Nov 012016
 

Jet tempur Sukhoi Su-35 melakukan aksi dalam ajang Internasional Army Game 2016 di Dubrovichi outside Ryazan, Rusia, 5 Agustus 2016. (Reuters/Maxim Shemetov)

Jet tempur Sukhoi Su-35 melakukan aksi dalam ajang Internasional Army Game 2016 di Dubrovichi outside Ryazan, Rusia, 5 Agustus 2016. (Reuters/Maxim Shemetov)


Seorang pejabat kementerian pertahanan Indonesia mengatakan kepada Reuters bahwa Indonesia sedang dalam pembicaraan untuk membeli “sembilan atau sepuluh” jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Namun, ia tidak memberikan penjelasan waktu terkait kesepakatan tersebut.

“Kami masih melakukan negosiasi,” Leonardi, kepala fasilitas pertahanan di kementerian pertahanan Indonesia yang hanya memberikan satu nama, melalui telepon.

“Kami masih tawar-menawar, ‘berapa banyak Anda ingin menjual mereka?’.”

Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan pada bulan Mei bahwa negara di Asia Tenggara akan membeli delapan jet Sukhoi Su-35 Rusia pada tahun ini. Namun, rencana pembelian belum terwujud.

Ratusan perusahaan, termasuk Lockheed Martin dari Amerika Serikat, Swedia Saab dan perusahaan senjata negara Indonesia PT Pindad akan mengirimkan perwakilan dalam pameran Indo Defence, yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 2—5 November 2016.

Total belanja pertahanan Indonesia telah meningkat 77 persen selama empat tahun terakhir menjadi Rp 108,7 triliun, serta diharapkan dapat mencapai sekitar 108,0 triliun pada tahun depan.

Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Lockheed Martin untuk 24 unit jet F-16. Dari jumlah itu, 14 unit telah dikirimkan dan 10 lainnya diharapkan tiba pada awal tahun 2018.

Sumber: Reuters

jakartagreater.com

  78 Responses to “Indonesia Masih Dalam Pembicaraan untuk Membeli Sukhoi Su-35”

  1.  

    Wakwaww

  2.  

    Test

  3.  

    Kenapa ngak memberdayakan sdm sendiri aja ya, kita kok pada minderya, kalo baca india udah membuat tejas,turki lg ngembangin gen5 ,kita ada proyek pesawat gen5 juga tinggal dananya dikasih lapan kan ada proyek lfx yg kekurangan dana kan banyak anak2 bangsa yg cerdas diluar, dan para anak universitas2 diindonesia jg yg cerdas2

  4.  

    Nggak usah maksa beli su 35, mig 35 dan gripen sementara cukup

  5.  

    RI sempat ancam batalkan

    Pada bagian lain, Panglima menyebut Indonesia sempat mengancam Rusia untuk membatalkan pembelian empat unit pesawat tempur Sukhoi dan dua helikopter Mi-35, karena tidak ada kesepakatan harga antara kedua pihak.
    “Pada 20 sampai 24 April 2003, dilaksanakan negosiasi harga dan speksifikasi teknis oleh Tim Teknis TNI-AD, TNI-AU serta Bulog, yang dikoordinasikan Dirjen Daglu Depperindag,” kata Panglima.
    Negosiasi berjalan alot dan sempat dalam dua hari terpaksa dihentikan oleh Menperindag Rini MS Soewandi sekaligus mengancam akan membatalkan transaksi itu, karena tidak tercapainya kesepakatan harga.
    Pihak Rusia menawarkan harga untuk empat pesawat Sukhoi dan dua helikopter Mi-35 sebesar 215,819 juta dolar AS, namun Indonesia keberatan.
    “Namun setelah pihak Indonesia mengancam untuk membatalkan transaksi, pada 23 April 2003 Rusia mengundang kembali untuk melanjutkan negosiasi,” kata Endriartono.
    Dari negosiasi lanjutan itu, disepakati harga sebesar 192,9 juta dolar AS untuk empat pesawat Sukhoi dan dua helikopter itu atau turun sekitar 22,9 juta dolar AS dari harga yang ditawarkan semula, ujarnya menambahkan.
    Setelah terjadi kesepakatan harga, maka Indonesia dan Rusia menuangkan kesepakatan pembelian empat pesawat Sukhoi dan dua helikopter Mi-35 itu dalam sebuah kontrak pada 24 April 2003.
    Kontrak yang berjudul “Supply Contract in The Frame of Counter Trade of Indonesian Export Goods to The Delivery of The Russian Federation of SU-27SK, SU-30MK Aircraft and Mi-35P Helycopters” itu, ditandatangani oleh Kabulog, sebagai buyers, Panglima TNI sebagai user dan Rosoboronexport sebegai seller.
    Kontrak itu ditembuskan ke Dirjen Ranahan Departemen Pertahanan (Dephan) dan Dirjen Rensishan Dephan, demikian Panglima Endriartono. (kh/ant/jon)

    http://www.pelita.or.id/baca.php?id=15617

  6.  

    Mimpi boleh aja

  7.  

    lanjutkan

  8.  

    santai ajalah, kita kan nga tau apa yang sebenarnya terjadi.

    tau2 pembeliannya plus S300, kan lumayan

  9.  

    Hahaha mau aja lu semua pada tau,, tenang aja, tau2 nnti itu barang pada non gol. Itu kata kakek sy yg ke 3.

  10.  

    Ngomong sekali beli 8 sekali 12 sekali 9 sekali sepuluh. Yg mna yang bner nih..pake sok soaan lagi kami lagi tawar menawar..pake bilang nerapa banyak anda ingin mejual…heiiiiii bung…di dephan..jangan2 anda yg tak pnya duit untk beli pake sok gt lg
    .produsen g masalah mkin byk kita beli mkin suka..mw beli 8 ja melarat pake sok soaan..ngomong seadanya ja jagan kaya tong kosong nyaring bunyinya..meluat tengok bahasa pejabat jg bahasa penulisan admin..suka berbgga diri..bkn brarti g bleh brbgga..tp jgn berlebihan..low berlebihan jd smbong dan itu sifat setan.

  11.  

    Beli mig 35 se3banyak 3 ska minta tot full

  12.  

    Mantap

  13.  

    Moga deal beli su35nya

  14.  

    kapal selam + frigat … ( hanya design animasi = youtube )

    https://www.youtube.com/watch?v=SC0xfuf14PY&feature=autoshare

  15.  

    Keembangee turuu…
    Zzzzzzz…

  16.  

    Daripada beli SU-35 9-10 mending beli F-16 refurbish 2 skadron, lumayan ada promo dari Obama sebelum lengser.
    Lumayan punya 57 pespur F-16 yang “Combat Battle Proven”.
    Hayoo peduli amat masalah teknologi yang penting nongkrong 2 F-16 di setiap provinsi.
    Jika masih kurang beli semua pensiunan F-14 Tomcat (syukur2 gratis), agar bisa kucing2an dengan SU-35 nya China di Natuna!!!