May 022016
 

Jakarta – Fayakhun Andriadi, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, menekankan jika seluruh industri galangan kapal domestik diberdayakan, Indonesia mampu memproduksi 50 kapal perang per tahun.

“Dengan begitu, kebutuhan 151 kapal perang TNI Angkatan Laut untuk mengamankan kedaulatan NKRI dapat dipenuhi dalam tiga tahun saja, dengan biaya Rp7,5 Triliun per tahun,” ungkapnya kepada ANTARA, menanggapi pernyataan TNI AL tentang kebutuhan 151 kapal perangnya.

Dalam kaitan ini, Fayakhun Andriadi mengingatkan diperlukan `politicall will` yang sunguh-sungguh dari Pemerintah (melalui Dephan, Depkeu serta Perbankan Nasional) untuk merealisasikan penguatan kemampuan TNI.

DPR melalui Komisi I sangat menyetujui pemberdayaan dan peningkatan kemampuan industri alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Indonesia, serta mendukung sepenuhnya pengajuan kebutuhan itu oleh TNI Angkatan Laut, demi menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

“Sebagai realisasinya, perlu pemberdayaan industri galangan kapal nasional, jangan lagi terlalu tergantung pada impor, demi memperkuat industri domestik secara keseluruhan,” ujarnya.

Mengenai harga kapal perang tersebut, Fayakhun mengacu pada harga yang terungkap saat Menteri Pertahanan meresmikan kapal buatan PT PAL, /i Surabaya, sekitar Rp150 miliar per unit.

“Apabila diperlukan 151 kapal baru, dengan asumsi rata-rata harga per kapal Rp150 miliar, diperlukan biaya Rp22,6 Triliun untuk memenuhinya,” ujarnya.

KRI Bung Tomo (@rafin_)

KRI Bung Tomo (@rafin_)

Kemampuan Produksi Domestik

Fayakhun Andriadi dan rekan di Komisi I DPR berulangkali mengingatkan, agar Departemen Pertahanan dan Markas Besar (Mabes) TNI harus lebih percaya dan sekaligus mendorong kemampuan produksi industri domestik di bidang pertahanan.

“Kemampuan produksi PT PAL telah cukup bagus, apalagi ditambah dengan dukungan PT Dok Koja Bahari di Jakarta yang juga besar, galangan kapal di Banyuwangi, Manokwari, Batam, Makassar dan Bitung,” katanya.

Kalau kesemua perusahaan galangan kapal nasional diberi kepercayaan oleh Dephan untuk membuat berbagai macam kapal perang sesuai kemampuan masing-masing, keseleruhannya bisa menghasilkan 50 kapal perang per tahun.

“Jadi, seperti yang saya katakan, kebutuhan 151 kapal bisa terpenuhi dalam tiga tahun saja, dengan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp7,5 Triliun per tahun,” ujar Fayakhun Andriadi.

Sumber : Antara

  56 Responses to “Indonesia Mampu Produksi 50 Kapal Perang Per Tahun”

  1.  

    Setuju, tetapi untuk beberapa jenis kaal kita tetap import pak. Misalnya heavy fregate, atau malahan kapal yang sekelas KRI Irian.

    •  

      Dalam beberapa tahun ini PT PAL dan PINDAD mengalami peningkatan kemampuan yang cukup pesat. Semoga PTDI juga begitu.

      •  

        Setuju banget jd overall kedepannya bisa maju industri pertahanannya sekaligus bisa sejahtera rakyatnya. Harga diri bangsa jg semakin bermartabat krn tidak ada lg yg namanya TKI diluar negeri cmn utk bisa hidup lebih sejahtera. Padahal kenyataannya bnyk yg “disiksa, diperkosa, ga digaji, bahkan sampai mati”.
        Salam Sejahtera

    •  

      kalau pemimpin kita pikirannya nasionalis ya saya percaya indonesia akan bisa mandiri.

      masalahnya masih banyak praktik korupsi .

      •  

        Tapi janga hanya WACANA doank pak.

        presiden atau wakilnya harus tekan tuch para elite TNI kita.

        contoh seperti anoa.

        •  

          yup, benar sekali.
          Presiden dan Wakilnya harus “push” mabes TNI dan Dephan utk berfikir optimal dari dalam negeri dulu. Bukan cuma minta spek bagus tp dominan impor.

          Sebagus bagusnya produk luar negeri, kalau kebanyakan impor itu bisa bikin penyakit. Seperti minum coca cola saat terik/panas, menyegarkan memang tapi jangka panjang bisa bikin diabetes.

          Mending minum es temulawak, selain segar juga bermanfaat bagi tubuh.

          NKRI harga mati.

    •  

      kalo kapal perang kelas kapal patroli 32m mungkin bisa 50 kapal per tahun dengan senjata lawas di buritan …
      tapi kalo PKR , LIGHT FREGAT , KORVET mungkin butuh waktu lebih pak bos ….
      mungkin pengertian pak dpr .. kapal perang ya yg ada senjatanya dan di awaki tni al kali ya … tp alhamdulillah menggebu2 super sekali pak rencananya

    •  

      Selain didampingi ahli, setau saya Komisi I selalu mendukung kebijakan pertahanan pemerintah, mungkin otak ente yg soak.

    •  

      percuma buat bnyk kapal perang. tapi tdk canggih..

    •  

      xixixi, masih gak tegaan bung, lha urusan daerah tk 1 dan tk 2 yg bukan wewenangnya aja masih dicawe-cawe

  2.  

    Kurang banyak

    •  

      Kalau 50 unit kapal perang ya bisa tapi ya mungkin sekelas KRI viper …atau KAL…PC…dll…
      Tapi kalau kelas fregat ..korvet ..light korvet ..OPV …ya …tidak mungkin 50…kapal..
      Paling banyak ya mungkin ..10 kapal Dan disebar di berbagai galangan kapal..selain PT PAL.. …

  3.  

    Ya pemerintah harus percaya KA ama produk lokal, kalo pemerintah aj gak percaya gmn mau njual Alusista ke luar negri…

  4.  

    Buat KRI dengan body LPD tp jeroannya yang bisa dipasang peluncur rudah sekelas kaliber atau plg G gotong yakhont atau S club

  5.  

    Mantaaaaaaab….
    Lanjutkan Paaak….!!!!

  6.  

    Casing-nya kita, teknologinya adopsi dari luar

  7.  

    Ayo cintai ploduk ploduk dalam negri xixixixixixi

  8.  

    pertamax

  9.  

    kapal perang apa pak harga 150 milyar ?

  10.  

    moga saja Pak Jokowi dapat menjabat presiden dua periode dan di tangan beliau lah sy percaya TNI dpt berjaya kembali,peralatan tempur smua baru,dan industri militer di dalam negeri trus di support sm pemerintah sy yakin Indonesia akan lbh maju lg.

  11.  

    agreed with you, pak Fayakhun Andriadi [ anggota Komisi I DPR RI ]

  12.  

    Walaupun tdk semudah kenyataannya tp sangat patut dicoba. Sy lihatnya adl perkembangan pemikiran dlm dpr utk mendukung pemerintah dlm hal pertahanan patut disyukuri. Klo dl beli leo aja gaduh… Skalinya nekad, eh taunya ga bertaring…. Sdh bukan jamannya lg ambil untung pribadi atau golongan…. kesejahteraan dan keamanan Rakyat yg utama

  13.  

    siapapun president RI rencana MEF sudah ada ajak dulu…Dan wajib dijalankan program tersebut…saya bangga..sebwgai pencetusnya..berarti dia memikirkan Negara ini..25 th-40 th kedepan(filihat dr umur alutsista rata2)…JADI KITA WARGA INDONESIA WAJIB mengawal MEF ini…siapapun presidennya…

  14.  

    Kapal perang harga 150 Milyar memang ada pak, tp sekelas KCR 60. Tapi Kita tetep perlu korvet, kasel, frigate pak, itu harganya sekitar 2,3 T utk skelas korvet visby swedia, frigate sigma skitar 2,8 T dan kilo skitar 4,5 T dgn asumsi kurs skitar Rp. 13000 /dollar US. Maaf klo sok tau
    http://jakartagreater.com/daftar-harga-kapal-selam-dan-kapal-perang/

    •  

      betul bung T, anggota dewan yang satu ini kok membuat pernyataan yang susah untuk dicerna ya(misleading). kalau sekiranya semua mudah seperti yang diomongkan saya rasa kita sudah punya destroyer seabreg. masa hanya mengandalkan kapal yang seukuran pc32 saja. itupun harga kosongan belum berikut electronics equipment dan persenjataannya.

    •  

      mudah sj, ini mengambarkan 150 bukan angka yang banyak… kalau dibuat 5 th, jd cuman 30 unit.. dibuat 10 th jd cuman 15 unit/thn… kecilah.. padahal umur bisa smp 20-25th!…
      Usul: programnya 400 unit umur 20 th.. setahun buat 20 an… semua type. rata2 300-400 m/unit. jd trtp 7-8T/th

  15.  

    Kalo untuk industri galangan kapal nasional, sy percaya Indonesia sudah cukup mapan.
    Yg perlu digenjot adalah industri pertahanannya, khususnya alat2 pertahanan yang harus dicangkokkan ke kapal tsb

  16.  

    setidaknya sdh ada pemikiran positif dari anggota dewan yg mamapu berpikir logis utk pembangunan sista AL … boleh diapresiasi neh … hanya musti nya beliau berhitung berdasarkan harga produksi PKR atau kapal selem … kemampuan tempur dan jarak tempur nya bisa menjangkau seluruh wilayah NKRI Dan mampu melakukan pre emptive strike

  17.  

    Kapal apa ini kog 1 th jadi,,, nggak ada rincian jenisnya..

  18.  

    Maksudnya Pak dewan ini KCR 60 dan 40 dengan harga perunit sekitar Rp. 150 M. Semenjak PD II usai, perkembangan teknologi rudal, radar dan satelit memang telah merombak struktur bodi kapal perang secara menyeluruh. Konsepnya adalah kapal bisa bergerak dan manuver cepat (bodi ringan) dan bisa menggotong rudal yg akurasinya tinggi dan daya jangkau yg jauh.
    Inilah yg mendasari sehingga AL lebih fokus memproduksi KRI kelas Frigat ke bawah. Banyak negara menggunakan kelas Destroyer hanya sebatas Show off kekuatan AL saja, utk detteren, sangat jarang diterjunkan ke medan perang sesungguhnya “head to head” krn harga yg sangat mahal.
    Bisa jadi RI suatu saat memiliki destroyer, tetapi ditata dulu kelas bawah dan menguasai teknologi rudal dengan mahir. ToT C-705 dr China satu-satunya yg kita miliki dan handalkan saat ini. RX-500 buatan LAPAN masih dlm proses kajian dan penelitian.

    •  

      pertanyaannya adalah radar apa yang bisa dipasang di kcr 40 yang bisa menjangkau kapal penceroboh di jarak 120km ? kalau kapalnya rabun jauh otomatis tidak bisa melempar pensilnya.

    •  

      KCR 40 udah ga ideal kalo dijadikan kapal perang.. kalo dijadikan kapal coastguard or utk bakamla masih okelah.. trlalu sempit space ruang utk sensor,electronic warfare, armament, dll yg mupuni.. percuma walaupun banyak tp mudah dihancurkan.. yg masih bisa dihandalkan utk hit n run KCR 60 dgn spek yg lebih tinggi dan tidak seperti yg sekarang,, dibuat seadanya.. ga perlu 150 kapal,, cukup 45 kapal KCR 60 dgn kemampuan sekelas tarantula dlm waktu 3 tahun udah cukup menggetarkan kawasan..
      Biar PAL dgn menggandeng pt koja atau 1 galangan swasta fokus membuat freagate dan kapal selam..

  19.  

    Itu Bung Tomo class masuk dok utk upgrade VLS mistral kan.?

  20.  

    Ngak ada yg salah..
    Saya ngak keberatan kalau harus punya KCR sampai 151..
    Malahan saya bahagia punya kapal patroli banyak..
    Cuma yg saya kuatirkan apakah semuanya bawa rudal?? Hhe”

    •  

      Sepakat bung.

      Saya juga gak masalah kalo 151 kapal nya sekelas KCR 60 semua, asalkan bisa bawa dan launching rudal C705 dan yakhont semua.
      Terus, sebar deh kesemua lautan NKRI dengan range 50-100km antar kapal yg satu dgn yg lain.

      Dijamin, kapal destroyer atau bahkan kapal induk sekelas USS kalo mo masuk NKRI dan macem-macem juga segan, ngeri-ngeri sedap.
      Lah, kalo 151 kapal ngelaunching 2 rudal C 705 berbarengan ke itu kapal gimana hayoo…
      302 rudal mengarah tepat ke tu kapal, gak mungkin gak ada yg kena, minimal 100 rudal bakalan knockdown jadi rumpon.

      hahahahaha…

  21.  

    Selesai 3 thn tu kalo pt pal lagi ga ada order, gimana kalo lg ada order laen, emang kapal cuma kapal perang doang, kementrian kkp jg kan lg pesen 188 kapal, jadi ya tetep perlu kerjasama dgn galangan luar, apalagi yg menyangkut teknologi canggih.

    •  

      Fadel@ Indonesia itu memiliki sekitar 200 galangan kapal, bukan hanya PT.PAL, jadi mungkin maksudnya jika pemerintah mau investasi ke galangan kapal yg 200 itu, maka target kebutuhan kapal yg sekian2 itu akan tercapai dlm masa 3 tahun.

  22.  

    Mantabssss… genjot dan realisasikan,…

  23.  

    Bisa 50 pak klo semua dibuat dalam negri.
    1.Enggine? Stocknya gimana?
    2.baja berkuwalitas ? Ks siap supplay jumlah besar..
    3. Modul yang dari luar kaya pkr apa bisa perusahaan tersebut menyiakan 50 unit pertahun….
    Bisa klo hanya bangun body saja tanpa memikirkan aspek yang lain
    ….. Semua produksi dilihat kemampuan supply bahan dan alat pendukungnya….
    Suatusaat pasti bisa ” indonesia jaya “

  24.  

    Berat di SDM operasionalnya pak…. apa gak mending buat seperti Komar class sistem drone…..

  25.  

    tumben sdh ada anggota D*R yg mau mikir soal alutsista,slm ini kmn aja..?
    tp apapun itu kami rakyat ttp menghargai perubahan yg ada demi kemandirian alutsita negara kt…selamat ya pak udh mau berubah……

  26.  

    pernyataan yang akan berpotensi mengundang polemik…bahaya kalau nanti digoreng sama media2 loser bisa menghambat pengadaan kapal perang korvet ke atas non LPD /LHD bagi TNI-AL …. misal AL lagi ngincar Tot Iver class denmark plus teknologi stanflex nya atau De Zeven Provinciën class belanda otomatis kita harus beli produk mereka…ntar dimedia loser dikatakan kita udah bisa buat sendiri lebih cepat mengapa gak buat sendiri dan percaya produk buatan sendiri plus embel2 nasionalisme…apakah benar kita udah bisa buat yg kaya gitu… emang buat kapal perang tipe tersebut segampang dan sesederhana kaya buat perahu penangkap ikan yg sekarang dibuat di galangan lokal dimana setahun jadi 1 unit… atau asal hullnya udh jadi langsung bisa dipakai buat perang…kalau lpd/lhd dan kpal patroli kelas 60m kebawah mungkin udah bisa itupun lebih ke hullnya..klo sistem senjata dan CMS juga banyakan masih Impor….

  27.  

    Berita bagus nih, realisasikan saja, kebutuhan mendesak : 20 LPD sebar 5 unit di timur, 10 unit di indonesia tengah dan 5 unit di barat, 20 LST komposisi sama dgn komposisi LPD, Destroyer atau kapal perusak butuh 50 unit, kapal ini akan berjaga mengelilingi indonesia non stop 24 jam, dan sisanya sbnyak 50-51 unit kapal dibagi menjadi 2 jenis, 25 korvet dan 25 fregat, indonesia senantiasa akan aman dan tentram dgn lalu lintas kri bersliweran tiap hari di laut indonesia…jayalah indonesiaku tercinta…salam.

  28.  

    Jangan kuantitas aja yg d kebut. Tp kualitas juga. Judulnya kapal perang tp kok kosong sekali. Minim persenjataan. Mohon d tinjau.

    •  

      Semua KCR bakalan diinstal sistim rudal C705 Om. Kita sudah bisa produksi sendiri ini rudal hasil ToT dr China, ingat program “1001 rudal” negara kita. Nilai yg dibayarkan oleh Indonesia dr ToT ini masih sangat rahasia, krn ini adalah proyek pertahanan strategis kita menuju mandiri memproduksi rudal dan tentu krn kecanggihan teknologi C705 ini.

  29.  

    Kita harus bangga dan berbesar hati menjadi warga Indonesia, dengan Mendukung Pencapaian hasil karya Anak bangsa yang telah berhasil memproduksi kapal perang bahkan sudah di minati negari asing.

    •  

      Kita harus bangga dan berbesar hati menjadi warga Indonesia, dengan Mendukung Pencapaian hasil karya Anak bangsa yang telah berhasil memproduksi kapal perang bahkan sudah di minati negara asing.

 Leave a Reply