Feb 152019
 

JakartaGreater.com – Pejabat Indonesia menyatakan telah memasuki tahap akhir negosiasi untuk menindaklanjuti pesanan tiga kapal selam Tipe 209/1400 dengan perusahaan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan dan kesepakatan diharapkan tercapai dalam beberapa bulan ke depan, seperti di lansir dari laman IHS Jane pada hari Kamis.

Sumber-sumber industri pertahanan, yang telah memperbarui informasi IHS Jane tentang kemajuan negosiasi ini sejak awal Januari 2019, mengatakan bahwa jika semuanya berjalan dengan lancar, kontrak formal untuk kapal-kapal itu mungkin akan terwujud pada akhir Februari atau awal Maret tahun ini.

Namun, ada beberapa keputusan yang belum dibuat, dan itu terutama berkaitan dengan pengaturan pembagian kerja yang dapat dilakukan untuk setiap kapal, menurut konfirmasi dari narasumber.

Setelah terwujud, maka kontrak yang mencakup paket dukungan dan pelatihan di ketiga kapal selam, diperkirakan bernilai sekitar $ 1,2 miliar ($400 juta/unit).

Kapal selam diesel-listrik (SSK) KRI Nagapasha dari kelas Chang Bogo (Type 209) © TNI AL via Wikimedia Commons

Jakarta menandatangani kesepakatan senilai $ 1,1 miliar untuk 3 kapal selam Tipe 209/1400 dengan DSME pada Desember 2011. Dua kapal selam di bawah kontrak ini telah dikirimkan, sementara yang ketiga menunggu peluncuran di lokasi PT PAL di Surabaya. Kapal selam pertama telah ditugaskan di bulan Agustus 2017 sebagai KRI Nagapasa (403).

Sebagaimana ditunjukkan dalam poin-poin tahap awal diskusi yang terlihat dalam dokumen pertemuan yang diberikan kepada IHS Jane, kapal selam pertama dalam kontrak lanjutan, yang akan menjadi kapal keempat di kelas Nagapasa Indonesia secara keseluruhan, akan dirakit di fasilitas DSME di Okpo, Korea Selatan.

Namun, Indonesia telah mengusulkan bahwa dua dari enam modul kapal selam ini dibangun oleh PT PAL di Surabaya, sementara itu DSME akan membangun empat sisanya di Korea Selatan. Setelah siap, modul buatan Indonesia akan dikirimkan ke Okpo untuk perakitan disana.

  10 Responses to “Indonesia-DSME Negosiasi Tahap Akhir Kontrak Tiga Kapal Selam Tambahan”

  1.  

    “…. akan dirakit di fasilitas DSME di Okpo, Korea Selatan.”
    “Setelah siap, modul buatan Indonesia akan dikirimkan ke Okpo untuk perakitan disana.”

    Lha, apa berdasarkan pengalaman mengerjakan yang sekarang ini PT PAL kewalahan atau belum sanggup ya?

  2.  

    Ane juga mikir gitu, artinya ilmunya lom dapat semua nih di kontrak pertama kemaren

  3.  

    Berbeda dengan kontrak pengadaan LPD.

  4.  

    BGM DG KAPAL SELAM CANGBOGO KE-3 YG DIBUAT DI PAL, KOK NYARIS TAK TERDENGAR KESUKSESAN LUNCURNYA?

    •  

      Iya… baru mau bertanya hal yang sama. Gimana kelanjutan yang di PT PAL?? kan selalu bilang sudah siap, bahkan berangan2 mau ditambah AIP, makanya dikerjakan sendiri di PT PAL, tapi gak ada kabar lanjutan nya… Jangan alasan alutsista rahasia ya….

  5.  

    Ya udah yg penting belajar pelan2, korea ya g mungkin gasih ilmu maksimal. Wong pesannya hamya 3 aja, mugo2 pesan 3 lagi, ilmu.dibagi.semua aamiin