Dec 072016
 
heli mi-26 halo

Mi-26

Rostov – Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Wahid Supriyadi awal Desember 2016 berada di kota Rostov on Don (berjarak 1079 km selatan Moskow) guna menjajaki peningkatan kerjasama Indonesia – Rusia. Dalam pertemuan dengan Gubernur Provinsi Rostov, Vasiliy Golubev, Dubes Wahid menyatakan Indonesia tertarik untuk membeli produk pesawat amfibi BE-200 dan helikopter MI-26 yang dirakit di provinsi Rostov.

“(Pesawat amfibi) BE-200 telah terbukti ampuh menangani kebakaran hutan maupun aktivitas SAR di Indonesia. Sedangkan helikopter MI-26 baik versi sipil atau militer yang mampu mengangkut sekitar 80 penumpang atau kargo hingga 20 ton, sangat penting bagi mobilitas pasukan maupun sebagai alat angkut di wilayah terpencil di Indonesia,” ujar Dubes Wahid.

Dubes Wahid juga menyatakan ketertarikan Indonesia membeli gandum yang merupakan salah satu primadona ekspor provinsi Rostov. “Setiap tahunnya Indonesia membutuhkan sekitar 7 juta ton tepung terigu mengingat masyarakatnya adalah konsumen kedua terbesar mi instan. Mulai tahun ini, Indonesia juga mulai mengimpor tepung terigu dari Rusia,” ujar Dubes Wahid Supriyadi.

Be 200

Be 200

Sebaliknya Dubes Wahid menawarkan kepada pemerintah dan pengusaha Rostov untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia seperti yang telah dilakukan beberapa investor Rusia lain. Juga ditawarkan berbagai produk ekspor utama Indonesia seperti komoditas CPO dan turunannya, ikan laut, teh, kopi, karet, tekstil, buah tropis dan sebagainya.

Gubernur Rostov Vasily Golubev menyatakan sepakat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara disamping menggiatkan kerjasama di bidang lain termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya dan pariwisata.

Di akhir pertemuan, Dubes Wahid mengundang Gubernur Rostov on Don, KADIN dan pengusaha Rostov untuk berpartisipasi dalam kegiatan temu bisnis pada acara Festival Indonesia ke-2 di Moskow, pada 4 – 6 Agustus 2017.

Neraca perdagangan provinsi Rostov dengan Indonesia dalam 9 bulan tahun 2016 mencapai US$ 4,5 juta, meliputi ekspor US$ 2,29 juta dan impor US$ 2,23 juta. Dibanding periode yang sama tahun 2015, nilai neraca ini meningkat 5%.

Pertukaran Cinceramata antara Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi dengan Gubernur Rostov, Vasiliy Golubev (Foto : Kemlu.go.id)

Pertukaran Cinceramata antara Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi dengan Gubernur Rostov, Vasiliy Golubev (Foto : Kemlu.go.id)

Selama di kota Rostov on Don, Dubes Wahid Supriyadi juga bertemu Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Rostov, Nikolai Prysyazhnyuk yang antara lain membahas kemungkinan partisipasi KADIN Rostov dalam pameran Trade Export Indonesia di Jakarta tahun 2017 dan temu bisnis pada pameran Festival Indonesia ke-2 di Moskow awal Agustus 2017.

Dubes Wahid secara terpisah juga bertemu pimpinan 3 perguruan tinggi di Rostov, yakni Wakil Rektor Southern Federal University (YUFU), Rektor Don State Technical University (DGTU) dan Rektor Rostov State Transportation University (RGUPS) untuk membahas peluang kerjasama pendidikan dan juga menengok mahasiswa Indonesia yang belajar di sana (terdapat 6 mahasiswa Indonesia di YUFU, 1 di DGTU, dan 19 di RGUPS mempelajari bidang perkeretaapian).

 

Sumber : Kemlu.go.id

  24 Responses to “Indonesia Ingin Beli Pesawat Amfibi BE-200 dan Helikopter MI-26”

  1. Borooooooooonggg

  2. Kan sudah pesan 4 unit pswat amphibi dan 3 unti heli.

  3. ingin terus dan terus

  4. Katanya be 200 dah operasional 4 unit

  5. cuma ingin dan gk mau beli, miris. udh berapa kali berita ini kluar. 🙁

  6. Konsumen mie instan kedua terbesar Di dunia?
    Wow..indomai….hehehehe
    Damn I love indomai…

  7. Sekolah perkereta Apian..

  8. Artikel khas Jkrgr, d ulas terus dan terus dan terus…..
    Anehnya banyak yg suka, tuh buktinya banyak yg komen

  9. borongggggg…lg:

  10. lah ini yg benar2 dibutuhkan indonesia kususnya tim sar wat penanggulangan bencana,, wajib lah jangan ragu borong sebanyak2nya.. bE200 dan mi26..

  11. dari keinginan ada tekad, dari tekad ada usaha..tinggal wujud dan realisasinya aja yg mesti di tunggu.. 😀

  12. Daya angkut 20 ton itu setara Herky bukan ya ?? Kalo ada heli bisa angkut 40 ton bisa bawa tank medium Pindad ntar. Beli 2-3 ska, jadi sekali mendarat bisa nelorin 16 tank keluar.

  13. Nasib2 kok cuma sampai diangan tanpa kenyataan.

  14. Sekalian jgn lupa Su-35nya mas di borong

  15. Aku yakin pasti dibeli Indonesia. Mi-26 bisa angkut Scorepene tetangga sekalian si Sultan

  16. wah….. pasti sebagian mahasiswa yg sedang belajar perkereta apian disana dari kalimantan timur
    proyek Rusian railwais borneo udah berjalan, diharapkan setelah lulus mereka akan bekerja mengoperasikan kereta api di kalimantan

  17. ingin bukan berati ada uang atau beli

  18. Dari dulu ingin ingin terus kapan belinya?? Sukhoi mana sukhoi?? Kapal selam mana kapal selam?

    kebiasaan orang Indonesia terlalu lama dalam mengambil keputusan dan akhirnya gak jadi.

 Leave a Reply