Jan 042019
 

Mock Up jet tempur IFX di Indo Defence 2018

Indonesia memulai kembali pembayarannya untuk proyek pengembangan pesawat tempur bersama Korea Selatan bulan lalu setelah penundaan selama setahun, ungkap Korea Aerospace Industries Co. (KAI), satu-satunya pabrikan pesawat di Korea Selatan, Rabu 2 Januari 2019.

Akhir bulan lalu, Kementerian Pertahanan Indonesia membayar 132 miliar won di bawah kontrak 2016 untuk memikul 20 persen biaya pengembangan untuk proyek pesawat tempur KF-X senilai 7,9 triliun won (US$ 7,05 miliar) sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk mendapatkan pesawat tempur untuk Angkatan Udaranya sendiri.

Negara Asia Tenggara itu tidak melakukan pembayaran sejak awal tahun 2017, memicu kekhawatiran bahwa Indonesia dapat menarik diri dari proyek KF-X.

“Melalui pembayaran terbaru (dari Indonesia), kami dapat menghilangkan kekhawatiran tentang potensi keluarnya Indonesia dari proyek, dan kami berharap Indonesia untuk berpartisipasi aktif,” kata KAI dalam siaran persnya.

Korea Selatan berupaya untuk secara lokal membangun pesawat tempur baru untuk menggantikan armada F-4 dan F-5 yang sudah tua.

Urdupoint

jakartagreater.com

  9 Responses to “Indonesia Melanjutkan Pembayaran untuk Project KFX”

  1.  

    Amiiiinnn….semoga segera terwujud kmandirian pespur kita..oya…karna prototype yg d serahkan k indonesia nantinya pesawat dasar dg fitur dan letak senjata yg tidak tersembunyi alias bukan type body stealth maka d kita perlu jg meminta tot tntang body pesawat dg hard point yg d sembunyikan dalam body….sehingga pesawat IFX nantinya benar2 bisa siluman bila d padukan dg cat siluman yg d kembangkan oleh litbang

  2.  

    Lanjutkan.
    Kalau dah jadi bikin yang banyak.Jangan lupa bikin juga yang varian untuk angkatan laut.
    Semoga lancar luncur.

  3.  

    Seharusnya proyek pembelian Su 35 bersinergi dengan proyek IFX terutama pada hal alih teknologinya semisal pada mesin atau material komposit atau pada trknologi lainnya. Seharusnya Su 35 dan IFX harus saling mengisi pada kelasnya masing-masing.

    •  

      Bner pak…jd kekurangan d IFX bisa d penuhi dr hasil TOT su 35 rusia

    •  

      Sulit sekali kalau alih teknologi tentang mesin dengan pihak russia
      Yang pertama dikarenakan kita hanya membeli 11 unit saja, ini saja masih belum komplit satu skuadron
      Yang kedua pembayarannya masih berbelit belit karena pihak kita ingin setengah pembayarannya dengan imbal dagang sedangkan pihak russia itu menganggap bahwa imbal dagang menghasilkan dollar untuk dibayarkan ke russia

    •  

      Santai
      Di dalam kontrak pembayaran kita dapet offset transfer teknologi total sebesar 90% kok, termasuk radar AESA, IRST, Jammer, targeting system dll termasuk material juga
      Kalau mesin mungkin masih belum karena proyek kfx/ifx saja memakai mesin dari amerika dam tidak sepenuhnya membuat sendiri
      Mungkin beberapa tahun lagi setelah produksi masal ada proyek pembuatan mesin sendiri, semoga saja indonesia ikut proyek tersebut

    •  

      Bung tasik, seharusnya sih begitu tp sulit terjadi, yg mobil beda merek aja mesin dan komponen nya beda jauh

  4.  

    Ya semoga aja PT.DI jg bs membuat IFX blok3 jg seperti rencana Korsel. Coba nozel mesinnya bs geal-geol seperti SU series kan mantap jg super manuvernya!ngayal.com.he3

  5.  

    Ternyata korea takut Indonesia menarik diri, trik bisnis kuno tp masih bisa digunakan sampai sekarang … qiqiqi