Jun 232016
 

Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah membuat kesepakatan bersama untuk mengamankan wilayah maritim di sekitar Sulawesi, Zamboanga, dan Filipina. Di wilayah perbatasan tersebut, akan disediakan 5 hingga 10 unit kapal yang berpatroli, serta akan ada posko pengendalian bersama. Posko pengendalian itu akan dibangun di titik-titik strategis yang diisi oleh tentara dari setiap negara.

“Jalur itu ada patroli yang mengantar kita ke perbatasan, lalu nanti di perbatasan diterima sama Malaysia atau Filipina,” kata Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Rabu (22/06).

Ryamizard menjelaskan bahwa ketiga negara akan menyusun prosedur tetap (protap) pengamanan di perbatasan. Protap itu menjadi landasan hukum bagi ketiga negara dalam upaya pengamanan wilayah perbatasan. Setelah itu, akan dilakukan pelatihan terhadap para petugas yang berjaga di perbatasan.

Ryamizard berharap, penyanderaan warga negara Indonesia beberapa waktu lalu tidak terulang kembali setelah adanya kerja sama trilateral tersebut. Namun, jika ada kejadian serupa, langkah paling utama yang dilakukan adalah Menteri Pertahanan dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina berkumpul untuk berkoordinasi merumuskan langkah yang tepat. “Setelah itu, pelaksanaannya diserahkan ke tentara masing-masing untuk secara teknis mengatasi itu,” ujarnya.

Dalam pengawasan di perairan perbatasan, ketiga negara sepakat akan menyiapkan drone untuk mengawasi dari udara. Ryamizard menilai, saat ini belum akan mengerahkan KRI untuk memperkuat keamanan perbatasan. Namun, dimungkinkan KRI akan ikut dikerahkan sesuai kebutuhan.

Sumber: tempo.co

Bagikan:

  9 Responses to “Indonesia, Malaysia, dan Filipina Tetapkan Kesepakatan Pengamanan Maritim Bersama”

  1.  

    Semoga menjadi lebih aman

  2.  

    Buat kesepakatan khusus dgn pilipina, agar pasukan khusus TNI diberi akses untuk menghabisi gerombolan abu syaraf, ……… !!!
    malon paling hanya mendompleng, …… lha perairan nya sendiri dijarah 100 nelayan cina, hanya bisa melongo sambil mewek !!!

  3.  

    Ha…ha….a…setuju bung ruskye
    Memang malon ini tukang copet di ajak perang malah lari tunggang langgang…..

  4.  

    Sabaarr bank.. lagi bulan puasa.. xixixi

  5.  

    Saking miskinya philippinese jadi negara gagal….semua sektor mereka buruk……ekonomi , militer , politik dan kemiskinan..

  6.  

    Semoga saja manfaatnya bisa kita dapatkan lebih besar daripada 2 negara tsb yg selama ini hanya diem saja tanpa bertindak apa2

  7.  

    Daripada KRI dikerahkan, kenapa gak marinir aja ikut di kapal2 kita ?

    Lebih irit biaya…

 Leave a Reply