May 192017
 

Sebuah pesawat Antonov An-70 sedang takeoff. (commons wikimedia/Marianivka)


Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Pertahanan Ukraina Ivan Rusnak untuk membahas perkembangan isu pertahanan Ukraina, termasuk upaya penguatan kerja sama kedua negara. Pertemuan tersebut dilakukan sehari sebelum menghadiri Global Open Parliament Conference di Ukraina.

Ivan Rusnak menyambut baik hubungan kedua negara yang makin meningkat, termasuk kerjasama teknis di bidang militer. Dia juga mendukung peningkatan kerjasama industri pertahanan dengan Indonesia. Menurutnya, teknologi alat-alat pertahanan yang dimiliki Ukraina dapat mendukung kebutuhan Alutsista Indonesia.

Terkait peningkatan kerja sama pertahanan, dari sisi parlemen, Fadli Zon akan mendorong agar Agreement on Defense Cooperation antara Indonesia-Ukraina yang sudah ditandatangani pada 2016, dapat terealisasi. Salah satunya adalah kerja sama teknis di bidang pertahanan.

Pertemuan ini sekaligus sebagai bagian dari aktifitas diplomasi DPR atas kerja sama teknis pertahanan yang sudah dilakukan Indonesia-Ukraina, antara lain perawatan engine pesawat Sukhoi, pembelian kendaraan amphibi BMP 3F Marinir ,dan 5 unit BTR-4M. Saat ini juga pihak pemerintah melalui instansi terkait sedang menjajaki pembelian pesawat Antonov An-70.

Calon Pengganti C-130 yang Uzur

Pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara. (Baron F Hussein)

TNI Angkatan Udara telah berencana mengganti pesawat angkut Hercules C-130 yang sudah uzur.

Dalam kajian yang dikirim ke Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Udara mengincar dua jenis pesawat angkut kelas berat, yakni Airbus A400M Atlas dan Antonov An-70. Soal harga masing-masing merupakan ranah Kementerian Pertahanan.

Penggantian pesawat Hercules masuk program modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI bertajuk Minimum Essential Force (MEF).

Pesawat angkut berat merupakan salah satu Alutsista penting untuk TNI Angkatan Udara. Pesawat jenis ini tak hanya digunakan untuk misi militer, tetapi juga untuk misi kemanusiaan, seperti mengirim bantuan bila ada bencana alam.

Sumber: JPNN

  61 Responses to “Indonesia Jajaki Pembelian Antonov An-70”

  1. 13

  2. siiip

  3. borong plus TOT

  4. Yang penting amin Amin amin

  5. Nah semua pihak bagus perhatian/ajukan alutsista….semoga jg didengar dan jalankan…sehingga kemudian tidak plinpan/ selauu Akaan… buat naik darah aja nih.

  6. Good news, karena pesawat angkut yg dimilik TNI saat ini banyak memiliki catatan buruk.

  7. Fadli Zonk LG nyari obyekan nih

  8. setelah saya baca artikelnya W*F….itu ngapain dewan terhormat sibuk melangkahi kerja sama yg sudah kewajibanya tugas MENHAN-MENLU-MENDAG+atase pertahanan dari Indonesia.

    jiah elah membahas :
    – perkembangan isu pertahanan Ukraina
    penguatan kerja sama kedua negara.
    mendorong agar ADCantara Indonesia-Ukraina dapat terealisasi.

    nyengir kuda ajalah, hanya sekedar remeh temeh saja semuanya….

    duh kalo dipikir kok serasa jd negosiator++ yh. gak kebayang kalo urusan freeport si dia pasti uda langsung menghadap rajanya di USA-King Trump. loby loby dasar antek(wong poto bareng semeringah gitu mukanya)

  9. Beli BMP 3Fnya di ukrain ya ??…

  10. setiap pembelian barang luar adalah rongsok,stop beli ini itu
    tapi jiplak,mulai sekarang jangan bangga kalau beli,tapi budayakan riset dan jiplak.ok……
    dpr jadi calo
    agen kambing jadi calo
    tukang bakso jadi calo
    sampai bos kucing pun jadi calo
    mending lu lu pade yg jadi calo,keluar rumah cari jurang lompat deh lu lu sekalian,itu jauh lebih baik.
    siapa yg mendewakan barang beli walaupun gahar dan sakti berarti dia penghianat,siapa yg sok baru jadi ahli teori tapi sudah merendahkan orang berarti dia musang berbulu kambing,

  11. Lg ntn pengamat pertahanan dan militer Ibu Connie mengenai masalah insiden di natuna dan si jelek giant bow buatan norinco tiongkok di kompas tv…

  12. AN 70 sangat sulit running tanpa peran Rusia. Kandungan komponen Rusia di AN 70 signifikan.

    Butuh dana besar untuk komplemen komponen Rusia pada AN 70 tanpa Rusia.

  13. Yah..sabar aj..cintia..jgn marah2..minum obat hipertensi sana..ya negara qta..beli aj dah sukur bngt apalagi buat riset..jgn harap dh pemerintahan sekarang beli alutsista yg gahar..cuma PHP..ga kaya zaman pak beye..menhan dari militer malah melempem..beda dulu yg menhanya sipil..nasib2

  14. bung jimmy kemana nih.m so sibuk ngurus karet..y .mnhihihihi

  15. BORONG 1 UNIT…

  16. ukraina suruh ngurusi korupsinya yg parah dulu…trust is everything
    entar berakhir seperti btr4 irak dan kita terdowgrade akibat terkikis ini itu

  17. Gak apa-apa beli AN70 3 unit,A400 5 unit,C130 NG 5 unit

  18. DAK PERCAYA… NEGERI SERIBU “AKAN”…

  19. model begini memang gaya menyenangkan
    ngurusi kerjaan orang lain
    kalo kerjaan berhasil mulus tentu dapat ikut serta mengejar agar kebagian fulus
    kalo kerjaan gagal dan terbengkalai tentu mudah untuk cuci tangan dan menuding orang lain tu yang gagal dan bisa ikut menyalahkan orang lain sbg upgrade posisi diri sendiri
    hanya opv ini kalau tidak berkenan dihapus saja

  20. Test…

  21. RI perlu 4 skuadron angkut SETARA C130.

    Jika 1 skuadron penuh berisi 24 unit dan 1 unit C130 berisi 64 prajurit maka :

    4 skuadron x 24 unit x 64 = 6144 prajurit yg dapat diangkut.

    Namun mengadakan 4 x 24 unit = 96 unit C130 terlalu lama proses pembangunannya dan pasti akan lebih dari tahun 2024 selesainya.

    Perlu pesawat angkut yang bisa dibangun dengan cepat yang jika semua digunakan bisa angkut 6144 prajurit dengan cepat.

    Kalau tidak salah, C130 (termasuk yg dari Australia) yang ada di RI ada 30 unit. Anggap angka 30 unit itu benar maka tinggal :

    96 – 30 = 66 unit lagi.

    Untuk mengejar jumlah tambahan 66 unit C130 di tahun 2024 juga nggak akan terkejar.

    Jadi perlu pesawat angkut yg kapasitasnya SETARA dengan 66 unit C130 tambahan ini.

    Nah sekarang kita lihat dulu berapa prajurit yg dapat diangkut oleh 66 unit C130 ini x 64 prajurit = 4224 orang.

    Jadi untuk kejar kebutuhan ini perlu beberapa vendor.

    A400m bisa muat 116 prajurit per unit.
    A330 MRTT bisa muat 300 prajurit per unit.
    An70 bisa muat 300 prajurit per unit.
    C130 bisa muat 64 prajurit per unit.

    Jika sampai tahun 2024, kita mengadakan :
    8 unit A400m
    4 unit A330 MRTT
    4 unit An70
    14 unit Hercules C130.

    Cukupkah ini untuk mengangkut 4224 orang ?

    Kita cek satu per satu :

    A400m : 8 unit x 116 prajurit = 928 prajurit
    A330 MRTT : 4 unit x 300 prajurit = 1200 prajurit
    An70 : 4 unit x 300 prajurit = 1200 prajurit
    C130 = 14 unit x 64 prajurit = 896 prajurit

    928 + 1200 + 1200 + 896 = 4224 prajurit

    Jadi prediksi saya untuk tahun 2017 – 2024, bakal diadakan :

    8 unit A400m
    4 unit A330 MRTT
    4 unit An70
    14 unit C130J

  22. Hore

  23. Nggak bakalan beli,nihil,kosong,babar blas…..

  24. mungkin antonov & ilyhusin cocok untuk pesawat logistic militer indonesia

  25. Di Akan kan

  26. Mau beli dagangan Ukraina? Negara yang sedang kacau balau dan menuju kebangkrutan? Industri persenjataan apa yang Ukraina miliki dalam keadaan sehat walafiat? Tidak ada. Kalau tidak megap ya sudah bangkrut. Lihat pengalaman Thailand saat memesan 49 biji MBT Oplot. Dari pesanan tahun 2011 hingga akhir 2016, Ukraina hanya sanggup mengirimkan 20 Oplot. 5 tahun lebih hanya bisa membuat 20 tank!! Bagaimana pula dengan pesawat angkut strategis kayak An 70 ini? Setahun cuma sebiji atau malah dua tahun sebiji? Kalau kita mesan 16 biji saja, kapan kelarnya semua pesanan itu? 20 tahun? Belum lagi soal suplai spare parts nya kelak. Jangan jangan karena suplai payah, itu pesawat jadi kanibal semua.

 Leave a Reply