Nov 272013
 
SAAB Swedia tawarkan JAS-39 C/D Gripen kepada Malaysia (photo: SAAB)

SAAB Swedia tawarkan JAS-39 C/D Gripen kepada Malaysia (photo: SAAB)

Perusahaan SAABย Swedia, optimis Malaysia akan memilih pesawat tempur lightweight single engine multirole JAS-39 C/D Gripen, sebagai pengganti MiG-29N Fulcrum Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang akan dipensiunkan. Juru bicara SAAB Internasional, Thimas Linden mengatakan (20/11/2013), TUDM sedang mengkaji pesawat JAS-39 C/D Gripen dan pejabat Malaysia telah melakukan kunjungan ke SAAB Swedia.

Pesawat tempur JAS-39 C/D Gripen, merupakan satu dari empat calon pengganti MiG-29N Fulcrum TUDM. Pesaing lainnya:ย  Boeing F/A-18E/F Super Hornet AS, Rafale Perancis dan Eurofighter Typhoon Inggris.

SAAB merasa cukup optimis karena Angkatan Tentera Malaysia (ATM) juga menggunakan berbagai produkย buatan SAAB termasuk: Multirole man-portable shoulder-fired weapon Carl-Gustaf, Combat Management System Saab 9LV Mk4 untuk frigate Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) 9LV, serta Radar Pertahanan Udara Giraffe 40.

SAAB Swedia juga menyuplai Radar Sea Giraffe untuk (KD) Lekiu, Radar ARTHUR “Artillery Hunting Radar”, Electronic warfare (EW) system untuk Sukhoi 30 MKM, serta radar maritim. Kerjasama militer Malaysia denga SAAB cukup meningkat pesat, untuk itu SAAB optimis akan didaulat sebagai pemenang tender pengganti Mig 29N TUDM.

Dassault Rafale Perancis

Pesawat Tempur Rafale, Dassault Aviation Perancis

Namun Perancis melalui Dassault Aviation tidak kalah cerdik dalam menawarkan pesawat tempur Rafale. Dassault Aviation menawarkan perakitan pesawat tempur Rafale di Malaysia. Mereka juga siap berbagi teknologi dan Malaysia didaulat untuk ikut memasok sebagian komponen pesawat tempur Rafale.

Menurut perwakilan Dassault Aviation, Daniel Fremont, apa yang ditawarkan Dassault Aviation merupakan proyek khusus, untuk membangun pesawat masa depan Malaysia. “Objektif utama bukan ekonomi, tetapi pendidikan agar anda dapat menyelenggarakan sendiri jet berkenaan”, ujar Daniel Fremont merayu.

Tidak hanya Dassault Aviation dan SAAB, Eurofighter Typhoon Inggris juga optimis karena merasa memiliki kedekatan sesama negara persemakmuran, begitu pula dengan Boeing F/A-18E/F Super Hornet AS, yang mempunyai tekanan politik tinggi untuk suplai suku cadang dan persenjataan F/A- 18 yang dimilii Malaysia saat ini. Di saat-saat terakhir, Rosoboronexport Rusia juga masuk menawarkan paket upgrade Mig-29N Malaysia, untuk memperpanjang usia pesawat 40 tahun.

Mig-29 N RMAF, Malaysia

Mig-29 N RMAF, Malaysia (photo: Airliners.net)

Yang mana akan dipilih Malaysia ?.
Malaysia masuk dalam situasi dilematis. Meng-upgrade atau mengganti Mig 29N Fulcrum dengan pesawat-pesawat generasi ke 4 di atas, tidak memecahkan persoalan, ketika negara tetangga seperti Singapura akan dilengkapi pesawat siluman generasi ke 5, F-35 dari Amerika Serikat. Sementara Indonesia pun belum menentukan pilihannya.

Jika negara tetangganya Singapura akan dilengkapi pesawat siluman generasi ke 5, F-35, maka membeli pesawat tempur generasi ke 4, untuk proyeksi masa depan, adalah sesuatu yang mubazir.

Pada bulan Februari 2003 Singapura bergabung dalam program pembuatan pesawat tempur siluman F-35. Sebagai anggota Security Cooperative Participant (SCP), Singapura diberi kesempatan untuk mengeksplorasi F-35 sesuai kebutuhan khusus yang diinginkan. Singapura kemungkinan memilih model F-35B yang memiliki fungsi STOVL(short take-off and vertical landing). F-35 Joint Strike Fighter (JSF) programme, melibatkan 10 negara di luar AS yakni: Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Turki, Denmark, Belanda, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Setelah digelarnya Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition LIMA, 26 Maret 2013, Malaysia mulai tertarik dengan SU 35 Hunter Killer atau Sukhoi T-50 PAK FA. Namun dalam Paris Airshow 21 Juni 2013, Wakil Rosoboronexport Victor Komardin hanya menawarkan tambahan Sukhoi SU-30M Flanker, yang merupakan jet tempur tercanggih yang dioperasikan Royal Malaysian Air Force/ RMAF.

Sukhoi T-50 PAK FA

Sukhoi T-50 PAK FA

Atas keinginan Malaysia untuk mendapatkan Sukhoi T-50 PAK FA, Victor Komardin menjelaskan:”Rusia sedang menimbang permintaan pesawat generasi kelima, seperti yang diinginkan pemerintah Malaysia. Pilihannya mungkin Sukhoi PAK FA atau versi flanker yang lebih advance, yakni SU-35″. Malaysia belum mendapatkan jawaban.

Akibatnya, tanggal 9 September 2013 Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Menurutnya tidak ada rencana dari pemerintah saat ini untuk mengganti skadron Mig-29 dengan pesawat tempur yang baru. Penggantian dan pembelian pesawat tempur baru, harus dilihat dalam konteks keamanan dan ancaman negara Malaysia.

“Untuk saat ini, pemerintah belum memiliki rencana untuk mengganti Mig-29 ataupun Sukhoi. Kami justru mengupayakan pemenuhan persenjataan untuk skadron helikopter Agusta dan upgrade Helikopter Nuri”, ujar Menteri Pertahanan Malaysia.

Situasi serupa juga dialami oleh Korea Selatan. Namun Korsel telah mengambil keputusan dengan mendepak F-15 Silent Eagle – Boeing, atau pun Typhoon – Eurofighter, dan langsung lompat membeli pesawat generasi kelima F-35 Lockheed Martin. Korea Selatan mengambil langkah tersebut karena negara tetangganya seperti China, Jepang dan Rusia juga menyiapkan pesawat generasi ke 5. Prototype Sukhoi T-50 PAK FA pertama kali terbang 29 Januari 2010. Angkatan Udara Rusia diproyeksikan menerima 60 pesawat Sukhoi T-50 PAK FA pada tahun 2016.

Bagaimana dengan Indonesia ?
Posisi Indonesia hampir sama dengan Malaysia. Indonesia lebih sulit lagi karena RAAF Australia sebentar lagi menerima pesawat F-35 pertamanya, yakni bulan Juni 2014. Tidak terbayangkan pesawat F-35 Singapura dan Australia bisa menari-nari di dekat wilayah atau di atas wilayah udara Indonesia, tanpa kita mampu mendeteksinya.

Jika Singapura berkonflik dengan Malaysia, tentunya F-35 Republic of Singapore Air Forceโ€™s (RSAF) bisa diposisikan sebagai armada pemukul, untuk menusuk ke dalam wiayah Malaysia. Sementara F-16 block 52 diposisikan sebagai air defence. Skenario yang sama diterapkan Korea Selatan dalam mengantisipasi ancaman Korea Utara. Australia pun tampaknya tidak jauh dari skenario tersebut.

Seperti apa skenario Indonesia untuk menghadapi tantangan dan perubahan ini ?. Belum jelas. langkah Indonesia dan Malaysia, sama sama belum jelas dalam mengantisipasi kehadiran F-35 atau pesawat siluman dari tetangganya.

F-16 Block 25 yang dihibahkan ke Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

F-16 Block 25 yang dihibahkan ke Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

Untuk mengisi kurangan pesawat saat ini, Indonesia justru membeli 24 pesawat bekas F-16 block 25 dari AS. Indonesia telah melepas salah satu kartu truf-nya dengan pembelian pesawat lawas tersebut. Dalam 5-10 tahun ke depan pesawat SU-30 MK2 dan F-16 block 25 Indonesia, harus berhadapan dengan F-16 block 52 dan F-35 Singapura, atau F/A 18 Hornet dan F-35 Australia.

Australia dan Singapura terlihat memiliki agenda yang lebih terukur.

Indonesia belum bisa berharap banyak dengan proyek pesawat tempur KFX. AS masih mencoba menarik proyek KFX ini agar menjadi KFX E, singgle engine yang lebih sebagai upgrade single TA-50 atau F-16. Sementara Korea Selatan bersikukuh untuk membangun KFX C103 twin engine dengan fitur weapons bay (stealth). Tanpa didukung AS, Korea Selatan akan kesulitan untuk mendapatkan fitur stealth tersebut. Kasus Korea Selatan ini mirip dengan cerita saat Jepang ingin membangun pesawat tempur sendiri namun diredam oleh AS.

Kalau pun jadi, pesawat KFX akan operasional sekitar tahun 2023-atau 2025. Untuk menutup gap tersebut, Korea Selatan memesan 40 pesawat F-35 dalam menghadapi tantangan di depan mata. (JKGR).

  113 Responses to “Indonesia Malaysia dan Sukhoi T-50 PAK FA”

  1. walaupun Indonesia dan Malaysia tidak selalu akur namun dua2nya sama sama memandang Australia dan Singapura sebagai ancaman. Kenyataan Aus dan SG sama sama menjadikan Indonesia-Malaysia sebagai sasaran penyadapan menguatkan sentimen ini

    Saat ini ancaman Indonesia memang dekat dengan kedatangan F-35 RAAF tahun depan, dengan dimundurkannya program RMCA Malaysia maka Indonesia akan sendirian ‘menghadapi’ F15 SE dan F35 di utara dan selatan. Tapi mengingat kondisi ekonomi Indonesia juga sedang dalam tekanan bisa2 TNI juga harus menunggu lebih lama untuk bisa menyeimbangkan kekuatan udara.

    I hate this, ngomong Alutsista selalu berakhir dengan mempertimbangkan ekonomi. Nasib negara berkembang ..

    • MIG-29 tersedia paket upgrade, dan dengar2 juga dipertimbangkan TUDM mengingat penundaan proyek MRCA. Imo MIG 29 pesawat yang bagus, mungkin Malaysia ga kuat biaya operasionalnya ๐Ÿ™‚ dan jika itu termasuk pertimbangan maka Gripen yg single engine adalah pilihan yang masuk akal

    • Benol sekale…..
      Gripen adalah pilihan masuk akal bagi Malaysia, Juga….
      F-16 Bekas tapi Upgrade adalah pilihan REAL dan masuk akal TNI-AU, untuk uang pas-pasan dan ngejar Quantity dalam MEF-1…….

      Jangan PAK-FA dulu lah, masih FULL ERROR, setidaknya sampai 2030, mungkin udah kedahuluan KFX/IFX

      Penuhi Radar dulu untuk menutup celah, gabungkan dengan mbak VERA

    • tenang broo indonesia masih punya nenek lampir, dengan tongkatnya dia bisa terbang tanpa terdeteksi RADAR,…KKKKKKK

      • what a relief..
        nenek2 peot naik tongkat memang akan mempunyai RCS kecil, fitur kulit keriput juga mungkin membantu mampu menyerap gelombang radar. hanya saja beresiko wasalam di tengah jalan karena masuk angin he he he

  2. Penawaran 10 KS dari Rusia menandakan Indonesia dianggap sbg teman terbaik dan strategis bagi Rusia … Bukan mustahil Pak Putin/Sahabat Pak SBY akan memberikan kejutan lagi dgn tawaran PAKFA dan S-350/S400 utk menghadapi F-35 Ausie / Singapur. Mudah2an Di Renstra ke-2, Air defense masuk dlm agenda yg akan dikembangkan…

    • PAK FA belum tersedia untuk export samapi minimal kebutuhan Russia dan India terpenuhi, itu artinya sekitar 2020-an ๐Ÿ™

      mungkin Su-35S + HQ-9 atau S300 sudah cukup memadai untuk pertahanan menghadapi kemampuan udara Aus & SG, tapi tidak untuk preemptive strike alias kekuatan udara kita akan kurang effect deterrent untuk bisa memberi pengaruh pada urusan politik luar negeri. pelajaran dari Russia dlm peristiwa Syria menunjukan bahasa diplomasi otot adalah satu2nya bahasa yang dimengerti USA dan begundal2nya

      • S-300/400 yang diintegrasikan dengan “radar VHF” adalah duet maut bagi, F35/35 B Lightning II, F22 raptor, RQ-Sentinel, maupun B2 Spirit Long Range Bomber!!! (maupun segala siluman mereka)

        Pesawat2 siluman akan nampak seperti bebek bebek yang sedang terbang kalau dilihat dari monitor radar VHF tersebut.
        Walaupun kita belum memiliki pesawat2 yang seletting dengan pesawat2 stealth mereka, tapi dengan duet maut ‘pamungkas’ ini akan membuat mereka tidak sembarangan masuk udara kita.
        Mereka telah menghabiskan 16 tahun, investasi sebesar $396 milyar untuk meyakinkan F-35 family terbang tak terdeteksi menerobos wilayah udara yang terjaga dengan baik, Dan tahukah anda apa yang terjadi..????
        RUSIA MENJUAL SISTEM PERTAHANAN YANG DAPAT MENJATUHKAN MEREKA DARI LANGIT!!
        Sabar aja nunggu tahun 2020, perbanyak Radar2 VHF dengan S300/400 nya.
        Dijamin, semua pesawat AS, SINGAPURA, Mlysa, mau stealth, mau drone, mau siluman, maupun genderuwo Tech, ga akan berani dekat2 udara RI.

        • pembelian long range bomber oleh TNI AU akan menimbulkan kepanikan diantara tetangga, saya sih jelas setuju kekuatan preemptive strike ho ho ho .. namun harus lebih dulu kuat di pertahanan dan di kemandirian Alutsista. minimal kedekatan yang mantap dengan salah satu blok produsen utama senjata2 dunia.

          • Mo nya dibungkus lah 4 ato 5 biji, dan kalo udah dibeli engga usah dipublikasikan ya om….jadi lontong versi udara,,, hehehe
            ga habis2 bahasnya…. ๐Ÿ™‚

        • atau kita sukses dalam membangun kekuatan rudal jarak jauh nasional. pihak asing begundal US di kawasan ini tidak ada pilihan lain selain mau tidak mau menerima Indonesia sebagai kekuatan militer dgn kemampuan preemptive strike. setelah tahap itu urusan regional dalam berbagai hal di kawasan dekat rumah akan jauuuh lebih mulus dan lancar

          ini seperti pinjem duit ke bank, yang butuh karena ga ada duit jarang dikasih sementara yang ga butuh pinjaman karena tajir justru ditawar tawarin ๐Ÿ˜€

          • Iya Om… Kalo duit masih bisa dicari (asal jgn dikorup)..
            Coba bayangkan betapa kayanya Kuwait saat sebelum diinvasi IRAK, maupun IRAK saat di invasi AS,
            Saat negara lain menginvasi suatu negara, KEKAYAAN, HARTA, EMAS, BANK DENGAN KAS TRILYUNAN RUPIAH, tidak akan ada gunanya. Yang berguna pada saat itu hanyalah KEKUATAN MILITER. MUmpung sekarang masa damai, dan beluma ada indikasi yang akan menginvasi, gunakan seluruh sumber daya yang ada untuk memperkuat diri, kalo nanti terjadi penyerangan, ENGGAK AKAN ADA YANG MAU MENOLONG….

          • Setuju banget dengan komen ini.
            siip.. bro Desperado

          • sama setuju 1000% bro Desperado ini yg masuk akal bagi bangsa indonesia bila masih mau tetap jd NKRI dan tidak kembali di jajah.

          • Iya bung, ada hutang alutsista pemerintah terhadap TNI yang sebelumnya diabaikan. kondisi daruratnya adalah kita harus menjadi yang terkuat di Asean seperti memang seharusnya. nyicil 1% dari GDP walau nanti terkejar namun perlu waktu lama, justru waktu itu yang kita belum tentu ada mengingat perkembangan2 terbaru yang terjadi dengan Aus dan SG ( and in time, USA)

          • Om General: Mantap om.. belajar dari peperangan abad 21, biasanya invasi terhadap suatu negara itu dilakukan secara keroyokan oleh negara2 kuat secara militer (barat) terhadap negara2 lemah (asia, afrika, timur tengah, amerika selatan), yang diperkirakan tidak akan mampu membalas serangan itu, walau hanya mengantar sebutir pelor pun ke negara2 agresor itu. Karenanya RI harus memiliki kekuatan serang militer untuk membalas serangan ke negara agresor dimanapun di muka bumi ini. Jangan hanya mau berperang di negara kita, yang hancur kota2 kita juga. yang tewas kita juga. Negara agresor juga harus merasakan pahitnya kehancuran kota2 mereka, dan sedihnya kehilangan orang2 dekat yg dicintai…
            Om Newbie : setuju om.
            Om nowyoudont: Yupz.. petinggi2 pusat dan militer harus jeli melihat konflik LCS.
            Konfrontasi bisa pecah kapan saja, dan dimana saja… Saat itu tiba, RI harus sudah siap dengan segala alutsista kita yang ada…

          • kayaknya kita harus punya pesawat yang stratohostes itu, punya AS yang terbang di ADIZ China maren….

        • heheheee selalu saja ada bisa dan anti bisa…
          decimetrik radar semakin matang

  3. Jangan tanggung2. Beli F35 dan PAK FA tapi tentu saja program KFX tetap jalan. Btw jangan remehkan Gripen: klo lihat di youtube pesawat ini tidak hanya lincah di kecepatan rendah (spt Sukhoi) tapi juga lincah di kecepatan tinggi (spt F16). Secara kasat mata Gripen juga mampu dgn cepat meninggalkan landasan dan terbang vertikal, lebih baik dari Sukhoi apalagi F16. Tapi yg mematikan adalah senjatanya: rudal jelajah stealth Taurus berjangkauan 500+ km. Bandingkan dgn Brahmos yg “hanya” 150-300 km.

    • ane setuju ama ente bang…grippen sangat cocol untuk pertahanan ibukota, ( denger denger kemayoran mau dijadiin lagi landasan darurat buat pesawat tempur untuk pertahanan ibu kota ) apalagi untuk engine grippen hampir sama dengan engine yang dipakai pesawat komersil kita koq cuma bedanya adalah after burnernya doang, secara maintenance pihak GMF pun bisa melakukannya apalagi spare partnya, untuk light weight multirole fighter boleh koq,sebagai subtitutsi atau pelengkap F16,( kalo boleh ngarep mah Rafale ) untuk air superiority PAKFA or yang dibawahnya dikit dah SU35..hanud S300 / S400, pantsir boleh lah, kalo ekonomi lagi anjlok bisa aja kita pengadaanya nyicil karena bener seperti ulasan diatas, mau seberapa kayanya kita kalau angkatan bersenjata gak kuat sama aja boong…

      • solusinya akuisisi Rafale, udh lbh dari cukup kok fitur omnirolenya itu bisa gantiin semua jet yg ada di negeri ini dari Hawk smp Flanker.
        mumpung ada kesempatan kita akuisisi jgn sperti 2003 cuma ada Flanker jd mau ga mau kita ambil, smp 2013 ada bbrapa varian flanker dibeli akhirnya jd beban.
        tp ya itu, Rafale muahal, India aja abis 200T buat beli 126 jet..tp itu dah dapet offset enaknya…
        lagian track record Rafale terbilang bagus dgn prestasi kill F22A Raptor di red flag.
        data fusionnya itu yg buat dia punya kemampuan menghabisi pesawat stealth, sementara flanker belum bisa berbagi data gt.
        buat manuver juga ga beda jauh sama2 lincah.
        payload Rafale lbh gede dan rudalnya lbh bervariasi, semua yg pake link-16 bisa dipake, produsen snjatanya ga mesti anggota NATO, ga mesti beli mcm2 pylon lagi, semua udh all in one. beda sama Russia, klo kena embargo senjata ga bisa make rudal pesawat kita, China jg bermasalah soal integrasi senjata, India bermaslah elektronik, Malaysia bermasalah integrasi senjata
        radar rafale udh AESA yg buat dia lbh sulit dideteksi lawan, lbh kebal jamming, perang elektronik, targeting udh all in one dlm bodi pesawat. udh dilengkapi SPECTRA mirip DEWS-nya F15SE
        Flanker belum punya :3 sementara Su35 itu harganya murah tp kosongan, klo make radar Zhuk harganya naik lagi, blm biaya integrasinya…perawatan mesti ke Russia dan ga ada offset buat industri dalam negeri.

        cuma opini sih, so far kelemahan Rafale cuma harga, sukur2 bisa dpt paket kya India, 126 jet buat 200T selama 6 tahun. itu udah snjata dan ngerakit di dalam negeri…negara dapet snjata + ilmu, rakyat dapet pekerjaan,

  4. Tenang agan2,indonesia sdh pnya SU 27/30 utk pemukul,F16 lama 1 ska dan hibah F16 blok 52 2 ska (otw) dan T50i utk air defense dan patroli udara.SAAB selevel dg F16 dan T50i.utk hadapi F35 tetangga TNI AU mau beli SU35 (MEF2).sambil menunggu jadinya IFX.F35 itu banyak kelemahan.fokus TNI ke depan adalah perkuat AU apalagi panglima akan datang jatahnya AU.ke depannya utk pemukul indonesia andalkan IFX yg selevel dg F35 dan SU35.swa buana paksi.Merdeka ! Ayo agan2 teriakkan merdeka ! Jayalah NKRI kita !

  5. Gak usah bingung hadapi Aussie ama Singa, kan jin kita di luar sana banyak !!! wkwkwkwk ๐Ÿ™‚
    Kalau menurut saya pertahanan udara adalah nomer satu, karena bisa menyerang darat, air, dan udara lebih presisi. Kalo Paman Sam nawarin F-35 bungkus saja ya paling 8 buah cukuplah untuk tahap awal sambil nuggu T-50 ama KFX. Ama perbanyak radar active maupun pasif, sistem hanud (panstir S1 ama HQ-9 / S-300), Jet intercept (SU27,37,F-16), multirole (SU-30,F-35), bomber (SU-34, Thypoon)
    NB: Gk bisa tidur deh Aussie, SG, ama Malay => mimpi buruk.

  6. saya setuju dengan masbro nowyoudont dan loai,tp mungkin jika kita tak mampu berjaya di udara,ada baiknya kita berjaya dulu di AL. jika tawaran 10 KASEL itu masih berlaku,kita msh bisa unjuk gigi. untuk pesawat memang butuh waktu lama dan sulit dalam menentukan. tp jika kita minta pada mbah putin, mungkin beliau mau meberi pesawat su-35bm. saat ini itu hal yang paling realistis. seSILUMANnya f-35 tak akan bs masuk dengan mudah ke wilayah kita.

    • Su-35 memang sudah ditawarkan Rosoboronexport, tapi dijegal US dengan hibah F16.

      S-300 juga sama sudah ditawarin, kapal selam juga… , kadang saya rasa pemerintah terlalu memperhatikan ‘perasaan’ tetangga dan terlalu mengalah kepada tekanan luar negeri

      bahkan US juga menawarkan F35nya, tapi saya mah kurang sreg. terlalu mahal dan banyak terdengar kabar miring mengenai kualitasnya. lebih dari itu produk US selalu datang dgn syarat politik, there’s always a catch with uncle sam, sementara produk Russia dijamin bebas embargo. artinya kita kita tetap akan mendapat sparepart walau Su-35 atau Yakhont dipakai mengebom Banggar DPR he he he…, just kidding! just kidding…

      • Wah, kalo penggunaan SU35 ama Yakont buat yang itu sih impian dan cita-cita ane gan, meskipun ente cume becande, tapi ane amat berharap wkwkwkwkwk

      • Bung diego, saya sangat setuju dengan anda, kalau saja tawaran hibah 10 lontong itu mau dan jadi terlaksana…maka sonotan dan sonora bakalan gemeteran, and lebih baik kalo dilengkapi dengan RAFALE ( agak bebas embargo ) atau GRIPEN NG ( cukup bebas embargo ) sebagai stop gap, maupun pengganti atau pelengkap F16 yang kita beli sendiri, ( bukan yang hibah ya ntar disadap lagi ) sambil menunggu PAKFA beres permasalahannya…sementara yang mungkin lebih mendesak adalah radar dan hanud jarak menengah dan jauh mesti kita miliki, berhubung kita lagi mesra ama papa bear ama mami panda bisa aja koq kita miliki itu semua walaupun kita beli ketengan…hehehehe masalah politisi itu lebih baik, kita miskinkan saja atau taruh patroli di pulau terluar biar ga cuma dateng duduk tidur dapet duit, biar mereka juga merasakan susahnya jaga kedaulatan negara, gak cuma duduk ngoceh ngoceh masih gak mikir juga apa pos terluar gak punya radar radarnya teropong lapangan, bensin susah, air minum susah…sudah sejatinya mereka memikirkan kondisi ini jangan mobil dinas dephan mewah mewah, mobil dinas dpr mewah, tapi alutsista memble..

      • nowyoudont: kadang saya rasa “PEMERINTAH” terlalu memperhatikan โ€˜perasaanโ€™ tetangga dan terlalu mengalah kepada tekanan luar negeri.
        Kira2 ada yang bisa nebak gak, siapa yang dimaksud dengan ‘pemerintah’ ini.. Apakah oknum yang selalu dan terlalu toleran kepada tetangga? apakah dia seorang ‘menteri’ yang memberi nasehat kepada pak beye untuk mengabaikan bantuan om Ruskie..???
        Hmm…. tolong kasih tahu saya siapa tuh orangnya biar bisa saya tatar 24 jam ‘face 2 face’, hahaha… tapi om2 di warjag ini tatar saya dulu ya.. biar saya tatar tuh ‘oknum’…. tapi kenapa pak beye ngikutin aja ya nasehat2 kontra produktif untuk RI ini ya.??? nasehat boleh darimana saja, tapi kan Pak Beye Decisions Maker nya.????

        • Walahualam gan .. ๐Ÿ˜‰

          Pemerintah harus sadar bahwa tidak mungkin menjadi sahabat setiap kubu, tidak mungkin membahagiakan semua pihak. Again, a friend to all is a friend to none.

          Perlu wawasan jauh ke depan untuk menentukan sikap dan diperlukan nyali serta keberanian ketika wawasan itu sudah terlihat

          • Yupz…. Kita harus meniru kelihaian BK sewaktu perang dingin.
            Juga kelihaian Raden Wijaya dalam memanfaatkan kekuatan militer Mongol, lalu menghancurkannya…
            Nusantara tidak akan pernah kehabisan stok orang2 cerdik…. sejak dulu…..

  7. sebenarnya inilah momentum yg baik utk indonesia dan malaysia menata kembali hubungan kedua negara serumpun,membangun kepercayaan dgn komunikasi dua arah yg baik,lupakan masa lalu.buang jauh2 rasa saling curiga dan ego,tingkatkan kerja sama di segala bidang..jika dua negara ini solid,saya yakin indonesia dan malaysia mampu secara bersama bahu membahu menghadapi ancaman dr negara manapun,nagara lainpun berfikir seribu kali utk mengganggu dua negara serumpun ini. utk urusan alutsista,indonesia dan malaysia memiliki pandangan yg hmpir sama dan memiliki kiblat teknologi alutsista jg hmpir sama yaitu rusia..
    so..tergantung dgn kemampuan petinggi kedua negara bgmn membawa kedua bangsa ini bs bersatu menghadapi ancaman dr musuh yg sama

  8. sepertinya indonesia sudah punya blue print bwt akusisi pespur kedepannya….

  9. REPOST
    Jangan takut sama F-35.

    F-35 itu didesain sebagai pasangan F-22. F-22 fungsinya pembuka jalan sebagai air dominance / SEAD fighter, dan F-35 fungsinya sbg ground strike semacam A-10 atau punya kita dulu A4D Skyhawk. Jadi fungsinya optimal utk serangan darat, bukan air superiority ataupun murni multi role fighter. Namun oleh pabriknya (dan juga negara pembuatnya) diposisikan sebagai multi role dengan menonjolkan sifat silumannya karena takut rugi tdk terjual sebab harganya kelewat mahal.

    Bagaimana kalau misalnya dibandingkan dengan Sukhoi seri Flanker, mengingat tahun depan Aussie dan Singapur akan punya F-35? Kita tidak usah kecil hati atau takut. Silakan baca di sumber http://www.ausairpower.net/APA-NOTAM-05072010-1.html , dimana dianalisis perbandingan F-35 vs SU-35S dalam bidang radar, kinematika pesawat dan persenjataan. Hasilnya dari 23 sub bidang SU-35S unggul dalam 19, seri dalam 4, dan tidak ada yg kalah. Kebalikannya F-35 tidak ada yg unggul, seri dalam 4, dan kalah dalam 19.

    Bagaimana dengan pesawat yg sdh dipunyai kita sekarang, SU-27SKM dan SU-30MK2? Dari kacamata awam dan analisis di atas, kita masih kalah dalam 4 sub bidang, seri dalam 5, dan menang dalam 14 (menang terutama dalam bidang kinematika pesawat dan persenjataan).

    F-35 itu pesawat siluman, jadi semua rudalnya disimpan di dalam badan pesawat, muat 4 rudal BVR/WVR, atau bom pintar. Bisa angkut lagi dengan dicantol, tapi itu akan merusak sifat silumannya, dan menjadi pesawat biasa semacam Hornet. Sebaliknya cantolan seri Flanker bisa mencapai 12 hardpoints.

    Dia tidak bisa supercruise karena mesinnya tdk disesain untuk itu, yg bisa hanya F-22. Selain itu kecepatan maksimumnya M1,6 (itu katanya, belum pernah dicoba), dan tidak bisa terbang tinggi, maksimum hanya 40000 kaki. Sebaliknya seri Flanker bisa sampai M2 dan tinggi terbangnya di atas 55000 kaki. Selain itu SU-35S bisa supercruise.

    Cara menghadapi F-35 dan AWACS adalah dengan serangan bersamaan, dari ketinggian dan kecepatan maksimum, dari arah depan sebagai umpan,dari kiri dan kanan, meluncurkan pasangan rudal yg mempunyai seeker yg berbeda, active/passive seeker dan infra red seeker secara berurutan. Ketinggian dan kecepatan maksimum mempunyai energy potensial+kecepatan berlebih sehingga rudalnya efektif berjarak maksimum melebihi jangkauan rudal lawan. Sebaliknya kalau nembak dari bawah, energi rudal terkuras melawan gravitasi sehingga jangkauannya lebih kecil dari normal. Dari posisi kiri kanan, apalagi dari belakang silumannya F-35 akan tidak efektif, sehingga posisinya dapat diketahui melalui radar aktif, pasif atau IRST, dan dengan data link posisi F-35 dapat dikirimkan ke pesawat teman yg lain.

    • Menarik utk mencermati cara mereka membuat analisa. Saya setuju SU 27/30 lebih unggul daripada F35 tapi darimanakah mereka mendapat data? Dari spek di atas kertas atau pengujian langsung? Jika data diperoleh dari yg terakhir, kita harus harus harus lebih waspada. Artinya ini mirip komparasi antara Mirage III Israel dgn Mig 21 Irak (yg dibajak Israel). Dalam komparasi tsb Mig 21 bukan hanya lebih unggul tapi superior dibanding Mirage III. Ketika pecah perang Arab-Israel… taktik perang udara Israel membuat Mig 21 yang superior menjadi tidak lebih sebuah Piper Gelatik. Waspadai “Cak cak bodas”.

      • kelihatannya hanya dari data kemampuan teknis saja bung @Loai. F35 maupun S-35 sama2 belum battle proven, bisa dianggap membeli kucing dalam karung. Namun jika kita terlalu main aman dalam pengadaan alutsista maka kita akan selalu inferior dalam hal teknologi peralatan.

        imo, data teknis dari produsen pesawat cukup akurat dan cukup bisa dijadikan perbandingan awal. hanya saja Pak Fa dibangun dengan cara “lebih aman” dari pengembangan type sebelumnya tanpa perubahan radikal atau memulai dari awal seperti design F35. USA tidak mau mengembangan F35 dari F22 atau dari pesawat lain yang telah terbukti kemampuannya seperti F15, F16 atau F18, sementara Sukhoi mengembangkan Pak Fa dari Su-35-Su27 yang telah teruji dan “aman” secara design. itu sebabnya pengembangan F35 sangat lama dan berbiaya tinggi serta meninggalkan pertanyaan akan kemampuannya.

        sikap paranoid USA yg ingin menguasai sendiri F22 tanpa mau berbagi teknologinya akan membuat peta kekuatan dunia bergeser saat Pak Fa nanti tersedia untuk export.

  10. Dbndngkn spek persenjataan antr T50i dan F16 blok 25 yg akn di trm Indonesia, dgn jenis gripen. saya lbh menjagokan gripen dbndng keduanya yg versi falcon . scr ketiganya msh menggunakan single engine dan relatif meyandang kls yg sm ykn light fighter. kalau saya lht gripen lbh mng di sisi design dan aerodinamisnya, dgn mengadopsi syp delta plus tmbhn syp canard utk bermanuver dgn cpt dan jg sngt membantu utk take off dgn lntsn pendek dgn cepat, jg dari sisi biaya operasional gripen mnwrkn cost yg lbh mrh srt yg mjd nilai lbh dr itu dan gak klh pntngnya adlh gripen mampu dipersenjatai dgn sgl jns persenjataan bwtn eropa, us mwpn dari timur, blm lg radarnya yg canggih dilengkapi data link yg terintegrasi utk bertukar informasi dgn sesama gripen mwpn dgn pesawat awacs di dalam theater perang udara sesungguhnya. akn ttpi yg saya pkr yg mnjd nilai kekurangannya justru bkn krn pesawatnya tp lbh bnyk dari segi politiknya. kita taulah bersama kalau negara pembuatnya slh 1 nya swedia, yg brsbrngn politik dgn RI krn swedia dulu mgkn sampai skrg msh mndkng perjuangan GAM. Kalau utk pesawatnya saya kasih nilai +1 utk gripen dgn sgl kelebihan dan kekuranganya.

  11. Apapun pesawat tempur yg dibeli malaysia mungkin saja ada hubungannya dgn siapa mereka mempunyai perjanjian pertahanan, apakah itu hubungan kompabilitas dalam kerangka Integrated Air Defence System (IADS) atau hubungan tertentu dalam kerangka “white small house lizard”

  12. Bung @danu. Itulah yg bwt pd herman smw pengamat strategi, alutsista dan militer dgn cr pandang petinggi militer khususnya TNI AU. kog kayaknya demen banget dgn yg namanya beli seken trus dapet sodaranya jg gratis tp udh rongsok, pdhl kudu biaya tmbhn lg utk mermaknya. itung2nya mgkn sing penting rame.. mslh nti gak bs terbang akbt yg namanya udh brg rongsokan, itu ursn belakangan. Mnrt saya mending bl br wlw jmlhnya cm dpt separuh dr yg bl seken yg cm mng byk tp akhirnya nti, lbh byk keluar, biaya maintenannya utk pesawat gratis yg sdh sakit-sakitan itu. klw beli baru dan gress, jls perawatan msh sdkt dan syukur2 disertai garansi serta lngkp dgn te o te nya klw bs, tp dgn syarat belinya paket komplit. jgn pake jurus ngetengiah kyk skrg tp mintanya macem2. ya jls aja kita dikibulin dan ditertawai produsen alutsista negeri lain. bung @loai. nah itu dia, pembelian gripen jg dilengkapi paket UAV. Indonesia bisa belajar UAV yg dr gripen utk mengembangkan prdk UAV dlm negeri, yg msh sangat sederhana dr sisi design, mesin, jrk jelajah dan yg pasti sngt bermanfaat yg bs diambil utk dipelajari dr teknologi UAV gripen itu dr teknologi radar dan sensoring yg dipantau UAV dpt ditranmisikan melalui data link kepesawat pemburu. teknologi terintegrasi sprt itu yg perlu dikembangkan utk skuadron UAV buatan kita kedepannya. Beli baru dpt tambahan UAV dan pengetahuan baru, atau beli barang bekas tp dpt byk brg rongsokan gratis yg di mak up, tp gak bakalan lama pasti byk merongrong biaya perbaikan.

    • ke lain hati yang saya maksud: adiknya Su27/30 ๐Ÿ™‚

      paket yang ditawarkan Saab ke Thai memang menarik, tapi ‘playlist’ TNI-AU telah terlanjur diisi IFX dan Su itu..

  13. Contoh cerdas soal Gripen ya Thailand. Beli Gripen sekalian AWACS yg terintegrasi dgn kapal perangnya. Terkait keberadaan F35, spt yg agan2 jelaskan jika kelebihannya ada fitur Stealth-nya, maka anti Stealth yg perlu kita punya. Apa itu? Ya perbanyak radar yg bs mendeteksi F35. Jika “obat”nya dah ketemu, saya pikir inventory yg dimiliki AU bs menghadapi F35. Gak usah jauh2 ngarep PAKFA atau SU-35. Selain kemampuannya msh diatas kertas (cmiiw), harganya jg selangit :). Kalau hemat sy, jk radar anti fitur stealth dimiliki, selanjutnya ya akuisisi sistem anti rudal SAM jarak menengah-jauh. Pilihan plg masuk akal (dari sisi anggaran dan peluang ToT) ya HQ-9. Dlm proses pemenuhan radar dan SAM itu, KFX kita maksimalkan + penambahan satu skuadron SU-30MK2 (taruh di Kupang) ๐Ÿ™‚

    • sebenarnya f35 bisa di kesan gunakan radar low frequency..malaysia dan vietnam sudah ada radar low frequency,, china ada radar kj 2000 dari pesawat awacs radar anti stealth,, cukup aje pesawat 4.5++ untuk hadapi f35′ kerana itulah pesawat dari euro pentingkan kecepatan
      http://en.wikipedia.org/wiki/Low-frequency_radar

    • Thailand memang terlihat paling rasional dan cerdas dalam pembentukan kekuatan udaranya. hanya saja memang situasi dan kondisi ancaman politik dan keamanan bagi Thailand berbeda dengan negara2 tetangganya. saya agak iri ๐Ÿ™‚ Gripen full spek dgn pendukung lengkap mmg terlihat sangat capable, lebih dari cukup bagi Thailand yang hanya menghadapi perselisihan batas dengan tetangga2 yang inferior.

      sementara kita tidak mampu untuk bersikap santai karena ancaman bagi negara kita beragam dan luas, lingkungan keamanan Indonesia yang geographically strategic lebih hostile dan diisi pemain2 besar dari luar

      • setuju gan apalagi kalo GRIPEN NG and gak ada down grade dari versi yang dimiliki oleh sang pemilik, secara cost tampaknya lebih murah dari falcon hibah..dan lebih enak lagi mereka menawarkan 1 paket dengan radar dan uav..gak menutuo kemungkinan mereka juga akan teote dengan kita….

  14. nostalgia saat kita menyatakan sebagai New Emerging Forces melawan Neo Colonialism..Imperalism. Di saat kita berupaya menegakkan supremasi setelah keguncangan politik indonesia , pilihan pemerintah saat itu ialah malapetaka bagi kebijakan kemudian. Mig 21 yang variannya masih digunakan India disisihkan dari inventaris alutsista. Di saat munculnya legenda pesawat masa depan mirage..lha kok pemerintah memilih Sabre untuk memuaskan keberpihakan politik. Kini, mengalami periode krisis yang setara tiba-tiba kita harus memilih, menjadi negara yang membina perdamaian, kekuatan pun harus memadai. Kembali untuk keperluan alutsista strategis matra udara, apakah kita mencondongkan ke Uncle yang nota bene akan memberikan kesulitan kemudian, pula proyek KFX yang sebaiknya dilupakan karena buah suatu penghinaan. Atau pula sisa biaya penghematan AU inggris yang juga terbukti telah menohok. Jadi memang kepalang memilih pespur 4++ yang akan terbatas pengembangannya, atau memang pilihan taktis melengkapi arhanud secara memadai. Mungkin sudah saatnya kita tidak ketinggalan pilihan 2 kali untuk mempertimbangkan legenda lama yang terlupa dalam diri pespur rafale.

    • Ah… petinggi2 pusat kita, baik sipil maupun militer gak pernah belajar sejarah…
      mungkin karena udah tua2 itu kali ya.?? mau lancarnya aja, mau senengnya aja, asal enggak ribut…
      sudah saatnya yang muda2 memimpin….

      • betul lhoh agan desperado…kalau kita liat fitur rafale…wuih…11-12 dengan F22. Cuma…memang harga per unitnya cukup aduhai. Sayang benar bila kedekatan kita dengan korporasi alutsista perancis tidak melangkah ke tahap yang lebih startegis lagi…

  15. jika yg dari eropa pilih rafale untuk AURI…dan selebihnya bisa minta dari block timur sebelum pak sby 11 bulan lagi tidak penjabat president…..

  16. ngupi dulu deh sambil ngecek bocoran dari pak kapten soal su-** en su-*#yg mo dibeli 2 taon lagi

  17. Menarik sekali yg di katakan mas Satrio di thread lain mas Satrio ijin ya , ternyata ngetengiah membawa hikmah, dan kami yakin TNI dg cerdas mengatisipasi situasi dr tetangga kita..

    Satrio says:
    November 16, 2013 at 3:09 am

    Memang bener bener rame ne warjag
    Sayang saya gak bisa menikmati kesemua koment yang ada..
    Jadi agak SR dulu aja,,nunggu..

    Dikasih kisi kisinya aja yaa.
    Perabotan SAP-518 atau SAP โ€“ 14 adalah perangkat yang sifatnya Tambahan (Option)
    Ibarat mobil standartnya sudah ada spion untuk mundur parkir bisa ditambahan sensor parkir ataupun yang lebih canggih sensor+camera parkir.
    Kita sudah memakai mainan perabobatan ini,,dan banyak perabotan yang bukan versi awal(standart)
    Saat pitchblack beberapa perangkat tambahan (option) harus dipreteli dulu dan DISTANDART kan avioniknya agar terjaga kerahasian alutsisita dan juga teknogi dari siprodusen.
    Dan kenapa tetangga selatan kok nggak ngajak MKM tuk ikut pitchblack ?? malah lebih penasaran ke SKM dan MK 2 kita

    Jiran kita saat pembelian SU 30 MKM nya dalam situasi memanasnya ambalat dan gesekan gesekan kedua bangsa serumpun ini,,dan saat itu kita LEMAH karena efek embargo,,maka dari itu mereka lebay dalam pembeliannya mengikuti MKI yang dianggap lebih superior dari pada Su 30 MK ataupun Su 27 SK batch pertama kita,,dan JEBRET mereka terjebak oleh strategi pembelian ngeteng kita.

    Disaat mereka sudah membeli MKM ,,saat kita mengadakan batch kedua pembelian sukhoi 30 Mk2 dan Su 27 SKM dengan teknologi yang untuk PENANGKAL MKM. dan batch terakhir malah jauh lebih canggih daripada nya.
    Dan strategi ini terulang saat kita gembar gembor mau beli kilo dan jiran langsung merespon membeli scorpene dan langsung mereka mengumumkannya,,bahkan letak pangkalannya pun lengkap disebutkanlโ€ฆdan Jeberet mereka terjebak lagi kita tidak jadi membeli Kilo tetapi penangkalnya yaitu pemburu scorpene,,(tebak sendiri jenis apaan)

    Satu lagi Malaysia hanya mempunyai pespur berjenis air superiority hanaaMig 29 yang mau pensiun. sedangkan MKM nya berjenis multrool dan maritim strike.
    Sedangkan kita mempunyai banyak yang berjenis Air superiority mulai F 5 tiger,,F16,,dan SU 27 sk dan Su 27 skm..
    Kalau DUEL diudara pespur jenis multirool bila berhadapan dengan pespur jenis air superiority fighter, maka multi-role ini akan jadi bulan bulanan dan mainan sasaran tembak pespur jenis air superiority fighter.
    Dan malaysia tau betul kondisi perimbangan itu makanya mereka lagi merengek untuk bisa mnedapatkan SU 35 bm pengembangan dari Su 27 SKM yang berjenis airsuperioity.
    MKM banyak masalah terutama dengan masalah Readynes pesawatnya berkaitan dengan gado gadonya peralatan avionik yang diusung dan terintegrasinya,
    AU rusia pun Mengupgrade SU 30 nya seperti milik kita Su 30 MK 2.kok bukan meniru MKM dan MKI yaa ?? hehehehe
    Dan kita selalu ingin mendapatkan yang sperti yang digunakan rusia bukan monkeymodelnya.
    Jadi JANGAN HERAN bila kita tidak tertarik pada Su 35 BM seperti yang diinginkan malaysia dan bila suatu saat nanti Malayasia sudah diijinkan oleh rusia membeli SU35 BM (sementara sekarang ini masih ditolak) tentunya kita gak memilih yang monkey model dong
    Pantaslah tuk skill para joky kita bermanuver denga SU 35 S bukan denga SU 35 BM
    hehehehe

    • biarin dah malaysia mo berbuat apa utk bangsanya,kita jgn lebay jg sok mengkritik kebijakan dlm negri mereka,mereka punya pola pemikiran sendiri(apakah ada garansi klo pola pikir kita paling benar?)..mereka bli scorpene kliatan wujudnya,lah kita..boro2,baling2 kilo aja ga kliatan hehe dr pd ngomentari urusan dlm negri org mending kita berfikir “apakah kita sdh berbuat sesuatu utk negri ini”

    • Kalau saya mempunyai perbedaan pandangan berbeda dengan mas Satrio :

      Pakem yang dipakai Australia dengan Malaysia adalah SAMA, namun BERBEDA dengan Indonesia.
      Kalau Australia dan Malaysia cenderung pemakaian Technologi Modern untuk bertempur.
      Sedang Indonesia cenderung pemakaian Modernisasi Skill Prajurit, dalam hal ini Pilot.
      Disamping juga kita adalah negara kepulauan yang besar, sedang mereka Benua Daratan

      Sesuai dengan kata Panglima TNI, yang mengatakan Pakem Royal Australia Force dan TNI sangat berbeda.

      Itulah mengapa Australia senang Indonesia bisa ikut Pitch-Black, karena bisa melihat skill TNI-AU secara langsung

      Namun mudah mudahan di MEF-2 dan selanjutnya kita juga dapat menyamai mereka dalam dalam Technologi, sehingga akan sangat menakutkan bagi mereka

  18. Indonesia…biar secara ekonomi jauh dbwh para tetangga yg super PeDe tuh …..namun urusan UPGRADE meng-UPGRADE …yakin deh …nomor paling jempol …!.

    BRAVO TNI ….Jayalah Negeri …..!.

  19. cakep dah..hampir mendekati harapan(saya khususnya) hehe..tp tdk cukup sampai disitu,permasalahan tki jg mesti dibahas,kerja sama dibidang pendidikan dan kesehatan perlu dibahas dan ditingkatkan..ada petuah orang2 tua dulu,berbuat baiklah sesama tetangga terutama tetangga yg terdekat,krn klo kita baik seandainya terjadi apa2 dgn kita pasti mereka akan membantu!

  20. Barusan aye BBM sama seorang perwira AU.ane tanyakan ttg hibah F16 USA,apakah terganggu dg skandal penyadapan australia? Beliau bilang,gak mas,karena sdh teken MOU.berarti positif di kirim F16 blok 52 tahun 2014.Merdeka ! Swa buwana paksi !

  21. Malaysia memang progresif pemikiran pertahanannya, ga nanggung-nanggung, hebat…hebat. Kita harus tunduk hormat kepada jiran yang hebat ini, harus dijadiin guru ni yang kayak gini. MALAYSIA…KAU ADALAH TUAN BAGI KAMI, BANGSA INDONESIA. DENGAN SELURUH KERENDAHAN HATI DAN DIRI TERIMALAH HORMAT KAMI….PAKCIK….

  22. saya juga punya info A1 loh..amerika akan menghibahkan semua unit f22 raptor merka kepada indonesia,proses hibah sudah disetujui dan akan dikirim tahun 2075 mendatang

  23. sebenarnya jk kita mau mendapat perhatian penuh dari rusia dan china,kita jg harus mau barkomitmen dgn hanya menggunakan alutsista full dr rusia dan china,lupakan produk amerika dan barat..yg sdh terlanjur ada bs dimanfaatkan utk menutupi kekurangan saja/utk sarana latihan atau di jual kembali ke negara2 dunia ketiga(klo bs)..
    efek positifnya,rusia dan china tdk lg skeptis terhadap indonesia dan mereka tdk lg berbasa basi menawarkan alutsista2 mutakhir mereka kpd kita serta tdk menutup kemungkinan rusia dan china membuka kesempatan kpd indonesia utk ikut terlibat dlm memproduksi alutsista2 mutakhir mereka..
    Mungkin terdengar “berlebihan”,tp utk ke depan kita mmg hrs lbh selektif menentukan alutsista yg mumpuni,
    peluang utk itu ada. walau ini blm tentu langkah yg terbaik!

  24. kalau mau pesawat siluman selain pilihan di atas jangan lupa kalau kita terdesak kita juga bisa memilih pesawat siluman dari iran bos, cepat gak pakai lama.

    • siluman ==> kelihatan selalu menjadi hamba sahaya dan mewakili tuannya dari AS sana,…
      selalu resah kalau RI menuju kemandirian..
      Isu yang dihembuskan isu klasik “sara” melulu, untuk memecah belah.
      Mending lu balik ke habitat lu siluman……
      Nih orang maunya kita tergantung ama AS aja…

  25. hibabiyah si hercules dari darwin aus masih akan dikirimkan meskipun kerjasama militer kedua negara tengah berstatus dibekukan gara-gara isu penyadapan…masalah singapore dan korea spionase mereka menyadapnya di luar NKRI….??

  26. 2 negara yang harus menjadi satu, atau hancur lebur. Posisi yang sama, dan bayangan ancaman yang sama dimasa depan. Solusi? Yah Skuadron SU family harus ditambah, pertahanan darat ke udara harus ditambah, cukup? Belum. Itu baru pertahanan bagi saya, pemukulnya? Kita pakai lontong yang bisa meluncurkan missile langsung ke jantung ibu kota musuh. Hal ini cukup manjur mengingat Jepang bisa tunduk karena 2 kota strategisnya dihancurkan sekutu. Itu terasa seperti anda sedang dilempar batu, dan anda membalasnya dengan menampar orang yang melempar batu.

  27. Wah tulisan mas @satrio soal “ngeteng membawa nikmat” ini menarik. Maaf, saya kok nggak sependapat jk “ngeteng” itu dikatakan sbg strategi. Ngetengnya RI ya murni krn keterbatasan anggaran. Dan itu bukan strategi. Soal “antivisrus” dr mulai antivirus-nya SU 30MKM sampai Scorpene, jika itu benar, sy melihatnya sbg suatu kebetulan. Justru, kalau itu benar adalah strategi, sy (ketularan SBY :).) Malah prihatin. Mengapa? Krn, kok kita menyusun doktrin dan postur pertahanan yg reaktif, perbandingannya Malaysia pula :). Nah, berkaca pd logika itu, ya jujur, lg2 masalahnya ya di anggaran. Selanjutnya, yg perlu digarisbawahi adalah soal penentuan postur pertahanan dan doktrin. Entah mana dulu yg harus disusun, krn mirip diskusi duluan mana telor dan ayam. Based on apa TNI menyusun postur pertahanan dan doktrin-nya. Plg tdk ada 3 hal (mungkin ada yg bs nambahin :).) Postur pertahanan tetangga (tp gak cm Malaysia ya), anggaran (lagi dan lagi), terus kebijakan politik kita. Kalau ketiga hal ini jelas, pertanyaan agan2 soal misalnya: “kok ambil hibah F16?”, “kok ambil Changbogo”, “kok ambil Leopard” bs terjawab. Atau, dgn menggunakan logika terbalik, kita bs mengetahui spt apa sih postur pertahanan yg dimaui RI, dan negara2 mana yg dianggap sbg ancaman RI..hehehe..mohon masukannya dr agan2 senior..Bravo TNI

    • @Bung Ardo
      Pertanyaan anda bagus sekali. Logikanya kan doktrin dulu, baru postur pertahanan termasuk MEF. Lha doktrinya saja resmi terakhir dibuat th 2008. Lantas ada pertanyaan: penanggulangan terorisme itu termasuk TNI atau Polri? Apa bukan tugas utamanya Polri, TNI hanya membantu? Bagaimana dengan intelijen Negara, apa masih masuk doktrin padahal ada BAIS, BAKIN dll.
      Bagaimana dengan kenyataan bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan/ archipelago terbesar di dunia? Contoh pertahanan yg sering digunakan adalah perang Irak jilid 1 dan 2, Afghanistan. Bagaimana dengan perang Malvinas dan Serbia? Disitu peran memproyeksikan sea denial dan air superiority sangat menentukan.
      Kalau opini saya sih doktrin hankamrata dengan sedikit modifikasi, (1) pertahanan dari garis 12 nautical mile sampai garis ZEE dengan postur ofensif. (2) pertahanan garis 12 nautical mile termasuk laut antara pulau2 dan ALKI dengan postur ofensif-defensif, dan terakhir (3) pertahanan darat di pulau2 besar dengan postur utama defensif. Konsekwensinya prioritasnya adalah berturut2 TNI AU, TNI AL dan TNI AD. Namun masih ada penolakan karena sejarah militer kita dari revolusi sampai orde baru
      Sbg tambahan wacana silakan lihat sumber2 berikut http://ina.propatria.or.id/download/Paper%20Diskusi/Kaji%20Ulang%20Pertahanan%20Negara%20-%20Andi%20Widjajanto.pdf
      http://www.propatria.or.id/loaddown/Paper%20Diskusi/Evolusi%20Doktrin%20Pertahanan%20Indonesia%20-%20Andi%20Widjajanto.pdf
      http://strahan.kemhan.go.id/web/produk/doktrin-pertahanan.pdf
      http://www.dephan.go.id/kemhan/files/04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3.pdf
      http://www.chappyhakim.com/2013/07/06/kebijakan-mef-dan-tantangannya/

    • Maaf baru menanggapi Tulisan saya yang dirpost oleh bung newbie
      DIWarjag kita hanya menganalisa saja kan kalaupun ada para user yang disini pun berlagak menjadi penganalisa gak mungkin mengakui identitas dirinya,,jadi bahasanya ya ANALISA

      Tentang strategi ngeteng yang saya tulis,
      Kalau berdasarkan doktrin tentu yang diinginkan para user yaa yang BAGUS dan berdeteren tinggi dan sesuai dengan Tupoksinya alutsista tersebut dalam menjaga luas kedaulatan teritori Indonesia yang luas ini dan belinya langsung 1 ska (borongan),,,berhubung Anggaran tidak memadai maka terjadilah NGETENG
      Tetapi dalam pelaksandanan ngeteng tersebut kita menerapkan STRATEGI untuk geopolitik kita dan kawasan yang berkembang DINAMIS..maka dari itu harus CERDIK.dalam keterbatasan,
      Jangan sudah ngeteng ,,,ngawur pisan,,,
      Apalagi potensi tarik menarik kepentingan blok blok yang ingin mendekati Indonesia dan juga yang ingin mengkerdilkan Indonesia

      Terserah menulisnya strategi ngeteng atau ngeteng yang berstrategi
      Yang pasti dalam pelaksanaan pengadaan alutsista kita selalu berusaha mewujutkan obat tangkal dari potensi ancaman musuh negara kita.
      Walaupun sekarang ini tidak semuanya bisa ada obat tangkalnya.
      paling tidak kita menuju kesana ,,,MENANGKAL semua potensi ancaman..dan disesuaikan dengan anggaran,,,KECUALI ada keadaan mendesak ancaman yang mendesak kita bisa memesan alutsista dalam jumlah besar kepada salah satu blok yang pro kita walaupun dalam bentuk HUTANG.(seperti era trikora)
      ok jelas yaaa.kawan kawan warjag

    • Pesawat Tempur apa yang akan dibeli sebenarnya kita bisa menganalisanya sesuai dengan pakem/pola yang dianut oleh TNI AU mengawal udara Indonesia yang luas ini
      Kita menganut pola mirip polanya USAF pembagian pespur dalam tupoksinya yaitu yang bisa mission based on capability….TNI AU harus MAMPU melaksanakan counter air. juga bisa melaksanakan ground attack, dan air mobility

      Pola yang dianut pembagian pespur dibagi 3 jenis yaitu Heavy Multirole/airsuperiority Fighter..Medium Multirole/airsuperioryty Fighter, dan Light/ground attack fighter.

      pengertian heavy fighter dilihat dari jarak jangkaunya: saat ini setahu saya cuman ada 4 pesawat kelas heavy fighter yg operasional : MiG-31, Su-27/30 series, F-15 dan F-22 raptor..
      Kehebatan pespur heavy fighter banyak contohnya saat, perang irak-Iran membuktikan kemampuan si Tomcat sementara pertempuran lembah Bekaa menunjukkah hebatnya F-15
      F-15 nya AS sendiri kan ada 2 tipe, yaitu F-15E Strike Eagle dan F-15C Eagle.

      Sementara kita heavy fighternya diwakili oleh Su 27.dan Su 30 series
      Sedangkan Mediumnya diwakili oleh F16 falcon dan F 5 E Tiger.juga sebagai interceptor.
      Untuk light/ground attacknya diwakili Hawk 109/209 , GE T 50,dan super tucano.

      Untuk penambahan heavy sudah jelas petinggi kita (sesuai statemen dimedia) memilih Su 35 yang akan direalisasikan 2014 dan perkiraan terkirim mulai 2015
      Pengadaan Hibah F 16 sebanyak 24 unit adalah untuk mengganti Hawk109/209 diskadud perbatasan yang DIPAKSA menjadi interceptor,maka dari itu nantinya hawk 109/209 pelan akan digeser dilanud yang tidak diperbatasan agak minggir sebagai patroli dan workhorse,.

      Sedangkan untuk light/ground atack akan diwakili tucano dan GE dibantu hawk 109/209 (nantinya).

      Nah yang perlu dianalisa itu siapa pengganti F 5 E Tiger pesawatmedium/interceptor kita..
      Maka penawaran yang masuk adalah gripen,typhon,rafael dan juga F 16 block 60..
      (Semoga nanti ditaruh dilanud perbatasan )
      itu yang dibahas,,,kalau kita membandingkan medium dan dengan sukhoi series (heavy) dan segala ongkos perawatan dan juga biaya pengoperasian dlll yaa nggak nyambung, kenapa gak dibandingkan dengan tucano aja yang jauh lebih murah,

      Biar kalau sudah komplit nanti pespur yang kita punya bertugas sesuai dengan Tupoksi dan kapasitasnya,,,bukan seperti sekarang ini,.,.sukhoi dibuat interceptor pesawat sipil yang lagi tersesat ataupun blackflight,,,seharusnya mengejar bogey yang seimbang,
      Sementara banayk penganalisa yang ngawur mencemoh segala kebijakan pemerintah dalam mencukupi kebutuhan pespur kita yang terbatas dengan anggaran cekak pula..

      Saya pernah diwarjag disalah satu tread dan tulisan saya mengusulkan penggeseran hawk109/209 dilanud perbatasan karena kok menurut saya seperti bajay akan nguber sedan ,,
      sedangkan sukhoinya dibuat seperti sedan sport mewah ngejar bentor (becak motor) hehehehe

  28. India menurangi pesanan Pak Fa dan bermaksud membangung Pak fa versi double-seater di dalam negeri. dengan biaya bersama pengembangan FGFA yg mencapai US12bn, Setelah rencana pengurangan pesanan Pak Fa oleh india maka proyek FGFA terbebani untuk mencari pembeli dari negara lain. Namun dalam saat bersamaan Sukhoi juga ingin menjual dan sedang menawarkan Su-35. Gaya beli ketengan ala Indonesia akan sedikit berat untuk langsung ke PAK FA dan melewati Su-35

    FGFA will also be exported to other foreign countries
    http://www.ruaviation.com/news/2013/2/11/1514/

  29. Malaysia beli F35?

    “The sale of F-35s to Japan and South Korea – America’s two leading industrial allies in northeast Asia means the F-35 is now becoming the gold standard for tactical aircraft across the western Pacific,” he said.

    He said Singapore would likely follow suit with its own orders, followed by Malaysia and possibly New Zealand.
    http://www.reuters.com/article/2013/11/26/lockheed-fighter-korea-idUSL2N0JB24120131126

    kelihatannya hanya tekanan persaingan dagang dgn produsen2 pesawat lain, reaksi atas claim SAAB untuk proyek MRCA TUDM. tapi mengingat Singapura akan segera mendapat F35 Malaysia mamang dalam tekanan untuk mendapatkan pesawat sekelas.

  30. ,, Malaysia mulai tertarik dengan SU 35 Hunter Killer atau Sukhoi T-50 PAK FA. Namun dalam Paris Airshow 21 Juni 2013, Wakil Rosoboronexport Victor Komardin hanya menawarkan tambahan Sukhoi SU-30M Flanker, yang merupakan jet tempur
    tercanggih yang dioperasikan Royal Malaysian Air Force/ RMAF. Sukhoi T-50 PAK FA Atas keinginan Malaysia untuk mendapatkan Sukhoi T-50 PAK FA, Victor Komardin menjelaskan:โ€Rusia sedang menimbang permintaan pesawat generasi kelima, seperti yang diinginkan pemerintah Malaysia. Pilihannya mungkin Sukhoi PAK FA atau versi flanker yang lebih
    advance, yakni SU-35?. Malaysia belum mendapatkan jawaban.

    Kalau dilihat dan dianalisa tulisan diatas.rusia lebih fokus dan perhatian dgn indonesia dibanding malaysia.sbagai bukti kata” diatas..
    Penawaran pertaama pasti ditujukan kpd indonesia..

    Buat agant” smua tidak perlu paranaoid dgn kepemilikan F-35 ausie dan singo,,,,seperti kata dan spekulasi bung antonov diatas..

    Su-30mKM lebih supriority d bnding mk2,maupun F-15 ataupun F-35,,

    kalaupun indonesia tertarik dgn SU-35 ataupun pakfa itu sudah dari dulu,taapi semmua itu tergantung APBN,skali lg pendanaan yg kurang kondusif di negara ini,lbh mementingkan saku sdr di bnding ngra yg udh carut marutt,,
    pakfa dan su-35 serta kilo dan radar VHF,serta s-300 adalah dambaan para petinggi TNI dan semuanya tersandung akibat maraknya alutsista hibah grosiran dr USA dan dedengkotnya ausie,sekarang terbukti,sebelum hibah dtg,mmasalah tejadi spt spionase yg skrg ini terjadi,,
    kembali ke pemmerintah bgaimana dg alutsista timur raya,,apa masih tertarik dg alutsista barat daya.. Yg penuh dg misteri..di baliknya..

  31. seperti yang sudah terjadi,bagi amerika,israel,inggris,australia, tidak ada kawan abadi dan juga musuh abadi,kawan bisa jadi lawan, dan lawan bisa jadi kawan sesaat, contoh nyata sekarang hubungan amerika dan iran sehubungan dengan perundingan nuklik iran, sedikit membaik, hal ini membuat gerah ” israel”, padahal jelas sekali bahwa amerika dan israel adalah “saudara”, hubungan nya dengan indonesia saat ini semata mata karena faktor SDA ( sumber daya alam) yg melimpah yang di miliki indonesia dan sementara di kuasai oleh perusahaan dari amerika, eropa,seperti kata para pakar dibidangnya nya bahwa indonesia bagaikan gadis sexy yang menarik untuk di dekati.sebut saja tambang emas Freport,perusahaan minyak caltex,exon mobil oil di aceh , dsb.suatu saat jika kepentingan mereka terancam, maka hal hal seperti penyadapan,provokasi,sampai kudeta terselubung atau paling buruk intervensi militer , akan di lakukan dan itu pasti terjadi.contoh nyata kasus, irak,libya,indonesia jaman soekarno., jadi dalam kelengkapan alusista pun pihak barat, amerika, sangat takut jika ada negara yang mampu menyaingi kemampuan militer mereka, baik darat, laut,dan udara.bukti nyata kasus embargo dilakukan atas dalih pelanggaran HAM berat di Timur Timor,sehingga F16 , Hercules kita, hampir jadi besi tua,disaat belanja alusista meningkat dalam tahun 2011-2013,tiba tiba tawaran hibah pesawat bekas mengalir deras,sehingga lagi lagi bangsa kita hanya mempunyai mainan ” barang bekas”yang ongkos perawatan mahal, dan barangnya pun sudah tua,serta tentu saja kemampuan dari barang bekas tersebut sudah di ketahui oleh si pemilik yang akan menghibahkan nya.walaupun dengan sedikit upgrade atau modifikasi tetap tidak akan mempunya efek “gentar” buat negara negara yang suka isenk dan Nakal, sekian

  32. Mau confirm nih :

    http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=299480:kekuatan-pertahanan-ri-semakin-tangguh&catid=13:aceh&Itemid=26

    // TNI AU sendiri, tambahnya, saat ini pasukan udara tersebu telah memiliki 1 skuadron Sukhoi, dan jumlah total pesawat tempur Sukhoi yang dimilik Indonesia sudah 24 unit. “Kita merencanakan akan membentuk satu skuadron armada Sukhoi di Sumatera,” tuturnya//
    24-16 = 8, jadi type yg mana nih yg 8 tsb..?

  33. jayala tni

  34. ngomong opo agan agan semuanya disini.yang namanya negara berperang masing masing mempertahakan negaranya’apapun caranya dilakukan untuk menjatuhkan lawan.indonesia terdiri dari ribuan pulau dan suku bangsa bnyak potensi yg dapat dikerahkan untuk menghadapi pertempuran…masih ada ki joko bodo dan komplotannya buat di tugasin nyantetin para pilot musuh kan selesai urusan gtu aja kok repooot.

  35. Indonesia kamu mau kata apa pun kami gak kisah..strategi rahsia kami berjaya dimana skrang aja kamu udah percaya yg teknologi kami udah ketinggalan..tp sebenarnya byk yg kamu gak tahu doang..rahsiaaaaa

  36. Jika Sukhoi Su-35 jadi dibeli pada MEF II (2015-2019), kekuatan angkatan udara Indonesia, cukup gagah untuk meladeni pesawat tempur asing yang mencoba menyerang Indonesia.
    Untuk mendapatkan air superiority, Indonesia membutuhkan setidaknya tambahan 3 skuadron Sukhoi, ……. Kemudian pula apabila Indonesia memiliki sistem pertahanan udara S-300, maka alutsista ini akan secara efektif menghentikan kemampuan ofensif dari musuh dan tidak memberikan mereka air superiority.
    S-300 digabungkan dengan sistem anti-udara jarak pendek (meski sudah tua), akan memberikan perlindungan sangat kuat. S-300 tidak akan efektif untuk menangkal pesawat tempur atau rudal yang sudah terlalu dekat, serta terbang rendah di bawah 25 meter menelusuri relief bumi. Pesawat tempur atau rudal yang lolos ini, akan ditangani dengan baik oleh rudal/senjata anti udara jarak pendek, seperti gabungan starstreak dan Oerlikon Skyshield atau jenis lainnya, seperti Pantsir.

  37. para pettinggi TNI sudah mempertimbangkan itu soal kemampuan,biaya,resiko embargo dll kalo menurut saya mmg betul sekarang saatnya meningkatkan kemampuan tempur dan juga kuantitas karena negara kita ini wilayahnya besar dan berarti juga alutista yang dbutuhkan banyak jika kita memiliki alutista yang banyak dan dilengkapi oleh kemampuan tempur TNI yang hebat yakin deh minimal ancaman berkurang lagipula untuk sekarang ini menurut saya negara ini lebih memilih untuk pertahanan dibandingkan penyerangan

  38. Sebaran radar di perbatasan sudah cukup, alih teknology ke PT DI dan LEN sudah mulai di kebangkan, Perekonomian lagi down mungkin matra darat lebih mengambil peran di perbatasan, wacana pembelian 1 SKU Kfir Block 60 dari Israel serta pembelian 8 Radar Pertahanan Udara thales/Giraffe 40.

  39. Siapkan bambu runcing ajalah sama tombak ajalah,, Senjata paling diandalkan di Indonesia,, Hahahaha,, Yang nulis berita ngga mikir kali ya,, Dapur militer adalah rahasia negara no 1,, Masa harus diumbar-umbar,, Kepo aja lo,, Ente mending duduk manis aja,,

  40. gak perlu…..tembak aja pake ketapel….tapi pelurunya anti mater ko ga plutonium….
    #edisingaco….

  41. Atas ane pada nawarin pinjaman uang. Ane nunggu mbah bowo buka lapak nawarin pinjaman burung

 Leave a Reply