Jun 162016
 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia enggan berkomentar terkait hasil pengadilan arbitrase Laut Cina Selatan.

Pengadilan arbritrase itu digelar setelah Filipina mengajukan gugatan soal sengketa Laut Cina Selatan dengan Tiongkok. Selain dengan Filipina, Tiongkok terlibat sengketa di wilayah yang sama dengan negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Vietnam dan Brunei. Keputusan pengadilan itu disebut-sebut akan keluar pada bulan depan.

”Terkait pengadilan arbitrase, kami tidak bisa memberikan komentar terlebih dahulu, kami harus menunggu. . . kalau hasilnya sudah keluar baru kami bisa melihat bagaimana kami harus menanggapinya,” kata Arrmanatha kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Kamis (16/06).

Arrmanatha menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam konflik Laut Cina Selatan adalah netral dan tidak ikut terlibat klaim maritim.

”Indonesia terus mendorong stabilitas di kawasan, kita selalu di berada di baris paling depan mengenai hal ini. Kita juga bukan negara yang turut mengkalim, jadi kita bisa bersikap objektif,” ujarnya.

Tiongkok sejak awal telah menegaskan akan menolak dan tidak mengakui putusan pengadilan arbitrase yang gugatannya diajukan Filipina sejak tahun 2013.

Sumber: Sindo News

 Posted by on Juni 16, 2016