Aug 062014
 

image

New Delhi: Sejalan dengan visi Perdana Menteri India Narendra Modi untuk ekspor hardware pertahanan, produsen rudal jelajah supersonik BrahMos Aerospace mengatakan bahwa negara-negara Asia dan Amerika Latin Tenggara telah menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi sistem senjata jarak 290 km itu dan mungkin India akan mengekspor rudal Brahmos untuk negara-negara sahabat tertentu.

“Beberapa negara Asia dan Amerika Latin Tenggara menginginkan BrahMos, dan menyatakan minatnya untuk itu, terutama untuk angkatan laut dan versi pertahanan pesisir. Sebuah daftar pasti negara-negara peminat sudah ada. Kami mengalami kemajuan dengan strategi pemasaran untuk mengekspor Brahmos ke negara-negara tertentu, yang disetujui oleh pemerintah India dan Rusia, “kata CEO BrahMos Aerospace, Sudhir Kumar Mishra.

“Kami berharap beberapa kontrak ekspor akan ditandatangani dengan negara-negara sahabat untuk India dan Rusia dalam waktu dekat,” katanya dalam sebuah wawancara kepada PTI.

Mishra menolak menyebutkan nama negara-negara yang telah menunjukkan minat terhadap sistem rudal Brahmos, namun sumber Kementerian Pertahanan mengatakan Vietnam dan Indonesia di Asia Tenggara dan Venezuela di Amerika Latin telah menyatakan keinginannya untuk mendapatkan rudal Brahmos.

Sebelumnya, Kepala DRDO Avinash Chander juga telah menyatakan minatnya untuk mengekspor senjata pertahanan untuk negara-negara sahabat.

DRDO dan Rusia NPO Mashinostroyenia (NPOM) adalah mitra dalam patungan dalam membangun BrahMos.

Perjanjian antar pemerintah India dan Rusia dalam pengembangan rudal BrahMos juga menetapkan penggunaan rudal yang canggih ini ke dalam angkatan bersenjata India dan Rusia serta ekspor ke negara-negara sahabat.

Baru-baru ini, Perdana Menteri India telah menyatakan bahwa India sekarang harus bergerak ke arah kemandirian dalam memproduksi senjata dan sistem militer dan juga mencari mengekspor ke negara-negara sahabat.

Ditanya tentang rencana jangka pendeknya untuk pengembangan perusahaan rudal dalam negeri, Mishra mengatakan akan melokalkan pengembangan rudal di India, peningkatan kapasitas produksi yang lebih besar, memenuhi pesanan produksi lebih cepat dari jadwal untuk memastikan pengiriman rudal tepat waktu dan memastikan versi yang berbeda dari rudal BrahMos untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan kekuatan pertahanan termasuk Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Mishra mengatakan kontribusi India sejauh ini hanya untuk sistem panduan navigasi dan sistem kontrol penembakan. “Kita harus fokus pada pengembangan teknologi lokal bagi mesin dan penjejak dari rudal BrahMos,” tambahnya. (timesofindia).

  54 Responses to “Indonesia Inginkan Rudal BrahMos”

  1. Amin

    • BUNGKUS

    • ane kurang yakin jk indonesia akan beli si brahmos, krn udah punya si yakhont. apa tak sebaiknya ambil yg lebih hot dibanding dg brahmos semisal s-300/400

      • Saya setuju Anda bung. Buat apa lagi Prongos, toh kita dah punya nYahonk dan Lapan juga masih terus istiqomah mengembangkan roket/ rudalnya. karuan langsung S3, S4 ato S5 skalian. Itu baru wowwww.
        Tp dgn anggaran pertahanan yg naik signifikan (sprti diberitakan sblmnya kebijakan Jokowi/Titipan Allah SWT yg disampaikan melalui TB Hasanuddin/titipaan Tuhan YME juga) saya yakin Indonesia bisa bungkus S, S ato S.
        Maaf yg merasa ga suka sama TB ato yg sudah trlanjur kalah jgn esmosi. Demokrasi jgn sensi ya….

  2. masih wacana atau masih akan-akan

  3. nomor ije

  4. ๐Ÿ™‚

  5. Mantap kalo bener

  6. Malasiya apa indonesia ya?

  7. Setelah mengakuisisi Yakhont, dimana sesusungguhnya nilai strategis Brahmos bagi Indonesia dan Vietnam? Berbeda halnya jika Malaysia yang mengakuisisi. Idealnya, kita harus sudah melangkah lebih jauh, jangan tetap berada di platform Yakhont. Meskipun sukses secara teknologi, tapi nyatanya Brahmos masih gagal dipasaran. Negara-negara dengan peningkatan anggaran pertahanannya sedang tumbuh, akan menjadi incaran India untuk dijadikan sasaran pasarnya. Daripada beli Brahmos, lebih baik memuluskan jalan ToT dengan China. Meskipun jangkauannya masih di bawah Brahmos, paling tidak kita akan kecipratan ilmu dan doku. Soalnya kita juga diberikan hak untuk mengeksportnya. Untuk sekelas Brahmos, saya pikir Yakhont yang ada sudah cukup, tinggal dimaksimalkan aja. Kalaupun mau beli yang baru, sebaiknya belilah produk yang jauh lebih baik dari Yakhont, jika perlu, bisa menjadi antidot bagi Yakhont dan Brahmos itu sendiri. Hehehe..!

    • oom..yakhont tidak dapat dipasang di pespur..brahmos dipilih krn kompatibel dg beberapa tipe pespur calon pengganti f5 :), selain itu dapat dipasang di platform pertahanan pantai ๐Ÿ™‚

      • Betul, maksud saya adalah kalau mau memperkuat armada pespur kita sekalipun, apakah tidak lebih baik jika menggunakan jenis lain yang lebih baik dari Yakhont? Soalnya, setahu saya, Brahmos adalah Yakhont versi India yang dimodifikasi. Terima kasih bung, salam hangat..!

      • Mbok yo o kalo komen di pikir dulu. Plengki aja manouver ability nya anjlok bawa brahmos lha mau di bawa thypoon hehehe. Neng neng

    • Bukan kah brahmos unggul dari kecepatannya yg supersonic bung yayan, sehingga lebih sulit untuk di tangkal.. lagipula brahmos kan multi platform.. ada versi yg bisa di tenteng pespur.. apalagi akan ada rencana pengembangan ke brahmos II yang kecepatannya hypersonic.. tp kalo tidak mendapat ToT memang dari segi taktis role AShW c 705/805 dan yakhont sudah cukup.. apalagi ada wacana ToT untuk c 705, tinggal melakukan pengembangan dengan basic design dari c 705 sebagai program misil nasional masa depan.. sambil menunggu program tersebut sukses, yakhont dan C series dapat sementara mengisi arsenal TNI.. CMIIW..

      • Maksud bung yayan lebih baik itu adalah bukan dr segi kecepatan, anti ship misil tidak butuh kecepatan tp akurasi/perkenaan hit dan sea skimmingnya itu yg terpenting. Kalo dibawa di pespur ya bisa ancur itu manuver sukhoi. Lebih baik mbok ya lirik anti kapal uran kek atau jenis lainnya

        • Pernah liat gak efek dari rudal hypersonic nyang terintersep ciws pada jarak 1-1,5km dari target?…..he,he,he

          • Monggo dibarbar bung

          • tebakan saya…
            seperti pesawat dgn kecepatan tinggi nabrak burung.. hancur pesawatnya..

            meski rudal hypersonicnya meleduk tapi serpihan rudal yg kecill itu sangaat bahaya….meski massanya itu kecil kalau ada faktor kecepatan ya bahaya juga..
            apalagi jarak 1-1.5 km.. itu dekat sangat dekat sekali..
            E = mc2 dalam ilmu fisika adalah sebuah rumus yang sering dikenal dan sangat penting dalam menjelaskan persamaan nilai antara energi (E) dan massa (m), yang disetarakan secara langsung melalui konstanta kuadrat laju cahaya dalam vakum ( c 2 )

            E = mc^2 \!,

            yang mana:

            E = energi (J)
            m = massa (kg)
            c = kecepatan cahaya (m.s-1)

            Faktor c 2 bernilai 89.88 PJ/kg = 21.48 Mt TNT per kg = 149.3 pJ/u = 931.5 MeV/u.

            Jika energi yang dimaksud dalam persamaan di atas adalah energi diam, maka massa yang terkait adalah juga massa diam atau massa invarian.

    • Saya setuju dan memaklumi pendapatnya Bung yayan@indocuisine, disisi yg lain saya juga sangat setuju dengan adanya ToT (utk Brahmos sekalipun), tapi target dan time frame nya harus jelas. Jangan sampai ToTnya gak kelar2, seperti orang sekolah yg gak lulus2, sekolah melulu; lebih parah lagi klo sekolah/ToTnya dikadalin si guru (terus) makanya gak lulus2.

      • Setuju dgn bung FB.. yg penting yg bisa kasih TOT paling cepet bikin indonesia pinter.. brahmos yg bisa di tenteng sukhoi jg bagus sbg alternatif kalo kaprang kita yg nenteng yakhont di tembak musuh duluan.. karena dari segi pertahanan diri, kaprang kita masih riskan untuk dihancurkan..

        Dengan adanya yakhont, c705 + brahmos utk sukhoi sangat memberikan efek deteren bagi negara tetangga.. kalo mampu beli semua jenis rudal diatas yah alhamdulillah..huehehe

    • Bung @Yayan, mana artikel pencerahannya, saya tunggu. Tidak usah hoax tidak apa2, saya paling suka dengan artikel yg menyajikan cara pandang orang diluar Indonesia thd Indonesia. Maklum oot dan tidak pernah keluar negeri. Salam hangat.

    • @bung yayan…bgm dgn si “iskandar” jd inget jessica iskandar…

    • setuju bung @ Yayan, apabila beli dipertimbangkan cavability and utility nya, beli adalah mengisi kekosongan stock setelahnya , putra putri bangsa yang akan supply dengan kemanpuan yang lebih baik dan terus ditingkatkan…maaf ngarep dot com…

    • yup sepaham neh. c705 bs diperbanyak -murah, meriah, renyah-, lumayan juga dipasang dgn single laucer dr darat secara assembly jg ok kalo dlm darurat.
      tpi jg ote2 hypersonic-nya juga boleh bung. hehehe…….
      salam dr ane bung yayan.

  8. Setuju dngn anda om yayan.. Kpan ni kira2 nulis lagi.. kngen dngn artikel2 yg dulu2 biar hooax hoex yg pnting alhmdulilah, ?ยชk????? apa2 dah bohongn ato d kibulin sama sesepuh jkgr yg pnting ane ttp alhamdullh ???=-???=)) ???=-???=)) ???=-???=))..

  9. Setuju dngn anda om yayan.. Kpan ni kira2 nulis lagi.. kngen dngn artikel2 yg dulu2 biar hooax hoex yg pnting alhmdulilah, ?ยชk????? apa2 dah bohongn ato d kibulin sama sesepuh jkgr yg pnting ane ttp alhamdullh ???=-???=)) ???=-???=)) ???=-???=))..

  10. Setuju dngn anda om yayan.. Kpan ni kira2 nulis lagi.. kngen dngn artikel2 yg dulu2 biar hooax hoex yg pnting alhmdulilah, ?ยชk????? apa2 dah bohongn ato d kibulin sama sesepuh jkgr yg pnting ane ttp alhamdullh ???=-???=)) ???=-???=)) ???=-???=))..

  11. nunggu komen bung jalo ajah. yang kemarin hard ware simulasi. kalo nyambung ngga masalah kalo ngga. kelaut ajah. yang rasa itb udah bagus

  12. goib 13

  13. kurang 1 bung MJ

  14. klo beneran jadi beli nie pinsil mo ditaruh dimana cobak? diPKR,BUNG TOMO klas
    tao silo darat,setau saya kita gag punya kaprang dari rusky dan india…..
    klo di plengker kan kita udah punya sunburn
    didarat malah rentan sabotase dan hantaman rudal lawan

  15. India nya ke geer an kali..Indonesia cm nanya basa basi doang dia samgka mau beli…

  16. Ini penawaran BASI
    Sudah dari beberapa tahun yang lalu pada kita dengan bumbu tot dan produksi bersama tetapi kita OGAH untuk membelinya,
    Rudal KW ini sudah banyak didowngrade oleh rusia sehingga mending beli yang Ori nya karena Rusia bersedia memberikan kepada kita yang orinya ,,jadi ngapain ambil yang KW
    Bila kita memerima membeli dengan syarat TOT dan produksi bersama maka akan berat diongkos karena pasti dengan syarat sayarat yang memberatkan Indonesia,

    BENAR kata bung yayan lebih baik kita membeli yang lebih gahar sebagai antidot untuk Yakhont dan Brahmos,
    Hoaxnya :
    Malaysia sempat membuat Proyek rahasia dengan rusia untuk produksi bersama pesawat pembom jarak jauh dan rudal jelajah berbasis Brahmos,,dan saat itu direspons oleh kita yaitu pernyataan kemenhan “No more for Sukhoi” yang artinya kita lagi ngambek dengan kebijakan menduanya rusia saat itu
    Dan akhirnya Rusia kena batunya dengan kecewanya karena perangkat Knirti diobok obok oleh amerika melalui Malaysia,
    Syukurlah proyek tersebut akhirnya gagal
    Untuk kebenaran hoax tersebut coba tanya saja ke Bung yayan hehehehehe
    Karena Tukang warnet sudah pensiun dari hoax ups,,,

  17. Klu cuma wacana,lebih baik dialihkan keyang lain.

  18. Setuju dengan pendapat bung @yayan kalo kita sudah punya yakhont yg lebih gahar kenapa masih tertarik beli brahmos mending kalo sama2 rudal balistik knp gak sekalian ngambil dri rusia saja toh brahmos juga awalnya pengembangan rudal yg berasal dri rusia

  19. Rusia gak bakalan mau bagi2 tot teknologi rudalnya,kalo sama india kita bs tot teknologi kendali rudal dan seekernya,jd kemenhan musti gandeng drdo untuk kemandirian teknologi rudal masa depan kita biar bs diterapkan ke rhan,masalh platform,rudal ini sementara buat dipasang di pesisir aja,bastion rasa indi

  20. ?k”? .. Bung yayan sepakat pada intinya yg ptng harus ada TOT ya biar kelak kita mampu mandiri bahkan kita bisa mampu membuat prodak yg lebih unggul dari tot semula.

  21. Saya termasuk yg gak setuju kalo beli brahmos. Bukankah kata bung Ps Indonesia sudah punya coastal yakhont. Mending beli Iskander aja.

  22. Kemaren2 dah di Tawarin ke Indonesia nich rudal..tp kita kayanya cuma senyum2 simpul aja kok..:)

  23. brahmos adalah proyek pengkadalan Rusia atas india, russia ingin ada yng mengganti uang RnD yakhont yng sudah dikeluarkan, pdahal yakhont sdh matang

  24. cuma saran,tidak ada salah nya ambil semua…lebih bnyak lebih baik variasi rudal nya

  25. ToT C705 dengan China lebih menguntungkan ๐Ÿ™‚
    Malaysia bukanlah musuh yang harus terus disaingi,
    tapi Malaysia adalah negara tetangga yang patut dikasihani.. makanya kita harus sangat jauh lebih kuat dari aspek ekonomi dan pertahanan – keamanan, karena kita tidak pernah tau kapan malaysia meminta kembali ke pangkuan NKRI.

  26. Mending tot rudal cina aja, india orangnya ribet karakternya.

  27. mending beli brahmos 16 biji untuk SU 27/30 daripada gembar-gembor punya yakhnot di OWA tinggal 2 biji

  28. Bung cimol,,,anda yakin tinggal dua biji??,,,,

  29. Rx 500 lapan mainkan,…

 Leave a Reply