Jan 072016
 
Pesawat KFX / IFX

Pesawat KFX / IFX

Jakarta – Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak Cost Share Agreement (CSA) dengan Korea Aerospace Industries (KAI) tanda dimulainya pelaksanaan tahap kedua pengembangan program pesawat tempur KF-X/IF-X, Indonesia-Korea Selatan.

“Dengan ditandatanganinya CSA ini, saya minta kedua pihak menunjukan keseriusannya dan komitmen sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan Jakarta, Kamis, 7/12/2016.

Penandatanganan kontrak CSA dilakukan antara Dirjen Potensi Pertahanan Timbul Siahaan dan Presiden sekaligus CEO KAI Ltd Ha Sung Yong.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan kontrak Work Assignment Agreement (WAA) antara Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan CEO KAI, disaksikan Menteri Pertahanan Indonesia dan Minister of Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan Chang Myoungjin.

Kontrak CSA ini mengatur kesepakatan dan ketentuan mengenai pembagian dana pendanaan pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X yang diberikan Indonesia kepada KAI berdasarkan kesepakatan bersama pengembangan pesawat tempur yang dilakukan Oktober 2014.

Sedangkan kontrak WAA mencakup partisipasi industri pertahanan Indonesia dalam rancang bangun, pembuatan komponen, prototipe, pengujian dan sertifikasi serta mengatur hal-hal yang terkait aspek bisnis maupun aspek legal.

WAA juga mengatur peran yang akan diambil PT DI meliputi semua hak dan kewajibannya sebagaimana kontrak tersebut dikategorikan sebagai dokumen “Businness to Businness”.

“Pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X ini akan membangun hubungan kerja sama Korea Selatan dan Indonesia. Saya yakin sekali dengan kerja sama ini kedua negara akan terus menjaga hubungan politik dan pertahanan yang saling membantu,” ujar Chang Myiungjin.

Antaranews.com

  28 Responses to “Indonesia Korea Selatan Tanda Tangani Kontrak Pembangunan Jet Tempur KFX”

  1.  

    Lanjutkan utk kemadirian produksi pespur

  2.  

    LANJUTKAN !!

  3.  

    Semoga KFK/IFX cepat terbang…

  4.  

    tahun berapa jadinya, sekalian rudalnya buatan pindad.

  5.  

    oke korsel..kedua negara akan terus menjaga hubungan politik dan pertahanan yang saling membantu..yang penting kfx-ifx segera terbang..

  6.  

    Riset, Bisnis, Pembangunan vis a vis Senjata.

  7.  

    koq gak di jelasin 4 tehnology inti yg gak dikasih mama rika

  8.  

    Apakah nanti Indonesia bisa mengekspor pesawat tempur ini? Karena kalau untuk keperluan di dalam negeri saja nanti kasihan kapasitas produksi PT DI tidak maksimal bisa dimanfaatkan

    •  

      Bukankah yang kita cari adalah ilmu rancang bangun pesawat? Jadi, dengan ilmu yang kita dapat, tambah hasil yang telah sedang dipelajari dari sumber lain nantinya kita bisa membangun type pesawat tempur baru yang benar benar beraroma “satu nusa satu tanah air indonesia”. Imho.

    •  

      Bisa..kan PT. DI sdh mempersiapkan hanggar & lini produksi KFX/IFX..mungkin nanti konsepnya misip CN 235..dimana akan produksi & pemasaran berdasarkan zona wilayah..

  9.  

    Moga cepet terbang

  10.  

    tanda tangan sana sini .. tanda tangan dan tanda tangan terus .. mudah mudahan cepat di buat dan cepat jadi ,, amiiin

  11.  

    Alhamdulillah..walau bnyk yg MERAGUKAN, MERENDAHKAN dan MENGHINA project ini..tapi the show must go on..lanjuut terus DEMI KEMANDIRIAN BANGSA..

  12.  

    Setelah selesai semua dan sdh bisa di oprasikan barulah dikatakan pembuatannya berhasil, tahap dikerjakannya aja bisa sj stop..

  13.  

    Garuda Indonesia saat
    ini telah memiliki 143 pesawat yang terdiri dari 81
    Boeing 737-800 NG, 9 Airbus 330-200, 13 Airbus
    330-300, 11 ATR 72-600, 18 Bombardier CRJ 1000
    NextGen dan 9 Boeing 777-300 ER. Pada tahun
    2016 ini saja, Garuda Indonesia akan
    mendatangkan sebanyak 15 pesawat yang terdiri
    dari 9 ATR 72-600, 5 Airbus 330-300 dan 1
    Boeing 777-300 ER.

  14.  

    sssstt…….di media sih baru tataran tanda tangan kontrak, lalu gagal lagi atau mundur
    namun, lalu kontrak baru lagi, begitu seterusnya. tiba2 beberapa tahu kemudian tanpa di nyana IFX sdh terbang

  15.  

    Pesawat resmi anggota non-blok ASEAN. Bebas pajak eksport, tapi wajib rupiah.

  16.  

    yahhh di ulang2 lagiii.. yg ane herann ko beritanya udah duluan yakk. pdhal tanggal tanda tangannya 7/12/2016.. haha. apa ga salah yah ? :-/

  17.  

    BOSEN SAYA BOSEN BACA BERITA IFX

  18.  

    Kontrak IFX tahap 2 sudah ditandatangani terus kapan nih kontrak Pembelian SU-35 resmi ditandatanganin ???

  19.  

    indahnya jika sudah bisa buat pesawat sendiri…mungkinkah kedepannya..kita bisa memodif pesawat sekarang ini..misal..kita bisa memodif F16..(F16 mutant)..soalnya sama2 dr blok barat..berarti kedepannya..anda semua pasti tahu..formasi udara diindonesia..hanya sukhoi..dan ifx..masak grup sukhoi cuman 2 ska?…heheehe..coba bayangin sendiri…wkkwkw..masak skuadron tempur segede ini..besok cuman dijaga oeirlikon dan stratrek…xixixxixi..dah..monggo..berfikir sendiri..

  20.  

    buruan selesai sih saya gak sabar pengen denger berita “pt di mengekspor ifx ke negara sahabat”

  21.  

    Ifx sudah produksi. Satu langkah lagi yakni TOT Pesawat angkut sekelas Antonov/Boeing/Airbus/hercules.