Indonesia Ingin Beli Pesawat Amfibi BE-200 dan Helikopter MI-26

heli mi-26 halo
Mi-26

Rostov – Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Wahid Supriyadi awal Desember 2016 berada di kota Rostov on Don (berjarak 1079 km selatan Moskow) guna menjajaki peningkatan kerjasama Indonesia – Rusia. Dalam pertemuan dengan Gubernur Provinsi Rostov, Vasiliy Golubev, Dubes Wahid menyatakan Indonesia tertarik untuk membeli produk pesawat amfibi BE-200 dan helikopter MI-26 yang dirakit di provinsi Rostov.

“(Pesawat amfibi) BE-200 telah terbukti ampuh menangani kebakaran hutan maupun aktivitas SAR di Indonesia. Sedangkan helikopter MI-26 baik versi sipil atau militer yang mampu mengangkut sekitar 80 penumpang atau kargo hingga 20 ton, sangat penting bagi mobilitas pasukan maupun sebagai alat angkut di wilayah terpencil di Indonesia,” ujar Dubes Wahid.

Dubes Wahid juga menyatakan ketertarikan Indonesia membeli gandum yang merupakan salah satu primadona ekspor provinsi Rostov. “Setiap tahunnya Indonesia membutuhkan sekitar 7 juta ton tepung terigu mengingat masyarakatnya adalah konsumen kedua terbesar mi instan. Mulai tahun ini, Indonesia juga mulai mengimpor tepung terigu dari Rusia,” ujar Dubes Wahid Supriyadi.

Be 200
Be 200

Sebaliknya Dubes Wahid menawarkan kepada pemerintah dan pengusaha Rostov untuk berpartisipasi dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia seperti yang telah dilakukan beberapa investor Rusia lain. Juga ditawarkan berbagai produk ekspor utama Indonesia seperti komoditas CPO dan turunannya, ikan laut, teh, kopi, karet, tekstil, buah tropis dan sebagainya.

Gubernur Rostov Vasily Golubev menyatakan sepakat untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara disamping menggiatkan kerjasama di bidang lain termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya dan pariwisata.

Di akhir pertemuan, Dubes Wahid mengundang Gubernur Rostov on Don, KADIN dan pengusaha Rostov untuk berpartisipasi dalam kegiatan temu bisnis pada acara Festival Indonesia ke-2 di Moskow, pada 4 – 6 Agustus 2017.

Neraca perdagangan provinsi Rostov dengan Indonesia dalam 9 bulan tahun 2016 mencapai US$ 4,5 juta, meliputi ekspor US$ 2,29 juta dan impor US$ 2,23 juta. Dibanding periode yang sama tahun 2015, nilai neraca ini meningkat 5%.

Pertukaran Cinceramata antara Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi dengan Gubernur Rostov, Vasiliy Golubev (Foto : Kemlu.go.id)
Pertukaran Cinceramata antara Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi dengan Gubernur Rostov, Vasiliy Golubev (Foto : Kemlu.go.id)

Selama di kota Rostov on Don, Dubes Wahid Supriyadi juga bertemu Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Rostov, Nikolai Prysyazhnyuk yang antara lain membahas kemungkinan partisipasi KADIN Rostov dalam pameran Trade Export Indonesia di Jakarta tahun 2017 dan temu bisnis pada pameran Festival Indonesia ke-2 di Moskow awal Agustus 2017.

Dubes Wahid secara terpisah juga bertemu pimpinan 3 perguruan tinggi di Rostov, yakni Wakil Rektor Southern Federal University (YUFU), Rektor Don State Technical University (DGTU) dan Rektor Rostov State Transportation University (RGUPS) untuk membahas peluang kerjasama pendidikan dan juga menengok mahasiswa Indonesia yang belajar di sana (terdapat 6 mahasiswa Indonesia di YUFU, 1 di DGTU, dan 19 di RGUPS mempelajari bidang perkeretaapian).

 

Sumber : Kemlu.go.id

Tinggalkan komentar