Indonesia Menyambut Era Mobil Listrik

529

Jakarta- Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia harus mengikuti perubahan-perubahan global, memperhatikan perubahan iklim dan lingkungan sehingga mobil listrik harus dihitung dan dilihat.

“Ke depan, mau tidak mau mobil listrik itu harus kita hitung, harus kita lihat sebab semuanya akan mengarah ke sana,” ujar Presiden sewaktu menghadiri Lebaran Betawi pada Minggu 30 Juli 2017 di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, dilansir Antara.
Oleh karena itu, ucap  Presiden Jokowi, negara harus siap-siap baik regulasinya serta risetnya.

“Jangan sampai nanti orang lain masuk ke sana kita masih bingung. Mau ke mana,” Ujar  Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, persiapan yang diperlukan sekarang  ini, diantaranya insentif-insentif apa saja yang harus diberikan, baik untuk penemu, riset, maupun industrinya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji ulang proyek mobil listrik dari sisi pengembangan penghematan bahan bakar fosil.

“Kami lebih konsern pada penggunaan energi fosil yang semakin berkurang. BBM berkurang juga, sehingga impor kita juga lebih berkurang. Jadi kita punya concern mendorong energi bersih,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Hadi Djuraid pada Selasa 18 Juli 2017  di Jakarta.

Bersama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM rencanakan mengembangkan mobil listrik dalam negeri dan saling berkoordinasi.

“Kalau pengembangan mobil listriknya itu sendiri domainnya pada Kementerian Perindustrian, bukan kami (Kementerian ESDM),” ujar Hadi Djuraid .

Menurut Staf Khusus Menteri ESDM, di negara yang maju industri mobil listrik bukanlah hal yang mahal serta eksklusif lagi, karena telah mulai ramai mengembangkan teknologi tersebut.

“Teknologinya juga semakin maju, bukan lagi teknologi yang mahal dan eksklusif. Bahkan produsen seperti Tesla telah membuat mobil listrik sejuta umat. Dan itu makin cepat,” jelas Staf Khusus Menteri ESDM.

Bahkan berdasarkan informasi dari Hadi Djuraid, ada juga pabrikan yang mulai per tahun 2019 sudah menghentikan produksi mobil berbahan bakar minyak dan beralih kepada bahan bakar listrik.

Oleh sebab itu, perubahan tersebut harus lebih cepat dari sebelumnya. Maka Indonesia harus lebih serius mempersiapkan industri mobil listrik ini.

Terkait dengan penyediaan bahan bakar atau SPBU, Hadi Djuraid  menjelaskan Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah mempertimbangkan.

“Kalau listrik kami tidak khawatir, apalagi Pulau Jawa. Misal semua pembangkit JAWA 1 itu seluruh selesai malah kelebihan pasokan listrik. Malah ada rencana dari Jawa dialirkan ke Sumatera dan sekitarnya kan. Jadi paling tidak untuk Jawa tidak khawatir lah,” ujar Staf Khusus Menteri ESDM Hadi Djuraid.

25 KOMENTAR

  1. Terlambat. Dulu proyek peninggalan SBY dihentikan. Ilmuannya anak bangsa padahal, jadi mengungsi ke Malaysia karena tidak didukung pemerintah baru. Perjuangannya berat, Ricky Elson rela meninggalkan perusahaan Jepang untuk ke Indonesia, menyelundupkan mesin listrik buatannya lewat bandara. Setelah ganti pemerintahan dilarang jalan lagi, alasannya tidak lolos uji emisi.

    Yg korupsi 1 org, tapi imbasnya bisa senasional. Jadi ilmuan agak takut ngembangin moblis beneran. Paling2 cuma prototipe utk kejuaraan. Ilmuan Indonesia yg kerja dari luar negeri rela kembali ke Tanah Air utk memajukannya, akhirnya mengungsi lagi ke luar negeri. Pasti ada yg berkepentingan. Dulu 2010 kendaraan listrik belum populer, kita sudah ngembangin duluan. Eh ganti pemerintah proyek pemajuan bangsa dijegal. Keburu masuk motor-mobil listrik China.

    Hal yg sama juga dialami Pindad. Proyek PIEV (Pindad Electric Vehicle) dihentikan tahun 2015. Saya harap kalau benar mau mendukung moblis lagi, lebih baik jangan bikin proyek baru. Rawan korupsi, seperti proyek E-KTP. Mending lanjutkan dan tingkatkan performa moblis yg dulu sudah ada. Dan jangan beri kesempatan produsen asing dan aseng masuk pasar. Sudah bosan saya lihat kita dijajah secara ekonomi dan teknologi.

    • Pak dahlan iskan korban kriminalisasi.. Waktu ngejabat pimpinan BUMN banyak jabatan politik yg dibuang sama pak dahlan.. Pas lengser, jd makanan empuk para politik sakit hati.. Kalo tetep didukung pemerintah, bukan hal yg ga mungkin mobil listrik merajai pasar dlm negeri.. Ga usah jauh2 mobil listrik, mobil konvesional(bbm) aja ga ada geliatnya utk serius dikembangin.. Selama masih ada unsur politik kagak bakal ada yg namanya mobil nasional.. Sekarang ada ATPM GARANSINDO dr pihak swasta yg lg ngembangin motor listrik.. Pihak pemerintah tinggal mendukung penuh program ini..

  2. Pembangunan infrastruktur penting dalam rangka konektifitas antar orang antar daerah u memperlancar kebiatan ekonomi, paralel dg itu atau setelah itu pembangunan industri dasar amat sangat penting, industri dasar kimia, industri dasar: elekronika, metal, energi terbarukan termasuk nuklir why not? Yg penting menghasilkan energi, rancan bagun dan security yg kuat pasti bisa mengantisipasi segala ekses, indonesia byk pulau bangun di tempat terpencil jauh dr pemukiman dan geological.