Indonesia Kembali Memesan Pesawat C295

40
5

Pesawat CN-295 TNI Angkatan Udara. (detikcom)
Pesawat CN-295 TNI Angkatan Udara. (detikcom)

Pemerintah Indonesia memesan dua unit pesawat C295, yang salah satunya akan dikonfigurasi untuk patroli maritim. Dua unit pesawat tersebut akan dioperasikan oleh Polri dan TNI Angkatan Udara. Sebelumnya, TNI Angkatan Udara telah mengoperasikan beberapa unit C295 sebagai pesawat transportasi.

Kepala pusat desain Indonesian Aerospace, Iwan Krisnanto, dalam tanggapan tertulis terhadap Aviation week, menolak untuk menentukan jenis sistem misi yang akan dipasang di pesawat baru tersebut.

Krisnanto menjelaskan bahwa Dirgantara Indonesia telah memilih sistem Merlin dari perusahaan Integrated Surveillance & Defense Inc Amerika Serikat pada tiga unit pesawat patroli maritim CN-235 (MPA), dua diantaranya dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut, sedangkan CN-235 yang ketiga dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara. Pesawat tersebut diharapkan akan diserahkan pada akhir tahun.

Fitur utama sistem Merlin pada MPA merupakan sistem pengawasan elektronik, menara elektro-optik dan radar pencari Telephonics.

Sumber: Aviation Week

40 COMMENTS

    • Saat ini pt DI sedang mengalami serangan dan tekanan hebat dari pihak2 yg tidak mau industri penerbangan kita maju, persis spt saat Habibie meluncurkan N250, pihak luar terutama produsen pesawat dunia lain segera menggunakan antek2nya di pemerintahan dan legislatif utk menggagalkan kemandirian teknologi dirgantara. Kemampuan PT.DI membuat N219 dan IFX merupakan ancaman bisnis dirgantara perusahaan asing dan mengancam stabilitas kawasan, karena itulah mereka berusaha menggagalkan dg segala cara. Dulu IMF berhasil menjegal Nurtanio bahkan dipaksa dipailitkan, saat ini mereka mencoba hal yg sama dg berusaha menjatuhkan kinerja PT.DI di mata internasional, hati-hati dan waspada buat pengambil kebijakan legislatif dan pemerintah, antek asing siap beraksi kembali

      • setuju bung @nospies, dalam rapat kemarin DPR dengan PTDI, ditemukan kejanggalan penganggaran sebesar 5.3M rupiah dalam audit dari BPK, bukannya cari solusi yang cepat DPR malah menyalahkan PTDI bukannya mendukung, dasar kacung asing, jiwa Nasionalisnya murah!!

      • @mas ari

        Mantap bung…targetnya anggota dpr tsb utk melengserkan dirut PT.DI (senada dg press release yang dikeluarkan oleh fitra).

        Entah mereka2 ini dapat titipan dari “siapa”…targetnya cuma satu, memasang “orang mereka” pd posisi dirut, urusan kemajuan PT. DI mana peduli mereka?

      • @ubed

        Memang benar ada kelemahan pd manajemennya…tapi melihat banyaknya delay dlm delivery namun order tetap tinggi, faktor cashflownya yang lebih dominan, shg kurang leluasa dlm pengadaan mesin, avionik, sucad dan peralatan pendukungnya.

        Bisa jadi harga produk PT. DI terlalu rendah, shg dg order yang banyak mereka tetap susah utk berkembang.

        Ada lagi yang luput dr pengamatan banyak pihak….sbg pabrikan aviasi (fixed wing&rotary), PT. DI hanya menyisakan 1 test pilot perempuan, jadi bisa dibayangkan panjangnya antrian pesawat yang harus mendapatkan assessment dr sang pilot uji.

        Dg segala keterbatasannya, para manajemen PT. DI adalah orang2 yang tetap loyal berkarya disana, bahkan dr saat perusahaan ini terancam kebrangkutan.

        Saya yakin, person2 di manajemen PT.DI bukan tipikal manusia yang “gila jabatan”….TNI dan DPR doronglah kem.BUMN melakukan restrukturisasi dg telaahan yang menyeluruh, tapi tidak secara gelap mata, seperti yang dihembuskan oleh anggota DPR, fitra dan pernyataan2 dr pucuk AU yang mendiskreditkan PT. DI.

      • Kaum cerdik pandai …Lulusan economy Berkeley university itu yang bikin Gagal total …
        Menteri bidang Ekuin yang pintar Dan jenius itu bilang kerok nya ….
        Semua nya begitu …
        Sekarang ini mereka jugs …tidak jadi apa apa …sebagian besar sudah mati semua …
        Bahkan Ada yang hold 1 orang ….

  1. ini jiplak rancangan pak Habibie, buat apa beli kan sudah bisa buat sendiri di PT.DI gak perlu sertifikat halal dari ICAO ataupun FAA asal buat yang tangguh dan lethal kan mau dipakai sendiri buat tentara Indonesia kalau perlu rahasiakan saja racikan pak Habibie

    • Kompas 29 Oktober 2016 : Sejak 2012 APBN mengalami defisit keseimbangan primer artinya utk biayai belanja negara diluar pembayaran bunga utang, fiskal sudah tekor. Untuk bayar semua bunga utang tahun berjalan pemerintah terpaksa harus membiayai dari utang baru dan sebagian utang baru digunakan utk membayar bunga utang tahun berjalan, ini tergolong utang yg sangat tidak produktif……..jadi supaya pembangunan tetap berjalan, dan utang juga bisa diangsur menurut hemat saya pembelian C27 Spartan sangat tidak tepat lebih bijaksana utk tetap memperkuat pertahanan nasional beli CN 235/295 saja di PT. DI lalu persenjatai dengan meriam multibarel ciws (copy dari AK.603 Rusia) pasang disamping kanan kiri bisa berputar 135 derajat itu pesawat bisa rontokkan rudal dan bahkan hancurkan artileri berat dan tank didarat

  2. bukan mengecilkan peran PT DI, tapi user berulang kali kecewa atas deadline penyerahan pesawat, perlu perbaikan di PT DI, baik manajjemen maupun finacial, karena komponen pesawatnya masih IMPOR dari luar, niat baik Pemerintah sangat diperlukan disini, jangan cuma menyalahkan manajemen PT DI.

LEAVE A REPLY