Apr 182018
 

Model pesawat tempur KFX Korea Selatan diresmikan pada ADEX 2017 di Seoul. © Alvis Cyrille Jiyong Jang (Alvis Jean) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan kembali program pengembangan jet tempur masa depannya kerjasama dengan Korea Selatan dalam proyek Korean Fighter Xperiment (KF-X) / Indonesia Fighter Xperiment (IF-X), dirilis Janes.com, 17/4/2018.

Berbicara saat pameran Defence Services Asia (DSA) 2018 di Kuala Lumpur, pejabat Indonesia mengatakan bahwa saat ini keterlibatan Indonesia terus berlanjut, Sejumlah masalah utama telah menyebabkan perdebatan mengenai apakah partisipasi ini harus dihentikan.

Permasalahan ini termasuk keuangan, sejauh mana Indonesia akan mendapat “manfaat teknis strategis”, dan apa yang disebut oleh para pejabat itu sebagai “faktor geopolitik”. Para pejabat ini pun mengindikasikan bahwa partisipasi Indonesia dimasa depan dalam program ini kemungkinan akan ditentukan oleh para pemimpin seniornya, termasuk Presiden Joko Widodo.

Menurut salah seorang sumber industri Indonesia mengatakan, bahwa “Sebenarnya, uang bukanlah masalah utama meskipun ada sejumlah masalah terkait hal tersebut. Faktor-faktor utama dalam keputusan ini adalah berupa keuntungan teknis yang bisa diperoleh Indonesia melalui program tersebut dan ada beberapa faktor geopolitik yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia.”

Terkait dengan faktor-faktor geopolitik ini, sumber industri menyebutkan seperti “Rusia, Amerika Serikat dan Korea Selatan”.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut akan hal ini, namun dipahami oleh IHS Jane bahwa keterlibatan Indonesia dalam proyek tersebut telah menjadi sumber keprihatinan bagi AS, pemasok utama dari teknologi KF-X / IF-X, yang waspada mengenai ikatan lama dalam militer-teknis antara Indonesia dengan Rusia.

Pada bulan Januari 2018 yang lalu, pejabat pertahanan Indonesia berkomentar kepada media lokal bahwa saat ini Pemerintah RI kekurangan dana sekitar Rp 1,85 triliun atau sekitar $ 140 juta yang harus dibayarkan kepada Korea Selatan sebagai imbalan dalam keterlibatannya pada program KF-X / IF-X sesuai perjanjian keuangan yang sebelumnya telah ditandatangani pada tahun 2015.

Pembayaran Indonesia pada program KF-X / IF-X tersebut saat ini berada di belakang sekitar 40% dari komitmen keuangan yang telah disepakati sebelumnya.

Artikel ini pertama kali di angkat oleh IHS Jane. (17/4/2018)

Bagikan :

  230 Responses to “Indonesia Pertimbangkan Kembali Proyek KF-X”

  1.  

    Yaa… mundur lagi deh jadwalnya, atau malah gak jadi??

    •  

      Lohh..lohhh…proggres job nya nyangkut di asu..tapi korsel dah nagih teruss duitee..slurrpp

    •  

      .. numpang komentar nya..
      .. klo menurutku tetap jalan aja walaupun produk ini kelak akan sangat multinasional macam gripen yg rawan embargo part2nya.. tetapi kita juga harus tetap memodernisasi senjata2 perang kita karena ancaman bisa datang kapan aja.. ada suatu kelompok negara yg suka menyerang negara lain karena sesuatu tidak mereka sukai.. ada film jepang yg menyindir isu ini..

      •  

        Tp kita tdk tahu skenario yg saat ini berlangsung…

        •  

          @Bung Lingkar,

          Isu geopolitik IFX-KFX 2016-17 sdh jd fokus utama di Singapore.

          Singapore yakin Indonesia tdk akan mempertaruhkan kenetralan ASEAN demi IFX.
          (waktu itu sy jg tdk paham maksudnya)

          Tapi setelah itu, eyang hbb mulai bikin pernyataan “belajar bersama Korea” dan hal2 sejenis.

          Dan semua urusan uang jadi tertunda/dibatalkan sedikit demi sedikit.

          Jadi inget operasi beli F4 dr Israel ?

          Kemungkinan IFX bakal punya ending sama.
          Tapi Rasul bilang, tuntutlah ilmu sampai ke China, hahaha ?

    •  

      Hadeh amerika lg. Amerika memang tdk membagikan teknologix kpd indonesia. Biarpun gmana persahabatan indonesia tdk dianggap amerika. Utk indonesia perlu cari alternatif berdasarkan target waktu. Kalo lewat waktu indonesia harus dialog ulang sbg kompensasi atas penyrtaan moddalx dgn korea. Apakah modalx hilang atau ada pengembalian modal krn tdk sesuai perjanjian dr target waktu.

    •  
  2.  

    IFX Berkemampuan Radar & Avionik Gen 5 SU-57 Coming Soon

  3.  

    Amrika curiga kita ye?

    •  

      gue gak yakin ini proyek akan berhasil,wong ada campur tangan USA di dlmnya
      mungkin lbh baik beli blueprint JF-17,ato T-50 ,atau klo bisa mig29 otak atik sendiri dng penambahan avionik terbaru sdh lumayan tuh
      yg lebih urgent saat ini adalah penguasaan teknologi RUDALdan RADAR,gmn perkembangan rudal saat ini,kok gak ada info????apa msh jln di tempat?
      klo sdh bisa mandiri hal tsb,pesawat gen 4 pun gak masalah.asal cantelanya rudal yg mumpuni…hehehee
      edisi ngayal

      •  

        Indonesia itu gak pernah menghargai karya anak bangsa. Kita itu masih punya pandangan inferior dimana kalau ada barang inovasi dalam negeri selalu dipandang sebelah mata dan gak ada yang mau modalin, sementara selalu silau dengan produk luar negeri.
        Masih mending gak mau modalin, banyak yang lebih suka nyacat dan menghina.
        Masih mending pula disikapi skeptis, banyak yang mau menghalangi karena iri hati atau takut dapat saingan.
        Dengan mentalitas seperti ini kemajuan dan kemandirian bangsa terhambat oleh bangsa sendiri.

        •  

          itu mah karena yg selama ini dpt “UNTUNG BESAR” akan menggunakan segala macam cara “termasuk gandeng sana sini & kasih jatah sana sini biar mereka tetep menguasai “jalan mrk” dengan import barang,tentu saja mrk gak bakal kasi ijin siapapun merebutnya.klo bangsa kita bisa mandiri tentu “mata pencaharian” mrk hilang
          karena itulah kita dijadikan negara “konsumen”,apapun itu bentuk produknya,akan sangat sulit kita jadi “produsen”….hehhehheh!!peace

        •  

          tergantung keseriusan pemimpinnya bung… klo yg sekarang sih…. saya cuma geleng-geleng aja 😆

          padahal jalan sudah dirintis

          •  

            @lingkar

            Karena “yang ngintis” belum sadar kalo 70% komponen alutsista kita masih diimpor bang…malah sampe-sampe mo cari piramid diperut gunung segala, hhh

          •  

            Hahaha. masih mending mereka nyari piramid sampe kdlm gunung lha Sedangkan Mbh nyari istri baru sampe ke dlm got. 😆

            #Pecae mbh
            #Jgn disantet

          •  

            bung Hari,

            mungkin RI 1 yg sekarang tdk “ngeh” maksud suksesornya, yg seharusnya mempersiapkan apa yg diperlukan, sebab yg skrg fokus pada infrastruktur sipil.. sementara yg militer sedikit terabaikan…

          •  

            Ya mungkin juga bung. Tapi bagaimana dengan kenaikan anggaran yg dijanjikan. Tapi berkaca kepada sang naga cina, mungkin kita harus memperkuat pondasi perekonomian kita dahulu. Perekonomian tak akan maju tanpa ada infrastruktur yang memadai. Saya berharap kedepannya dengan infrastruktur yg telah di buat, masyarakat kita bisa bersama memajukan negeri seperti yg dikatakan di atas, jangan hanya jadi konsumen tapi jadilah produsen terutama buat masyarakat kita sendiri. Semoga perekonomian kita bisa maju dan bisa memperkuat alutsista dalam negeri. Semoga

            #semogabukanhanyasemoga

  4.  

    Ignored….tuku ae jet tempur made in Rusia, ra usah buang2 duit negara and sing penting dodolan CN jalan terus….

  5.  

    mundur pasti dapat malu…maju terus akan banyak halang rintangnya…oh ifk nasibmu sungguh ruwet dan berliku liku…

  6.  

    jangan berharap banyak sama pemerintahan yang sekarang … janji tinggal janji ..

  7.  

    Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph Donovan, diketahui melakukan pertemuan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Pertemuan itu dilakukan di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia.

    Ditemui pasca pertemuan tersebut, Donovan menyatakan dalam pertemuan itu dia menginformasikan bahwa dirinya akan kembali ke Washington dalam waktu dekat. Donovan menuturkan ia akan melakukan review mengenai hubungan AS-Indonesia dengan Washington.

    Apakah tekanan AS jd salah satu penyebab?

  8.  

    pemerintah kita gak pernah kapok2 kyknya berurusan yang ada hubungannya dgn BARBARIKA

  9.  

    Sudah kuduga Klau ini proyek bakal banyak masalahnya. Bukannya pesimis tapi memang kenyataan Soalnya selain join dgn Negara yg masih anak bawang kitapun jg belum cukup ilmu soal pengembangan pesawat tempur selain itu mitranyapun jg plang pling soal tukar teknologi walaupun dah di bayar (Ya meskipun kita telat bayar) sekaligus dibeli produknya. Dan jikapun benar berhasil seberapa besar komponen lokal yg di kandung dlm jet ini takutnya ntar ini malah sama kasusnya kaya Gripen ataupun Eagle yg kebanyakan komponennya masih impor.

    •  

      Bung Jimmy Kira2 Rosoboron Bersedia Tdk Menjual atau Barter(Imbal Balik) T.o.T Perangkat Keras & Lunak Avionik SU-57 Ke IFX

      •  

        Harus sedia banyak duit klau mau pake Pakfa buat basic IFX bung. Wong india aja yg udah Setor milyaran dollar masih di suruh bayar lagi ama rusia. Mending join aja ama mikoyan karena mikoyan jg lagi bokek dan perlu suntikan dana buat ngembangin LMFS. Walaupun masih kelas ringan LMFS bisa di jadikan basic untuk pengembangan ke pesawat selanjutnya.

        •  

          Peluang yang paling memungkinkan dalam kerjasama dengan Rusia agar Indonesia bisa memproduksi pesawat adalah Yak-130. Rusia gak akan pusing mikirin bocornya teknologi kunci.
          Kalau Indonesia mau bisa mengikuti jejak Italia (Alenia Aermacchi M-346).
          Membuat pesawat latih dari segi biaya juga akan lebih murah daripada pesawat tempur Gen 4.5 dan bisa dikembangkan/dimodifikasi sendiri.
          Jadi istilahnya jangan coba melompat kalo masih belajar berjalan.

          •  

            “jangan coba melompat kalo masih belajar berjalan”

            ——————

            Nah itu yg saya maksud. Kenapa kita tdk memulai dari yg ringan dulu setelah itu baru ke tahap selanjutnya. Soalnya biarpun di mulai dari ringan tapi ilmu dan pengalaman dari pengembangan tsb bisa di jadikan bekal untuk pengembangan pespur ke tahap selanjutnya. Selain itu Banyak negara yg melakukan RND Dari yg kecil lalu sedang lanjut ke besar (Kecuali Lisensi,dpt Blueprint atau nyolong teknologi)

        •  

          Klo kerjasama dengan Mikoyan sih bisa aja, secara desain itu MiG-35 bermesin ganda sama seperti desain IF-X

          Yg jadi masalah adalah selain niat, harus ada tekad…

  10.  

    harus mikir dg kepala super waras, kalo mau terus ya teruskan dg kesungguhan dananya … sukses atau tidak, bisa terbang atau tidak … semua adalah resiko research & development.
    mau selesai 1 thn atau 10 thn lg, semuanya tergantung byk faktor, perlu duit no limit, perlu sdm, perlu keseriusan pembuat kebijakan dari pemerintah.
    skrg tinggal mikir cepet, mau terus atau stop !, bikin mandiri sdh jelas bisa tuh N219, N250, si kumbang walau pake baling² nyata terbang melayang di udara !!!

    •  

      Ya memang N-219,N-250 DKK buatan PT DI. Tapi toh masih banyak jg komponennya yg impor. Dan pesawat angkut itu berbeda jauh dgn pesawat tempur bung mulai dari rangkan,radar,kemampuan,DLL Selain Turboprop dgn Jet jg beda jauh mulai dari efisiensi,kecepatan,ketinggian terbang,Durasi terbang DLL. Sekaligus Komen saya tk ada hubungannya ama pesawat angkut ataupun turboprop karena di situ tertulis “kitapun jg belum cukup ilmu soal pengembangan pesawat tempur”

    •  

      Bisa kita analisis alurnya. Boleh gue bilang bahwa IFX adalah rencana yang sebenarnya terlalu ambisius. Istilahnya baru belajar berjalan kok udah mau melompat:

      PINDAD:
      Anoa —> Badak —> Harimau Hitam
      Komodo —> Bushmaster

      PAL:
      KAL —> KCR 40/60 —> Light Frigate
      Kapal Angkut Sipil —> LHD/LPD

      DI:
      NC Series —> R80 (amien)
      ???????? —> IFX

      ??????? ===> Harusnya PT DI mulai dengan Pesawat Latih Militer

      •  

        dulu sdh bikin LT200 latih dasar militer

      •  

        Apapun ceritanya, bahan baku dan suku cadang sebagian besar masih IMPOR lho… jgnkan untuk pespur, untuk alutsista darat saja msh impor 70% bahan baku & suku cadangnya…

        Kata Pindad lhoo…

        •  

          Yg lebih mengenaskan itu material masih impor. Padahal negri ini kaya Akan SDM. 😆

          •  

            Yup, betul… industri hulu perlu dibenahi dan didukung pemerintah…

          •  

            Langkah mudah sebenarnya. Harus ada pelopor di industri hulu sebagai pemasok bahan baku yang diperlukan industri hilir. Jika sudah ada pelopor dan terbukti lancar (sukses) gue yakin yang lain juga akan ikut terjun dalam bisnis hulu ini (ada gula ada semut).
            Pelopor yang berpotensi dalam hal ini adalah BUMN, maka swasta akan mengikuti.

          •  

            Eladhala ternyata efek Kena Sebeh mbh Mien masih Terasa. 😆 Ralat bukan ‘SDM’ tapi “SDA”

          •  

            Industri hulu juga akan berfikir itu produksi mau di buang kemana? permintaan utk autsista tentunya terbatas, klo pasarnya sedikit tentu mereka tak bisa untung, itu alasan mereka…

            Anggaplah utk pesanan autsista besar, mereka produksi sesuai permntaan… bisa berapa lama? 1 tahun 2 tahun atau 5 thn… setelah itu tak da pesanan lagi… trus apa mereka harus tutup? 😀

          •  

            Industri hulu itu gak hanya mengolah bahan baku buat alusista, tapi juga buat kebutuhan lain. Seperti misalnya baja bukan hanya untuk kendaraan tempur tapi juga bahan konstruksi gedung, kerangka gerbong, peralatan mesin pabrik.
            gak akan pernah kehabisan order selama bahan mentah masih ada

        •  

          dan lebih parahnya lagi entah kenapa kita malah seakan diam saja tanpa membuat suatu produk untuk jalur suplai militer kita..

  11.  

    Bagi ane.kita berpikir linear saja.dalam kacamata pemikiran mamarika,batu sandungan dalam terwujudnya proyek KFX/IFX ini adalah kita(indonesia).mereka seolah setengah hati memberikan beberapa item teknologi inti dalam proyek ini kepada korsel.dalam benak mereka.”mengapa harus bersama indonesia”…????…..sich

  12.  

    Jangan tergantung dg negara yg masih memicingkan mata thd RI, mamarika msh dan akan terus memandang RI sbg setengah teman dan bukan sekutu, sehingga akan berat jika melulu mengharapkan teknologi inti dari mrk. RI hrs py 2nd plan utk mengembangkan pesawat tempur buatan dalam negeri, msh banyak negara yg siap mjd partner. Go Indonesia!

  13.  

    bearti ada benarnya mengenai rumor yang beredar tentang 4 teknologi inti yang tidak di berikan ke korsel karena adanya keterlibatan pihak ke 3 (indonesia) yang tidak sesuai porsinya.

    jika indonesia menarik diri dari proyek ini karena adanya intervensi dari usa, dan indonesia masih tetap ingin mandiri dalam membuat pespur mungkin pilihan yang paling realistis adalah mig 35, jika di lihat dari spesifikasi yang ada pada ifx yang di minta oleh TNI tidak jauh berbeda dengan mig 35

    tidak ada salahnya dengan membeli licensi mig 35, sperti yang telah di lakukan pada pkr sigma, jika sudah menguasai pembuatan pespur double engine maka pengembangan pespur single engine bukan masalah sepertinya bagi insinyur kita, jika sudah demikian maka tidak perlu lagi membeli (gripen dan viper) yang tentu saja rawan terhadap embargo karena secanggih apapun pespur barat kalau gak bisa terbang di saat perang meletus maka akan menjadi rongsokan.

    untuk patroli ada fa 50, untuk intercept ada mig 35, untuk penggebuk ada sukoi family kombinasi yang sempurna (khayalan tingkat tinggi)

  14.  

    Lihatlah langkah Korea Selatan :

    1. Pesawat turboprop latih KT-1B
    2. Pesawat turboprop serang darat COIN KA-1
    3. Pesawat jet latih T-50
    4. Pesawat jet serang darat TA-50
    5. Pesawat jet tempur FA-50
    6. KFX

    Lihat langkah Brazil :

    1. Pesawat turboprop serang darat Super Tucano
    2. Gripen NG

    Mereka mulai dari pesawat tempur turboprop dulu, baru pesawat jet tempur.

    Mulai aja dengan lisensi turboprop KA-1 dulu.
    Lalu kembangkan desain lain dari pesawat serang darat turboprop single engine.
    Asal bentuk desainnya lain bisa dibilang itu kreasi anak bangsa.

    Dilanjutkan dengan lisensi FA-50.

    Lalu beli EF Typhoon dengan TOT CFT dan canard.

    Lalu buat desain jet tempur ringan dengan dasar FA-50 tetapi berbentuk lain, misal ditambah canard dan CFT, dan dengan mesin lain yang bisa jadi lebih kuat daya dorongnya misalnya pakai eurojet, dan dengan radar AESA misal SABR atau lainnya.

    Bubar kerjasama itu biasa sebab Italia dan Rusia dulu juga bubar kerjasama. Tetapi masing2 bawa hasil desainnya dan dikembangkan jadi Yak130 dan M346.

    •  

      Kale Ane Pilih Blueprint FA-50 di kembangkan Jd Medium Fighter ( One Engine ) dg 13 Hardpoint, HDMS, CWB, CFT & VTOL Setelah Itu Heavy Fighter ( Double Engine )

    •  

      Berarti lebih baik dimulai dr Gripen ya bung? 😛 hihihi 😆

      •  

        Ga setuju bung kalo di mulai dari Gripen… Technologynya tetep mengandung Barat yang mungkin bakal di jegal lg dan Sparepartnya tau sendiri gimana…
        mungkin untuk ilmu oke tpi kita butuh kemandirian…

        •  

          Soalnya kmrn bung TN pernah bilang lebih untung borong Gripen plus dpt offset dan ToT 😆

          klo saya mending seperti yg dibilang bung Jimmy utk kerjasama dgn Mikoyan dgn MiG-35 nya, secara desain sudah cocok dengan IF-X krn bermesin ganda…

          •  

            nah itu dia Bung Lingkar. TOT ma Promonya sih oke… tapi kalo sampe di jegal lagi waduh ribet urusanya… kecuali bener2 TOT min 60% Komponen juga Perangkat Lunaknya baru dah setuju…

          •  

            Masalah utama kenapa Rusia kemarin enggan memberi ToT karena industri kita belum siap… Oleh krn itu perlu dipersiapkan semua utk bisa menerima teknologi yg diberikan… klo cuma diterima trus dimasukin brankas/lemari besi lantas utk apa???

          •  

            Nah oleh karena itu kenapa di antara seluruh BUMNS cuman PT. DI yang langsung lompat ilmu tinggi ga seperti yang lainya…
            coba seadainya PT. DI bisa mengawali dari yang mudah2 dulu. oke N295 udah on track tapi itukan pesawat Komersil.
            banyak yang bilang Beli lisensi TA/FA50 tapi mereka lupa itu korea dapet ilmu dari LM juga yang ujung2 eh izin ke USA juga.

          •  

            Nah… itu yg prlu dikaji lagi…

            padahal dulu sempat ada analisis dr salah seorang mahasiswa di Univ Pertahanan membahas masalah ini, terutama hambatan-hambatan apa saja yg mungkin ada terkait IF-X

            Tp saya lupa link nya

          •  

            @lingkar

            Nahhhhh…tuh tau jawabannya

            Bingung toh, komene gak akur dg komen yg atas sono…hhh

    •  

      Nah itu dia masalahnya bung TN PHD. kalau Pahitnya kita berhenti di tengah Jalan. akankah kita Melanjutkan R&Dnya?
      apakah akan cari Mitra lainya? itu yang selalu saya bingung…

    •  

      Lho Brazil sama seperti Korsel mereka mulai dari Turbroprop Tucano setelah itu Jet serang Ringan AMX hasil kerjasama dgn Italia setelah itu baru mereka Beli Gripen buat di jadiin basic Pengembangan FX-BR.

      •  

        Memang gak murah ngembangkan pespur gen 4,5 terlebih kedua negara blom menguasai teknologinya. Jika berjalan mulus dan disetujui senat AS maka LM akan mentransfer 25 teknologi yg dibutuhkan k-fx/i-fx dng perjanjian pendanaan 80% korsel dan 20% RI. Itu kalo on the track.
        Yg jd masalah 4 teknologi kunci tidak diberikan ijin oleh AS, maka korsel berupaya mencari dari luar AS. Transfer 4 teknologi kunci dari luar AS ini perlu dana segar lg diluar kesepakatan yg 80% – 20% td. Sedangkan yg 20% aja sdh mulai geal geol nyari duitnya, ini malah disodorin proposal penambahan sharing dana buat 4 teknologi kunci tadi.

        Mungkin AS akan melunak jika RI sdh positif bakal akuisisi F-16V utk 3 squadron baru tambahan. Artinya RI jg diminta kontribusi utk ikut akuisisi pespur produk LM. Masa sih duit cuma 2 rb mintanya mau dpt nasi lengkap.

        Jd bukan krn kebijakan pembelian SU-35. Kalo ini yg jd dasar mungkin dr awal rencana pemilihan SU-35 sdh bakal pasti berusaha di jegal oleh AS. Walaupun berita akhir2 ini yg mengatakan AS berusaha melobi agar RI tdk beli Sukhoi namun sejatinya itu dlm rangka upaya meloloskan F-16V dr para seterunya.

        Aahhhh….ngibul aja komen gue ini, sotoy banget gue ya…..xicixicixi

  15.  

    Indonesia ini kan negara dikenal kreatif apa aja bisa dibikin jadi apalagie soal rakitan top dech..daripada 140 juta melayang mending buat pengembangan rudal dan radar.

  16.  

    Bakal Rame nih…

  17.  

    Pespur itu teknologi sensitif, sulit bagi USA membaginya kepada negara yang bukan termasuk negara sekutunya, apa lagi indonesia termasuk negara yang pernah sangat dekat dengan Rusia (Uni Soviet), bagaimanapun USA khawatir teknologinya akan bocor ke Rusia.

    padahal faktanya USA yang terang2an memiliki SU 27, dan mempunyai tank oplot yang merupakan turunan dari T 72 Rusia.

    Intinya USA tidak tahu malu, dan Tidak mau mengakui Kekurangannya

    •  

      alasannya krn mereka beli pespur bekas… kecuali Oplot-M yg mereka beli baru dari Ukraina

      •  

        memang lebih baik Indonesia mundur dari IFX, dan membeli licensi MIG atau Sukoi ya bung, tapi untuk saat ini yang paling masuk akal ya beli licensi MIG 35, mengingat IFX tergolong medium fighter dan MIG sangat butuh konsumen yang potensial
        Cina juga dulu awalnya beli licensi Sukoi dari Rusia dan sekarang sudah mampu mengembangkan Pespur Cita rasanya sendiri, harusnya Indonesia belajar dari kebijakan Cina

    •  

      Bahkan AS pun dpt dokumen tentang Sukhoi Series dari Insinyur sialan yg kabur dari soviet. Selain itu merekapun Jg punya S-300 yg di dpt pada era 90an.

  18.  

    Jika radar quantum sempurna maka pespur yang di katakan siluman, speed nya 1,6 mach, dan tidak terlalu gesit dalam bermanuver maka akan menjadi kuburan terbang untuk pilot2 mereka,

    dan lagi2 F35 Australia bukan lawan yang sepadan untuk Sukoi series

    •  

      Meski msh dlm pengembangan (mgkn) tapi China & Rusia udah bilang bisa mendeteksi pespur siluman buatan AS, dan sudah pasti AS membantah semua itu….

      Jd mgkn aja kejadiannya sama dengan yg di Suriah…

      Trump, jet anda bukan siluman & nampak mengibarkan bendera putih diradar kami 😆

      hihihiji

  19.  

    sy setuja kalo mundur. Secara gitu loh. ngeluarin duit besar banget eh ternyata cuma dapet teknologinya seuprit gara2 amrik sangat indonesiaphobia. Takut kita jual teknologinya ke Rusia. Mendingan sekalian Indonesia joint sama Turki kembangin TFX. Menjadi TFX/IFX. Dan Indonesianya juga mengembangkan sendiri IFX mengajak joint swedia

    •  

      Masa setelah kerjasama dengan KAI trus beralih ke TAI sih bung? 😆 xixixixi

      #becanda

    •  

      Sama aja Mau join dgn Swedia ataupun Turki bakal ada campur tangannya AS. Pertama banyak komponen Gripen yg masih impor dari AS, Kedua Inggris menjadi mitra TFX dan Inggris notabennya Sekutu abadi AS dan mau Menuruti semua perintah AS (Hawk slh satu bukti nyatanya)…

    •  

      pilihan paling realistis adalah dengan MIG bung, Turkey sudah menggandeng pakistan dan akan sangat sulit untuk masuk ke proyek mereka selain itu juga inggris (sekutu USA) ikut terlibat dalam proyek mereka

      menjadikan gripen pesawat nasional tentu tidak sesuai spek yang di inginkan TNI AU yang menginginkan pespur double engine

      •  

        Bisa, tp ttp produksinya ya dari Rusia langsung… dan bertahap baru dialihkan ke PTDI…

        Trus gmna soal rencana bangun pabrik PTDI, Pindad dan PAL di sumatera? Untuk infrastrukturnya butuh anggaran berapa banyak itu?

      •  

        Bener yang paling Realistis ya MIG tapi keinginan tentu terkadang tidak sesuai.
        bisa jd setelah kita mundur dananya malah di alihkan untuk pembelian alutsista yang lain atau bahkan di pindahkan ke dana kementrian yang lain…
        semoga aja pejabat kita pada sadar akan superiotas udara…

  20.  

    Kemarin ada yg sarankan ambil F-16V, seandainya diambil… trus duitnya dr mana? itu dana kerjasama IF-X aja kita nunggak… gimana mau beli F-16V coba?

  21.  

    bung Hari,

    mungkin RI 1 yg sekarang tdk “ngeh” maksud suksesornya, yg seharusnya mempersiapkan apa yg diperlukan, sebab yg skrg fokus pada infrastruktur sipil.. sementara yg militer sedikit terabaikan…

    •  

      typo “pendahulunya”..

      •  

        Soal yg ini saya inget analogi begini bang…

        Beda yg sekarang dg yg dulu-dulu…sama-sama mencetak sawah, yg sekarang menyiapkan dulu sarana/prasarana irigasinya dg membangun embung dan waduk, sedangkan yg dulu-dulu, setelah membuka hutan dan selesai mencetak sawah , baru tersadar kalo padi gak bisa hidup tanpa air krn gak ada sarana irigasinya tidak dipikirkan

  22.  

    Masa sih 1,8 triliun kok tidak punya? Si hari tanu aja punya 10 triliun hasil transferan Trump saat Trump belum jadi presiden

    😎

  23.  

    Sy masih tertarik dgn produksi rudal masal yg minimal sekelas s300, kalau butuh 2 triliun bisa diambilkan sedikit dari APBD Jakarta yg 50 T

  24.  

    mbah bowo mana mbah bowo, memangnya infrastruktur itu tdk penting? di bangun infrastruktur salah tdk di bangun lbh salah lagi, teknologi pespur itu penting bahkan jika kita ada duit beli terus sama pabrik2nya sekali.

  25.  

    liat komen2 para sepuh bila indonesia menarik diri dari progran KFX ini apa bakalan tetep bayar full biayanya atau yang sudah dibayar kurang dari 40% itu bakalan hangus ?

    •  

      Ancam Balik Larang atau Boikot Budaya Korea, Konser Kpop Twice, Fan Meeting Artis, Jd Tdk Ada Salahx Kita Mengikuti China & Japan, Enak Aja Bayar & Jg Tarik 100 Insinyur2 Kita Yg Ada di Korea & Keluarkan Keppres Melarang Insinyur Bekerja di Sektor Alutsita Made in Korea

  26.  

    Rudale pundi rudale pundi mandiri ne pundi rudalllll oh rudallllll dimanakah anda

  27.  

    Saran buat Pak Jokowi, Batalkan pembelian Su-35 atau lupakan IFX. Pilihannya hanya dua itu. Mau join Ama India, Rusia aja gak terbuka untuk ToT pada FGFA. Mau join ke Turki lewat TFX jelas gak mungkin soalnya Turki aja join Ama BAE UK dan proyek itu juga belum jelas progresnya apalagi Turki belum pernah sekalipun membuat pesawat tempur dan sekarang lagi punya masalah sama USA-UK dan sebagian besar anggota NATO. Join produksi JF-17 atau J-31??? Ya Silahkan kalo pengen dikecewakan lagi seperti C-705. Pada kenyataannya ini sudah masih perang dingin jilid 2. Tinggal pilih mana, Ane sih dukung IFX lanjut dan hubungan diplomatik dg Rusia diputus. Terserah mau Jokowi diganti apa enggak yg penting sejalan dengan Washington. Hhhhhhhhhh

    •  

      Lebih baik Mati daripada membatalkan SU35…

      Toh aku juga tau sebenernya tekanan politiknya tuh salah satunya ya Penjualan mereka ke kita… dan lagi kalau sampe SU35 di batalin, emng siapa yang mau nerima Barter Karet, dll sambil dapet pesawat? Kalo Amerika mau dengar Harga Kontrak dan ekspor komoditi sama dengan SU35 bisa dapet 11 F18 atau 36 F16V sih oke…
      Gmna Agato?

      •  

        Credits okay, barter no way.

        Kalo masih mau beli Su-35 siap-siap Indonesia keluar dari proyek KFX/IFX. Kalo masih ngeyel lagi alamat kejadian seperti G30S bakal terulang. Yang bakal dijadikan alasan?? PKI tumbuh lagi di kalangan kiri.

        Kalo ente mau mati kayak huru hara G30S ya siap2 aja. Toh ente juga gak punya nama, matipun gak masalah. Hhhhhhhhhh

        •  

          Ini Nih akibat terlalu Chauvinisme plus Fanatisme ke AS. Negaranya sendiripun diancam. 😆 Jikapun keluar dari KFX/IFX masih banyak proyek lain dan Blueprint dari negara Lain.

        •  

          gak bakal berani USA ngelakuin itu lagi, coba aja ente suruh itu USA buat ngobok2 indonesia lagi kayak tempo dulu

          ente kira TNI gak punya intel yang mumpuni?
          ini sudah tahun 2018, masyarakat indonesia sudah pintar2 gak akan mempan itu isu2 PKI

          kalau pun digoyang hanya ekonominya yg mampu di goyang, kalau agresi gak akan berani itu USA datang ke Indonesia

          •  

            Iya nanti kita jewer aja

          •  

            Gak mempan digoyang isu PKI?? Rakyat Indonesia sudah cerdas?? Intelijen TNI sudah mumpuni???
            Hhhhhhhhhh… Ane mau ketawa keras 2. HHHHHHHHHH…

            Liat bagaimana tahun lalu bisa ada nonton film G30S/PKI buatan Orde Baru dan semua menikmatinya, itu dibilang gak mempan?? Lihat sebagian umat Islam Indonesia percaya bahwa Jokowi, Presiden Indonesia adalah seorang penganut Komunis dan kelahiran seorang China. Sebagian umat Islam kalo 40% saja itu sama saja dg total lebih dari 80-90 juta penduduk Indonesia.

          •  

            Bilang intelijen TNI mumpuni? Kalo benar, bagaimana mungkin jaman SBY bisa disadap dengan gampang oleh Aussie??? Bagaimana mungkin mereka bisa kecolongan aksi 212??? Hhhhhhhhhh

          •  

            Oleh sebab itu kita sbg rakyat harus cerdas, harus tahu apa yg harus dilakukan dan apa yg tidak.

          •  

            Kalo ente masih pake Google, masih pake Facebook, WhatsApp, Instagram dsb berarti Ente masih belum cerdas Mbah. Lihat berita tentang Cambridge Analitica. Hhhhhhhhhh

          •  

            Apakah hubungannya antara cara pandang seseorang dg chambridge analityca?

          •  

            Ya itu Karena sebagian rakyat indonesia mudah kena Proxy. Apalagi klau itu proxy berbau Rizieq,Ahok,Komunis,Agama,China pasti langsung koar-2 Tanpa Cek&Ricek bahwa benar atau tidaknya isu tsb.

      •  

        Nah berartikan sudah Jelas… kalo ada apa2 patut dipertanyakan sekaligus di waspadai Agato ma Induk semangnya..
        Gini aja deh, situ pengen beli Mobil A dari Dealer A karena kegunaanya, dll yang ga bakal ada di Mobil dan dealer lainya dan kita gamau yang lain. tiba2 temenmu larang2 dan pake ancam segala seperti rumahnya di bakar, ganggu anak2mu, dll
        kalo orang bener pasti tau dong mana yang salah? dan kenapa harus pake larang dan ancam sedangkan kita orang bebas punyak HAK.

        soal terakhir sih kami memang sedari awal memang Tanpa Nama, Tanpa Identitas, dll yang terpenting Bangsa maju, Rakyat Sejahtera, Tanpa memihak Tanpa ikut campur urusan orang lain sudah cukup. ?

        •  

          jadi salesnya yang main ancam nih bung? atau malah pemilik showroomnya? 😀 hehehehe

        •  

          Setau saya Selama ini AS digembor-gemborkan menjunjung tinggi HAM. Tapi melarang dan mengancam negara lain itu menentukan Pilihannya Itu apakah Bukan pelanggaran HAM?. dan Setiap negara mempunyai Hak untuk menentukan Pilihannya sendiri!.

          #Shame on u Traitor.

        •  

          Politik luar negeri gak bisa disamakan dengan perumpamaan Ente. Sebuah kesalahan kecil aja bisa menjadi perang atau paling lunak ya dijauhi sekaligus diembargo oleh grup yang lain. Thousands friends Zero enemies ala SBY takkan bisa dipake sekarang saat ketegangan dan blok2an mulai berkembang lagi. Jaman Orde Baru dan Jaman SBY walopun secara resmi politik luar negeri Indonesia adalah Bebas Aktif, kenyataannya mereka condong ke Barat. Jaman Soekarno condong ke timur, nasibnya kemudian terjungkal saat G30S, Megawati juga condong ke timur. Pemilu 2004 dan 2009 tidak terpilih lagi. Kini jika Jokowi memilih sikap condong ke timur apalagi dg pembelian Su-35 maka kita akan tahu apa yg akan terjadi kemudian.

          •  

            Perasaan Soekarno merapat ke timur juga karena terpaksa… Belanda itu bagian dari sekutu, beli alutista untuk melawan Belanda dari USA dan sekutu lainya jelas ga mungkin… yang paling berpeluang membeli dari USSR…
            Era itu sudah berbeda, Megawati kalah bukan karena rapat ketimur… salah satunya adalah faktor beliau adalah wanita…
            Yang terjadi kemudian dengan Jokowi adalah nyambung lagi, bakalan makin rumit hubungan dengan USA dan makin rapat dengan timur…

        •  

          Ane bukan penghianat, walopun Ane pendukung USA dan barat apa yg Ane sampaikan semuanya didasarkan atas analisa yg logis apalagi kejadian itu berulang. Ingat, sejarah akan terus berulang dalam bentuk yg sedikit berbeda.

          •  

            Oleh karena itu kita harus merubah sejarah itu karena kita sendiri adalah pelaku sejarah bung?

          •  

            Ya Jikapun benar Ur not a Traitor anda harus membuktikan itu. Dan bisa saja sejarah tentang megawati hanya sebuah kebetulan atau mungkin karena dia slh langkah dgn menjual banyak Aset negara dan akhirnyapun rakyat tdk suka sekaligus kecewa dgn kebiasaan tsb dan akhirnyapun dia gagal bersaing dgn SBY. Dan jikapun Soekarno tk memberikan mandat Supersemar ke Soeharto pasti Dia tk Akan Lengser Secepat itu.

          •  

            Ingat sejarah membuktikan seperti apa sebenarnya USA itu… seperti apa dekatnya Soeharto dengan USA dan apa yang didapatkan dari itu semua???

          •  

            agato @ analisa yg logis? lha pak harto pun akhirnya banyak di kadalin amerika.

          •  

            Dan akhirnyapun Soeharto jg lengser krena campur tangan AS dlm Krismon.

          •  

            Ya, karena Soeharto mau beli Sukhoi.

          •  

            Lol. Lha wong Soeharto mau beli Su-30 Karena diembargo sekaligus kecewa sama sikap AS kok di Salahin.

          •  

            LoL….. hla wong di embargo duluan… jelas Soeharto keki, ga pakai buatan sekutu ga patek-en…

    •  

      SU-57 Bersama Rakyat TNI AU Kuat

    •  

      agato @ lhu ingat orang indonesia sdh pd pikun semuakah,

    •  

      Ini si Agato orang paling munafik sedunia, di sini dia ngomong ngawur, di warung sebelah dia nyalahin gue.

      Bagaimana pun juga, Amrik seperti Trump dan Senat Amrik itu mata duitan.

      Yang dia mau produknya laku keras.

      Kalau ada prospek penjualan besar kepada RI di depan mata dengan nilai total hampir usd 20 milyar untuk 7 – 10 tahun ke depan, ngapain dia capek2 embargo kita ?

      Coba hitung berikut ini adalah estimasi nilai pembelian :
      48 viper usd 4,5 milyar
      24 super hercules usd 3 milyar
      8 Poseidon usd 2 milyar
      2 Pegasus usd 0,5 milyar

      4,5 + 3 + 2 + 0,5 = 10

      Itu saja sudah usd 10 milyar

      Belum chinook, tambahan apache, tambahan hellfire, blackhawk, mh60r, patriot, f15se, ratusan amraam, vls mk41, dll, yang total nilainya hampir 10 milyar lagi.

      Berani embargo RI, semua prospek itu bakal lenyap.

  28.  

    Kalau saran saya ya pak joko,
    Mending afiliasi politik kita itu ‘benar2 netral’ seperti SBY, knp? Karna bisa kita lihat dijaman sby bahas Kilo sm Rusia enakkk, perjanjian IFX lancarrr gak ada tuh soal takut ga dikasih bahan sm barat karna emg kita netral…
    Nah skrg coba kita liat jaman now itu apa2 pembahasan kita lbh condong ke Timur (China-Rusia), ekonomi dan pertahanan skrg pun gitu jd wajar aja program jangka panjang begini jd susah skrg karna kita uda lbh ke milih ke condong mihakk
    Wajar lah usa begitu,
    Kita pun kalau jd negara besar bakal begitu. Knp? Karna gak mgkin kita mau ngasih ilmu apalagi teknologi membunuh ke negara yg mihak ke musuh, sekalipun mihaknya dikit, sekalipun mihaknya hanya di periode ini, sekalipun itu hanya jokowi.

    Intinyaa saya mohon benar netral, dan mohon sekali ifx ini benar2 jadi.

  29.  

    Sudahlah indonesia mending cari negara yang bisa kasi ilmu membuat rudal dan radar tanpa takut intervensi negara lain..klo soal pesawat kita beli saja dan perawatannya mandiri.

  30.  

    “Berbicara saat pameran Defence Services Asia (DSA) 2018 di Kuala Lumpur, pejabat Indonesia mengatakan bahwa saat ini keterlibatan Indonesia terus berlanjut, Sejumlah masalah utama telah menyebabkan perdebatan mengenai apakah partisipasi ini harus dihentikan”….

    Apapun ceritanya, berita ini sebagai masukan saja, berarti ada salah satu atau beberapa pejabat yang tidak ingin kita melanjutkan program ini… HOAX atau tidak, yg pasti itu pejabat dan kita tidak tau dia itu siapa…

    Meski ini berasal dr informasi Janes.com, jangan diterima mentah-mentah ya kawan-kawan…

    😀 heheheh

  31.  

    Apakah insinyur2 kita tidak mampu untuk membuat jet tempur dg teknologi terkini?

  32.  

    Saya KECEWAAAA..!!!!!!

  33.  

    AYO BANGSA INDONESIA KITA BUAT SENDIRI RUDAL DAN PESPUR YANG HEBAT…

    •  

      Wao…. sehebat apakah itu ??….

      •  

        Mbah sbg rakyat harus ikut dan saling berjuang membangkitkan semangat bangsa indonesia seluruh elemen bung…apakah bung colibri setuju?

        •  

          Kalo saya sih pasti setuju mbah….

          Yg saya heran, ada aja satu atau dua elemen masyarakat yg menginginkan kita ini jadi bangsa yg kerdil, dan yg bikin repot mereka ini punya massa yg suka membabi buta….. dan suka menghalalkan cara….

          Wuedan pokoke…..

    •  

      percaya saya mbah …. dijamin sdh bisa dan mampu bikin pespur sendiri, tugas mbah carikan duiiit setara 200-300jt USD buat tahapan sampai ke prototype 1 atau 2 unit dan sdh bisa terbang !!! sekelas super galeb atau hawk atau minimal tucano.

      •  

        mungkin duit sekian pemerintah bisa jika semua elemen benar2 serius bukan pura2 serius.

      •  

        kalo soal sumber alokasi dana, sy no comment, kita bisa mulai dg koleksi Mig21, A4, F5E, Hawk 100/200 ex AU, semua kita bongkar habis, cari kelebihan kekurangan tiap pespur, ambil tekno dasar yg terbaik dan paling mudah dibuat, akan lahir karya anak bangsa minimal setara F20.
        tdk perlu join, tdk perlu susah cari blueprint.
        avionik/radar/armament dll sesuaikan dg tekno terkini.

  34.  

    Media biasa selalu mencari sensasi toh blm tentu benar, klupun bgt siapa pejabat dimaksud sampe masalah ini disampaikan ke Media bs dikategorikan penghianat gak ya?edisi kuciwa.he3

    •  

      Kayaknya ente sama kayak si Lingkar. Apa karena sumbernya bukan RT, ItarTASS atau Sputnik jadinya ente gak percaya 1000% ya. Dasar korban propaganda Rusia. Hhhhhhhhhh

      •  

        Saya juga kecewa…..

        Ko bisa2-nya intelijen Israel bilang kalo serangan Tramp, Mey dan Makaroni ke Suriah gagal……..

        Tel Aviv kudu di rudal jelajah nih….. biar mulut ga asal mangap…… xixi….

      •  

        Sepertinya sumber berita yg ada tidak semua dari RT, TASS ataupun Sputnik deh… atau mungkin Anda emang sengaja memilih membaca artikel JKGR yg berasal dari ketiga media tersebut aja, supaya bisa anda hina mati-matian ya? 😆

        Saya paham, pola pikir ini terbentuk karena anda salah asuhan 😛 wkwkwwk…. kasian yaa… 😆

        •  

          Ane kan mengamati gaya komentar Ente dilihat dari sumber artikel mana yg dimuat di JKGR. Ntar kita lihat ya, kalo JKGR ambil berita dari media propaganda Rusia ente bakal bilang: cermati dan telaah dulu isi berita atau langsung percaya begitu aja. 100% kalo medianya dari Rusia Ente bakalan langsung koar2. Yakin, Ane. Dasar antek Kremlin. Hhhhhhhhhh

      •  

        Pendirian no link=hoax yg perlu diugrade bung! Padahal semua hal tdk semua bs disediakan mbah google dan lank-link-lunk.

        •  

          Ente sebutin sumbernya aja kelar. Kalo dari Buku sebutin aja judulnya. Kalo TV, sebutkan aja program beritanya. Kalo ente gak terbiasa mengamati sumber berita berarti ente orangnya apatis akut, jangan jangan berita hoax juga asal dimakan aja. Hhhhhhhhhh

          •  

            Usaha dong! Jgn apa2 harus disuap! Klu mengkritik AS lgsg disebut Rusian Fansboy, pemuja China jgn terlalu memuja satu pihak dan mengatakan pihak lainnya sesat semua! Rakyat RI ya harus setia dgn NKRI.

          •  

            Bilang aja kalo asal beritanya merendahkan USA Ente asal copas tapi kalo menjelekkan Rusia, bilang itu HOAX. Apalagi yg asal baca tanpa tau literasinya jelas orang yg tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, kalopun pernah kuliah pasti kampusnya Abal Abal gitu. Hhhhhhhhhh

          •  

            Klu anda kan orang pintar sampe klu terdesak dlm argumen lgsg memakai kata2 kasar dan lgsg menyerang kepribadi orang yd dituju, padahal satu telenjuk mengarah keorang empat jari lainnya menunjukdiri sendiri, yg menilai kita orang lain juga! Klu ngelayaniomongananda pasti semuanya salah dan andalah yg paling benar!

  35.  

    Ane jawab disini aja ya Mbah NOTO. Gini Mbah, kasus Cambridge Analitica adalah salah satu contoh yg bisa berkembang menjadi perang proxy lewat data pribadi kita yg tersimpan di media sosial atau kebiasaan yg kita lakukan saat menggunakan media pencarian website. Jika benci Jokowi dan suka membukanya di YouTube misalnya, maka begitu kita buka YouTube maka video2 tentang kejelekan Jokowi yg akan muncul. Begitu juga di Google atau di Facebook. Tampilan itu yg bakal muncul entah lewat adsense, rubrik bersponsor dsb. Hal itu akan menanamkan dalam lubuk hati kita atau alam bawah sadar kita bahwa Jokowi itu buruk. Ngoten Mbah.

    •  

      Tapi apakah jika kita tetap berpikiran jernih dan juga melihat realita dari berita yg berasal dari pemerintah dan juga bukti2 kita akan terseret ke situ? , apakah kasus tsb sudah menyerang ke indonesia bung agato?

      •  

        Mbah hanya perlu melihatnya dari semua sisi dan menelaah lebih jauh dg pikiran jernih,itu baru bisa membuat kita memahami garis besarnya, apakah itu benar atau tidak, apakah HOAX atau tidak. Kasus itu bukan hanya menyerang pada seluruh warga Indonesia tapi juga sampai disini Mbah. Tuh contohnya Russian Fanboys yg suka kemakan HOAX dari satu arah aja milik propaganda Rusia. Hhhhhhhhhh

        •  

          Rusia fanboy ataupun amerika fanboy sebenarnya tdk begitu penting disini,yg paling penting adalah kemajuan negeri kita bagaimana kita menghadapi tantangan yg ada, dan kita juga harus waspada akan campurtangan asing

          •  

            Ane demen sm commentny mbah noto

          •  

            kalau mau majuin negeri kita ya di banyakin kerja sama dengan negara yang mau pure bisnis, lu punya duit, gw punya barang
            lu gak punya duit kita barter sama SDA lu dan setelah lu beli mau lu pakek buat apa itu barang terserah lu kan udah lu beli bukan lu sewa

            kalau lu mau mandiri sediakan duit yang banyak ntar duit lu kita barter sama teknologi gw (sama2 untung) cuma ada yang kehilangan pasar nya di mari ntar kalo indonesia mandiri, jadi di cegal terus.

            gak perlu di paparin lebih jelas lagi semuanya juga udah faham

          •  

            untuk waspada bahaya campur tangan asing setiap anak negeri juga harus belajar sejarah mbah

            perang informasi antar kubu superpower dgn pembentukan opini publik adalah hal krusial dlm peperangan modern.

            menerima suatu informasi atau berita sebagai fakta tanpa verikasi lebih lanjut dari sumber lain adalah celah2 propaganda.

        •  

          Fanboy ini fanboy itu mungkin sbg keseruan dlm diskusi.
          Apakah bung agato amerika fanboy?

  36.  

    Bung Rojes, usul tampilan websitenya dibuat kayak sebelumnya Bung. Kalo yg sekarang kolom komentar terakhir jadi kecil manjang kebawah Bung. Jadi susah bacanya.

  37.  

    Kenapa bangsa ini gak bisa contohin China yang saat ini sudah meluncur generasi keempat J-20, plus lagi kembangin rudal sebagai cantelan nya

  38.  

    Kita semua adalah indonesia fansboy yg punya tujuan indonesia maju, dan tak kalah penting harus waspada pd kekuatan asing yg akan usil dan seenaknya.

  39.  

    saya jadi ingat waktu kedatangan korsel ke indo pas jaman pak sby juga bawa artis korea lupa namanya, fans dari indo banyak….. mungkin itu juga yang memuluskan banyak kontrak senjata antara indo dan korsel.

    kayaknya lebih baik bubarkan saja proyek kfx ini daripada mangkrak terus terusan……

  40.  

    manuver negosiasi ulung …….

    banyak hal bisa terjadi ….. bisa serong ke kanan / serong ke kirri ….

    indonesia akan menjadi negara yang besar dan kuat ………….

    dan akan selalu ada jalan tengah yg tterrbaik ……

    sejarah telah membukktikan ……

  41.  

    seseorang yg yg disebut janes cuma menyebut faktor geopolitik ndak ada embel2 rusia

    bisa jadi cuma retorika cangkeman atau pendapat pribadi sya mengatakan penjualan f-35 akn terancam seperti kasusnya lavi isreal

    •  

      Hahaha. Lucunya LAVI berhasil karena sebagian besar di Supply AS dan LAVIpun Gagal Krena AS Takut LAVI jadi saingan F-16. 😆 Sayang itu Jet di jual sebagian Blueprintnya ke Chino oleh IAI.

 Leave a Reply