Oct 192017
 

Desain Pesawat KFX

Jakarta. Jakartagreater.com. Menteri Keuangan Sri Mulyani diundang oleh Komisi I DPR RI untuk membahas mengenai penggunaan anggaran yang dialokasikan kepada Kementerian Pertahanan.

“Saya diundang dalam rangka untuk membahas penggunaan anggaran yang dialokasikan kepada Kementerian Pertahanan, sebesar Rp 1,85 triliun plus sekitar Rp 160 miliar yang itu adalah dana tambahan untuk Kementerian Pertahanan,” ujar Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 19/10/2017.

Dalam RAPBN 2018, pagu anggaran Kementerian Pertahanan diajukan sebesar Rp 105,7 triliun. Jumlah tersebut kemudian disepakati untuk ditambah menjadi Rp 107,5 triliun.

Menteri Keuangan juga mengatakan bahwa di internal Komisi I beserta Menteri Pertahanan dan Panglima TNI ada pembahasan penggunaan anggaran, yang salah satunya adalah komitmen pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X bersama Korea Selatan.

Pemenuhan kebutuhan anggaran untuk pengembangan pesawat KF-X/IF-X, yang telah ditandatangani sejak 2012, dibiayai secara bertahap dengan skema pembiayaan tahun jamak (multiyears). Menurut perjanjian, pada akhir Oktober 2017 Indonesia sudah harus menyalurkan Rp 1,6 triliun.

“Kami sampaikan pandangan dari sisi proses anggaran, apabila ada yang sifatnya multiyears bagaimana proses penganggarannya harus dilakukan, sehingga tertib administrasi dan anggaran,” ujar Sri Mulyani dirilis Antara.

Dalam rapat tersebut, Komisi I DPR RI juga meminta pemerintah agar mengakselerasi kebijakan untuk membiayai pencapaian kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) TNI.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan tetap sesuai komitmen dan menjalankan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan MEF TNI.

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengatakan bahwa DPR dan pemerintah juga sepakat bahwa pembangunan kekuatan pertahanan yang handal menjadi prioritas nasional.

  35 Responses to “Indonesia Komit Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX”

  1. Sip… semoga segera terwujud…

  2. Rp 107,5 triliun…tertib administrasi dan anggaran

  3. Semoga komit hingga akhir…

  4. Semoga komit, dan jadikanlah ifx sebagai kawah candradimuka untuk ilmuan dan teknisi Indonesia untuk membuat pesawat tempur, gandeng para diaspora indonesia seperti prof josaphat tetuko untuk mengembangkan radarnya. Siapa tau malah jadi uav ifx

  5. Kalau duitnya kurang,usul saweran saja agar cepat selesai…..
    Aku sih yess hahahaha

    Episode pingin lihat TNI dipersenjatai kekinian hahahahhaa

  6. Anggaran untuk pertahanan harus di perbesar setiap tahunnya . Karena pertahanan yg kuat penyangga ekonomi yg stabil.

  7. Semoga bisa dilapis cat stealth dan modif mesin jadi bisa gotong brahmos

  8. “Pembangunan kekuatan pertahanan yang handal menjadi prioritas nasional”

    Anggaran pertahanan diupayakan pemerintah utk selalu meningkat setiap tahunnya, Dan anggaran untuk infrastruktur pun menjadi prioritas pemerintah saat ini, namun disisi lain sektor penerimaan negara blom optimal. Pada akhirnya diantara kedua sektor tersebut pertahanan dan infrastruktur hrs ada yg dibiayai dng dana pinjaman LN. Dan pinjaman LN yg memungkinkan serta aman adalah investasi asing. Yg memungkinkan dibiayai melalui investasi asing adalah infrastruktur.
    Jd andaikata pertahanan benar2 jd prioritas maka akan selalu mendapat predikat ” bintang” dlm proses penganggaran. Artinya seberat apapun APBN diupayakan sektor yg memdapat tanda bintang harus tetap dipertahankan besarannya andaikata kemampuan utk menaikan menjadi pilihan sulit.

    • jadi harus bagaimana ini bung??? Perlu dana segitu besar

    • Anggaran pertahanan akan dipenuhi tapi rasio PDBnya sekitar 0,89% . Pertahanan baru melonjak saat 2019 atau 2020. Kemungkinan bisa 2019 atau malah pada APBN P 2018. Kenaikan bisa jadi sekitar 1,25-1,5% terhadap PDB. Selain buat ngejar PDB juga karena faktor politik.

      Hhhhhhhhhh

      • Agak susah kalo kita ngeliat dari PDB bung, apalagi buat negara yg berkembang macam kita gini. PDB itu artinya total aktivitas ekonomi yg dilakukan di suatu negara. Jadi ngga serta merta itu berkolerasi jadi anggaran, apalagi di Indonesia yang perpajakannya belum optimal. Lebih pas kalo diliat dari APBN

      • 2019 atau 2020 dan seterusnya pun masih blom bisa dipastikan bergerak di > 1% jika trend pertumbuhan ekonomi msh belum beranjak > 5,5 % pertahunnya. Hanya saja, sesulit apapun perekonomian kita jika masih dlm taraf wajar yg pasti Anggaran Pertahanan tidak akan diturunkan. Minimal sama dan bahkan diupayakan naik.

        Kita sdh punya pengalaman buruk ketika anggaran pertahanan kita kecil, jangankan sekelas Australia yg modern dan lengkap alutsistanya, PNG pun berani melecehkan kita. Malaysiapun berani mencaplok pulau kita, apalagi Singapura sang negara benalu. Tp lihat faktanya skrng, ketika Malaysia mau mengulangi perbuatan kotornya berani main2 ke Ambalat dan Tanjung Datuk langsung kita jewer. Coast Guard China berani masuk Natura langsung kita sepak dng PeDe nya. Kita berkaca pada Vietnam yg memprioritaskan anggaran militernya sambil perlahan menggalakan sektor ekonominya.

        Jd seberat apapun APBN kita kedepan, Anggaran Pertahanan tetap prioritas. Karena dalam porsi penganggaran tdk mungkin belanja itu diturunkan sebab berkaitan dng inflasi. Harga kertas hari ini pastinya beda dng tahun lalu dan berubah lg pd tahun depan.

        Kesimpulannya.?
        Anggaran Pertahanan tetap dpt prioritas bintang. So…dont worry be happy. Selamat berakhir pekan.

  9. Ya ampun, akhir oktober indonesia harus menyumbang dana 1 triliyun buat pengembangan proyek IFX/KFX..!!!!

    Semoga bisa dan ada jalan keluarnya..apa di bantu dengan sumbangan dari rakyat??

  10. Nulis panjang2 kok ilang.

  11. Anggaran melonjak pada 2019 ?

    Kemungkinan memang begitu sebab banyak yg harus diakuisisi.

    1 skuadron sangat gendut untuk kohanudnas.
    3 skuadron workhorse
    1 skuadron tambahan air superiority
    2 skuadron maritim strike
    Minimal 1 skuadron C130J.
    Minimal 1 skuadron campuran MRTT dan A400.
    4 skuadron heli serbu
    2 skuadron heli serang
    Tambahan belasan korvet
    Tambahan 6-8 fregat AAW.
    Tambahan paling sedikit 6 ks.
    medium range Arhanud untuk AU dan AD.
    long range Arhanud untuk AU.

    Semua harus sudah siap sebelum 2024.

    Namun saya berpendapat, mending anggaran untuk MEF dipisah dari anggaran tahunan namun disebar ke beberapa departemen misalnya untuk fasilitas alat transportasi seperti pembelian pesawat A400, Chinook, Blackhawk, MH60R, LPD, LST, rantis bisa dikasih tugas untuk dibeli oleh Kemhub, KEMBUMN, Kemkes, Kemkesra, Kemsos, Kemtan, KKP dan lainnya.

    Misal :

    Kementerian Kehutanan bisa ditugaskan beli Shinmaywa dengan alasan untuk semprot kebakaran hutan. Yang mengoperasikan AU. Kementerian Kehutanan juga bisa ditugaskan beli rantis dengan alasan untuk patroli hutan. Yang mengoperasikan AD.

    Kementerian Kesehatan bisa ditugaskan beli LPD untuk kapal rumah sakit. Yang mengoperasikan AL.

    Kementerian Sosial bisa ditugaskan beli mh60r dan dengan alasan untuk bantu korban bencana. Yang mengoperasikan AL.

    Kementerian Kesejahteraan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umum bisa ditugaskan patungan beli Chinook dan LST dengan alasan untuk angkut alat berat untuk bangun infrastruktur dan perumahan rakyat. Yang mengoperasikan AD dan AL.

    Kementerian Perhubungan, PT PELINDO, PT ANGKASA PURA, Pemda bisa dikasih tugas patungan beli Military Surveilance Radar seperti Smart-L, rudal medium range NASAMS, BAMSE dan oerlikon skyshield. Dengan alasan untuk melindungi Bandara dan Pelabuhan. Yang mengoperasikan AD, AU dan AL.

    KKP bisa diberi tugas beli CN235 MPA, Erieye, dan berbagai pesawat surveilance lain dengan alasan mengawasi laut dari pencuri ikan. Yang mengoperasikan AU dan AL.

    PT PELNI bisa dikasih tugas beli LST, LPD dan LHD lumayan untuk TOL Laut, yang mengoperasikan AL.

    Kementerian BUMN bisa ditugasi beli A400, A330MRTT dengan alasan untuk TOL UDARA.

    Kementerian ESDM bisa dapat tugas beli korvet dan fregat dengan alasan untuk melindungi pengeboran lepas pantai. Yang mengoperasikan AL.
    Kementerian ESDM juga bisa ditugasi beli blackhawk,caracal dan Chinook dengan alasan untuk transportasi karyawan perusahaan pertambangan. Yang mengoperasikan AD.

    Itu hanya ide saja.

  12. Komenku juga lenyap

  13. Indionesia belum iuran IFx..???
    Hayu den warjag pada patungan..xixixi..
    Pasti jamiatul gripiniyah ketawa dalam hati sambil muka di zoom..mode sinetron klan punjabi….wuekekeke

 Leave a Reply