Dec 032017
 

International Maritime Organization Committee in London (Commons Wikipedia)

London, Jakartagreater.com – Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C untuk periode 2018-2019 dalam sidang yang berlangsung pada Jumat 1 Desember 2017 di Markas Besar IMO di London, Inggris.

Dubes RI untuk Inggris Raya, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional, Dr Rizal Sukma, memimpin Delegasi Indonesia pada saat sidang pemilihan itu. “Tentu saja kita sangat bersyukur atas terpilihnya kembali Indonesia di Dewan IMO, terlebih lagi dengan kenaikan perolehan suara dan peringkat dibandingkan periode lalu,” ujarnya kepada Antara London, pada Jumat  1 Desember 2017 malam.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pidato pada sidang IMO Assembly ke 30 yang dipimpin Presiden IMO Assembly ke 30, Rolando Drago Rodrguez dari Chile pada Selasa 28 November 2017 lalu di Markas besar IMO,  mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, berkomitmen untuk terus mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Dikatakannya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki konektivitas antarpulau yang luar biasa. Untuk itu, Indonesia akan terus bekerja sama dengan IMO dalam mendukung rencana program Poros Maritim Dunia sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo di IMO bulan April 2016,” ujar Menhub Budi.

Sementara itu Dubes Rizal Sukma menekankan terpilihnya Indonesia menunjukkan pengakuan negara anggota IMO atas peran aktif Indonesia di sektor maritim global dan keberhasilan diplomasi RI di bidang tata kelola maritim global dan pencegahan pencemaran laut.

Sebagai anggota Dewan IMO, Indonesia memainkan peran strategis dalam menentukan agenda dan kebijakan global di bidang kemaritiman, khususnya yang menjadi fokus dan mandat IMO. Keanggotaan di IMO bertujuan untuk mewujudkan visi Pemerintah RI sebagai global maritime fulcrum dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional.

Pemilihan anggota baru Dewan IMO dilakukan di sela-sela Sidang Majelis IMO ke-30 yang berlangsung di Markas besar IMO di London, Inggris sejak tanggal 27 November s.d 6 Desember 2017 mendatang.

Delegasi Indonesia yang hadir pada Sidang Majelis IMO ke-30 terdiri dari perwakilan berbagai kementerian terkait, industri dan asosiasi seperti Pertamina, Pelindo, Pelni, dan INSA.

IMO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut oleh kapal. Dewan IMO adalah organ eksekutif organisasi yang bertanggung jawab untuk mengawasi kerja dan kinerja organisasi. Dewan dipilih untuk jangka waktu 2 tahun.

Terdapat 3 kategori Anggota Dewan International Maritime Organization yaitu Kategori A, B, dan C yaitu :

  1.  Anggota Dewan pada Kategori A merupakan 10 negara anggota dengan Armada terbesar.
  2. Kategori B merupakan 10 negara lain dengan kepentingan terbesar dalam penggunaan jasa pelayaran.
  3. Sedangkan Kategori C adalah 20 negara yang tidak masuk dalam anggota kategori A dan B, namun memiliki kepentingan khusus     dalam transportasi laut atau navigasi dan yang pemilihannya ke dalam anggota Dewan akan memastikan keterwakilan semua daerah geografis utama di dunia.

(Antara)

  14 Responses to “Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan IMO 2018-2019”

  1. Tetap aja arah kebijakan lbh ditentukan oleh negara2 maju!

  2. mudah2an bisa masuk kategori A… sedih jg klo negara kepulauan terbesar cuman masuk ketegori C

 Leave a Reply