Mei 042014
 

plan-for-indonesia-gdp

Jakarta – Presiden Susilo bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia berada di peringkat ke-10 ekonomi dunia dari Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan World Bank atau Bank Dunia. Peringkat persentase GDP Indonesia terhadap ekonomi dunia memang naik pesat dibandingkan beberapa tahun lalu, peringkat Indonesia naik dari 16 besar menjadi 10 besar.

Pernyataan ini disampaikan Presiden saat acara Launching Rajawali Televisi (RTV) di Plenary Hall, Jakarta 03/05/2014. Menurut Presiden, informasi itu baru saja disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri.

Capaian ini menunjukkan kebijakan pemerintah dalam ekonomi sudah sangat tepat. Ekonomi Indonesia sudah berjalan on track dan kita membuat progres yang sangat signifikan karena beberapa tahun lalu kita di nomor 16.

Berdasarkan data World Bank dari The 2011 International Comparison Program (ICP), berikut data share (persentase) perekonomian negara terbesar di dunia.

1. United States (AS) 17,1 %
2. China 14,9 %
3. India 6,4 %
4. Japan 4,8 %
5. Germany 3,7 %
6. Russian Federation 3,5 %
7. Brazil 3,1 %
8. France 2,6 %
9. United Kingdom 2,4 %
10. Indonesia 2,3 %
11. Italy 2,3 %
12. Mexico 2,1 %
13. Spain 1,6 %
14.Korea, Rep. 1,6 %
15.Canada 1,6 %
16.Saudi Arabia 1,5 %
17.Turkey 1,5 %
18.Iran, Islamic Rep. 1,4 %
19.Australia 1,1 %
20.Taiwan, China 1 %

Bandingkan dengan posisi 2 tahun lalu di 2012:

1.United States
2.China
3.India
4.Japan
5.Germany
6.Russian Federation
7.France
8.Brazil
9.United Kingdom
10.Italy
11.Mexico
12.Spain
13.Korea, Rep
14.Canada
15.Turkey
16.Indonesia
17.Australia
18.Iran, Islamic Rep
19.Saudi Arabia
20.Poland

IMF Predictions: Indonesia as the 5th largest economy by 2030

IMF Predictions: Indonesia as the 5th largest economy by 2030

Pengertian GDP
GDP suatu negara dapat didefinisikan sebagai total nilai penjualan barang dan jasa suatu negara dalam setahun. Jadi dalam skala yang lebih kecil, misalnya sebuah toko handphone, maka GDP dari toko handphone tersebut adalah omset total nilai penjualan handphone (barang) dan servis handphone (jasa) dalam setahun. Nah kalau dalam skala ‘Negara’ maka produk berarti semua barang yang dijual / dihasilkan di negara tersebut, dari minyak mentah, kelapa sawit, kopra, bahan mentah, bahan setengah jadi, sepatu, alat pancing, pesawat terbang sampai tusuk gigi. Sedangkan untuk jasa, mencakup dari jasa servis mobil, pijat refleksi di salon kecantikan, sampai jasa transaksi keuangan.

Yang perlu diperhatikan adalah produk dan jasa yang dihitung di sini adalah berdasarkan produk dan jasa yang dikenai pajak, jadi kalau jasa naik becak tidak masuk di sini karena tidak kena pajak (PPN). Kalau begitu nilai GDP nya tidak akurat ? Ya dan Tidak, misalnya di Indonesia dimana masih banyak usaha tidak formal (UKM dsb) yang belum bersinggungan dengan pajak, ada yang mengestimasi nilainya bisa 20-30% dari nilai GDP yang dipublikasi. Tapi bagi negara-negara yang tingkat pelaporan pajaknya tinggi, maka nilai GDP bisa dikatakan akurat, seperti US, atau negara-negara Eropa, Jepang juga.

“Gross” atau “kotor” berarti bahwa nilai barang atau jasa diambil tanpa memandang tahapan produksi atau penggunaan dan juga depresiasi dari barang modal (Capital Stock)  tidak dimasukan dalam perhitungan. Jadi entah barang digunakan untuk konsumsi, investasi atau cadangan tetap dihitung.

Selain pendekatan di atas yaitu dari sisi pendekatan produksi total barang dan jasa, dimana dianggap bahwa total barang dan jasa merupakan nilai total yang dihasilkan suatu negara, maka ada juga pendekatan dari sisi pengeluaran yang menggunakan rumus berikut: GDP = Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor – Impor).

(detik.com)

Bagikan:
 Posted by on Mei 4, 2014