May 172017
 

Kapal keruk Hopper Dredger, Chuan Hong 68 China (photo : shipspotting.com / timbo2)

Batam – TNI AL dan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) membahas penanganan tiga kapal buronan yang berhasil ditangkap di perairan Malaysia dan Indonesia, atas kerja sama kedua institusi.

“Hari ini kami membahas tindak lanjut penangkapan kapal Chuan Hong 68 bendera Tiongkok oleh APMM. Kapal itu sempat kabur dari pengawasan saat ditangkap di Anambas dan berhasil ditangkap kembali oleh APMM. Demikian juga dengan dua kapal buronan APMM yang berhasil kami tangkap,” ujar Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Dispamal) Laksamana Pertama TNI S Irawan di Batam, Kepulauan Riau, 16/5/2017.

Kapal keruk berbobot 8.352 GT sempat ditangkap oleh TNI AL sebelum dilarikan oleh ABK saat lego jangkar dan mengangkat sebuah bangkai kapal kumo dari dasar laut.

Dalam kapal terdapat 27 ABK. Saat 20 orang di antaranya diturunkan, kapal dilarikan ke luar dari wilayah Anambas, Kepri ke arah utara. Sebelum akhirnya ditangkap oleh petugas APMM di perairan Malaysia.

Dari 20 ABK yang ditangkap, 16 di antaranya berkewarganegaraan Tiongkok, tiga ABK berkewarganegaraan India, dan satu dari Malaysia.

Sementara itu, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang juga berhasil menangkap dua kapal tangker buronan APMM, yaitu MT Brama Ocean berbendera Malabo 314 GT dan MT Orca berbendera Fiji 127 GT saat berada di perairan Indonesia.

“Hari ini kami bicarakan mekanisme agar buronan Indonesia bisa dibawa ke Indonesia dan buronan APMM bisa diserahkan ke APMM. Penangkapan tiga kapal ini adalah berkat kerjasama yang baik dua belah pihak,” katanya.

Meskipun hingga Selasa (16/5/2017) siang rapat belum selesai, namun Irawan meyakini pertemuan akan menghasilkan kesepakatan.

“Ini sedang dibicarakan bagaimana tindak lanjut dari penanganan kapal-kapal itu dan akan diteruskan ke atasan. Saya berharap ini bisa, dan saya yakin ini bisa dibawa ke Indonesia. Sebaliknya tangkapan kami milik Malaysia akan dikembalikan pada pihak APMM,” kata Irawan.

Bersama Laksamana Pertama S Irawan, turut hadir dalam rapat, Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno, seluruh Danlal di Kepri, Dato Tan Kwok Kee selaku ketua tim dari APMM Malaysia beserta sejumlah perwakilan dari negara.

“Selain itu, kami juga membicarakan berbagai hal menyangkut pengamanan dua wilayah dari berbagai tindak kejahatan. Dengan kerjasama yang baik tentu upaya pengamanan bisa lebih maksimal,” katanya.

Antara

  13 Responses to “Indonesia – Malaysia Bahas Penanganan Kapal Chuan Hong 68”

  1. Max

  2. Yg d keruk ape yee…? hhmm

  3. berani tenggelamkan tidak

  4. Kapal keruk berbobot 8.352 GT sempat ditangkap oleh TNI AL sebelum dilarikan oleh ABK saat lego jangkar dan mengangkat sebuah bangkai kapal kumo dari dasar laut.

    Dalam kapal terdapat 27 ABK. Saat 20 orang di antaranya diturunkan, kapal dilarikan ke luar dari wilayah Anambas, Kepri ke arah utara. Sebelum akhirnya ditangkap oleh petugas APMM di perairan Malaysia.

    —————————————— jd pertanyaan saya————————————

    kok bs lari,,,lalu di tangkap malon,,jgn ada main mata …aparat di sogok..lalu “lepas”karena secara logika tertangkap oleh TNI AL… dan dr kapalnya saja itu ga akan bisa kabur dengan cepat,,jika tidak ” di lepas” knp ga di tembak peringatan kaya kapal cina itu itung itung buat latihan

  5. penguatkuasaan nih khan harusnya di pisah hahahahaha

  6. Dari 20 ABK yang ditangkap, 16 di antaranya berkewarganegaraan Tiongkok, tiga ABK berkewarganegaraan India, dan satu dari Malaysia

  7. Colibri tolong insaf

 Leave a Reply