itu kepada pak wamen. Justru sebaikanya pak wamen harus sedikit berhati2 dalam melemparkan statmentnya. Bukankah sebaikanya pemerintah memikirkan kebijakan pengelolaan BBM yang arif dan berpihak kepada masyarakat menengah kebawah. Jangan hanya mencukupi kebutuhan BBM di masyarakat yg terus meningkat tanpa dibarengi dengan kebijakan aturan penggunaan BBM (yg hingga saat ini belum dibuat).
        Mungkin anda tidak berpikir bahwa statment pak wamen akan berdampak pada munculnya para spekulan penimbun BBM dadakan dengan alasan ” Kalo perang terjadi “. Statment yg tidak penting, jika keluar dari masyarakat umum seperti kita, kemungkinan tidak ada yg menghiraukan..( mungking bisa dianggap orang gila….weeeekkkk…). Namun statment akan ditanggapi serius jika yg melemparkannya adalah pejabat negara.
        Buat pak wamen mohon berhati2 pak dalam mengeluarkan statment, lebih arif bila masa jabatan yg singkat ini dihabiskan untuk melahirkan kebijakan pengelolaan BBM yg berpihak dan berdampak positif bagi masyarakat kelas menengah ke bawah…
        JAYALAH INDONESIAKU…..MAKMURLKAH NEGERIKU….TERBANGLAH TINGGI GARUDAKU.

        • Saya tidak ikut mencaci pejabat negara, karena sayapun orang birokrat. Hanya saja mari kita membuat statment yg tidak menggiring opini masyarakat untuk menjadi panik sehingga membuat spekulasi untuk melakukan penimbunan BBM. Berikut saya contohkan :
          1. Statment dari seorang petinggi militer Indonesia yang mengatakan KS kita ada 5 unit, lalu apa dampaknya dari ucapan itu.? Masyarakat awam yg notabene sedikit pengetahuannya tentang militer (termasuk saya…hehehe) menjadi bangga dan merasa aman karena tidak akan ada musuh yg mengganggu NKRI. Ini jenis statment yang menyejukkan, walaupun kebenarannya hanya Tuhan dan mereka yang tahu.
          2. Kalau untuk statment yang kurang arif, ini sering kita dapati akhir2 ini dari pihak pemerintah yg hanya bersifat curhat, keluh kesah yang harus didengarkan oleh anak bangsa.
          Jadi pada intinya, lebih baik action membuat aturan kebijakan penggunaan BBM di masyrakat (ini ranahnya Dept. ESDM kan..???) dan didukung dng kebijakan transportasinya. Dari pada hanya sekedar menakuti masyarakat dengan statment BBM cuma tersedia 3 hari kalo perang. Masyarakat kelas bawah sudah hidup susah jadi tidak usah dibuat susah lg dengan statment yg kurang tepat. Contohnya BPJS diberlakukan Januari 2014, dampaknya..??? masyarakat miskin merasa mereka telah diperhatikan oleh pemerintah, walaupun implementasi di lapangan masih ada kendala.
          jadi mohon bung satrio dan bung yudi dapat memahami kegundahan masyarakat menengah kebawah sebelum meng aminkan statment pak Wamen. Untuk pak wamen…salam hormat pak..

          • saya setuju dengan anda bung. statement bbm hanya 3 hari telah diutarakan oleh direktur pertamina. harapannya pak wamen menceriterakan secara garis besar rencana penanggulangannya atau langkah apa yang telah diambil untuk mengatasi hal tersebut. memang fakta di lapangan bahwa tni menunggak pembayaran bbm yang telah terpakai sekian triliun. saya sendiri ragu apakah berita ini disinformasi ataukah fakta lapangan yang sebenarnya. jika perang kebutuhan industri di luar pabrik senjata otomatis berhenti, 3 hari konsumsi domestik indonesia mungkin kalau dikonversi ke alat perang bisa tahan berbulan-bulan. masalahnya adalah bbm sebagai komoditi yang sarat akan muatan politik yang bisa diplintir ke sana kemari. masing2 berusaha mengamankan kursinya sendiri2. maaf jika kurang berkenan.

          • hehehe…makasih bung alugoro. Saya sebagian kecil dari sekian banyak anak bangsa yg peduli akan kemajuan bangsanya yg berharap pejabat negara setingkat menteri dan jajarannya sebagai pembantu presiden dapat benar2 menjalankan tugasnya sebagai penyusun / perencana kebijakan yg akan diambil oleh presiden yg notabene adalah bos mereka. Dan bukannya malah menakut nakuti Presiden dan Rakyatnya dengan statment konyol mereka…..(caaapek dech…..)

    • Susah bung @Satrio, agar efektif lupaya penghematan BBM terlebih dahulu harus datang dari pemerintah secara kolektif, baik sosialisasi, himbauan dan aturan yang memaksa. Diantaranya bisa juga disisipi insentif dan beban proggresive. Dalam hal ini saya kira upaya pemerintah pusat bisa mencontoh Pemprov DKI

      Tadi malam saya baca lagi mengenai kebutuhan dasar infrastruktur (listrik,jalan/jembatan dll) demi mencapai target negara perpendapatan menengah pada 2019 butuh dana Rp 6.500t, sementara diprediksi APBN hanya mampu mendanai 30%-nya. APBN kita juga sangat dibebani subsidi BBM, dan pengguna BBM kita sebagian besar adalah kendaraan, dan DKI juga menyerap subsidi BBM terbesar di Indonesia. Tapi kemudian bisa kita lihat banyak dari pemerintah pusat yang menentang upaya DKI menghapuskan subsidi ini

      Padahal -menurut saya pribadi- hak pemerintah DKI untuk saklek cukup besar, alasannya permprov DKI saat ini sudah melakukan upaya2 pemerintahan yang besih dan efisien, memikirkan solusi bagi masalah2 rakyat miskin perkotaan dan sedang dalam upaya besar2an memperbaiki fasilitas angkutan umum. Jadi tindakan tegas dan aturan memaksa dibarengi juga dengan solusi. Sementara jika pemerintah pusat hanya mengeluh dan mengeluarkan statement2 tapi upaya perbaikan belum ‘dilihat’ masyarakat memang reaksi miring tidak bisa dihindari. Solusi bukan tidak ada, kegagalan ini adalah bentuk ketidakmampuan

      Saya rela bayar pajak lebih tinggi dari sekarang jika ada keyakinan bahwa uang yang saya bayarkan benar2 masuk negara dan kembali bagi kepentingan negara dan rakyat. Saya rasa demikian juga dengan kebanyakan orang lain, tapi Jika pemerintahan bersih dan jujur, dana infrastruktur pusat dan daerah terserap tanpa bocor sana sini saya kira penghapusan subsidi BBM-pun akan bisa diterapkan dgn mulus.

      Sementara ini pak Wamen kesannya hanya level staf ahli, bisa melihat masalah dan memberi masukan2 tapi tidak mampu memberikan solusi dan jalan keluar yang nyata. Sayangnya beliau dan kementrian ESDM adalah gambaran umum kementrian2 di Indonesia. Diluar pencitraan atau tidak, kita perlu orang2 yang lebih kreatif dan bernyali seperti JK, DI, Jokowi, A hok atau Ignasius Jonan. Just mt two cents 🙂

  31. Kasihan pak Wamen, mungkin dia sudah frustasi dengan birokrasi yg mbulet, sehingga membawanya ke ranah publik dgn risiko pribadi. Kalau benar, justru harus diapresiasi, jangan dicaci.

  32. menurut saya, perang cuma bisa bertahan 3 hari sangat kecil. alasannya, jika dalam keadaan darurat perang, seluruh konsumsi BBM ( mobil,motor,angkutan,dll ) akan dialihkan buat kebutuhan alat perang. jika pun selama ini cadangan minyak siap pakai cuma disiapkan untuk 20 hari kedepan.. itu sudah cukup untuk berperang selama 20 hari selebihnya perang akan dilakukan dengan ber-gerilya dan perang kota.

    jika sudah ada statement bahwa jika Indonesia berperang cuma bisa bertahan 3 hari, sudah saatnya menteri energi dan pemerintah membuat suatu rancangan untuk membuat depo” cadangan BBM dalam keadaan darurat militer. tentu saja BBM ini diluar BBM yang di konsumsi public.

    agar pada saat perang, PLN tidak terpaksa mematikan listrik karena tidak ada BBM ( Minyak ), sebaiknya PLN membuat atau memperbanyak pengadaan mesin cadangan alternatif pengganti BBM Minya dengan sumber tenaga yang lain ( batu bara, angin, air, dll )

  33. Omong-omong tentang Indonesia dilarang perang ……..

    Perang adalah kepanjangan dari politik sebuah negara. Perang tidak dibatasi waktu, misal 3 hari, tetapi dibatasi oleh telah tercapainya obyektif / sasarannya. Tahun 2009 Indonesia hampir perang dengan Malaysia di Ambalat, tetapi tidak terjadi karena Malaysia merubah kebijakan politiknya akibat reaksi yg sangat keras dari Indonesia, walaupun dengan segala keterbatasanya. Kalau akhir 2013 ada statement dari yg ngurusin BBM, bahwa kalau terjadi perang kita akan “meninggal” dalam waktu 3 hari karena kehabisan BBM, wah selama ini ngurusin apa?

    Di atas ditulis bahwa perang adalah kepanjangan dari politik sebuah negara, dan perang tidak dibatasi waktu, tetapi dibatasi oleh obyektif / sasarannya. Perang biasa terjadi karena pertikaian perbatasan dipicu ekonomi (yang terjadi di Timur Tengah itu kayaknya anomali, terakhir terjadi abad ke 14, yaitu Perang Salib). Perang akan terjadi kalau sebuah Negara dalam manifesto politik/ ekonominya memutuskan mencapai obyektifnya terpaksa melakukan perang. Kalau obyektif sudah tercapai, biasanya akan ada usaha gencatan senjata dengan status quo kondisi terakhir (sudah menang).

    Uraian di atas memaksa kita untuk mempelototi Laut China Selatan, ZEE dan p. Natuna. Semua prasyarat perang sudah ada, China yang ambisius dengan manifesto politik/ ekonominya, telah menduduki pulau, mengintimidasi dll. Untuk menguasai Laut China Selatan China membutuhkan pangkalan (basing) di daerah tsb. Basing mereka di p. Hainan masih terlalu jauh, sedangkan gugusan pulau2 Paracel dan Spratly terlalu kecil fisiknya untuk digunakan sebagai basing control Laut China Selatan. Meskipun mereka punya 1 kapal induk tapi terlalu rentan digunakan. Disinilah p. Natuna bisa menjadi kuncinya. Mereka tinggal memutuskan saja apakah perang atau memaksakan basing agreement. Mereka punya kemampuan dalam waktu cepat, bilangan 1 x 24 jam, menduduki Natuna dengan seaborne dan airborne landing.

    Sejak 2010 Bakorkamla kita pelindung ZEE telah ber-kali2 diintimidasi. Pemerintah SBY diam saja karena berkukuh mementingkan wacana netral tidak mau dipandang sebagai salah satu pihak yg bertikai.

    Namun ya nggak bisa terus begini. Diharapkan pemerintah yad bisa bertindak lebih tegas. Tidak heran kalau Angkasa Yudha 2013 memusatkan latihan di Natuna.

  34. Kalau itungannya perang jalan bisnis ekonomi juga jalan, ya cuma bertahan 3 hari, tapi masa iya keadaan perang bisnis ekonomi sipil juga jalan? kan engga, sehingga jatah BBM untuk bisnis ekonomi yang berhenti itu bisa diambil alih oleh militer buat perang. bayangkan aja, pesawat tempur lagi duel, angkot dan minibus mondar-mandir di jalan raya nganter anak sekolah dan pedagang pasar.

  35. klo perang dgn malaysia/singapore 1 bln,3 hr indonesia msh bs nglawan,27hr nya indonesia di aniaya..percuma rasanya ada judul mef1-mef2!
    klo gtu bli peswat tempur sm kapal perang pake batre recharge aja,pasar gembrong byk noh

  36. Kalau banyak yang sewot sama Wamen, saya bisa maklum karena bicara (atau disinformasi)nya tidak cerdas / tidak logis.

    >jika Indonesia perang dengan negara lain, maka hanya akan bertahan paling lama 3 hari
    >cadangan BBM kita nol

    1) kesimpulannya; [karena cadangan BBM kita nol] maka [jika perang dengan negara lain, hanya akan bertahan paling lama 3 hari]
    2) pertanyaan: apakah bisa disimpulkan cadangan nasional BBM nol, sementara TNI memiliki cadangan BBM untuk berperang 3 hari?

    Lalu ditambahkan;
    >yang dimiliki Indonesia saat ini adalah cadangan operasional, yang tersebar di SPBU-SPBU dan Depo BBM, cadangan operasional itupun hanya 17 hari.

    3) dalam situasi perang cadangan operasional ini kan bisa diblokir oleh pemerintah untuk keperluan perang / TNI? -> jadi ngaco kalau bilang hanya 3 hari
    4) cadangan operasional yang 17 hari ini hitungannya kan untuk SELURUH kendaraan se Indonesia yang biasa beli BBM di SPBU, sementara ranpur TNI hanya sekian persen dari SELURUH kendaraan tsb, demikian pula armada kapal dan pesawat TNI hanya sekian persen dari seluruh armada kapal dan pesawat sipil. Jadi cadangan operasional ini bisa digunakan selama (n x 17) hari perang.

    5) disamping itu lifting harian kita 840,000 barrel, selama ladang2 dan kilang2 minyak bisa dilindungi dari serangan lawan, akan ada tambahan pasokan ratusan ribu kiloliter BBM per hari untuk keperluan perang

    Jadi darimana hitungan hanya 3 hari ? ? ?

    Hampir pasti Wamen pernah ikut Lemhanas, jadi pernyataan ini berbau disinformasi.
    Sejak rame2 ToT CBG kemarin saya bilang, kalau mau lempar disinformasi yang cerdas dikit dong…

    • Terus intensitas ‘perang’ yang dimaksud seperti apa, karena ada perang kecil, low intensity conflict…

    • Inti yang ingin saya katakan: berdasarkan SDA yang ada, dari segi pasokan BBM kita mampu berperang dalam jangka panjang, pasti sebagian sumur minyak berhasil dihancurkan lawan, tapi ladang minyak kita kan tersebar, jika tersisa 25% saja berarti masih ada produksi minyak 210,000 barrel perhari (yang harus dilindungi mati2an adalah kilang berserta jaringan pipa minyak, plus sejumlah PLTU dan pasokan batubara/gas alam), karena kilang membutuhkan listrik…

      Yang lebih kritis mungkin malah persediaan bahan baku amunisi…

    • Dikorupsi kali bos, minyak bisa untuk perang 1 bulan ternyata dilapor 3 hari. Sisa minyak 27 hari nya kemana hayo … ? Dijual ke musuh?

  37. bank ruskye@klo menteri sdh bicara demikian sdh pasti dgn penelitian yg mendalam dan perhitungan yg matang kawan,tentu bekerjasama dgn dephan makanya dia tahu besaran cadangan minyak tni,jd jgn blg lebay dong..
    Intinya pasti mengajak pihak2 terkait mencari solusi terbaik utk tni ke depannya,khususnya bbm utk peralatan tempur!
    Klo anda punya pendapat yg dirasa lbh cemerlang,knpa tdk temui presiden atau dpr dan uraikan analisis anda tsb,mana tau anda bs langsung diangkat jd menteri menggantikan menteri yg “lebay” tsb hahaha

    • maaf bung Frans, mungkin kita masih ingat statment Menristek tentang mobil murah. Beliau mengatakan bahwa mobil murah ditujukan kepada rakyat kelas menengah kebawah, agar mereka bisa punya mobil…( inikah yg anda maksudkan sudah melalui penelitian yg dalam dan perhitungan yg matang..??..). Masyarakat menengah kebawah mau makan yg layak aja susah, apalagi mau beli untuk tuh mobil.
      Kembali ke topik diatas, jika pak wamen ingin mengajak masyarakat indonesia berhemat BBM, sebaikanya menfokuskan jajarannya untuk membuat draft kebijakan penghematan penggunaan BBM untuk disampaikan ke menterinya yg selanjutnya diajukan ke presiden, bukan dng cara mengeluarkan statment konyolyang bukan kapasitas dia untuk mengeluarkan statment.
      Dan satu lagi bung Frans…ente jng ikutan LEBAY donk, masa setiap ada pemikiran yg bagus harus menghadap ke presiden, melalui media tulisan pun bisa juga…maaf saya tidak suka tuh menghadap presiden, tapi kalo dipanggil menghadap saya mau….hahahaha…salam MERDEKA..!

  38. klo pejabat negara udah “curhat” blak blakan ttg krisis energi, berarti memang kondisi ketahanan energi negara berada dlm level memprihatinkan. Apapun maksud, tujuan, makna dan efek dr statement ini, berharap di kepemimpinan mendatang hal ini menjadi semangat utk melakukan perubahan dan perbaikan, sehingga suatu saat slh satu pejabat berujar “Mau perang selama apapun, Energi kita akan tetap aman”

  39. Kondisi perang tidak sama dengan kondisi normal, saat perang semua bbm akan diprioritaskan pada kebutuhan perang, alokasi minyak kontraktor asing seperti chevron dan sebagainya akan di ambil alih (namanya juga lagi perang) kalau hanya menghasilkan bensin dan solar selain kilang pertamina masyarakat bisa juga melakukan penyulingan minyak secara tradisional dan Saya yakin perang dapat berlarut-larut (walau sebenarnya enggak perlu perang-perangan terjadi) indonesia terkenal dengan akal kancilnya “tak ada rotan akar pun jadi”. Seharusnya yang harus jadi perhatian “janganlah pejabat negara membuat statemen yang membuat galau seperti itu, yang akhirnya membuat bangsa ini menjadi bangsa yang lebay, buatlah keputusan dan solusi hal ini toh menjadi tanggung jawab anda untuk mengambil keputusan sebagai pejabat negara, atau biar saya saja yang menjadi wamen esdm !!!

  40. Sekedar meramaikan…..
    BBM itu adalah utk kebutuhan masyarakat/ekonomi/industri dan kebutuhan militer.
    Saya rasa omongan Wamen itu mengenai kebutuhan yg pertama dengan depot seperti di Plumpang. Untuk kebutuhan kedua militer ya ini rahasia SEMUA negara, disebutkan cadangan Malaysia dll 30-50 hari itu patut diduga utk kebutuhan pertama. Barangkali sdh ada ya BBM utk militer ini di APBN, masuk di kategori rahasia/terbatas, yg masyarakat tidak tahu.

    BBM sipil itu antara lain bensin, minyak diesel, LPG, LNG. Kalau habis, akibatnya chaos di-mana2.
    BBM militer itu antara lain bensin, minyak diesel, avgas, jet fuel. Kalau habis, akibatnya bisa kalah perang. Semua itu membutuhkan kilang minyak dan tanki timbun, jadi kalau masih diimpor dan/atau dimiliki asing, ini juga risiko. Paling tidak utk Indonesia masih sangat dependen terhadap produksi, pengolahan dan transportasi/distribusi.

    Tampaknya sudah sejak lama AL dalam upaya efsiensi telah repowering kapal dari CODOG menjadi CODAD, dan propulsi kapal baru menggunakan CODAD, meskipun kecepatan berkurang tapi sebaliknya endurance bertambah. MBT Leo memakai mesin multi fuel, jadi dalam keadaan darurat kalau kehabisan BBM bisa diisi lagi di sebarang pom bensin. AU masih dependen kepada avgas dan jet fuel.

    • Dalam situasi perang, misal lifting minyak tersisa 10,000 barrrel/hari, seluruh produksi diprioritaskan bagi TNI. Masyarakat terpaksa bike to work ‘n everywhere else (seandainya kantor/pabrik masih buka), karena tidak kebagian BBM. Distribusi/produksi LPG mungkin terganggu, dan dapur terancam tak berasap lagi. Tapi masih ada back-up, listrik!. Dan rice cooker jadi survival kit, untuk masak liwet (beras+sayuran+pot daging/ikan). Bisa untuk masak air juga. Ada listrik, jetpump tetap berfungsi. Jadi listrik adalah layanan publik yang sangat vital untuk dipertahankan…

  41. ckckck Itu wakil ESDM suruh byk2 membaca lagi.

    UU No 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara,, jelas tertulis “bentuk pertahanan negara bersifat semesta dalam arti melibatkan seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan”

    Jadi negara berhak menentukan segala macam terkait SDM & SDA. (mungkin) tidak ada atau dijual bahan bakar minyak secara bebas karena alasan perang, termasuk fasilitas2 publik dan swasta untuk sepenuhnya diambil alih negara dalam rangka pembelaan negara. Lagi pula disaat perang aktivitas publik dan perekenomian sudah pasti terhenti alhasil semua sumber daya dimanfaatkan menjadi mesin perang.. pesawat komersil swasta (mungkin) menjadi bomber TNI AU, Truck dan bus bisa saja menjadi kendaraana angkut prajurit atau suplai senjata..

  42. Mencupi bbm jutaan kendaraan aja mampu, masak ribuan kendaraan tni tdk bisa, hitung lagi pak.

  43. mungkin maksud bapak agar kita bisa hemat BBM?

  44. kalau sy kenal pak iwan,sy akan gabung dengan dia untuk menabok para pejabat yg punya karakter tempe macam si wamen. sektor ESDM memang pimpinannya bobrok semua

  45. p iwan…mau nabok bilang2…….gimana sih pak …maaf negara ini negera hukum…main tabok saja..!!
    nasionalis..sih nasionalis…,..ada2 saja loe wan…,kena perbuatan tak menyenangkan,,penganiyayaan,
    dll

    di potong saja wan….!

    he he he
    santai saja bro

  46. Kalo kita berperang kita akan kalah dalah 3 hari??? YAKIN??????
    itu kalo presiden berikutnya fokus ke UKM dan mengenyampingkan pembelian peralatan militer….ahahahaha

 Leave a Reply