Oct 242018
 

Troop Level Radar (TLR) India. (credit: PIB via commons.wikimedia.org)

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan kehormatan Menhan India Smt Nirmala Sitharaman beserta rombongan melalui jajar kehormatan, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, dirilis Antara, Selasa, 23-10-2018.

Kunjungan kehormatan itu merupakan kunjungan balasan satelah sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard berkunjung ke India sebagai pembicara dalam Forum Raisina Dialogue serta Biennial Meeting pada bulan Januari 2018 1alu.

Kepala Pusat Komunikasi dan Publik (Kapuskom Publik) Kementrian Perthanan (Kemhan), Brigjen TNI Totok Sugiharto, mengatakan, kerja sama pertahanan antara India dan Indonesia telah memiliki payung hukum berupa “Defence Cooperation Agreement” (DCA) yang telah ditandatangani pada 11 Januari 2001 di Jakarta.

Dalam perjalanannya DCA telah direvisi bersama dan telah ditandatangani kedua belah pihak secara sirkular pada Mei 2018. Dokumen tersebut secara seremonial telah diserahterimakan bersamaan dengan kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia pada Mei 2018.

Saat ini, kata Totok, RI dan India telah memiliki tiga forum bilateral di bidang pertahanan dan keamanan, yaitu Biennial Meeting pada level Menhan, “Joint Defence Cooperation Committee”(JDCC) pada level Sekjen dan “Indonesia-India Security Dialogue” (IISD) pada level Menko Polhukam.

Terkait implementasi kerja sama tiga negara antara lndonesia-lndia-Australia dalam bidang pertahanan belum memiliki kerangka kerja yang sesuai. Mengingat prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan saling menghormati secara setara masih perlu terus dibangun oleh ketiga negara.

Hal tersebut terkait dengan adanya perbedaan perspektif terhadap beberapa masalah keamanan seperti ketedibatan dalam sengketa Laut China Selatan, keterikatan dalam pakta pertahanan serta posisi masing-masing negara terhadap persaingan antara dua negara besar, AS dan China.

Indonesia, kata Kapuskom Publik Kemhan, secara konsisten menerapkan politik luar negeri yang bebas dan aktif sekaligus menempatkan ASEAN sebagai saka guru dan kebijakan politik luar negeri (UU no 38 tahun 2008).

Untuk kerja sama strategis di bidang industri pertahanan, Indonesia sangat menghargai inisiasi MoU yang telah dikirimkan oleh Bharat Electronic Ltd, India ke PT Len. Pihak India berharap MoU dimaksud dapat ditandatangani pada saat lndo Defence tahun ini.

“Pada prinsipnya Kemhan RI akan terus mendukung upaya-upaya dalam memperkuat hubungan kerja sama lndustri pertahanan Indonesia-lndia,” kata Jenderal bintang satu ini.

Kedua negara juga berharap berbagai peluang dalam kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti seperti “supply chain” komponen dalam produksi radar maupun sonar. Saat ini MoU tersebut sedang dalam pembahasan internal PT Len dan diharapkan akan segera dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Dalam penemuan tersebut Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas keunggulan teknologi yang dimiliki oleh India yaitu misil jarak jauh.

“Hal ini sejalan dengan Indonesia yang saat ini sedang membangun tujuh program unggulan nasional dalam industri pertahanan dan salah satu diantaranya adalah penguasaan teknologi misil. Untuk itu forum partemuan seperti yang dilakukan Indonesia dan India perlu dipertahankan dan dllanjutkan sehingga kontinuitas hubungan pertahanan kedua negara dapat terpelihara.

  4 Responses to “Indonesia-India Bahas Kerja Sama Komponen Radar dan Sonar”

  1.  

    Kerjasama bikin missile itu baru mantap

  2.  

    I agree with you boomerang

  3.  

    ada uang misil melayang, tak ada uang india bergoyang 😛 hihihi

  4.  

    dulu sering diberitakan kalau Indonesia tertarik dengan Brahmos… dan sepertinya tertarik dengan teknologinya…

 Leave a Reply