Indonesia Disarankan Beli Pesawat Tempur Setingkat Lebih Canggih

Jakartagreater.com – Mantan Kepala Staff Angkatan Udara Indonesia Agus Supriatna mengharapkan Indonesia membeli pesawat tempur yang setingkat lebih lengkap dari yang dimiliki saat ini.

Dilansir dari Antara, Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna menyatakan, “Begini, kalau memilih pesawat atau alutsista itu harus satu tingkat lengkap dari apa yang kita miliki”.

Karena sudah memiliki pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30, maka kedepan yang harus dibeli adalah pesawat tempur yang setingkat lebih unggul seperti Su-35. Atau karena sudah memiliki jet tempur F-16 Blok 15 dan F-16 Block 52 Refurbished, maka yang layak dibeli adalah F-16 Block 72 (Viper).

Apalagi dengan tetangga dikawasan yang akan diperkuat dengan pesawat tempur canggih dari generasi 5, seperti Singapura dan Australia yang akan membeli pesawat tempur F-35.

Menurut Agus Supriatna, Indonesia juga tidak perlu membeli pesawat tempur tipe lain yang belum pernah dioperasionalkan karena akan menyulitkan pemeliharaan, suku cadang, dan operasionalnya.

“Yang mudah sekarang, enggak usah beli macem-macem, untuk tempur ya itu. Karena sistem pemeliharaan juga tidak mudah,” katanya.

18 pemikiran pada “Indonesia Disarankan Beli Pesawat Tempur Setingkat Lebih Canggih”

  1. nah kan jadi pilihan pak Ryamizard ke Su-35 sudah sangat tepat apalagi sudah separo rembugan tinggal eksekusi nya kapan pihak Rusia sih katanya tinggal kirim sementata Indonesia yang bingung karepe dewe, semalam ni pesawat malah memburu F16 Viper Israel yg akhirnya tersudut di udara Damaskus dan untungnya cuma dihalau sama Su-35 Suriah si Viper supaya pulang kampung, ternyata Suriah banyak sabarnya kalau sama Israel ya mengingat yang diburu Israel adalah Iran

    • Itu strategi politik mas broo… dulu Indonesia pernah mengalami masalah politik baik dengan Soviet maupun dengan USA… sehingga menggunakan dua matra sekaligus akan menjadi langkah paling aman bagi Indonesia… tetap akan ada sayap terbang yang dalam kondisi terbaik saat salah satu dari keduanya terjadi ketegangan dengan Indonesia…

Tinggalkan komentar