Mar 302017
 

Destroyer / Kapal Induk Helikopter Izumo Jepang (Kaij Jieitai /Japan Maritime Self-Defense Force)

Jakarta – Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian memimpin delegasi Indonesia yang beranggotakan Kolonel Kav Oktaheroe Ramsi dan Atase Pertahanan RI untuk Jepang Kolonel Pnb Ian Fuady guna mengikuti Tokyo Defense Forum ke-21 pada 27 Maret-30 Maret 2017.

Dekan FMP Unhan Laksda TNI Amarulla Octavian dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta 29/3/2017 menyampaikan pandangan Indonesia terkait topik dan tema forum dalam paparan berjudul “Multilateral Cooperation on Peacekeeping and Peacebuilding”.

Laksda Octavian menekankan tentang pentingnya “Joint Pre-Deployment Training” untuk pasukan perdamaian dari berbagai negara dalam melakukan harmonisasi Standard Operating Procedure (SOP) dan Rule of Engagement (ROE).

Laksda Octavian juga menjelaskan “Bagaimana Unhan selalu mendukung Pusat Misi Pemelihaan Perdamaian (PMPP) TNI melalui peranan Pusat Studi Damai dan Resolusi Konflik di bawah Fakultas Keamanan Nasional (FKN)”.

Selain berpartisipasi aktif dalam forum, kata Octavian delegasi Indonesia juga memenuhi undangan berbagai negara untuk melakukan pertemuan bilateral seperti dengan tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Perancis sekaligus pertemuan multilateral dengan 10 negara anggota ASEAN.

Tokyo Defense yang digelar Kementerian Pertahanan Jepang bertujuan meningkatkan kerjasama pertahanan di Indo-Asia-Pasifik.

Forum tahunan ini dihadiri oleh 26 negara dari berbagai belahan dunia ditambah tiga organisasi internasional, yakni Uni Eropa, ASEAN dan Palang Merah Internasional.

Forum dibuka secara resmi oleh Wakil Menhan Jepang untuk Parlemen Bapak Kobayashi. Peserta forum sebanyak 68 orang datang dari beragam institusi dalam komposisi para perwira tinggi militer dari ketiga angkatan dan pejabat tinggi kementerian.

Antara

Bagikan Artikel :

  21 Responses to “Indonesia Ikuti Tokyo Defense Forum”

  1.  

    Jgn lupa borong DDH 2 unit

  2.  

    PERTAMAX RACING

  3.  

    republik rakyat china gak diajak?

  4.  

    China apa gak sewot ada forum begini?

  5.  

    jangan lupa pulangnya bawa naruto sama luffy

  6.  

    Borong Pesawat Jet Mitsubishi Siluman 2 Skuadron

  7.  

    Beginian pun jadi minimal kapal induknya untuk poros maritim…jangan cuma semboyan .

  8.  

    JEPANG PELIT!!!!!!!!!!!!!!

  9.  

    JS Izumo (DDH-183) Technical Specifications

    Service Year: 2015
    Type: Helicopter Destroyer Warship
    National Origin: Japan
    Ship Class: Izumo-class

    Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

    Complement (Crew): 970
    Length: 813.44 feet (247.94 meters)
    Beam (Width): 124.64 feet (37.99 meters)
    Draught (Height): 24.6 feet (7.50 meters)
    Surface Displacement: 27,000 tons

    Installed Power and Base Performance

    Engine(s): 4 x Diesel engines with gas turbines in COmbined Diesel And Gas (CODAG) arrangement developing 112,645 shaft horsepower 2 x shafts.
    Surface Speed: 30 knots (35 mph)

    Armament / Air Wing

    Combined missile and cannon armament including vertical launch systems (VLS) and 20mm Phalanx Close-In Weapon Systems (CIWSs).
    Aircraft: Up to seven navalized helicopters of various types – transport, Search and Rescue (SAR), Anti-Submarine Warfare (ASW), etc…

    Global Operators

    Japan

    Ships-in-Class (2)

    JDS Izumo (DDH-183); Unnamed Vessel (DDH-XXX)

    FS Mistral (L9013) Technical Specifications

    Service Year: 2005
    Type: Amphibious Assault Ship / Helicopter Carrier
    National Origin: France
    Ship Class: Mistral-class

    Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

    Complement (Crew): 310
    Length: 652 feet (198.73 meters)
    Beam (Width): 105 feet (32.00 meters)
    Draught (Height): 20.6 feet (6.28 meters)
    Surface Displacement: 16,500 tons

    Installed Power and Base Performance

    Engine(s): 4 x Wartsila diesel alternators; 1 x Wartsila Vaasa auxiliary diesel-alternator; 2 x Mermaid electric motors; 2 x propeller shafts.
    Surface Speed: 19 knots (22 mph)
    Operational Range: 8,260 nautical miles (9,505 miles, 15,297 km)

    Armament / Air Wing

    2 x Simbad Mistral surface-to-air missile systems.
    2 x 30mm Breda-Mauser dual-purpose cannons
    4 x 12.7mm Browning M2HB heavy machine guns
    Aircraft: 16 x Heavy-lift transport helicopters OR 35 x Light-class helicopters. Attack helicopters and Harrier-type jump jet aircraft also supported.

    Global Operators

    France

    Ships-in-Class (5)

    FS Mistral (L9013); FS Tonnerre (L9014); FS Dixmude (L9015); ENS Gamal Abdel Nasser (L1010); ENS Anwar El Sadat (L1020)

  10.  

    haiiyyyaaaa…ciat…ciat…ciaaaatttt…watauwww…

  11.  

    cita-cita setinggi langit itu biasa
    harusnya cita-cita menembus atapnya langit
    dan untuk bisa nembus atap langit diperlukan pesawat multidimensi
    sesuai isi amanat Bung Karno

    “Beri aku 1000 Tejas niscaya akan ku cabut bumi dari akarnya”

    •  

      itu gak salah tulis bung @Anu?
      bukankah mestinya cabut akarnya dari bumi? 😛 hihihi

      •  

        pada tanggal 30 Februari 1963
        untuk menengahi masyarakat yg terpecah akibat pengaruh asing tentang bulat dan datarnya bumi,
        bung Karno sebagai pemimpin yg adil,tidak sombong rajin menabung (janda) melalui kicauan Twitternya mengeluarkan resolusi bahwa BUMI ITU SEPERTI POKOK PISANG.

  12.  

    ngakak baca,nx. 😀

  13.  

    Ane pribadi krg minat ikut” forum..
    apalg kalo sdh dgr Jepun , jd ingat dgn perempuan” Indonesia Kita yg sdh alami berbagai mcm coba”an selm penjajahan Jepang dulu…

    •  

      Ziganwu sedang mengeluarkan kartu As Victim Complex lagi.

      jangan samakan budaya kami dengan mainland china
      hentikan politisasi HAM
      main plintir ‘Study the past if you would define the future’ nya Konfusius saja
      maklum lah bagi bangsa yg menghancurkan budayanya sendiri dgn Revolusi Budaya.

  14.  

    Kpk ott petinggi pal..dlm kasus kapal yg dipesan philipin

 Leave a Reply