Jan 172014
 
kri-badik-623

KRI Badik 623 (ilustrasi)

Australia meminta maaf kepada Indonesia, melalui media massa, karena kapal militernya memasuki perairan Indonesia. Namun Indonesia masih menunggu permintaan maaf secara resmi dari Pemerintah Australia. Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Marsekal Muda TNI Agus Barnas menyatakan, Indonesia sebetulnya sudah tahu Australia melanggar batas maritim. “Kita kan ada radar TNI AU di Kupang,” katanya kepada wartawan di kantor Kemenpora, Jumat 17 Januari 2014.

Untuk mengamankan kedaulatan wilayah dari Australia, Indonesia sudah mengirim dua KRI tipe Fast Boat Patrol ke perbatasan. Kemudian akhir bulan ini, RI juga akan mengirim 1 unit KRI tipe fregat yang disimpan di Kupang ke perbatasan.

Selain itu, tim terpadu yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Polri, dan TNI, sedang membahas masalah pelanggaran maritim oleh Australia itu.

Sementara Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio enggan menanggapi kabar tersebut. “Saya belum terima tanggapan (Australia) itu. Kalau sudah, akan saya koordinasikan dengan Keduataan Australia di Jakarta,” kata Marsetio saat di konfirmasi VIVAnews.

Menurut Marsetio, Indonesia masih menunggu keterangan resmi dari Australia mengenai pelanggaran batas maritim tersebut. “Mereka akan datang ke tempat saya dan akan menceritakan story-nya bagaimana,” ujarnya.

Australia dan kapal imigran gelap
Diberitakan sebelumnya, Menteri Imigrasi Scott Morrison mengaku menerima informasi soal “pelanggaran yang kurang berhati-hati” itu, awal pekan ini. Namun, pihak berwenang Australia langsung menginformasikannya kepada militer Indonesia, dalam hal ini TNI Angkatan Laut.

“Kami sangat menyesal akan hal itu dan telah menyampaikan maaf,” kata Morrison kepada para wartawan. “Namun pemerintah Australia tetap berkomitmen melanjutkan kebijakan menghentikan kapal-kapal [pembawa imigran gelap] itu,” lanjut Morrison.

Letnan Jenderal Angus Campbell, kepala “Operasi Penegakan Perbatasan” yang bertanggung jawab menghalau para kapal imigran gelap juga mengaku bahwa pelanggaran teritorial itu terjadi dalam beberapa hari. Namun, dia menolak memberi penjelasan lebih lanjut.

Mengusir kapal-kapal pembawa imigran gelap ke perairan Indonesia ini merupakan kebijakan kontroversial pemerintah Australia di bawah Perdana Menteri Tony Abbott. Belakangan ini pemerintah Australia juga tidak mau transparan soal bagaimana dan berapa kapal-kapal itu diusir oleh pihak berwenang, yang melibatkan militer.(vivanews.com)

  197 Responses to “Indonesia Kirim 2 KRI ke Perbatasan Australia”

  1. kilonya dikerahkan dikupang trs komandan. dan utk yg kraken yg pangkalannya didasar laut selatan ttp ngawasi cocos dan samudra hindia.. negeri para buangan itu mmg prl sesekalli di blokade, biar mrk tau dan sadar, klw sebenarnya posisi mrk terkucil dan berada diujung dunia.

  2. Perlu jga di ditambah cn235 mpa dan boeing 737 survilience untuk roling patroli dipantai selatan

  3. .SEBENARNYA Indonesia juga BISA menerapkan suatu aturan yang berlaku internasional yang disebut HOT PURSUIT

    Hot pursuit adalah sebuah mekanisme pengejaran oleh sebuah negara berdaulat ketika ada kapal asing yang melanggar batas tanpa izin dan melakukan pelanggaran hukum.
    “Aturannya MEMPERBOLEHKAN pengejaran bisa sampai ke laut bebas bahkan zona ekonomi ekslusif negara lain, tapi syaratnya harus menggunakan kapal perang (war ship), yang selama ini tidak kita lakukan,”

    SESUAI
    Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip negara kepulauan sehingga laut antarpulau merupakan wilayah Republik Indonesia, bukan kawasan bebas.
    Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia.

    Setelah melalui perjuangan panjang, deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dunia internasional dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982).
    Selanjutnya deklarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.
    Dengan adanya pengakuan PBB ini, luas wilayah Republik Indonesia bertambah 2,5 kali lipat.

    PENETAPAN batas-batas maritim berdasarkan ketentuan United Nations of Convension on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS ‘82) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah RI melalui UU Nomor 17 tahun 1985. Konsekuensi dari aturan tersebut, adalah wilayah yurisdiksi nasional Indonesia harus dipandang sebagai SATU KESATUAN wilayah baik ruang darat, laut, dan udara yang bulat dan utuh.

    Sebagai negara kepulauan, laut mempunyai makna penting bagi bangsa Indonesia. Secara politik, laut melahirkan konsepsi tentang PERSATUAN tidak hanya ke dalam, tetapi juga keluar sebagaimana telah diakui UNCLOS ‘82.

    Bila nanti TNI AL sudah menjadi Green Water Navy dan berkemampuan Green water control maka pola dalam Patroli keamanan Laut melindungi kedaulatan kita akan berubah karena disesuaikan dengan alutsisita yang Disandangnya..

    Kira kira siapa warjager yang bisa menjelaskan bagaimana pola patroli dan kapal jenis apa yang akan digunakannya
    monggo dicerahkan disini

    • Silakan kang di cerahkan,ak nyimak aj…..hehehe

    • Analisis bung @Satrio memang benar, sebenarnya kita memang sudah mengetahui bahwa Australia melanggar batas wilayah, tapi indonesia membiarkan saja, shg australia melanggar peraturan internasional. Dalam hal ini Australia akan merasa ketakutan dan akan minta maaf pada indonesia, khawatir indonesia ngambek lagi.

      • Wong dilanggar kok diam saja ….ketahuan nyadap saja sudah malu dan takut..
        Kalo menurut saya ini secara tidak langsung penghinaan…apa kata tentara AL mereka…bilang tentara kita tidak ada apa2nya…

        • ga masalah mbah..
          wong cuma hinaan saja.
          TNI sdh kebal dengan hinaan, mereka tetap profesional
          jangankan hinaan dari luar
          lha sebagian rakyat RI yg notabene orang tua kandung TNI saja ada yg menghina.

          kecuali kalo mereka ngajak perang, invasi..
          ceritanya bakal lain

    • nunggu pencerahane bung dexter +Melektech + danu+WH+wie + bung yang lain..
      Untuk bung diego supya nge bakar kemenyan,supaya pada dateng, sesepuh pinisepuh dari dynasti warjag 😀 he..hee…

    • Mungkin begini Mas Satrio
      Armada terbagi atas Armada Tempur dan Coast Guard.
      Armada Tempur : frrgat, korvet, KCR. KS dll
      Armada Coast Guard : OPV type vessels (Offshore Patrol Vessel)
      Kedua armada tersebut terpisah dan lain Tupoksinya imho.

    • Masalah jatah BBM yang mengemuka ketika terjadinya kasus slonong boy AL Oz di NTT kemarin, dan kasus Harpoon yang mampu beli tapi gak ada biaya perawatan seperti diungkap bung Melektech kemarin, harusnya menyadarkan kita untuk sangat ketat berpikir tentang duit dan efisiensi terkait pemilihan kelas alutsista dan pola operasi (termasuk patroli).

      Laut kita sangat luas dan kita wajib memiliki SITUATIONAL AWARENESS 24/7 hingga batas ZEE.

      Kriteria situational awareness 24/7 (sorry saya belum tahu padanan kata resmi / versi TNI untuk istilah ini) jika digabung dengan efisiensi biaya akan menghasilkan beberapa lapis solusi.
      Situational awareness sendiri tidak harus berarti patroli / kehadiran militer / military presence.

      Penciptaan s/a berdasarkan rendahnya biaya operasi:

      1] Pemantauan 24/7 dengan menggunakan radar maritim / radar pantai. (The increasing rise in illegal maritime activity whether it be fishing, drug trafficking, human trafficking, terrorism and sabotage of maritime assets has resulted in the demand for fully integrated coastal surveillance systems around the world in order that a country may protect its exclusive economic zone /EEZ and territorial waters. With its ability to integrate a variety of surveillance sensors from multiple sites located ON THE COAST, the ‘Xyz’ command and control surveillance system can provide an advanced surveillance capability to border protection agencies.
      Besides the surveillance capabilities of ‘Xyz’, the system can also integrate with other functions such as oil spill detection, meteorological monitoring and wave and current monitoring to provide an environmental management capability to an already comprehensive surveillance solution).
      ‘Xyz’ adalah merek dagang LN, dan jika kemampuan Isra belum setara, ya dikembangkan segera dengan memberi dana riset yang cukup.
      ‘Xyz’ mampu mengawasi laut hingga ZEE dari pantai (TNI AL, Polair, KKP), juga dapat memantau tumpahan minyak (Kemen KLH), dan tinggi gelombang (BMKG). Di Indonesia barang hebat seperti ini susah laku, karena setiap instansi ingin mengadakan barang / tender sendiri (tahu sendirilah kaitan2nya).

      2] Patroli ZEE tak berawak / UAV, hasil pantauan dibagi ke instansi2 di atas. Kalau range Wulung cs. belum cukup, dikembangkan segera.

      3] Penindakan di ZEE (utamanya maling ikan), seaplane dibantu UAV bersenjata, kalau situasi memaksa ada / kapal backing, bisa panggil pesawat Coin dst. Penindakan dengan kapal terlalu lambat, dan kapal2 maling memiliki kecepatan lebih tinggi.

      4] Jika suatu kapal terpantau (radar pantai dan UAV) tidak melakukan pelanggaran hukum di ZEE, tapi terus bergerak menuju laut teritorial, alarm siaga dibunyikan, tindakan penegakan kedaulatan negara mungkin diperlukan. Mengingat sangat panjangnya laut teritorial RI, pilihan terbaik untuk reaksi pertama adalah UAV patroli, idealnya dilengkapi flare /peluru suar, kalau2 ada yang mematikan lampu kapalnya. Jika melawan, pilihan berikutnya pespur maritime strike yang mampu tiba di hotspot dengan kecepatan Mach dan hitungan jam / puluhan menit. Kapal perang kedodoran, kecepatannya knot, tiba dalam hitungan sekian jam atau hari. Pespur ini dilengkapi flare /peluru suar juga, dan dijinkan memberondong laut di sekitar kapal pelanggar batas dengan canon…

      Kapal perang lebih difokuskan jika ingin baku hantam dengan rudal.

      • Kalau di AU ada bung danu namanya Situational Awareness Datalink (SADL)
        pada avionik pesawat tempur. dan KODAL
        Penggunaan SADL dengan menampilkan data-data terkait posisi kawan dan lawan dalam sebuah Tactical Awareness Display.
        SADL dapat melakukan pertukaran data lokasi, identifikasi, laporan informasi secara mudah dan dapat dilakukan melalui komunikasi pesawat-ke-pesawat, udara-ke-darat, dan darat-ke-udara. Secara spesifik, SADL memungkinkan pilot untuk berbagi posisi, parameter penerbangan, kontak radar, dan Point of Interest.

        Kalau di Angkatan laut
        Situaational awarnes diaplikasikan kemampuan penguasaan ruang dalam wujud situational awareness maupun battlespace awareness dilingkup KODAL
        untuk pelaksanakan operasi dgn Network Centric Warfare (NCW) atau peperangan dengan jaringan terpusat

        Pengimplementasian NCW bertumpu pada kehandalan sistem Command Control Communication Computer Intelligence Surveillance and Reconnaissance (C4ISR) atau Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, Pengintaian dan Pengamatan (K4IPP).
        sering dibahas itu di seskoal
        mungkin bung KRI bisa melengkapi sesuai rol beliaunya
        hehehehe

      • kemarin ada capres yang menampilkan konsep patroli laut dengan drone/uav yang digelar dalamn 3 wilayah, yah seneng aja obrolan tentang 6 bulan lalu tentang situational awareness bersama bung satrio sejalan dengan pemikiran capres
        😀

    • masalahnya ada negara yg enggak meratifikasi unclos 82 spt AS sehingga mereka tidak mengakui aturan tsb dan efeknya adalah spt pelanggaran di pulau bawean mereka merasa berada di parairan internasional dan indonesia enggak bs menegakkan aturan yg kita miliki

    • tambahan : dalamm hukum internasional yang di sahkan PBB ,dalam proses HOT PURSUIT kapal yang nakal boleh di tenggelamkan jika melawan atau di usir sampai batas 100 mil laut dari landas kontinen Zona Ekonomi Ekslusif

    • Bila MEF tahap kedua kelar maka nanti POLA Patroli akan berubah sesuai dengan alutsista yang akan datang menjadikan TNI AL berkekuatan Green water Navy

      Analisa Untuk pola deployment,nya
      Peronda/Patroli terluar ZEE adalah Flagship dan Real frigate,
      Second layer dibelakang para frigate itu adalah Ocean going multi role corvette,( Pkr 10514,Sigma,NR class.dan corvetteskiee )
      Third layer adalah kombinasi Parchim dan Fatahillah untuk peran anti permukaan dan anti kapal selam,
      Dan terakhir, yang tugas jaga choke points dan gerilya laut adalah para KCR.

      Patroli ZEE oleh flagship, real fregat akan dicover atau dilindungi oleh CAP (combat air patrol) land based naval fighter dan pesawat ASW.
      Khusus untuk peran anti kapal jarak jauh dan medium akan dibantu oleh land-based coastal defense missile system.
      Jadi, secara konseptual, design green water navy dan green water control sudah ditangan, dan sedang direalisasikan secara bertahap.

      Real frigate, flagship, dan ocean going corvette akan dilengkapi CMS thales plus sistem dari LEN, akan TERINTEGRASI pula dengan sistem ground based surveillance radar Indera dan Thales, dan juga bisa “ngobrol” pula dengan “mata” dan “telinga” naval/air force fighter plus armada pesawat ASW.

      Sekilas blue print dari INTEGRASI SISTIM ini cukup meyakinkan dan nanti akan dipasang di seluruh armada pemukul utama, baik itu yang berada di darat, laut, dan udara.

      Yang jelas, targetnya kita bisa mengakuisisi kemampuan “Cooperative engagement capability” dan “Saturated attack” terhadap agresor.

      wis selesai sudah semua analisa ane yang berat berat tugas ane da kelar
      tinggal nongkrong nyantai di warjag ini
      hehehehe

      • Hehehe….mantab kang….
        Gmn klo pake pola patroli nya sedikit di bikin hemat kang,misalnya untuk ZEE kt pake pesawat asw baik CN 295 / CN 235 ato pesawat amfibi berkemampuan asw,sementara di bw lautnya kt guna kan KS dengan metode free hunting aja 🙂 ,di zona litoral cukup di awasin pake KCR 60/40 ato parchim dan fatahillah class,sementara peran fregat AMY class dan corvette Sigma,PKR 10514,dan NR di sebar di tiap2 lantamal dng status siaga 🙂 .gt aja sih kang,klo khayalan saya
        .hehehe

        • Cuoocok banget, setuju 101++ %, ini konsep patroli yang pocket-friendly 🙂
          Boleh juga dinamai BBM-based naval patrol concept.

          Berdasarkan data ‘suhu’ perairan RI hingga sekian tahun ke belakang, AMY class cs. mungkin bisa digelar di Lanal Ranai-Natuna, Palu dan Kupang.

          Kalau boleh nawar, CN 235/295 sebetulnya bisa diganti oleh UAV terbesar di Asia karya anak bangsa, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, ilmuwan Indonesia yang kini berkarya di Jepang.

          http://malaysiaflyingherald.files.wordpress.com/2013/08/20110419jx1uav.jpg

          Di Jepang, teknologi yang dikembangkan Josaphat digadang mampu menjadi tulang punggung dalam riset penginderaan jauh. Nantinya, penginderaan jauh tak hanya mengandalkan radar dan satelit, tetapi juga didukung pesawat tanpa awak.
          Saat ini, kata Josaphat, Malaysia dan Jepang sudah bekerja sama lewat program transfer teknologi untuk mengamati Semenanjung Malaysia. Josaphat berharap, Indonesia pun ke depan juga berminat mengaplikasikan teknologi yang dikembangkannya (Kompas,com).

          Miris banget baca kalimat terakhir; otak Indonesia, diserobor jiran, sementara kita sendiri belum “berminat mengaplikasikan teknologi yang dikembangkannya”?.

          • Kalau UAV itu terwujud
            bisa dideploy kan ke 3 wing udara penerbal yang segera terbentuk bung danu
            nanti kedepan arsenal dari wing udara
            pespur navy (bisa f18 hibah atau sukhoi navy baru)
            cn 235 mpa/c 212 mpa
            boeing 737 survelier
            UAV mpa
            C 295 ASW dan helikopter ASW

            Sedangkan helo cobra dan chinock bisa langsung masuk ke arsenal KOMAR

            semoga..amien

          • Amin…

            Muantap banget yang satu ini:

            —> pespur navy

            (mimpi jadi kenyataan)…

          • Hehehe
            Berarti nama patrolinya pocket friendly patrol ya bung….hahaha

          • Hehe, restoran cepat saji yang waralaba kapitalis aja maklum kondisi rata2 kantong kita dan membuat menu Pahe (paket hemat)…

            Hati2 dengan hibah F/A-18, mungkin akal2an untuk menguras kantong kita sekaligus menghambat peluang masuknya BrahMos ke wing udara TNI AL.
            Stick with Su !

          • sy sependapat dgn bung danu,kalau bisa jgn trlu brgantung ama AS lah, mending ngambil SU 30 atau sekalian SU 32 SN

        • Yup betul bung KRI
          Tetapi presence fregate dan PKR tetap harus ada patoli dijalur selatan
          karena faktor presence itulah yang menunjukan TNI AL siap mengawal ZEE nya

          Seperti usul saya dahulu disebelah
          Tiga Boeing 737 surveleir milik Indonesia itu disebar satu di taruh di sumatera lanud suwondo satu lagi di eltari satu standby di skadud 5 hasanudin..
          Atau sekalian aja DIHIBAHKAN ke TNI AL biar di pakai melengkapi 3 wing penerbal TNI AL sedangkan skadud 5 biar diisi pesawat AEW&C baru dan AWACS bekas (hibahan)

          Melihat Fitur Boeing 737 surveleir itu cocoknya dipakai TNI AL
          Fitur utama dari varian pesawat intai maritim ini dengan dua blade antennas (antena pisau) di atas fuselage forward of the fin(sirip) masing-masing 4,87 meter panjangnya.
          Antena Ini menserve Motorola SLAMMR (side-looking airborne modular multi-mission radar).
          Yang bisa melihat sebuah kapal kecil di laut luas pada kisaran 185 km dari ketinggian 9,150 meter.

          Tiga unit pesawat ini sekarang berada di Skuadron Udara 5 Lanud Hasanuddin makasar eman daripada sering nganggur di BKO kan aja di lanud eltari dan di lanud suwondo

          • Hehehe….
            Fregat dan corvette mank ttp ad di selatan kang tp dia hanya sebatas patroli berkala dan ttp status siaga,tp work horsenya ttp FPB 57/KCR 60 ,KS,dan pesawat terbang berkemampuan ASW,knp sy blng bgt kang ?krn untk mengakali biaya operasional yg saat ini dialami oleh TNI kt.
            Mengenai pesawat penerbalmudah2an TNI AL di beliin pesawat amfibi Asw/SAR kdpn nyaminial setengah ska dan sisanya ttp pakai CN-235 Asw 🙂 .
            Klo TNI AU mo hibain Smua pesawat MPA nya setuju bgt kang,baik yg boeing 737 ( 3 unit ) dan yg CN-235MPA ( 1 unit ) ditambah yg punya TNI AL ( 3 unit CN 212 MPA , 5 unit CN 235 MPA NG ) ,dng kekuatan 12 unit sy rasa cukup untuk 5 thn kdpn,sebagai ganti hibah pesawat tersebut TNI AU di beli kan pesawat berkemampuan AEW&C 🙂 .
            Itu aja si kang khayalan dr tukang jaga kios rokok,hehehe
            Btw kira2 kang Erich marah ga ya kang klo mainanya di minta….hahaha

          • Kalau ada pengadaan pesawat amfibi, idealnya ada 2 Beriev Be-200, jika terpaksa ada misi ke Somalia lagi bisa reaksi cepat dengan sistem buddy refuelling. Gak usah air-refuelling, di laut aja, mis di pantai Srilanka.
            Satu berperan sebagai tanker, satu lagi pesawat transpor marinir + denjaka lengkap dengan RHIB mereka (custom designed by Lundin agar pas masuk di kabin + modif cargo door).

            http://www.arianedesign.com/modules/assets/master/fsx%202011-01-15%2013-35-35-91.jpg

  4. TNI AL sudah tidak lagi…….JALESVEVA JAYAMAHE

    • Jangan ngomong begitu gan, itu menyakitkan orang……terutama anggota TNI AL. Kekurangan Alutsista juga bukan kesalahan TNI AL….jadi tidak layak kalo anda mengolok – olok begitu. Mereka tetap bekerja meskipun…fasilitas yg tersedia sangat minim, apalagi gaji. ….
      Sebaliknya apa yg sdh kita perbuat untuk negara ini?

  5. IMHO :
    Udah ngaku aja kecolongan gitu aja kok repot.
    Terus pikirkan sebabnya, cari solusinya.
    Masak kalah sama BNPB dlm penglolaan risiko.
    Pemerintah/sipil tidak punya kebijakan atas risiko reaksi Aussie.
    KemHan sudah terjebak rutin (baca beli alutsista), sekarang mau bikin organisasi baru Kogabwilhan
    KaStaf angkatan ikut2an, jadi tupoksinya terlupakan.
    Ada kegagalan dalm persiapan combat readyness.
    Kalau Tupoksi + SOP sdh berjalan baik, mestinya awal Desember sudah ada kesiapsiagaan di perbatasan baik sipil, Polisi dan TNI.
    Tidak ada masalah biaya karena kan sudah disediakan.
    Jadi masalahnya dimana ya?

  6. TNI khususnya tni al harus mengakui kecolongan dlm hal ini, krn pekarangan rumah kita dimasuki orang lain tanpa ijin. Setelah meledak di media massa krn para imigran teriak2 soal sikap kasar angkatan laut Australia dan kapal perang Australia memasuki wilayah perairan indonesia, baru byk pejabat kebakaran jenggot.
    Semoga peristawa ini tdk terulang lg, mjd pelajaran berharga betapa pentingnya bal tsb diatas.
    Memang KRI jenis fregat dirasakan kurang, tapi setidaknya minimal di setiap pulau besar harus ada minimal 1 KRI jenis fregat dengan kemampuan persejataan yg lengkap . Sedangkan untuk jenis patroli cukup kelas KCR sampe maksimal korvet diperbanyak karena luasnya wilayah NKRI.
    Australia itu dari dulu sampe skrg dlm buku putih nya tetap mencantumkan ancaman utama dtg dari Utara. Klo skrg alasannya ancaman dari china, tp khan hrs lewat indonesia. Jd sebenarnya mereka dari dulu sampe skrg tdk menginginkan indonesia maju di segala Bidang, dan Australia mempunyai karakter dan ego tinggi menganggap dia sebagai polisi kawasan Asia pasifik mewakili amrik.

    • menurut bung KRI diwarung sebelah kondisi patroli yg dilakukan oleh TNI AL di kawan selatan tsb begini:
      KRI 201 said;
      Hehehe…
      Bneran Bung,saya masih awam…hehehe
      Klo soal patroli di perbatasan perairan Indonesia dan Ausie si seperti biasaanya aja Bung 🙂
      Memang agak beda sedikit d banding kmarin,klo kmarin yg biasa patroli di sekitar tiga Pangkalan TNI-AL (Lanal), yakni Lanal Maumere di Pulau Flores bagi tengah, Lanal Mataram di Nusa Tenggara Barat dan Lanal Rote di Kabupaten Rote Ndao serta 24 Pos AL, menyebar dari Maluku Tenggara, Kepulauan Alor, NTB, sampai beberapa tempat di NTT ,hanya KRI weling dan Kal Kembang sekarang di bantu dng 1 unit parchim class ,1 unit FPB 57 class dan 1 unit searider…harap di maklum dan di mengerti Bung,smua itu krn keterbatasaan armada di lingkungan TNI AL,muda2han kdepannya smuanya dengan semesti nya seiring dng peningkatan perkuatan militer Kt…kurang lbhnya sy mohon maap,maklum cm denger2 aja kata cust saya yg suka beli kopi n udud d kios saya…hehehe

      ———————————————————————————————————————————————-
      ANGGARAN yang memang harus ditambah dan deploy kapal sejenis fregat harus lebih disebar bila nanti ada PENAMBAHAN fregat jadi tidak ditumpuk di surabaya saja,,,
      Ada yang tau berapa biaya satu Fregat berlayar selam 3 bulan ,,??

      • Assalamualaikum kang dan sesepuh warjag…
        Waduh kang sy jd malu 🙂 jng dibawa2 kmari donk kang,itu cm khayalan tingkat dewa dr seorang newbie kang….maap ya klo salah….hehehe

        • ayoo kang dicerahkan
          ane nunggguin ini hehehehe
          bung cepot becanda tuuu

        • Iya bung satrio dan bung KRI, cuma prihatin2 tingkat tinggi…… Tp Alhamdullillah di massa skrg pengadaan alutsista khususnya angkatan laut juga meningkat dgn pengadaan korvet, kcr, pkr, light fregat, ks dll
          Cerita nich….. KRI ahmad yani, om saya skr sudah pensiun umur lebih kurang sekitar 68 th , dulu om yg termasuk Kru yg ikut trainning 3 – 4 bulan di belanda yg mengambil fregat kri ahmad yani .
          Nah , skrg om sy klo fregat itu sampe skrg masih bertugas , mempunyai komentar prihatin sekaligus bangga krn fregat itu msh mjd andalan tni sbg striking force armada tni al.
          Dan lucu lg waktu trainning di belanda waktu itu ketemu veteren tentara belanda yg pernah bertugas di indonesia, yg terharu bertemu dgn tentara indonesia, dan menyatakan penyesalan secara pribadi dia

      • Bung satrio, menurut data yg sy peroleh….biaya operasional besarnya biaya untuk menjaga agar armada Angkatan Laut tetap beroperasi, dapat diberikan gambaran sebagai berikut. Untuk melayarkan sebuah kapal jenis fregat kelas Van Speijk, membutuhkan 560 ton avtur yang harus disiapkan untuk satu minggu. Jumlah ini baru memadai, kalau kecepatan ekonomis sebesar 15 knot dipertahankan. karena dengan kecepatan penuh 30 knot menghabiskan 4 ton bahan bakar perjamnya.

        Sumber-sumber lain menyebutkan bahwa biaya untuk satu bulan kapal perang kelas Van Speijk ini beroperasi sama dengan biaya operasional satu batalyon pasukan darat selama setengah tahun

        • Maap ya bung,setau saya kebutuhan bbm Ahmad Yani class sktr 18-20 ton saja sesudah di retrofit,Klo dl memang kebutuhan bbm AMY class memang sekitar 50 ton 🙂 ,maap ya bung klo saya salah,maklum saya cm denger2 aj dr beberapa orang,:-)

          • Bung KRI dan bung Satrio, klo menurut saya hitungan kasar secara teori ……. lihat2 buku lagi betul apa salah…..
            KRI AH memakai 2 Mesin Caterpillar CAT DITA 3616,@16,000 hp+
            kebutuhan bbm mesin disel
            = PK X EPK/H X BD BAHAN BAKAR
            PK = 16.000, untuk mesin baru 0.14 kg (epk/h) untuk mesin lama 0.16 kg (epk/h), bahan bakar untuk solar 0.85 (BD)
            jadi …
            = 16.000 x 0.14 x 0.85
            = 1.904,00 liter/jam = 1,9 ton/ jam
            2 mesin = 3,8 ton/jam untuk mesin baru
            = 16.000 x 0.16 x 0.85
            = 2.176,00 liter/jam = 2,2 ton/jam
            2 mesin = 4.4 ton / jam untuk mesin lama kira2 umur 5 th

            Apabila KRI AH berlayar terus2 menerus selama 7 hari dengan satu hari maksimal 20 jam berlayar maka
            = 7 x 20 x 4 ton = 560 ton dlm 1 minggu

            klo berlayar 1 hari sekitar 10 jam berarti separo dari kebutuhan bbm tsb diatas, atau mungkin ngirit atau enggak berdasar komandan kapal KRI klo berlayar sehari hanya 5 jam tinggal mengalikan tsb

            Maaf itu kebutuhan kasar, silahkan klo teman2 warjag mempunyai hitungan sendiri……

          • – 1 ton = .? liter
            – Ransum (jatah makan) / personil / hari = ..? (selama patroli)

          • @menurut bung gue
            bila kelas amy memerlukan konsumsi solar 2,2 ton / jam sehari berlayar 24 jam x 2,2 ton = 528 ton sehari
            1 ton bbm = 2500 liter solar
            52,8 ton x 2500 liter=132.000 liter x 10ribu/liter(non subsidi) =1,32 milyar sehari..

            @menurut kang kri
            sehari 18-20 ton saja asumsi 20 ton x2500= 50.000 liter
            50.000 x 10 ribu rupiah = 500 juta sehari,

            menurut disebelah
            konsumsi bbm 2 ton per 6 jam dengan kecepatan “normal”
            1 ton bbm = 2500 liter solar
            1 liter solar (katakan) = 10 ribu perak
            so sehari butuh solar = 10 rb liter = 100 juta perak
            1 bulan = 3 milyar
            3 bulan 9 milyar
            itu satu fregat saja diasumsikan sekali berlayar 3 bulan hanya untuk BBM saja belum akomodasi prajurit dll

            WARJAGER bisa bayangkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk patroli mengamankan lautan Indonesia yang luas,,
            makanya paling sebel dengan orang yang bisanya mencela saja tanpa tau kondisi sebenarnya ,,

          • mas Satrio, jika digunakan BD solar/HSD bung gue yang 0.85, 1 tonnya hanya 1,176.5 liter.

            Ada beberapa definisi untuk patroli misal;
            1/ patroli adalah unit taktis kecil yang dikirim melalui jalur darat, laut atau udara untuk tujuan tempur, intai atau keduanya.
            2/ patroli adalah misi pengumpulan informasi atau melaksanakan operasi tempur.
            Di masa damai, tujuan tempur sebuah patroli praktis tidak ada, hanya misi intai / pengumpulan informasi.

            Berkat kemajuan teknologi, tugas manusia untuk melaksanakan tugas intai / pengumpulan informasi (utamanya pada matra laut dan udara) telah sangat diringankan oleh kehadiran perangkat elektronis seperti
            radar dan radar pantai, atau unit robotik seperti satelit atau UAV, yang menjadi tumpuan sistem C4ISR. Sambil ngopi segala informasi yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan lebih lanjut telah terpampang di
            layar lebar Command Center.

            Jika misi AMY hanya intai / pengumpulan informasi, sangat banyak unit lain yang lebih gesit dan irit, baik berupa kapal lain (seperti KCR-40) atau pesawat seperti Casa, bila perlu bahkan UAV.
            Jika untuk menciptakan kehadiran militer di perairan yang agak ‘hangat’ sebaiknya di forward deployed saja di Lanal Ranai, Natuna sehingga jarak berlayarnya pendek, tidak berbulan2.

            Ini kalau mempertimbangkan kebutuhan BBM TNI AL yang terpenuhi hanya 16,8%nya saja;

            Dalam setahun, TNI AL sebenarnya mengalokasikan kebutuhan dana BMP (Bahan Minyak dan Pelumas) Rp.533 milyar per triwulan. Namun yang baru dapat dipenuhi pemerintah adalah Rp.90 milyar atau hanya 16,8%. Sehingga dari alokasi BMP yang ada, jumlahnya hanya bisa mendukung operasional TNI AL selama delapan hari, itu pun jika 40-50 kapal tiap hari beroperasi rutin. Sedangkan pilihan lainnya, yaitu jika digunakan untuk masa tiga bulan, maka TNI AL hanya bisa mengoperasikan lima unit kapal perangnya.

            (dari tesis ITS, saya hanya nemu BAB 1 PENDAHULUAN di jagad maya, setidaknya data 2009)

          • Kalo utk pemakaian kecepatan normal, daya mesin digunakan 50% – 60% dari kemampuan maximum yg diijinkan. Kalau untuk kecepatan maksimum baru digunakan 90% dari kemampuan maksimun mesin yg diijinkan.
            Artinya kalau mesinnya 16000 HP, berarti pada saat patroli menggunakan tenaga sebesar 9600 HP dng asumsi muatan standar.
            9600 (HP) x 0,13 (ltr/HP/jm) = 1248 ~ 1250 ltr / jam.
            kalau patroli 10 jam/hari = 12.500 ltr

            komponen biaya patroli terdiri dari BBM & konsumsi personil
            konsumsi personil Rp. 75.000 / org / hr (index minimal).

  7. Klo gw mah sesuai perairan nya dibagi aja 2, laut pedalaman (laut jawa, banda, karimata, makasar dll) dikontrol coast guard, sedang laut luar (laut timor, aru, sulawesi, natuna, hindia, malaka dll) dikontrol TNI. Karena itu armada TNI minimal ada 12 fregat dan 18 korvet kualifikasi ocean on going. Sedang coast guard perlu kapal patroli besar ukuran 80-90 meter. Tp ya amerika gak ngakuin unclos juga, maka dlm ada insiden bawean. Mereka pake teori mahan toh.

    • Teori Mahan tidak hanya untuk angkatan laut tapi mulai juga digunakan oleh angkatan udara US. Jika ancaman bagi Indonesia adalah US dan sekutunya, theory Alfred Mahan adalah acuan yang bisa dijadikan referensi nebak strategi perang AL dan AU Amerika Serikat. Tidak seperti Clausewitz atau Sun Tzu, Mahan lebih spesifik dan ‘modern’.

      Untuk mencegah peristiwa Bawean terjadi tidak perlu kekuatan samudera, IMO green water navy dgn jangkauan sampai ZEE dengan kuantitas dan kualitas mencukupi sudah cukup menahan arogansi asing. Untuk saya pribadi seharusnya Indonesia mengklaim seluruh hak kedaulatan laut dan untuk jalur internasional bisa disediakan jalur laut dan udara khusus yang bisa kita blokir dalam keadaan darurat/perang. Jalur tersebut juga bisa diatur agar secara geografis memudahkan dan menguntungkan Indonesia dari segi pengamanan, bukan menguntungkan asing dan bebas nyari jalur sendiri. Situasi TNI saat ini menimbulkan harapan. Masih sangat jauh sih, tapi sudah terlihat

  8. Memang harus diakui untuk rekan-rekan dan sesepuh warjag…kalau kita memang kekurangan armada terutama kapal perang fregat dan corvet..,, bahkan beberapa titik bagian laut kita masih bolong tak terjaga oleh armada kri ,,hasilnya pencurian ikan marak nelayan asing sampai puluhan trilyun pertahun nah loh !! ,belom lgi bicara kejahilan negara tetangga yg usil tes nyali dgn memasuki perairan kita secara sembunyi . Karena pengembangan kita selama ini hanya berorentasi ke darat padahal NKRI negara maritim … Salam NKRI semua

  9. Ini dapat artikel dari blog sebelah (utk dipasang di Kupang, dan menghadap ke p. Christmas) sbg pencerahan :

    Integrated Maritime Surveillance System(IMSS) Tanjung Mangkalihat KalTim.

    IMSS merupakan suatu sistem pengawasan maritim yang terintegrasi antara Coastal Surveillance Station (CSS) atau stasiun pengawas di darat dengan sentra pengawasan lainnya.

    CSS terintergrasi dengan Kapal Perang Indonesia (KRI), RegionalCommand Center (RCC) atau pusat pengendalian regional, dan Fleet Command Center (FCC) atau pusat pengendalian armada.

    Fungsi IMSS adalah untuk kewaspadaan di bidang maritim (maritime domain awareness), yaitu mengamankan wilayah perairan Indonesia, khususnya yang berada di daerah yang padat untuk melintas kapal-kapal yang keluar masuk Selat Malaka (ALKI I) dan Selat Makassar (ALKI II), dan perairan wilayah Indonesia (melalui KRI).

    Untuk kawasan Tanjung Mangkalihat, IMSS mulai difungsikan tahun 2010. Berbagai peralatan yang berada di IMSS antara lain Radio Detection and Ranging (RADAR) yang berfungsi sebagai deteksi kontak yang berada di atas permukaan laut (kapal-kapal).

    Ada pula Automatic Identification Station (AIS) yang berfungsi sebagai pemberi informasi tentang nama kapal dan nama panggilan kapal, nomor IMO, dimensi dan tipe kapal, draft kapal, waktu keberangkatan dan kedatangan kapal, tujuan kapal, posisi Lintang Bujur, halu kapal, dan kecepatan kapal.

    Data-data tentang kapal selalu diperbarui dalam periode tertentu pada skala internasional. Sehingga kapal-kapal yang tidak terdaftar bisa didefinisikan sebagai kapal tak dikenal. Kapal rakyat pun tetap terdeteksi dalam radar ini.

    IMSS dilengkapi dengan VHF Radio yang berfungsi sebagai alat komunikasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar stasiun pengawas di darat. Plus HF Radio yang berfungsi sebagai backup datakomunikasi ke RCC apabila VSAT tidak bisa digunakan dan juga sebagai alat komunikasi dengan RCC ataupun dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar CSS.

    Ada pula Day Camera (kamera siang hari) dan FLIR camera (kamera malam hari) yang berfungsi untuk mengambil gambar (memotret) kapal-kapal yang melintas di sekitar CSS. Kamera tersebut bisa digerakkan langsung dari RCC maupun FCC tanpa memberi tahu CSS.

    Sarana pendukung lain di IMSS adalah Nobletec yang berfungsi sebagai monitor posisi kapal-kapal yang melintas di sekitar CSS dan sebagai alat komunikasi dengan RCC dan FCC melalui text message application. Adapun sumber tenaga sistem CSS berasal dari dua buahdiesel generator 15 Kwh.
    IMSS merupakan salah satu piranti teknologi militer yang mutakhir. Banyak negara di dunia yang menggunakannya sebagai salah satu perangkat sistem pertahanan dan keamanan negara.

    Saat ini Indonesia memiliki 20 buah Coastal Surveillance System (CSS). 10 buah berada di Selat Malaka dan 10 buah berada di Selat Makassar. Juga 11 KRI yang dilengkapi IMSS. Tiga KRI di bawah Komando Armada RI Kawasan Barat, dan delapan KRI di bawah Komando Armada RI Kawasan Timur.

    Indonesia juga memiliki dua Regional Command Center, yaitu RCC Batam dan RCC Manado, dua Fleet Command Center, yaitu FCC Jakarta dan FCC Surabaya, serta satu Headquarters (HQ), yaitu HQ Cilangkap.

    • Menurut data Indonesia Maritime Institute, setiap tahun sekitar 63 ribu kapal melintas di Selat Malaka, 3.500 di Selat Sunda, dan 3.900 di Selat Lombok. Sementara tonase kapal dagang yang melintas Selat Malaka setiap tahun 525 juta ton, Selat Sunda 15 juta ton, dan Selat Lombok 140 juta ton.

      Karena volume kapal di selat Lombok (asumsinya terus ke selat Makassar) hanya 6% dari volume traffic di selat Malaka, dari 10 Coastal Surveillance System di selat Makassar mungkin 5 bisa direlokasi ke pulau2 NTB/T, memagari halaman belakang RI dari para turunan bromocorah…

      • Setuju Bung @Danu, makin cepat makin baik, efisiensi. Namun kata efisiensi ini kayaknya kurang dikenal ya he he…

      • Wacana canal Thailand selatan masih tetap ada, didukung China untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur Selat Malaka yang terlanjur “dikuasai” Amerika. Jika terwujud Selat Malaka akan berkurang nilai strategisnya, pukulan bagi Singapura, Malaysia dan Indonesia juga, tapi Indonesia tetap punya Selat Sunda dan Lombok

        Australia akan tetap selamanya tergantung pada jalur laut dan udara Indonesia, penguatan pengawasan dan pengamanan ALKI di selatan memang akan menjadi tekanan politik bagi Australia

  10. Kalo ekonomi G to G hanya di skala kecil, memang geo politik yang lebih strategis.

    Dagangan Australia terutama mineral dan hasil tambang, live cattle dan dairy products. Semua yang sangat dibutuhkan ekonomi dan penduduk negara2 Asia. Sedang produk automotif dalam negerinya tertekan akibat semakin menguatnya dollar Australia, lebih murah jika mendatangkan dari perakitan/produk luar. Dengan jumlah penduduk hanya 20jt lebih pasar dalam negeri Australia juga kecil.

    Ketergantungan ekonomi Australia pada export yang menyebabkan Indonesia sangat penting. Ini daya tawar dan nilai strategis Indonesia. Hendaknya pemerintah kita lebih tegas dalam melindungi nilai tawar ini, terutama terhadap Australia. Rencana apapun yang berkaitan dengan peningkatan kekuatan pertahanan dan wilayah laut/udara harus dipercepat

    • setuju bang..:D

    • klw lihat wilayah indonesia yg membujur dari timur ke barat, sebagai guard seandainya kapal2 perdagangan yg mau menuju asia kita embargo gak boleh lewat jadi bagamana yaah kondisi ekonominya, trus import sapi dan gandum coba kita alihkan negara lain slama 1 tahun. bisa jadi apa prekonomian mreka??

      • Tentu ada kerugian gan, hanya saja kerugian dua belah pihak dan Indonesia yang akan lebih rugi. Alasannya produk Australia (harusnya) lebih murah karena jarak, dan China dengan 1.3 milyar jiwa butuh industri pangan Australia sebagai salah satu pemasok.

        Tapi dalam jangka panjang sebaiknya kemandirian pangan dilakukan dari sekarang dengan serius. Harusnya hasil bumi seperti gandum dan buah2an tropis ga usah import, kita yang masih import garam dan ikan asin tidak akan dipandang serius oleh Australia ketika mengancam menghentikan import gandum dan live catle

  11. JALESVEVA JAYAMAHE Doktrin kekuatan TNI AL era 60an. Di era soeharto hingga sekarang kekuatan TNI AL LEMAH dan tak pantas lagi Doktrin JALESVEVA JAYAMAHE. Cara pandang Kemenhan & Mabes TNI masih perbatasan darat. Lautan INDONESIA begitu luasnya hanya di jaga TNI AL sebesar puluhan ribu personil.

  12. @bung yudhagiz.. justru jaman mbah harto orientasi ke darat, lupa laut … lupa udara… gunanya koramil, kodim jaman dulu itu apa?? buat cari cocot yg omongin rezim dia.. AL dikit wong dipindahin jadi DLLAJR.

    • @ yudhagiz
      @Realizme

      zaman suharto…adalah landasan awal pembangunan TNI era orde baru
      karena pada masa peralihan orla ke orba..semua alutsista unisovyet mulai diSCRAP satu demi satu karena embargo unisovyet..
      pergantian alutsista era unisovyet di bawah pengawasan USA…
      pada zaman suharto pergantian perlahan2 mulai dari mig di ganti f 86 sabre,bronco.,hingga f5,hawk,f16,..(au) dll,juga pengadaan rudal jarak dekat,rbs70,tank amx13,tank scorpion ,rudal rapier,, (ad)..dll,dan untuk AL..6 fregard ex belanda dan inggris,corvet,kapal selam u209,kapal ex jerman timur 39 unit,rudal harpon,rudal exsoset.. dll…dll..coba anda bandingkan pengadaan alut sista jaman SUHARTO VS SBY,..10 thn terakhir..
      banyakan mana dan lebih gahar mana…?(sesuai zamannya)
      kalau zaman suhato beli borongan,kalau zaman sby ketengan….
      PIYE KABARE BRO,ENAKAN ZAMANKU TO…(.suharto)
      santai aja bro

  13. Lebih gahar jamanku

  14. Soekarno@bukannya kamu sudah mati?
    jaman kamu adalah jaman dimana indonesia berada dititik terendah,sesama bangsa hidup saling mencurigai,perang saudara adalah hal yang biasa,kemiskinan dimana mana,punya uang tapi tidak bisa di gunakan.. antri sembako dan minyak tanah manjadi pemandangan yang mengharukan..ga ada yg bs dibanggakan!

  15. Apa betul nih Marsda TNI Agus Barnas menyampaikan “Kita khan ada rada TNI AU di Kupang”…Masalahnya adalah yang di deteksi melakukan pelanggaran wilayah adalah Kapal Perang. Radar yang di maksud oleh Pak Agus dengan radar TNI AU adalah radar Satrad Buraen Kupang. Radar Buraen adalah radar yang mempunyai kemampuan Early Warning dan Ground Control Interception (EW/GCI)..dengan kemampuan coverage area lebih dari 200 Nm radar ini mampu mendeteksi kehadiran peasawat terbang yg mendekati wilayah NKRI dari arah utara, namun radar ini tdk bisa mendeteksi kehadiran kapal perang karena selain site radar yang terletak di ketinggian serta attack of angle radar 10 derajat menyebabkan radar tdk mungkin mampu mendeteksi object yg memiliki ketinggian sm dg radar apalagi di bawahnya…mohon koreksinya,,

    • karena posisinya di Kupang, tugas spesifiknya mendeteksi kehadiran pesawat terbang yg mendekati wilayah NKRI dari arah s e l a t a n.

      saya juga berpikir yang sama, tapi tidak tahu pasti spec-nya, apakah memang tidak bisa diarahkan ke laut, karena bagi teknisi Indonesia tak ada hal yang tabu untuk diutak atik 🙂

      kalaupun bisa, harus ada suatu kejadian khusus yang menyebabkan operator melakukan hal tsb, karena tugas pokoknya adalah melakukan aerial surveillance…

    • cuma nanya….
      apakah yang masuk ke perairan indonesia 3 kapal perang dan 3 sped boat….?
      untuk menggiring 1 kapal imigran..??
      aneh….ya
      apa ada yang tau..?

      • dan yang aneh lagi menurut keterangan imigran tersebut, kapal aus MEMATIKAN LAMPUNYA, menurut Saya ini bukan suatu hal yang tidak disengaja, tapi si aus dengan sengaja memasuki perairan indonesia. Gimana bung Diego? 😀

        • Ngejarnya sudah nanggung. Ya sudah kejar aja sekalian, lagian tidak ada kapal pengawas dari Indonesia, Habis itu minta maaf. Bereskan 😀

          • ada yg gue khawatirkan mengenai kasak kusuk ini :
            “it’s all about a mondey, blood money”

            Jika pihak Oz melontarkan ISUE ini, kira2 effect apa yg menyerang NKRI sendiri..?

            – Ada Penawaran Pembelian setiap Kapal Kayu
            – Ada Imigran yg Penuh Obsesi
            – Tidak menutup kemungkinan terjadi pengulangan Pembelian Kapal kayu yg sama.

            Jadi ini adalah Job…Silent Job.

            # Jika Peluru sumir ini di tembakan…. wah berabe juga tuh..

        • All hands,
          Australia melalui Menteri Imigrasi dan Menteri Luar Negeri secara resmi meminta maaf kepada Indonesia karena telah melanggar wilayah perairan teritorial Indonesia dalam urusan para pencari suaka asal Timur Tengah dan Asia Selatan. Sebagaimana diketahui, kebijakan Perdana Menteri Tony Abbott adalah mengusir para pencari suaka kembali ke perairan Indonesia. Tindakan permintaan maaf dua anggota kabinet Abbott terbukti memperdalam jurang dalam hubungan kedua negara yang belum tuntas terkait dengan urusan spionase.
          Apabila mau berterus terang, sebenarnya Indonesia pun tak akan tahu soal pelanggaran wilayah perairan teritorial itu apabila Scott Morrison dan Julie Bishop tak meminta maaf. Sebab fakta menunjukkan bahwa pelanggaran yang terulang beberapa kali itu tak mampu dideteksi oleh kekuatan laut Indonesia. Baru setelah kasus tersebut muncul ke media massa, Angkatan Laut Indonesia menyebarkan kapal perang ke perbatasan kedua negara.
          Kasus ini sekali lagi menunjukkan bahwa belum ada peningkatan kemampuan dalam deteksi Angkatan Laut Indonesia. Soal “kecolongan” sudah dianggap hal biasa, padahal hal tersebut sebenarnya tak bisa dipandang demikian.
          —————————————————————————————————————-
          JUDULNYA INDONESIA KECOLONGAN GITU…??

          MEMATAHKAN ISU “BAHWA SEBENARNYA INDONESIA SUDAH TAU KAPAL AUSIE NYELONONG”

          santai aja bos

  16. Indonesia harus menjaga wibawanya,apapun bentuk dari pelanggaran batas kedaulatan harus ditindak tegas meski dengan resiko terburuk,perang!
    melengkapi diri dengan alutsista canggih adalah satu kebutuhan,tapi menjaga kedaulatan adalah keharusan meski masih dengan segala keterbatasan,tidak ada toleransi untuk sebuah kedaulatan..
    keramahan dan kesabaran bangsa ini ditafsirkan mereka sebagai kelemahan,maka jika dirasa perlu tindakan tegas dan keras harus kita tunjukkan,jangan pernah merubah keramahan bangsa ini menjadi kemarahan!

  17. destroyer datang klo………………………………….

  18. Pernyataan televisi Jepang itu tampaknya tidak up date informasi. Tgl 13/1/2014 Wakil Menteri Keuangan Korsel justru datang menemui Wamenhan, untuk membahas kelanjutan jangka panjang proyek tersebut. Beberapa hari sebelumnya Menhan RI juga menyebutkan bahwa proyek KFX/IFX akan dilanjutkan.

    Hal ini sesuai dengan kronologi yg terjadi di Korsel. Dalam rapat terakhir militer Korsel, mereka memutuskan untuk melanjutkan Proyek KFX…model C-103- iA yang kekurangan teknologinya, akan dipasok AS dengan imbal beli, pembelian 40 F-35 oleh Korsel. Korsel masih membuka opsi pembelian tambahan Rafale/Typhoon (lupa yg mana), jaga-jaga jika teknologi untuk KFX/IFX tidak didapatkan dari imbal pembelian F-35.

    Setelah itu muncul berita, Parlemen Korsel akan kucurkan dana/ budget KFX di 2015. Berarti omongan Presiden Korsel sebelumnya tidak cedera janji. Dia hanya bilang tertunda sesaat (+- 1,5 tahun). So far tidak ada yang ingkar.

    Lagian tulisan itu (televisi Jepang), tidak menjelaskan, dimana Indonesia dibohonginya ?

  19. tenang aja gan….kalo dibohongin kroya,….pengusahanya banyak yang disini.
    sekali lagi gan tenang…..kalo di indonesia di tipu…poscho kita ambil…!.
    kfx bisa mundur,bahkan bisa batal, tot changbogo .ngaco..kyoya tak punya lisenci dari jerman
    harus ada yang bertanggung jawab ..:)).

  20. salah satu cara jepun untuk merusak pesaingnya korsel dan hanya sebuah opini sj tho..
    Trima kasih pencerahanya bung diego,.
    Rata” media baik tipi atau pun koran banyak yg gedebus,tidak konkrit beritanya dan banyak yg sekedar buah wacana…
    Trims sekali llagi bung diego
    penyampaianya bnyk yg kurang pas,jadi sy yg awaam kususnya harus lbh teliti..

  21. HMS Daring sudah datang. Kapan ya TNI AL punya flagship sekelas ini? 2 renstra rasanya terlalu lama mengingat situasi keamanan yang menghangat

    Length: 152.4 m
    Beam: 21.2 m
    Armament:
    Anti-air missiles:
    Sea Viper (PAAMS) air defence system.
    1× 48-cell Sylver A50 VLS, for a combination of 48:
    Aster 15 missiles (range 1.7-30 km)
    Aster 30 missiles (range 3-120 km)
    Anti-ship missiles:
    2 × quad Harpoon launchers (4 ships only)
    Guns:
    1 × BAE 4.5 inch Mark 8 naval gun
    2 × Oerlikon 30 mm guns
    2 × Phalanx CIWS
    2 × Miniguns
    6 × general purpose machine guns

    Sensorinya juga menggunakan “Ultra Electronic”, penyedia yang juga dipilh untuk upgrade CMS Fatahilah class

    • Iya le, mengko mbah tukok no….wes ojo ngerengek wae… 😀

      • Matur suwun sanget sedurunge mbah..

        Daring class destroyer ini type 45 yang merupakan pengganti type 42, ukurannya lebih panjang dan lebar serta diklaim “mampu melacak dan menghancurkan target lebih banyak dibandingkan 5 (lima) kapal type 42 yang beroperasi bersama-sama sekaligus”</i) Jika benar, bukankah itu artinya efisiensi luar biasa?

        Ada info dari bung @Soetrio bahwa TNI AL melirik fregate Bremen class eks Jerman, jumlah tersedia antara 6-8 unit, harga entah berapa. Jika katakanlah 1 harga real fregate plus upgrades elektronik/persenjataan dan SLEP adalah $400jt USD per unit maka 5 unitnya total perlu $2 milyar. Sedangkan biaya destroyer type 45 adalah 1.7 milyar USD

        1 unit type 45 seharga 1.7 milyar USD bisa mengcover tugas tempur 5 unit freegate refurbished senilai (misal) 2 milyar USD. Ini penghematan dari pengadaan, operasional, logistik dan maintenance. Sayangnya, TNI AL masih di level ngejar kuantitas 🙁 percuma ada kapal superior di (misal) utara sementara selatan bolong-bolong

        • bung @Satrio, type 42 Royal Navy decommissioned 2013, hampir bersamaan dgn Bremen class. Jumlah type 42 yang memasuki pensiun juga lebih banyak, 12 berbanding 8 Bremen. Tapi memang Bremen lebih ‘muda’ walau sepertinya type 42 masih ada yang operasional. Jika kontrak real freegate belum dilakukan bisa jadi type 42 dilirik juga, jika sudah deal setidaknya pernah dilirik

        • Saya sih berharap Bremen class dihibahkan (toh akan di decommisioned, nilai buku = 0), imbalannya Jerman mendapatkan proyek refurbishment-nya (lumayan untuk 8 unit pasti milyaran US$).

          1 type 45 = 5 type 42 bersama2, kata kuncinya “bersama2”.

          Kelebihan kuantitas adalah bisa disebar, 3 di Natuna, 2 di Palu, 3 di Kupang (persis pertimbangan untuk F-16 refurbished).

        • Bisa saja memang skema hibah, mungkin dengan syarat SLEP dan upgrades dilakukan perusahaan Jerman. Bisa jadi malah sudah dibicarakan ketika pengadaan MBT dulu dan merupakan ‘syarat’ tambahan dari pemerintah Jerman

          Beban wilayah TNI memang besar, 1 freegate walau refurbished tetap jauh lebih baik daripada perahu karet. Melihat beban wilayah dan jumlah/waktu pengadaan kapal baru sepertinya destroyer sekelas type 45 masih agak jauh. “Jauh” saya harap 5-10 tahun max

        • secara luasan wilayah sebaiknya ambil bremen class.
          walaupun secara kualitas type 45 lebih unggul. Logikanya Ibarat satu komplek dijaga 1 org polisi bersenjata pistol dengan tingkat mobilitas yg tinggi dan jangkauan yg luas, akan lebih baik bila di jaga 5 atau 6 orang satpam yg bersenjata pentungan namun tersebar lokasinya.
          Dari sisi biaya operasional, memang konsumsi utk 6 org lebih besar biayanya dari pada 1 org. Namun dari sisi efektifitas keamanan, kita bisa tidur nyenyak karena di setiap penjuru komplek ada satpam yg berjaga.
          @ Bung Now pilih yg mana.? Tidur nyenyak atau nemenin pak polisi ronda yg lg kucing2an dng malingnya.?…cuma pendapat saya saja.. 😀

        • Itu juga maksud saya bang 🙂

          lebih baik ada kapal perang (walau refurbished) di wilayah2 yang sekarang baru djaga perahu karet, karena kalo dana yang sama dibeliin 1 destroyer baru maka hanya 1 wilayah sangat kuat namun 5 wilayah lain bolong-bolong.

          Kalo kuantitas terpenuhi baru nanti akan ngejar kualitas. Paca MEF2 (2020) menurut estimasi aman (CAGR anggaran, persentase ideal dan pertumbuhan GDP) anggaran pertahanan akan ada di kisaran 20 milyar USD per tahun. Sepertinya itu waktu estimasi dimana kualitas akan mulai dikejar

        • yang dijaga perahu karet (SAR) sepertinya daerah2 banjir…cmiiw

        • sangat setuju banget bung now.

          Masalahannya itu kapal jd dijual ndak.?…. 😀

          Tukang info…gmn nih..??? A1….A2 atau A sal… 😀

        • batch 3 Type 42 masih awaiting disposal (via wiki) ada kesempatan? hehehe

        • percuma beli mahal mahal pas darurat gak boleh di pake ntar melanggar HAM , emang boleh buat ngalawan Australi ?? maaf ngawur..

        • bung @Danu, perahu karet cocoknya memang untuk SAR, sedang aplikasi militer hanya alat pendukung daripada alat utama kegiatan patroli laut. Namun belum lama ini ada berita jika selama ini perairan Sulbar sepanjang 700km dgn luas 20rb km hanya dijaga 1 unit perahu karet. Untungnya berita itu dilanjutkan dgn rencana pembangunan pangkalan TNI AL di mamuju. Itu tip of the iceberg, masih banyak wilayah lain yang belum terjaga. Baik karena kurangnya kapal atau karena keterbatasan biaya operasional.

          bung @RUSKYE, IMO- jika ada peminat sepertinya dijual. Saat ini anggaran keamanan wilayah EU terus menurun sedang Asia Pasifik adalah wilayah yang paling tinggi peningkatannya. Industri pertahanan barat yang terlalu jual mahal bisa bangkrut 🙂 pengecualian memang ada, biasanya di bidang persenjataan, tapi itupun memudar. Setelah TNI punya SSM dan AAM jarak jauh produk Russia sepertinya blok barat tidak lagi punya alasan mengapa harus jual mahal terhadap Indonesia, jual mahal hanya akan menguntungkan industri blok timur. Dulu kita cuma dibatasi AIM-9 Sidewinder, pasca R-77 kemudian AIM-120 akan datang. Yakhont datang kemudian Exocet MM-40 Block III akan menyusul. Setelah nanti Sigma 10514 datang, tawaran naik kelas sepertinya juga akan ramai 🙂

          bung @newbie, itu alasan lain mengapa negara seperti Indonesia yang non blok butuh kemandirian alutsista, ToT Sigma class dan C705 itu sangat strategis untuk jangka panjang, sayang C705 sangat alot negonya dan belum deal juga

        • @sasha_ batch 3 type 42 masuknya real fregate tuh, tapi tetap lebih pendek dan lebih tua dari bremen class

  22. Pertaman :
    Sakit hati karena perlakuan AS utk proyek Mitsubushi F-2 tdk semanis KFX/IFX.

    Kedua :
    Produk elektroniknya kalah bersaing dengan Samsung & LG.. 😀
    IMHO

    • bank RUSKYE@banyak orang tidak tahu jika teknolngi SAMSUNG dan Lg masih bergantung dengan teknologi jepang,mulai dari otomotif,home appliance sampe perangkat telekomunikasi bahkan teknologi layar sentuh untuk smartphone apple,samsung,Lg dan huawei dipasok oleh sharp japan,termasuk teknologi pemindai retina dan sidik jari yang cuma jepang mampu membuatnya sangat sempurna..produk otomotif korea juga masih dalam kendali raksasa raksasa otomotif jepang,termasuk kepemilikan sahamnya.jadi kesimpulannya jepang tetaplah kiblat teknologi tinggi dunia..china dan korea sudah sepantasnya berterima kasih kepada amerika,karena tidak bisa dibayangkan jika saja jepang tidak dibawah kendali amerika!
      (maaf jika ada yang keliru)

      • @xo: Terbalik bung. Sebagai karyawan LG selama 10 tahun saya bisa pastikan bahwa ketergantungan Korea selatan kepada Jepang sangat sedikit. hampir semua komponen elektronik mereka bisa mandiri. Bahkan Samsung Display dan LG Display kini menguasai pangsa pasar modul LCD maupun LED dunia lebih dari 50% sementara sisanya dibagi antara Jepang dan Taiwan.

        Pemasok terbesar layar sentuh Apple adalah LG Display. Begitu juga teknologi E-ink sebagian besar diproduksi oleh LG Display.
        Kini saya bekerja di pabrik kulkas Sharp dan ia memakai kompresor dari LG (selain Hitachi dan kompresor lain dari China).

        Kalau bung Xo membeli RAM lalu kepingnya ada tulisan Hynix itu adalah buatan Korea. Harus diakui industri elektronika Korea Selatan kini meninggalkan Jepang. Begitu juga industri galangan kapal (dan sebentar lagi otomotif). Yang paling ditakutkan Toyota bukan Mercedes atau BMW tetapi Hyundai Motor 🙂

  23. @Bung Diego,
    Mohon Ijin dulu ya, lagi sepi, ganti topik nih ……
    http://www.ausairpower.net/Milos-Air-Combat-Number-Cruncher.xls
    File Excel di atas dapat di unduh, untuk kita main2 ramalan air combat.
    Kita boleh tidak setuju, tinggal ubah input-nya (warna yellow) lumayan kalo lagi iseng.

  24. Ingin Terbang Bersama Typhoon? Lihat Video Menarik Ini

  25. Daftar Destroyers dunia, silahkan pilih………….. (sumber wiki)
    Toko warjag dibuka…………, klo anda tertarik, cepat usulkan…………..

    Zhuhai (166)
    051 type destroyer (NATO codename Luda)
    • Builders: China (Luda Naval Facility in Dalian; Zhonghua Shipyard in Shanghai; Guangzhou Shipyard in Guangzhou)
    • Type: Surface warfare guided missile destroyer
    Qingdao (113)
    052 type destroyer (NATO codename Luhu)
    • Builders: People’s Republic of China (Jiangnan Shipyard in Shanghai)
    • Type: Multi-role guided missile destroyer
    Shenzhen (167)
    051B type destroyer (NATO codename Luhai)
    • Builders: People’s Republic of China (Dalian Shipyard in Dalian)
    • Type: Multi-role guided missile destroyer
    Guangzhou (168)
    052B type destroyer (NATO codename Luyang I)
    • Builders: People’s Republic of China (Jiangnan Shipyard in Shanghai)
    • Type: Multi-role guided missile destroyer
    Shijiazhuang (116)
    051C type destroyer (NATO codename Luzhou)
    • Builders: People’s Republic of China (Dalian Shipyard in Dalian)
    • Type: Air defense guided missile destroyer
    Lanzhou (170)
    052C type destroyer (NATO codename Luyang II)
    • Builders: People’s Republic of China (Jiangnan Shipyard in Shanghai)
    • Type: Air defense guided missile destroyer
    Almirante Brown class destroyer (MEKO 360H2 type)
    • Builder: Germany
    USS Barry
    Arleigh Burke (DDG-51) class destroyer
    • Type: Large multi-role guided missile destroyer
    Yuugiri DD 153
    Asagiri class destroyer
    • Type: Multi-role destroyer
    Chungmugong Yi Sun-sin (DDG 975)
    Chungmugong Yi Sun-sin (KDX-II) class destroyer
    • Builders: South Korea
    • Type: Guided Missile Destroyer
    Mumbai (D62)
    Delhi class destroyer
    • Builders: India (Mazgaon Dockyard in Mumbai)
    • Type: Guided missile destroyer
    Durand de la Penne (D 560)
    Durand De la Penne class destroyer
    • Builders: Italy

    Yang Manchun (DDH-973)
    Gwanggaeto the Great (KDX-1 Okpo) class destroyer
    • Builders: South Korea (Daewoo in Geoje)
    • Type: Destroyer Helicopter
    Haruna DDH 141
    Haruna class destroyer
    • Builders: Japan
    • Type: Destroyer Helicopter carrier
    Hatakaze DDG 171
    Hatakaze class destroyer
    • Builders: Japan (Mitsubishi in Nagasaki)
    • Type: Guided missile destroyer
    Sawayuki DD 125
    Hatsuyuki class destroyer
    • Builders: Japan
    • Type: Multi-role destroyer
    Horizon class destroyer
    D554 Caio Duilio Italian Navy.
    • Builders: France, Italy
    • Type: Anti-air warfare frigate

    HMCS Algonquin
    Iroquois-class destroyer
    • Builders: Canada (MIL Davie Shipbuilding in Lauzon, Quebec)
    • Type: Large multi-role guided missile destroyer with helicopter (Designated Area Air Defence Destroyer (DDG) in the CF)
    Kerch
    Kara (Project 1134B) Berkut B type
    • Builders: Soviet Union / Ukraine (61 Kommunar in Mykolaiv, Ukraine)
    • Type: Large anti-submarine warfare destroyer

    Kashin
    Kashin (Project 61M) class destroyer
    • Builder: Soviet Union
    • Type: Surface warfare guided missile destroyer
    USS Kidd (DDG-993)
    Kee Lung (Kidd) class destroyer
    • Builders: United States
    • Type: Guided missile destroyer

    Kirishima DDG 174
    Kong? class destroyer
    • Builders: Japan (Mitsubishi in Nagasaki, Ishihari in Tokyo)
    • Type: Large Air Defense guided missile destroyer
    Murasame DD 101
    Murasame class destroyer
    • Builders: Japan (IHI in Tokyo and others)
    • Type: Multi-role destroyer
    ROKS Sejong the Great (DDG 991)
    Sejong the Great (KDX-III) class destroyer
    • Builders: South Korea (Hyundai Heavy Industries)
    • Type: Guided Missile Destroyer
    Taizhou (138) (Chinese Navy)
    Sovremenny (Project 956 Sarych) class destroyer
    • Builders: Soviet Union / Russia (Severnaya Verf 190 in St. Petersburg)
    • Type: Large surface-warfare guided missile destroyer

    Kurama DDH 144
    Shirane class destroyer
    • Builders: Japan (IHI in Tokyo)
    • Type: Destroyer Helicopter

    Tachikaze DDG 168
    Tachikaze class destroyer
    • Builders: Japan (Mitsubishi in Nagasaki)
    • Type: Air Defense guided missile destroyer
    ?nami DD 111
    Takanami class destroyer
    • Builders: Japan
    • Type: Multi-role destroyer
    HMS Liverpool (D92)
    Type 42 destroyer
    • Builders: United Kingdom
    • Type: Guided missile destroyer
    HMS Dauntless (D92)
    Type 45 destroyer
    • Builders: United Kingdom
    • Type: Air defense destroyer
    Marshal Shaposhnikov
    Udaloy (Project 1155 Fregat) class type
    • Builders: Soviet Union / Russia (Yantar Zavod 180 in Kaliningrad)
    • Type: Large anti-submarine guided missile destroyer (Russian designation of ‘large anti-submarine ship’)

  26. Pertahanan Maritim Indonesia sangat lemah, sudah menjadi pembicaraan umum didunia internasional. Menjadi penyebab banyaknya pelanggaran wilayah kedaulatan laut Indonesia oleh negara lain. Silahkan dibaca salah satu artikel dari media Australia tentang kondisi kekuatan laut negara kita berikut ini:

    http://www.smh.com.au/federal-politics/political-opinion/why-indonesia-is-so-touchy-about-borders-20140117-310gg.html

    • @garuda hitam…

      tidak juga tuh….bung garuda hitam…
      coba kalau berani …!
      bila terjadi perang..silahkan kapal musuh lewat di selat alki1 atw2,atw3
      cukup dengan rudal portable/rudal panggul, (jarak pendek) di kiri dan kanan selat…..bonyok itu kapal laut musuh…,bisa juga dengan tank….habis nembak…kaburrrr….atw mlrs…habis nembak kabur juga…..(kalau ranjau ketahuan.),tak perlu radar atau siknal penjejak…..cukup kekeran/teropong saja…..silahkan lewati hujan rudal dan roket di sepanjang selat alki..
      ha ha ha
      gimana sih loe…pinter dikit donk…:)).

  27. Ingin tahu Pk (probability of kills) rudal BVR dan WVR?
    http://www.ausairpower.net/APA-NOTAM-270109-1.html
    Baca artikelnya dan unduh spreadsheetnya, pake u/ menghitung Pk rudal K-77M (menurut asumsi kita!).
    Katanya Pk rudal K-77M mendekati 100%, tapi ‘in the real world’ menurut spreadsheet tsb. nggak demikian, meningkat tapi tidak mendekati 100%. Lumayan kalo lagi iseng.

  28. Jangan mudah percaya bung dengan kata-kata ” kita sudah mengetahui”. waktu kejadian masuknya kapal induk diketahui dari radar yg men deteksi pergerakan pesawat tempur jadi bukan kapal induknya melainkan pesawat tempurnya yg melakukan manuver berbahaya di jalur sipil.

    TNI AU lantas segera kirimkan F16 untuk pencegatan ternyata kalah kelas dan terkunci, misi berubah dari pencegatan menjadi identifikasi visual, klo yg dihadapi pesawat sipil dijamin tuh pesawat diturunkan paksa tp ternyata yg dihadapi pesawat F18 dari kapal induk USS.

    Tau apa yg dilakukan TNI AU selanjutnya ?? mereka segera kirimkan pesawat surveilance B737 yg merekam pergerakan kapal dan dijadikan bukti adanya pelanggaran tsb.

    Kasus Kapal perang Australia ini di bilang sudah diketahui ??? kenapa tidak segera kirimkan pesawat UAV ataupun surveilance sejenis untuk melengkapi bukti adanya pelanggaran masuknya kapal perang austarlia ?

    Ternyata masih tegas dan smart kebijakan TNI AU dari pada TNI AL, mengetahui musuh lebih kuat dilakukan langkah pengumpulan bukti dari pada cuma bilang ” kami sudah mengetahui “

  29. Bung diego ini ada berita keren banget,
    dlm Wawancara antara Lee Sails dng Tony Abbott, Tony abbots marah2 karena ada laporan kalau ada 3 kapal perang TNI AL memasuki telah memasuki wilayah perairan Australia dekat Darwin.

    Dan Tony abbots telah memanggil seluruh armada Australia di kapal standby dan yang bertugas di Timur Tengah telah ditarik untuk kembali ke australia.

    Sedangkan wawancara Mr. Marty Natalegawa dgn Lee Sails sbb:

    Lee sails : “Mr Natelegawa , banyak warga Australia yang bertanya mengapa kapal angkatan laut Indonesia telah melanggar perbatasan kita dekat Darwin untuk menarik empat kapal sekoci pada perjalanan berbahaya ke Darwin . Bagaimana Anda menjelaskan tindakan negara Anda ?

    menurut marty : ” kami menemukan byk orang2 hanyut lepas pantai di perairan Indonesia dgn sekoci/perahu dgn merek tertentu. Ketika kami memeriksa , kami menemukan bahwa sekoci/perahu itu dimiliki oleh Angkatan Laut Australia dan terdaftar atas nama Pemerintah Australia .

    Jadi , kami hanya melakukan hal yang bertetangga dan mengembalikan mereka ke pemilik yang sah (australia).

    Link :
    http://www.independentaustralia.net/life/life-display/breaking-news-indonesian-navy-invades-australian-territorial-waters,6089

    • keren abisss, TNI AL + Marty wookey…

      Well, let me make this crystal clear, Lee, crystal clear.

      We have a plan, Lee, we have a plan.

      Not at all. There’s a world of difference, a world of difference,

      Si Abbott emang biasanya ngomong seperti ini, atau emang lagi gemetaran and wet his pants ?

      Overall : a very pathetic guy !

    • BRAVO MARTY…….HA HA HA

    • Ini pelajaran yang pantas kepada siapapun yang memiliki attitude problem !

      danu says:
      January 10, 2014 at 8:20 am
      Jika menggunakan lensa yang tepat, terlihat gamblang bahwa tindakan Oz KURANG AJAR…

      http://jakartagreater.com/australia-terobos-perairan-indonesia/

    • Ho Ho Ho .., Abbot bukan level urusan politik internasional melawan good old Mr.Marty 😀

      Thanks sudah sharing bung @gue, saya baru baca berita ini. Banyak yang lucu juga dalam wawancaranya. Ijin translate sbagian untuk yang males baca artikel aslinya

      Lee Sails: Bukankah Indonesia hanya melakukan apa yang pemerintahan anda lakukan menggiring kembali kapal pencari suaka ke wilayah Indonesia ?

      Tony Abbott: Tidak sama sekali. sepenuhnya sangat berbeda, sepenuhnya berbeda, antara cara ketika Australia mengembalikan perahu ke wilayah Indonesia dan cara Indonesia menggiring mereka kembali ke Australia. Pertama tidak ada kesepakatan bilateral dari pihak mereka untuk melakukan hal seperti ini. Semuanya tampak berlebihan dan penuh ancaman dari pihak mereka untuk bertindak dengan cara seperti ini.

      Lee Sails: Bagaimana bisa berbeda? Anda kan juga tidak meminta persetujuan Indonesia ketika melaksanakan kebijakan meggiring kapal kembali ke wilayah mereka, meskipun dengan adanya keberatan/protes yang jelas dan kuat dari mereka.

      Tony Abbott: Sekarang , Lee , heh heh , saya pikir Anda , ah , membuat bingung masalah ini . Saya tidak ingin terjebak dalam masalah teknis. Intinya adalah untuk tidak memperpanas diskusi publik, intinya adalah untuk menghentikan ancaman terhadap perbatasan kita . Dan Lee, Lee , … jika saya boleh menambahkan poin si sana. Dan itu poin penting. Ketika kita menggiring kapal pengungsi kembali ke wilayah Indonesia, hal itu berada di bawah syarat bahwa itu aman untuk dilakukan. Sekarang, jika kapal perang Indonesia menarik perahu ini dari Jawa ke Darwin, itu bukan tindakan aman di laut.

      ============

      Lee Sails: Jadi, anda mengatakan perahu pembawa pencari suaka itu adalah perahu yang dibeli oleh Pemerintah Australia baru-baru ini untuk menjamin keamanan pencari suaka di laut?

      Marty Natalegawa: Itu benar.

      Lee Sails: Jadi, bagaimana Anda menanggapi hal itu, Mr Abbott?

      Tony Abbott: Bisakah saya kembali kepada nanti untuk menjawab hal itu, Lee? Aku harus meminta masukan dulu dari PETA untuk mengetahui posisi pemerintah dalam masalah ini ….

      • i’m really enjoying myself reading Abbot umm and ahh his way out of his own mess 😀

      • ga sengaja baca koment ini…mata gue sampe ga berkedip baca nya…sambil ngopi tentunya… gitu donx…baru reman 😀 😀

        • Abbot keberatan nama gan 😀

          theguardian juga melaporkan berita mengenai kedatangan KRI ke perairan selatan dan kesiapan Sukhoi TNI AU untuk mencegat kapal perang Australia yang terdeteksi masuk ke perairan Indonesia.Dari pangkalannya Sukhoi hanya perlu 1 jam untuk mencapai perbatasan laut dengan Australia. Ini bisa jadi praktek Pitch black, Su30MK2 vs F18 Super Hornet. Kemudian nanti F35 vs Su35

          Indonesia sends warships to patrol southern border
          Sukhoi Su-27/30 Flankers are also ready to fly to the border if an Australian ship is detected in Indonesian waters – theguardian

          • Untuk mendampingi Su perlu digelar juga Hawk dan Tucano.
            Su untuk air superiority, mungkin patrol boat kelas Armidale ingin mencicipi akurasi tembakan Hawk seperti di Natuna kemarin…

            (kalau ada konflik dengan Oz, gak lama sucad F/A-18 hibah akan distop)

          • Australia punya Jindalee dan SharpEyes bung @Danu, padahal mereka hanya perlu memandang terutama ke arah utara. Sementara ancaman Indonesia bisa datang dari berbagai arah karena lokasi kita yang ibaratnya persimpangan jalan. TNI harus mengoperasikan radar dgn jangkauan jauh, atau setidaknya radar udara dan permukaan yang canggih dan ASW Sensor permanen di sekitar choke point

            Konflik dengan Australia yang pasti akan menghentikan alutsista dari US. Kemudian mungkin alutsista dari blok barat lainnya bisa ikut tertahan.

          • Tentang rangkaian radar maritim saya sependapat, sepertinya kita hanyut dalam euforia pengadaan aneka jenis kapal perang, dan lupa pada pengamatan 24/7 yang lebih andal seperti dihasilkan pagar radar hanud yang dibangun Kohanudnas / TNI AU secara sistematis…

            Yang sekarang ada di sepanjang selat Malaka dan Makassar pun dari hibah AS, bukan tahap awal dari suatu masterplan…

          • Menghadapi Australia (yang sudah ‘resmi’ dipandang sebagai ancaman terbesar RI saat ini), TNI harus melirik radar blok timur.

            Saya kembali menjadi sales Rosoboronexport dan usul agar Kemenhan dan TNI mempertimbangkan dgn serius tawaran Russia untuk menginstal system pertahanan udara (dan laut) yang terintegrasi

    • Walah, baru kemarin saya posting

      Prime Minister Tony Abbott, responding to questions on the issue on Wednesday morning in Davos, Switzerland, said Indonesia’s President Susilo Bambang Yudhoyono should understand that stopping asylum seeker boats was a ”matter of sovereignty”

      > Ente juga harus paham ‘bott, negara lain juga punya ‘sovereignty’, jangan slonong sana sini..

      >>> Ternyata TNI AL langsung mencekoki Oz dengan a taste of their own medicine…

      ”The potential for a nationalist response from the public makes it difficult for the Indonesian government to take a MUTED stance, even if they were inclined to.”

      > Mau muted atau mencak2, it’s none of your f***ing business !

      >>> Surpise..surprise..ternyata jauuh banget dari muted atau sekedar mencak2 !

      Defence experts are playing down tensions over Australia’s ACCIDENTAL breaches of Indonesia’s waters and say Jakarta’s vow to boost its southern sea patrols could even work in Australia’s favour.

      > Accidental ? ngeles pake malu dikit bung, gak sengaja melenceng ratusan mil ke utara hingga masuk laut teritorial RI ?

      >>> Tony Abbott: Well, frankly, that’s a ridiculous proposition, Lee, if I may say so. Heh, heh. You don’t have to be a tech head to know the Indonesian navy has all the latest satellite navigational equipment. You wouldn’t exactly be a suppository of wisdom if you thought that they didn’t know exactly where they were. I think you insult your viewers’ intelligence if you are asking them to believe such a ludicrous suggestion.

      Lha, emang AL sampeyan berlayar hanya berpedoman pada bintang2, gak ada GPS sehingga nyasar ke laut teritorial RI ?
      Makanya kalo ngeles pake otak !

    • sebetulnya abbott gak usah kebakaran jenggot, ‘kan udah dari kemaren2 dibilang :

      …kalau tugas itu diberikan pada saya, saya juga akan melakukan hal yang sama, ujar Panglima TNI…

      kok masih kaget lihat kapal perang TNI di lepas pantai Darwin ? 😀

    • Sepertinya itu bukan berita valid deh, lebih ke sarkasme. Soalnya berita ini tidak disuarakan oleh saluran-saluran berita resmi dan mainstream media lainnya.

      “Well, combat is no place for a woman, Lee. Now I know Julie has, if I may say so, a bit of sex appeal”

      Setelah baca kalimat di atas, sy langsung tau bhw wawancara itu cuma joke karangan seseorang yang iseng.

      • masa sih…? membaca tulisannya bisa jadi tuh…?…:((.

      • Imo, sepertinya valid bung, saya baca juga komen2 dibawahnya yang kaget dan merasa tidak percaya saking parahnya komentar Abbott. @independentaustralia memang bukan mainstream media dan wawancara tersebut dilakukan kontributor IA sendiri.

        Tony Abbott memang dicap redneck oleh banyak pihak di Aus dan sering melontarkan komentar kontroversial selama kampanye dan sayangnya terus dilakukan setelah berkuasa. Dia pernah memberi komentar perempuan hanya cocok jadi ibu rumah tangga saja, atau perempuan cuti hamil sama saja dengan bolos kerja, dan issue internasional Syria yang dia gambarkan perang antara penjahat vs penjahat. Komentar seperti itu tidak pantas untuk selevel PM. Kevin Rudd pernah menggambarkan Abbott sebagai lulusan “John Wayne school of international relations”

        • Nggak valid bung, ini ada yang comment begini kok di web page-nya:

          “Great article Clint – could have been an actual transcript.”

          Article, bukan news..
          Could have been, berarti tidak terjadi..

          • itu orang yang juga menganggap article diatas tidak actual bung @Roger, ada beberapa memang yang nadanya demikian. Yang komen kebanyakan sepertinya pendukung oposisi, bisa saja memang ternyata bukan actual. Namun omongan Abbot “a bit of sex appeal” yang ditujukan pada Menlu-nya sendiri -jika wawancara ini actual- bukan hal yang mengherankan keluar dari mulut Abbot. Dia punya sejarah panjang blunder dalam mengeluarkan statement yang jadi kontroversi

            btw, ini ada komen yang ngomong begini:
            AbolishTheStates Cornlegend • in a month ?
            Oh. My. God. Cornlegend, I thought this was a fake headline until I did a search. I’m dying of embarrassment. How can we let the rest of the world know that we are not ALL complete morons in this country???

          • Komentator bernama AbolishTheStates sebenarnya sedang ngomongin (he was referring to) tentang judul pada link yang diberikan oleh komentator bernama Cornlegend di post sebelumnya, yaitu link ini : https://twitter.com/geeksrulz/status/425930839315058688/photo/1

            Judulnya “Goodies and Baddies” yang diterbitkan oleh media resmi bernama The Huffington Post

            Jadi si AbolishTheStates bukan lagi ngomongin tentang judul artikelnya sendiri, karena si Cornlegend itu bukan penulis artikel Independent Australia. Cornlegend sendiri cuma komentator spt kita-kita ini. Penulis artikel yang sedang kita bahas ini namanya Clint Howitt.

            So, kalau memang si AbolishTheStates sedang ngomongin ttg artikel $7.30 BREAKING NEWS: Indonesian Navy invades Australian territorial waters, maka seharusnya dia bilang “Oh. My. God. Clint”

            Anywhoo, selama tidak dari hasil pencarian sy nggak bs nemuin berita dari sumber valid lain sebagai pembanding, sy masih meragukan kebenaran berita ini.

          • Koreksi, The Huffington Post juga ternyata bukan media “resmi”, lebih ke blog dan citizen journalism spt Independent Australia.

          • Iya, sepertinya anda betul bung @Roger. Tadi saya cari juga ga ada di sumber lain. Yang ada justru di warung sebelah dan warung lokal Australia. Dari umur artikel yang sudah lebih dari 24 jam dan kadar beritanya -jika benar- harusnya sudah jadi headline dimana-mana

          • The Huffington Post berita yang mana bung Roger? Jika mengenai komentar Abbot mengenai Syria dan komentar Kevin Rudd mengenai gaya politik luar negeri Abbott itu beritanya dimana-mana, straitstimes, australiantimes sampai theguardian dan telegraph juga menuliskannya.

          • Yup, tentang itu bung beritanya, komentar Abbott mengenai Syria.

      • Tony Abbott: Scott Morrison has been appointed Minister for War and First Lord of the Admiralty.

        Lee Sails: First Lord of the Admiralty? Isn’t that a British appointment?

        Tony Abbott: That’s right, Lee. But under my emergency powers, I’ve made a leader’s call and reinstated the British Honours System. Lord Morrison will make a statement soon. I understand he has promoted Lieutenant General Angus Campbell to Generalissimo…

        Hehe…Abbott tentunya tidak memiliki ‘kewenangan’ memberi gelar Lord dan Generalissimo bukan pangkat tentara Anglo-Saxon, terlalu ngarep.com TNI AL melakukan hal setimpal… 🙁

    • Wkwkw keren..andai benar terjadi.

    • ^_^ siip… TNI AL
      permainan cantik ala diplomasi + militer

  30. mantapppp tni …! dan marty ,bilang sama mt tony abot & castelo bahwa sudah ijin rt/rw/lurah/camat setempat di darwin..

    xixixixixi

  31. Hampir 800 koment, tapi mayoritas rakyat Australia begitu memandang rendah Indonesia…., baik dalam ekonomi, budaya, maupun militer…

    http://www.smh.com.au/federal-politics/political-news/pm-prods-indonesia-over-boat-turnbacks-20140122-31972.html

    • Engga begitu juga kali bung. Semenjak issue penyadapan sampai issue pengungsi saat ini komentar di media Australia selalu ada pro dan kontra. Dari yang saya baca justru mayoritas mengkritik pemerintahan Abbot sendiri, termasuk pada komentar2 artikel di atas.

      Yang mengkritik (memandang rendah) Indonesia nyaris tidak ada, kebanyakan hanya mengenai pro dan kontra atas kebijakan pemerintahan Australia sendiri di bawah kepemimpinan Abbott mengenai isu terkait

      • Ada beberapa poling yang dibuat media massa Australia semenjak maraknya pemberitaan kasus penyadapan oleh Aussie dan disambung dengan kejadian penerobosan laut Indonesia oleh AU Australia. Dalam poling tersebut terdapat beberapa Sub pertanyaan yang diberikan kepada rakyat Australia mengenai Indonesia. sebagian pertanyaan itu adalah: apakah Indonesia itu negara demokrasi? Apakah kerjasama ekonomi antara Ausie dengan Indo diperlukan? Dan bahkan pertanyaan juga mencakup jika terjadi perang antara Ausie dengan Indo bagaimana tanggapan rakyat Australia?

        Dalam salah satu survei media tersebut didapat hasil hanya 27% rakyat Australia yang menganggap Indonesia itu sebagai negara demokrasi, sedangkan selebihnya masih menganggap Indonesia sebagai negara diktator otoritarian, makanya oleh sebagian pengamat di Australia menyatakan bahwa begitu sedikit dan sangat miskin sekali pemahaman mayoritas rakyat Australia tentang Indonesia, yang bahkan jika tidak diatasi oleh Pemerintah Aussie, diperkirakan akan membawa dampak berbahaya bagi hubungan kedua negara dimasa depan, khususnya hubungan dikalangan akar rumput. Pandangan skeptis, merendahkan, menganggap Indonesia masih sebagai negara tertinggal sama dengan era 70 an, kemiskinan, pendidikan yang kurang dan stigma negatif lainnya terhadap Indonesia masih berkembang dikalangan mayoritas rakyat Australia. Walaupun kalangan terpelajar dan kalangan masyarakat perkotaan di Australia mulai memandang positif Indonesia, karena adanya suatu interaksi, tetapi penilaian harus didasarkan pada suara mayoritas.

        Untuk mengetahui berbagai macam poling tersebut, silahkan coba jalan2 lihat2 beberapa media massa australia terkemuka melalui mbah Google. Saya semenjak kuliah dulu sudah adiktif untuk melihat perkembangan negara sempalan eropa tersebut, dan kalau Anda mencoba ikuti, akan ada suatu keasyikan tersendiri. Setidaknya kita lebih jujur untuk melihat kondisi bangsa kita sendiri melalui kacamata negara lain. Sampai saat ini teman2 yang masih melanjutkan kuliah disana masih sering mengirimkan informasi2 terbaru langsung dari sumbernya.

        Dimasa depan cepat atau lambat, Saya meyakini suatu saat Indonesia akan menghadapi masalah yang sangat serius dengan Australia, yang bahkan akan berujung kepada perang terbuka. Walaupun pasti tidak satupun rakyat kita yang menginginkan hal tersebut…

        • Saya cuma mengomentari link yang anda berikan di atas, saya baca artikelnya dan saya baca juga komentar2nya. Tapi saya tidak menemukan indikasi “mayoritas rakyat Australia begitu memandang rendah Indonesia” dari link yang anda berikan. Kalopun ada yang bernada miring itu bukan mayoritas dan terimbangi komentar lain yang positif

          Jika anda bicara lebih luas lepas dari artikel di atas tentu beda lagi ceritanya, perbedaan pandangan dan sikap masyarakat di tingkat bawah yang ga ikut komen mungkin beda, tidak hanya rakyat Australia tapi juga rakyat Indonesia pendapatnya akan lebih berwarna. Jika pandangan pengamat dan arah politik yang juga menyangkut Idonesia bisa ditangkap misal lewat artikel pengamat seperti professor Hugh White atau update defence white paper mereka

          Saya mah bukan orang kuliahan gan, ga punya temen di luar negeri yang sering mengirimkan informasi2 terbaru langsung dari sumbernya, seringnya cuma update status dan chitchat urusan sehari-hari

          • Saya hanya ingin memberikan suatu kerangka pemikiran yang lebih luas. Perlu ada penilaian yang jujur dalam melihat hubungan Indonesia – Australia, baik dari pemerintahan kedua belah pihak maupun rakyat kedua negara. Kalau kita ingin melihat kondisi sebenarnya antara Indonesia – Australia, harus dilihat dari kedua belah sisi, agar menemukan kebenarannya. Masalah yang terjadi saat ini antara Indonesia-Australia, seperti fenomena Gunung es, yang akan mencapai titik puncaknya suatu saat nanti.
            Saya banyak membaca komentar para senior dan pakar2 di blog ini, tapi seluruhnya hanya dinilai dari sudut pandang kekitaan. Kenapa tidak membuka dua sudut pandang, dan jangan hanya memakai kacamata kuda. Berkoar-koar seakan2 militer kita sudah sangat kuat, terkuat di kawasan, dengan semua teknologi dan pencapaian, tetapi orang luar yang melihat hanya sebagai bahan tertawaan. Mari keluar dari imajinasi yang sempit dan luaskan pandangan, karna Indonesia adalah bangsa yang besar. Jangan sampai kita merasa negara kita sudah paling super dalam segala hal, tetapi sebenarnya jauh panggang dari api.

            Maaf kalau ngawur, saya cuma anak putus kuliah, yang dapat sedikit sedekah dari negara Indonesia tercinta ini. Saya rasa kemampuan Anda jauh diatas saya, karena saya sudah lama membaca semua komentar Anda diblog ini. Saya harapkan pembelajaran dari Anda, salam NKRI…..

          • waduuh.. ga usah sampe merendah begitu bung @Garuda Hitam 🙂 , salam NKRI bung

          • @Bung Garuda Hitam
            Kalau anda pernah bermukim di australia harusnya anda tau perbedaan bagaimana DEMOKRASI media disana dan demokrasi media disini,,
            Media disini sudah sangat demokrasi walaupun dikuasai oleh beberapa konglomerat tetapi memberikan banyak info dan pandangan dari berbagai sudut ,,tidak ada pemberitaan yang seragam disini,,,
            Bila satu TV menyoroti bencana banjir karena kesalahan pemerintah,,media lainnya melihat dari sisi lainnya..kadang malah kebablasan dalam mengkritik pemerintah dan bangsanya sendiri

            BANDINGKAN dengan media di ausy disana medianya cenderung stereotip,..kenapa bisa begitu karena media disana semua milik raja media dunia yaitu rupet murdock …2/3 media ausy milik murdock
            Rakyat ausy dipedesaan sangat minim info akan majunya demokrasi di Indonesia ,,media disana masih menggiring rakyat ausy bahwa Indonesia adalah negara besar yang kurang stabil dan menjadi potensi ancaman terbesar bagi ausy..mereka tidak pernah melihat Indonesia sebagai tetangga setara,
            Dan bila sipemilik media ingin menggiring opini masyarakat ausy tinggal mendesain saja bagaimana berita yang akan di beritakan secara seragam ..apalagi bila dasarnya udah benci ama Indonesia ..

            DISINI kita berdiskusi di blog militer tentunya ngomongin nya alutsista dan teknik militer
            Bila menurut anda disini lebay dalam mendiskusikannya anda tinggal menyangganya dan memberikan argumen anda,,bukan terus merajuk,,

            Rakyat Indonesia BUTUH suntikan rasa cinta tanah air yang tinggi setelah lama pelajaraan KEWIRAAN dan penghayatan pancasila dan Ilmu budaya dasar sudah bukan mata pelajaran wajib disekolah,
            Generasi muda sudah KABUR akan sejarah KEJAYAAN bangsanya dimasa lampau.,bahkan banyak yang pesimis terhadap negaranya sendiri ..pesimis perorangan adalah wajar tetapi pesimis berjamaah adalah bencana.,,
            COBA anda renungkan apa yang sudah kita perbuat untuk kejayaan negeri ini,,,?dan apakah itu sudah cukup?? semoga anda semakin cinta dengan negeri ini

            Sun Tzu berkata. Untuk Menghancurkan suatu bangsa salah satu caranya adalah dengan Mengaburkan/menutupi Sejarah Kejayaaan masa lampau bangsa tersebut …
            no ofensif

      • Bung, coba baca di Jakarta Post komen2 orang aussie, mayoritas malah merendahkan Indonesia.

        http://www.thejakartapost.com/news/2014/01/23/tension-with-oz-escalates-ri-deploys-warships.html

    • Boleh jadi mayoritas rakyat Australia memang memandang rendah Indonesia baik dalam ekonomi, budaya, maupun militer, tapi pasti itu kesimpulan berdasarkan sekian artikel lain, sementara khusus artikel di atas hanya membahas asylum seeker dan sovereignty dan tidak dengan nada meremehkan RI, dan/atau ekonomi, budaya, maupun militer RI.
      Demikian pula mayoritas dari sekian ratus komen lebih berkutat antara ‘dump Abbott’ dan yang mendukungnya plus membandingkan dengan Gillard, Rudd dst.

      • @Satrio…
        Benar sekali Bung Satrio, media Australia tak sepenuhnya jujur dalam pemberitaan, karena begitu kuatnya agenda pemilik modal dibandingkan manfaat konten berita yang ingin disampaikan untuk masyarakat, begitu juga pemahaman masyarakatnya sendiri dalam melihat pemberitaan suatu masalah.

        Tapi melihat Masalah Indonesia – Australia, tidak cukup hanya dinilai sesederhana itu. Masalah penyadapan oleh Australia kemarin hanyalah suatu riak kecil, begitu pun dalam masalah penerobosan saat ini. Padahal pada kenyataannya ada suatu agenda besar yang sedang terjadi dan dilakukan oleh Australia dkk.
        Kejadian saat ini:
        Penyadapan = sikap reaktif RI/ hasil = ???
        Penerobosan batas laut = Sikap reaktif RI/ hasil= ????

        Ijinkan suatu saat nanti saya menyumbangkan sedikit informasi hasil obrolan kami disalah satu pojokan kedai kecil di Canberra. Karena tidak cukup dibahas dengan 1-5 paragraf saja disini, lagian saya juga harus menarik ojek nih untuk menyambung hidup, hehehe…..

        Saya ingin mengatakan, banyak hal yang tidak diketahui oleh mayoritas rakyat kita tentang Australia, entah disengaja ditutupi atau ada suatu agenda tersendiri agar agar rakyat Indonesia ternina bobokan, dan jadi katarak untuk melihat siapa musuhnya yang sebenarnya dan apa yang sudah dilakukan oleh musuhnya.

        Kepingan masalah: 1961- Five Eyes- Soeharto- Geopolitik US-Irian/Papua- Freeport- OPM- SDA- Timor Timur- Reformasi 98- Balkanisasi NKRI- pengaktifan kembali FPDA- Manusia perahu- Pelajar/mahasiswa asal Papua dan Maluku di Australia????- Traktat Lombok?- agenda kelompok MSG- Pasifik selatan- Freedom Flotilla- Lingkaran Intelijen- dan dan——???

        Bung Satrio, saya rasa Anda juga memahami, antara militer- Ekonomi- Sosio-Budaya- SDM & SDA- Politik, tidak bisa dipisahkan. Ibarat sebuah tubuh, Militer adalah kerangkanya, Politik otaknya, ekonomi, energi pembangkitnya, Sosio-budaya isi lambungnya. Anda tidak cukup hanya memperkuat kerangkanya, tetapi isi lambungnya berisi bakteri atau virus.

        Militer sangat diperlukan, tetapi Anda tidak cukup hanya dengan membeli senjata kemudian sudah merasa kuat. Anda juga perlu memahami dengan baik, siapakah musuh Anda yang sebenarnya? kekuatan musuh tsb? kapan Anda akan melumpuhkannya? dengan senjata apa? dari sudut mana? Untuk bisa memberikan efek yang sangat mematikan dan cepat. Bahkan kecepatan Anda dalam menarik pelatuk juga sangat menentukan kemenangan (ini hanya kiasan).

        Saya hanya ingin menegur saudara2 kita yang sudah merasa jumawa dengan keadaan saat ini, yang sering berteriak horeeee, kita mau beli kilo clas, mau beli SU35, sudah punya Sukhoi famili, bla.. Bla… Bla… Tetapi disudut pojokan sana musuh kita yang sebenarnya sedang tertawa cekikikan melihat secara diam2 tingkah polah kita.

        Maaf kalau ngawur, maklum masih belajar, salam NKRI…

        • anda betul bung @ garuda hitam…..mereka tertawa…karena musuh sesungguhnya adalah negara2 yang memiliki HAK VETO..alias produsen senjata…
          indonesia mau maju…dari awalnya adalah memiliki SATELIT MILITER SENDIRI ,
          baru deh mef 1,2,3…..
          siapa sih yang engak mau f 35,SU35,atw gripen…..gw aja mau..! mau banget..
          mengharap kfx…? ha ha ha…liat saja deh nanti …tar gw di bilang engak nasionalis.
          malahan gw selalu bilang kita berkiblat ke PAKISTAN, (bebas embargo walaupun kerjasama dengan china dan mesin rusia pemilik hak veto)
          jf 17 block 3 itu lebih canggih dari kfx..dan model hampir sama dgn kfx 103, jauh lebih murah dari KFX..(sisanya beli su 35 dan s 300/400) DAN JANGAN LANGSUNG KERJASAMA KE CHINA ATW RUSIA….(pikir sendiri yah gan)
          yang penting indonesia bisa buat pesawat tempur untuk langkah awal.
          (SEBAGAI BATU LONCATAN),..lalu rudal bahkan N****R..
          he he he…sales promo

          • tertarik komen juga untuk pespur jf-17. jf-17 memang disegmentasikan sebagai low entry pespur (murmer). pakistan juga mengalami kesulitan dengan bagian mesin. jika menggunakan buatan rusia harganya mahal, jika pakai mesin cina mtbf-nya tinggal separuhnya. mesin rusia pun rata2 masih kalah dibanding produk nato (ex pw, ge ataupun volvo aero). selain itu tidak bisa atau sulit diganti per sub assembly part. selain mesin, air framenya juga menghadapi masalah terkait kekuatannya. pakistan berharap bisa joint development dengan indonesia dengan tujuan untuk memperbaiki desain airframe supaya lebih tahan lama. IAe punya kemampuan untuk peningkatan desain yang berujung meningkatkan mtbf (lebih hemat biaya maintenance). semua itu hasil didikan “MR CRACK”. selain itu dengan keterlibatan indonesia diharapkan bisa mendapatkan mesin yang handal produk ex nato atau mesin yang lebih powerful dari rusia (al31f). di sisi indonesiapun untung karena tidak perlu keluar uang untuk tahap awal dan barangnya pun sudah ada.

            mohon maaf jika kurang berkenan

          • @ alugoro

            yup…betul anda sangat pintar
            lalu tinggal digabungkan dengan otaknya babibie (jerman)

            jadi deh pesawat tempur made in indonesia pisah dari pakistan..
            belajar perlu biaya..yang penting tepat guna.
            turky,mesir,iran,..juga pilih jf 17 block atw block 3 yang dimulai thn 2016….”dan barangnya sudah ada
            dan jangan pikirin komisi ini darurat..demi indonesia..!!

          • 😕

            :mrgreen:

            Saya (dan seluruh forumer -1) bisa nangkep maksud posting bung @alugoro, Pakistan yang lebih butuh bantuan teknisi dirgantara Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur 3M-nya (Murah. Meriah, M …..) karena Indonesia punya potensi dan akses lebih luas pada teknologi dirgatara barat, NOT the other way around

        • ane akan sedikit buka apa aja potensi ancaman di tulisan ane yang akan datang (kalau bung diegio menginjinkan)
          dan sharing apa aja fasilitas rahasia negara tetangga yang mengurung indonesia

          @Bung garuda hitam
          sharing aja bung disebuah tulisan dan kirim ke bung digeo biar dimuat
          biar untuk mencerdaskan bangsa.
          saya aja yang udah tua gak pernah capek bung mau susah ngetik dikeboard walaupun mata dan fisik sudah kalah dengan yang muda muda
          hehehehehe maaf curcol

        • @garuda hitam, anda lupa bahwa disini ada 3 jenis komentator :
          1. Pengamat alutsista beneran
          2. Fans alutsista
          3. Tukang rusuh

          – Pengamat pasti sangat detail menjelaskan alutsista
          – Fans pasti kegirangan bila barangnya jadi dipesan
          – Tukang rusuh pasti kerjaannya asal koment

          Anda termasuk yang mana?

        • bung Garuda Hitam,

          saran saya: quit patronizing !

          jika anda punya informasi eksklusif tentang ‘musuh kita yang sebenarnya’ ya share aja di sini sebagai pencerahan bagi komunnitas warjag, kalau ada pertimbangan2 tertentu itu tak bisa diungkap, ya jangan singgung samasekali, simple !

          anda ngomong panjang2 tapi abu2 semua, gak ada manfaatnya bagi orang lain,
          lebih baik singkat tapi jelas hitam putihnya…

  32. @ nyonya p a t e c h

    sepertinya bukan kfx aja deh mbak yang di bohongin….tapi yang kemarin seperti retrofit u209 dan kapal lpd
    ada ini artikel dari sebelah..

    Ketangguhan LPD Buatan Korea Selatan
    ———————————————————-

    All hands,
    Indonesia mempunyai lima LPD yang desainnya berasal dari DSME Korea Selatan. Dari lima kapal perang tersebut, tiga dibangun di galangan Negeri Ginseng sedangkan sisanya dibuat di galangan Indonesia. Empat dari lima LPD itu dimanfaatkan untuk operasi amfibi, sementara satu kapal lainnya berfungsi sebagai kapal rumah sakit.
    LPD kelas Makassar kini menjadi andalan Angkatan Laut Indonesia untuk operasi amfibi dan operasi-operasi lainnya. Sekarang ketangguhan LPD kelas Makassar telah teruji, baik yang dibuat di Korea Selatan maupun yang diproduksi di Indonesia. Hasilnya adalah dua LPD jebolan Seoul kini berulang kali keluar masuk “rumah sakit”, sementara sisanya yang dibikin di Surabaya terbukti masih sehat wal afiat.
    Pertanyaannya, mengapa dua LPD kelahiran Korea Selatan itu harus keluar masuk “rumah sakit” dibandingkan dengan dua adiknya kelahiran Indonesia? Sejumlah masalah menghinggapi kapal perang buatan negeri musuh Pyongyang itu, sehingga mengganggu fungsi asasinya. Misalnya soal pintu rampa, plat dan lain sebagainya. Masalah itu harus bisa diselesaikan agar kemampuan amfibi Indonesia tak hanya bertumpu pada dua kapal LPD buatan PT PAL yang ternyata lebih andal.
    ———————————————————————————————————————————————-

    Overhaul Kapal Selam U-209

    All hands,
    Setelah sekitar tujuh tahun silam menjalani overhaul di Korea Selatan, kapal selam kelas U-209 milik kekuatan laut Indonesia akan kembali menjalani overhaul yang kesekian kalinya. Pembedanya adalah nanti kapal selam itu akan kembali dioverhaul di galangan perkapalan BUMN di Ujung dan tak lagi dikirim ke galangan DSME. Pertanyaannya, mengapa kapal selam yang belum genap 10 tahun di-overhaul tersebut kini harus menempuh proses yang sama lagi?
    Terdapat beberapa masalah teknis yang menyelimuti kapal selam pertama kelas U-209 kepunyaan Angkatan Laut Indonesia. Ada masalah akibat “pembedahan” di Korea Selatan yang mempengaruhi daya tahan lapisan lambung kapal selam terhadap air laut. Masalah itu jelas mengancam kelaikan operasional sistem senjata bawah air itu. Belum lagi masih adanya berbagai peralatan CMS lama pada kapal selam itu, karena saat di-overhaul oleh DSME peralatan itu tak termasuk dalam kontrak untuk dimodernisasi. Modernisasi CMS dan berbagai subsistem lainnya baru terdapat dalam kontrak ketika kapal selam kedua di-overhaul.
    Apabila overhaul yang dilakukan oleh Korea Selatan di masa lalu dilaksanakan secara benar, sebenarnya tak perlu ada lagi overhaul dalam jangka waktu 15 tahun. Kini dengan rencana overhaul di PT PAL, tentu amat gampang untuk menebak siapa yang akan digandeng oleh galangan BUMN tersebut sebagai mitra. Apakah galangan pembuat kelas U-209 yang asli ataukah galangan pembuat kelas U-209 versi fotokopi?
    —————————————————————————————————————————————–
    setelah itu menyusul di bohongin changbogo…….

  33. Sepertinya situasi laut selatan mulai memanas. Kira-kira kalau sampai terjadi konflik senjata antara Indonesia Vs Australia, analisis jalannya pertempuran seperti apa ya? Trus hasil akhirnya bagaimana?

  34. * Perang Frontal masih jauh… not todays *

    TNI pun akan ambil sikap bertahan, hanya menjaga kedaulatan teritorial z,
    Perang pisik di waktu skrg ke oz adalah suatu kebodohan,
    untuk waktu Lebih penting melebarkan sayap kerja sama ekonomi, militer dan pertahanan dgn negara2 Melanesia sambil memperkuat kerja sama di Asean Sendiri,
    mungkin terdengar Lebay jika kita harus berproyeksi Indonesia adalah Asean dan Asean adalah Indonesia + Negara2 Melanesia.
    Asean dgn Oz memiliki perbedaan Kodrat secara basic, Asean dgn Indonesia memiliki banyak persamaan tradisi.
    Asean dgn Negara2 Melanesia memang berbeda kultur secara basic tapi ini tugas tanggung jawab Indonesia meleburkannya.
    Kemampuan merebut Hati Negara2 Melanesia memiliki kesepemahaman dgn Indonesia adalah langkah strategis, mengingat Aborign di oz pun termasuk rumpun Melanesia.

    Mengenai Malaysia :
    Gue berbeda pandangan dgn kebanyakan Forumer khususnya di topix, gue malah bangga jika kebudayaan Indonesia diakui di Malaysia, malah seharusnya begitu.
    Sejatinya kita memang serumpun, jelek2nya tetangga sendiri, Kalo mau pake budaya Indonesia silahkan2 z..asal jgn mengubah PATOK PERBATASAN…bila perlu seluruh rakyat Malaysia dlm kesehariannya identik dgn budaya Indonesia.
    Adalah kebodohan mau di adu jangkrik dgn adek kita sendiri yg memang kadang2 Bandel juga hehe.
    dicubit z pelan2 sambil kita nasehatin supaya pake baju (budaya dan etika) yg bener. 😀

    Pentingnya Perkuatan kerja sama Pertahanan Militer (memiliki kesamaan alutsista) dan ekonomi di Asean (NKRI harus segera ambil Peranan ini dgn Kemandirian Militer dan ekonomi yg dipercepat,
    maka oz pun akan menjadi Jomlo…jauh dari keluarganya. 😀 😀

    • Kadang jika terlalu mirip juga berpotensi gesekan bung, Indonesia-Malaysia idealnya adalah sekutu, prakteknya akan lebih sulit daripada Indonesia dan negara2 Malenesia. Malenesia sangat strategis, Indonesia harus memandang jauh ke depan sebelum seluruh negara2 Malenesia ditarik US, Australia atah bahkan China. Australia sudah lama menanamkan pengaruh di negara2 kepulauan pasifik sekitar Aus-NZ dan PNG.

      Malaysia -seperti Australia- memandang rendah sekaligus memandang Indonesia sebagai ancaman. Mereka lebih senang melirik negara2 commonwealth sebagai alternatif dan pilihan kerjasamanya. Seperti kita tau Malaysia tergabung dalam FPDA bersama Sing, Aus, NZ dan UK, Itu sebabnya yang namanya Fakta pertahanan ASEAN susah terwujud, di dalamnya anggota2 ASEAN ada yang berafiliasi ke barat, timur dan netral.

      Kita yang masih netral tanpa fakta kerjasama pertahanan dgn siapapun pilihan utamanya adalah mandiri dgn kekuatan sendiri, berusaha terus menyeimbangkan dengan timur barat. Jika nanti terjadi perang global antara kekuatan blok dunia, -jika terpaksa- akan mudah bagi Indonesia bergeser ke blok tertentu 🙂

      Ada keuntungan besar dari tarik2an kekuatan dan pengaruh timur-barat bagi Indonesia, kita manfaatkan saja, karena merekapun sebenarnya hanya berusaha memanfaatkan nilai strategis Indonesia

      • perang frontal memang tidak mungkin terjadi, paling banter insiden kecil di perbatasan laut atau udara. Seperti insiden antara turki-suriah atau IDF-LAF atau Pakistan-India, atau China-Vietnam (Spratly). Manuver seperti senggolan kapal sangat mungkin terjadi. Setuju banget jika Indonesia memerankan pengaruh lebih besar ke negara-negara melanesia, Hal ini akan membuat Oztrali dan NZ merasa terkurung bahkan terisolasi.

        • Saya tidak akan bilang perang terbuka itu tidak mungkin, untuk saat ini mungkin possible but not probable, tapi ke depan siapa yang tau? sudah banyak terjadi gesekan yang bisa saja bereska;asi menjadi pertempuran dan kemudian peperangan. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, bersiap untuk yang terburuk walau tetap berharap yang terbaik.

          Australia itu anomali di kawasan 😀 ,asing, aneh. Bisa dimengerti (walau disayangkan) sikap mereka yang kuat ke barat daripada masuk dan melebur menjadi bagian dari Asia. Untuk dapat ‘menahan’ Australia, artinya Indonesia harus juga bisa secara bersamaan menandingi kekuatan anggota FPDA di kawasan berdekatan. Ini bukan untuk perang frontal, tapi dalam prakteknya lebih ke kekuatan tawar politik dan ekonomi terhadap mereka

      • sudah dari dulu kaleeee….:)).
        indonesia melirik ke negara2 melanesia…

        http://michaelfield.org/indonesian%20arms.htm

      • Malaysia Indonesia itu bisa bersekutu, kalau yang dikirim kesana para Sultan dan ulama untuk melobby. Diluar sepengetahuan masyarakat awam.. para ulama kharismatik dan Sultan dan raja2 nusantara punya komunikasi dan menjalin hubungan kekeluargaan dan ukhuwah yang cukup kuat dan tidak dapat diabaikan.

        Menurut saya, gpp berkonflik ria dengan Malaysia, asal digunakan dengan prudent dan bermanfaat bagi pertahanan seperti yang sudah2. Kalau Indonesia perang melawan barat sekaligus FPDA, itu akan secara alamiah terpecah menjadi dua faksi didalam tubuh Malaysia. yang satu membela saudara FPDA mereka dan yang satu membela saudara serumpun dan ” seagama” (maaf bukan mau SARA).

    • bung donie

      dengan malaysia….adek…???
      sumpah saya tertawa sekali…..
      di saat kakaknya (indonesia) ter seok2 lunglai tak berdaya..,
      maka sang adik bukan menolong ..malah menikam dari belakang ..
      apakah itu adek…?
      ingat sipadan dan ligitan…,dan ambalat..,belum lagi pelecehan wni (indon)
      sampai anak cucupun tak akan terlupakan..!
      maaff masyarakat di malaysiapun akan tertawa dengan kata2 “huuuu ngaku2 kakak, sorry yah indon”
      dan juga indonesia jangan merasa 2 malaysia itu adalah adeknya……apalagi ngaku2 serumpun..ha ha ha

      • Pada awalnya penggunaan “indon” itu sama sekali tidak berkonotasi negatif, hanya saja setelah ada keberatan dari warga Indonesia maka “indon” mereka gunakan sebagai ejekan. Untuk warga Malaysia yang jarang wara wiri di forum penggunaan indon mungkin masih bisa dimaklumi karena kebiasaan dan ketidaktahuan, tapi bagi mereka yang suka berforum dan berkomentar di dunia maya “indon” jelas berkonotasi negatif dan memancing kata “malon” 🙂

        Ini seperti UK-Perancis atau Perancis-German. Indonesia-Malaysia bisa dikategorikan “musuh tradisional”.

        To be honest kerjasama dua negara akan sangat bermanfaat, tapi itu bukan hal yang mudah jika bukan hanya harapan kosong. Saat ini gerak maju ekonomi/militer Indonesia cukup stabil, jika Malaysia ingin memperbaiki hubungan ya harus dihargai, islah kan bagus, tapi jika tidak.. .it’s pay back time baby! (baby orangutan) :mrgreen:

        • ha ha ha
          itulah hebatnya indonesia….murah hati, bisa di ajak damai dengan kerjasama ekonomi..,walaupun dengan pengorbanan puluhan ,bahkan ratusan nyawa tki yang hilang karena di siksa ,diperkosa,dan di lecehkan harga diri bangsa..hanya karena 30 T sampai dengan 50 trilyunrupiah /thn
          hmmm….up to you deh..

        • I feel u bro 😀

          Ini beberapa pendapat saya mengenai isu terkait. Pertama akarnya adalah salah pemerintah kita sendiri. Kerjaan sulit dan upah rendah serta inflasi plus sdm yang rendah karena biaya pendidikan dikomersialkan.. adalah penyebab mengapa banyak TKI yang kerja di luar negeri. Jika lapangan kerja dan biaya hidup lebih ramah kerja di kampung akan lebih menarik.

          Lupakan pilot yang kerja di maskapai asing, atau dokter spesialist yang praktek di rumah sakit singapura, kita bicara mengenai TKI rumah tangga yang tanpa bekal pendidikan dan keahlian. Mereka itu yang rentan dieksploitasi dan mengalami penindasan/pelecehan. Ini kembali merupakan kesalahan pemerintah kita, asal mengirimkan TKI modal nekad demi tambahan devisa, padahal devisa bisa diperoleh melalui banyak bidang lain yang lebih terhormat. Blunder lain pemerintah adalah buang2 devisa, boleh lah jika masalah gandum atau daging.. tapi payung, ikan asin, garam dan buah2an tropis saja kita masih harus beli dari luar alias buang2 devisa

          Usulan Hentikan dengan segera pengiriman TKI pendidikan rendah dan tanpa keahlian, mereka yang justru jadi “wakil” wajah Indonesia di negara2 tujuan kerja. Sudah saatnya hanya TKI dgn keahlian tertentu yang boleh kerja ke luar negeri. Devisa dari TKI sekitar 100 trilyun Rupiah per tahun, jika TKI mokondo dihentikan dan disaring dulu dgn pendidikan dan keahlian devisa dari tenaga kerja tidak akan menurun malah justru mungkin meningkat. sediakan juga lapangan kerja di dalam negeri untuk tenaga kerja pendidikan rendah dan dengan bersamaan mewajibkan pendidikan gratis sampai minimal SLTA plus keahlian

          Selain itu modernisasi alutsista juga ada peranan dalam menaikan daya tawar Indonesia, militer kuat pemerintah bisa tegas dan menekan pemerintah Malaysia, dari urusan sengketa wilayah hingga agar ketegasan lebih aparatnya dalam menindak pelaku kejahatan/pelecehan terhadap TKI. Indonesia yang kuat dan tegas akan berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat luar terhadap masyarakat Indonesia. Liat bagaimana all out-nya pemerintah US atas kepentingan warga negara mereka di luar negeri, hingga ada kesan warga negara US agak diistimewakan dimana-mana

          Untuk kedaulatan wilayah dan kekayaan budaya Indonesia jelas harus tegas dan tidak tawar menawar, NKRI adalah wilayah, penduduk dan kekayaan alam serta budaya di dalamnya. Sedangkan untuk kasus2 kejahatan terhadap TKI hendaknya disikapi kasus per kasus karena kejadian itu masalah pidana dan bukan kejadian yang sistematis dilakukan rakyat/pemerintah Malaysia.

          • ooppss……oke…gw PURA 2 NYA mewakili pemerintah negeri di atas awan

            #Ini beberapa pendapat saya mengenai isu terkait. Pertama akarnya adalah salah pemerintah kita sendiri. Kerjaan sulit dan upah rendah serta inflasi plus sdm yang rendah karena biaya pendidikan dikomersialkan.. adalah penyebab mengapa banyak TKI yang kerja di luar negeri. Jika lapangan kerja dan biaya hidup lebih ramah kerja di kampung akan lebih menarik.#
            ————————————————————————————————-
            pekerjaan di sini itu sangat banyak sekali,..tetapi memang dasar pada males,….jadi yang gitu deh…
            mereka tidak mengeti apa itu DUIT
            D= DISPLIN kalau yang agama itu DOA
            U= USAHA ========= UKHUWAH
            I = INGAT DIRI ========== IKHTIAR
            T = TEHNIK ========== TAWAKHAL

            NGEJELASINNYA SATU PERSATU BISA 7 HARI 7 MALAM…:)).
            pemerintah telah banyak membuat program kerja untuk mengatasi kesempatan kerja salah satunya adalah PROGRAM PEMUDA/I MANDIRI PROFESIONAL..yang salah satu jalur kerjanya adalah SAPTA KARYA TAMA…dengan linknya “bagaimana seseorang bisa mendapat penghasilan untuk dirinya dahulu sendiri serta keluarganya ,TETAPI bisa membantu orang lain ;
            contohnya kesempatan kerja akan mudah di dapat bila:
            1. HARUS MEMILIKI REFFRENSI..
            CONTOH..bila bapak anda presdir,atw direktur.. maka anda akan mudah mendapatkan kesempatan kerja…
            lalu bagai mana nasip puluhan juta orang yang tidak memiliki refrensi..? apa mereka harus mati..? demi sejengkal perut.
            2. BERPENDIDIKAN TINGGI..
            lalu bagaimana nasip puluhan juta orang yang tidak berpendidikan tinggi…? apakah harus mati..? sedangkan yang berpendidikan tinggi saja masih banyak yang nganggur..

            3.HARUS BERPENAMPILAN MENARIK..
            lalu bagaimana dengan puluhan juta orang yang tak memiliki penampilan menarik..? apakah mereka harus mati..?
            apa pernah anda melihat resepsion kantor atw penjaga pameran mobil
            gendut atw tonggos,atau buduk..?
            kalo sy sih ngeliat roknya di tarik tinggi..dan mulus jerr..:)). he he he

            4. NYOGOK
            kesempatan kerja akan mudah di dapat apa bila anda bersedia nyogok….
            nyogok sudah eehhh malahan di tipu…..he he
            5..dll…dll
            itulah di lema KEHIDUPAN ,bukan di indonesia saja tetapi hampir di setiap negara..
            sy mewakili negeri di atas awan…hanya bisa bilang…cape deh…
            sudah triyunan uang yang pemerintah keluarkan..untuk kridit usaha,bahkan untuk pelatihan dan juga proyek transmigrasi………jujur sia sia..:)).
            lagian negeri di atas awan kebanyakan ceweknya…..he he he
            —————————————————————————————-
            #Lupakan pilot yang kerja di maskapai asing, atau dokter spesialist yang praktek di rumah sakit singapura, kita bicara mengenai TKI rumah tangga yang tanpa bekal pendidikan dan keahlian. Mereka itu yang rentan dieksploitasi dan mengalami penindasan/pelecehan. Ini kembali merupakan kesalahan pemerintah kita, asal mengirimkan TKI modal nekad demi tambahan devisa, padahal devisa bisa diperoleh melalui banyak bidang lain yang lebih terhormat. Blunder lain pemerintah adalah buang2 devisa, boleh lah jika masalah gandum atau daging.. tapi payung, ikan asin, garam dan buah2an tropis saja kita masih harus beli dari luar alias buang2 devisa#
            —————————————————————————————————
            JANGAN SALAHKAN PEMERINTAH..
            itu tergantung orangnya…
            mereka nekat demi sejengkal perut untuknya dan keluarganya..
            dan kalau TKI yang berpendidikan tinggi….jujur mereka boleh dikata (tidak semua)OGAH BALIK kenegeri di atas awan..malahan mereka ber usah mati2an untuk menjadi warga negara tempat dia bekerja.
            malahan banyak pejabat tinggi yang tinggal di luar negeri diatas awan.
            —————————————————————————————–
            #Usulan Hentikan dengan segera pengiriman TKI pendidikan rendah dan tanpa keahlian, mereka yang justru jadi “wakil” wajah Indonesia di negara2 tujuan kerja. Sudah saatnya hanya TKI dgn keahlian tertentu yang boleh kerja ke luar negeri. Devisa dari TKI sekitar 100 trilyun Rupiah per tahun, jika TKI mokondo dihentikan dan disaring dulu dgn pendidikan dan keahlian devisa dari tenaga kerja tidak akan menurun malah justru mungkin meningkat. sediakan juga lapangan kerja di dalam negeri untuk tenaga kerja pendidikan rendah dan dengan bersamaan mewajibkan pendidikan gratis sampai minimal SLTA plus keahlian#
            ———————————————————————————————-
            setujuuuu sekali..tapi saya tanya dulu yah dengan yang mulai export TKI……bung sudo**…….:)) lupa sdh almarhum
            dan kalau yang berpendidikan tinggi kebanyakan maaf KETURUNAN…
            malahan mereka ngajak saudaranya chek out dari negri di atas awan
            ________________________________________________________
            #Selain itu modernisasi alutsista juga ada peranan dalam menaikan daya tawar Indonesia, militer kuat pemerintah bisa tegas dan menekan pemerintah Malaysia, dari urusan sengketa wilayah hingga agar ketegasan lebih aparatnya dalam menindak pelaku kejahatan/pelecehan terhadap TKI. Indonesia yang kuat dan tegas akan berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat luar terhadap masyarakat Indonesia. Liat bagaimana all out-nya pemerintah US atas kepentingan warga negara mereka di luar negeri, hingga ada kesan warga negara US agak diistimewakan dimana-mana#
            ——————————————————————————————————
            makanya alut sistanya ke PAKISTAN saja…….he he he ..ikut bung okelah..dia itu jenius.
            jangan percaya deh sama negara pemilik hak veto.
            mereka pisau bermata dua..
            biar tki bisa berteriak..”saya warga negara indonesia”
            jaga kelakuan anda…..:)).
            —————————————————————————————————–
            #Untuk kedaulatan wilayah dan kekayaan budaya Indonesia jelas harus tegas dan tidak tawar menawar, NKRI adalah wilayah, penduduk dan kekayaan alam serta budaya di dalamnya. Sedangkan untuk kasus2 kejahatan terhadap TKI hendaknya disikapi kasus per kasus karena kejadian itu masalah pidana dan bukan kejadian yang sistematis dilakukan rakyat/pemerintah Malaysia.#
            ————————————————————————————————
            betul…..bila negeri diatas angin serius maka nanti akan banyak orang2 malaysia,arab,korea,china(hongkong) dll..yang akan masuk penjara…!
            ha ha ha

            —————————————————————————————————
            analis militer jangan keliwat serius to…….:)).
            kalau ada yang salah omong agar maklum…lg ngejar setoran ojek..:)

          • Bukanya ,mas merah putih dan mas okelah sama saja satu orang lain nick.

            Kok jadi memuji dirisendiri gitu mas?.
            Kok aneh jadi bingung yang baca

          • maaf, tadinya saya pikir anda serius peduli nasib TKI.

            umm .. gaya dan isi tulisan anda amat sangat mirip dengan salah satu forumer lain di sini walau username-nya beda 😉 😉 😉 😀 😀

            hmm..

          • @MasAc 😀 asli bung! saya juga berpikiran begitu, jelas banget ya? biar menyangkal dan ganti IP tapi gaya dan isi kepala ga bisa ditutupi :mrgreen:

          • lain boss…….mungkin satu gedung/satu kota…..

          • yeee…gw serius dan peduli….gimana sih loe…

            kan gw sudah bilang ikutin saja program “pemuda pemudi mandiri profesional.”..tuh di depnaker jln gatot subroto…jkt
            wah loe nya yang ngak serius…..stress yah

      • Ada banyak “Battle Field” yg dimenangkan bukan oleh senjata,
        Kenapa Kita harus selalu berfikir perang itu gelar alutsista..??
        ———————————————————-
        1.Kesalahan German pada PD-1 adalah karena Penerus Tahta German Wilhelm II, menghancurkan aliansi2 yg diperjuankan negarawan Hebat Otto van Bismarck, pada saat yg sama German sdg mengalami euforia kebangkitan Negaranya., membuka Front muka dan belakang rumah adalah kesalahan Fatal. Begitu juga kondisi Indonesia..

        2. Keruntuhan USSR bukan karena Invasi Militer
        ———————————————————–
        gue tidak membantah tentang kejadian Sipadan-ligitan adalah tindakan melecehkan, so mari kita bikin Kebalikannya, Kenapa kita tidak menjadikan sonora sebagai satelite kita sendiri, itu lebih berguna dgn economic oriented.
        dgn senjata..?? udah ga zaman x, cari yg lebih HEMAT dan Halus, semua ini kan tentang “HOW”
        .NKRI memiliki TKI puluhan ribu di sonora sebetulnya sudah merupakan keunggulan tersendiri, bila perlu 50% Rakyat Malaysia adalah tenaga kerja kita, hanya yg perlu di tekankan adalah Kelayakan standar, Bisa jadi 100 thn kedepan hampir semua rakyat Malaysia berbahasa jawa, dan itu akan mengubah kebijakan internal Negaranya, (propinsi bayangan)

        NKRI segini z sudah dibilang strategis Bagaimana dgn Indonesia itu adalah “ASEAN + Melanesia”, tentu lebih gagah lagi bukan.? Goverment boleh beda, boleh masing2, yg terpenting itu TUJUAN dan KESEPEMAHAN.

        # Modalnya memang Kemandirian Alutsista kita sendiri, harus Gahar, disebut Cetar kalo produk bikinan sendiri, begitu juga AS ketika membentuk Nato, begitu juga Rusia ketika membentuk USSR.

        Kalo masalah tertawa…ya tertawalah..mumpung bisa, 😀 😀

  35. Nah gimana nasibnya alutsista dari barat bila ada gesekan dg OZ?? semoga , mawas diri untuk pembelian dari blok barat sebaiknya di jadi kan second atau third layer.

    maaf klo ngawur

  36. Persiapan klo ada gesekan dgn Australia
    http://www.dw.de/rubrik/s-11546

  37. * Pesenan bahasan buat para sesepuh Warjag (admin) *

    Melihat perkembangan oz skrg2, kita ambil dari sisi simulasi pespur.

    JIka oz Membuat kombinasi F-22 dan F-35 dan Pespur existing, lalu kita sebaiknya bagaimana (1-3 thn kedepan) :
    Mana yg paling masuk akal sesuai “kemungkinan kantong dan hadirnya” :

    A. Su 27/30 + (dominan) Su 35 VS F-22 + F-35 + F-18
    B. Kaka beradik Keluarga Su + si Bontot VS F-22 + F-35 + F-18

    terimakasih.

  38. Bung @Now. TKI yg Mokondo ??? hahaha.. i like it istilah itu bung !

  39. Ijin daftar ikut diskusi di sini para pinisepuh

  40. Do you need personal loan? Does your firm,company or industry need financial assistance? Do you need finance to start your business? Do you need finance to expand your business? We give out loan to interested individuals who are seeking loan with good faith. Are you seriously in need of an urgent loan contact us at Email:fastestloaninvestment@gmail.com
    APPLICATION DETAILS
    Your Full Details:
    Full Name:
    Loan Amount Need:
    Loan Duration:
    Phone Number:
    Applied before?
    State:
    Monthly Income:
    Country:
    You are to send this to our Company Email;fastestloaninvestment@gmail.com

 Leave a Reply