Sep 122017
 

U-214 Jerman

Jakarta – TNI berperan serta menentukan kebutuhan jenis alutsista dan spesifikasinya ketika kerja sama pengembangan industri pertahanan dilakukan dengan negara lain.

Adapun proses kerja sama antar negara tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Perdagangan dengan pihak negara terkait.

“Kita yang menentukan spesifikasi alutsista dan standarnya,” ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Jumat, 8/9/2017 usai upacara pembukaan Perlombaan Piala Panglima TNI di Cilangkap, Jakarta, dirilis Anadolu Agency, 8/9/2017.

Salah satu kerja sama pengembangan industri pertahanan antar negara tersebut dilakukan Indonesia dengan Turki. Wakil Menteri Industri Pertahanan Turki Ismail Demir berkoordinasi dengan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Sutrimo Sumarlan, Rabu 6/9/2017 lalu, di Jakarta.

Kesepakatan yang sedang berjalan adalah pembuatan prototipe medium tank, hasil joint venture antara produsen alutsista Indonesia PT Pindad dengan FNSS Savunma Sistemleri Turki sejak 2015 lalu. Sedang produksinya dilakukan oleh masing-masing negara.

Di Turki, prototipe ini telah rampung dengan nama Kaplan MT dan telah diluncurkan di Ankara beberapa waktu lalu. Bahkan, Kaplan MT juga dipamerkan di 13th International Defense Industry Fair (IDEF’17) di Istanbul, Mei lalu.

Sementara di Indonesia, prototipe ini akan diluncurkan 5 Oktober mendatang pada HUT TNI di Cilegon, Banten.

Berikutnya, kerja sama industri pertahanan kedua negara akan berlanjut dalam proyek pembuatan kapal selam tipe 214 dan drone. Kapal selam tipe ini merupakan jenis kapal selam diesel elektrik dengan sistem Air Independent Propulsion (AIP). Kapal selam ini memiliki kelebihan sulit terdeteksi karena bisa menyelam di dasar air selama 2 pekan.

Langkah strategis pengembangan industri pertahanan bekerja sama dengan negara lain, memiliki target agar negara tersebut mendirikan pabrik di Indonesia.

“Kalau joint tapi tidak buat pabrik di sini, namanya bukan pengembangan industri pertahanan,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang dirilis Anadolu Agency.

  15 Responses to “Indonesia Inginkan Turki Bangun Pabrik Alutsista di Tanah Air”

  1. Toss…

  2. heli serbunya kok gak sekalian ya?

  3. Nah betul…itu…

  4. Drone bisa gotong rudal dan Kasel dg tekhnology AIP mesti diperbanyak untuk kebutuhan pertahanan NKRI. tapi jangan lupakan tawaran rudal ISKANDER dari rusia dan S400 hehehe

  5. Turki dah beli es pat ratus, udah deal tadi pagi.

  6. Segera wujudkan…

  7. Yg penting kunci teknologinya harus dikuasai!

  8. setelah U-209 terakhir dibuat di PT PAL , kemudian akan dilanjutkan naik kelas ke U-214 AIP bersama Turkiyem, minimal membuat 10 kapal selam jenis ini. Setelah kita benar2 menguasai tekhnologi U-214 AIP lanjut ke atasnya lgi setara Soryu klass milik jepang dngan dimensi lebih panjang dan sirip belakang berbentuk V. Mantaaapp.. Indahnya kemandirian..

 Leave a Reply