JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 102018
 

Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA 10514 KRI RE Martadinata (331) © Damen via Youtube

JakartaGreater.com – Fregat kelas Martadinata punya TNI AL telah dilengkapi dengan radar penanggulangan elektronik (R-ECM) Scorpion 2 dan radar pendukung penang-gulangan elektronik (R-ESM) Vigile 100 buatan Thales sebagai bagian dari rangkaian peperangan elektroniknya.

Dilansir dari laman IHS Jane, TNI AL saat ini mengoperasikan dua fregat Perusak Kawal Rudal (PKR) kelas Martadinata, yang telah dibangun berdasarkan desain fregat SIGMA 10514 buatan Damen Schelde. Kapal pertama yakni KRI Raden Eddy Martadinata (331) ditugaskan pada bulan April 2017 sementara kapal kedua KRI I Gusti Ngurah Rai (332) dilantik pada bulan Januari 2018.

Tentang Scorpion 2

Scorpion 2 adalah Electronic Counter Measures tercanggih yang telah dirancang secara khusus untuk melawan radar pencari jarak jauh, radar akuisisi target serta juga radar pengarah rudal yang beroperasi baik dalam mode pencarian maupun mode terkunci.

Sistem tersebut menggunakan unit pemancar dual-head yang dapat dikendalikan, dan beroperasi dalam frekuensi 7,5 GHz – 18 GHz. Berdasarkan literatur produk dari Thales, ini dapat menangani hingga dua ancaman secara bersamaan.

Fungsi:

  • Perlindungan Area
    – Pertahanan kapal lain dalam melawan serangan
    – Memungkinkan unit bernilai tinggi untuk tetap diam
    – Melindungi misi penyerangan dengan aset lain
  • Titik Pertahanan
    – Pertahann terhadap serangan dari pesawat, rudal dan kapal lainnya

Fitur:

  • Advanced Digital RF Memori berbasis Teknik Generator
    – Respon otomatis sesuai dengan daftar ancaman yang diprogram sebelumnya
    – Penanganan ancaman simultan-koheren yang terprogram
    – Mode teknik jamming berlapis
  • Pelacak penerima target terintegrasi dan update parameter sudut terus menerus untuk merespon dengan cepat
  • Konfigurasi pemancar Single Head atau Dual Head
  • Antena terpisah untuk jamming presisi “narrow beam” atau “wide beam” demi gangguan area

Scorpion 2 ini dapat diintegrasikan dengan sistem ESM apa pun, seperti Thales Sealion dan Vigile ESM, yang menyediakan lapisan pengukuran seketika serta data parameter radar pada radar ancaman yang disadap. ESM memulai akuisisi sasaran untuk penerima pelacakan bawaan pada Scorpion 2.

Tentang Vigile 100

Sementara itu Vigile 100 mempekerjakan antara empat hingga enam antena pencari arah di sekitar tiang platformnya untuk mencari dan mengidentifikasi potensi bahaya. Sistem Vigile 100 ini beroperasi dalam frekuensi 2 GHz -18 GHz, dan bekerja bersama-sama dengan sistem Scorpion 2 untuk menyediakan kemampuan pertahanan diri dan area terhadap radar dan ancaman elektronik.

Kemampuan Utama:

  • Cakupan frekuensi 2 GHz – 18 GHz (opsi tambahan 0,5 GHz – 2 GHz)
  • Pencarian Arah Langsung 360°
  • Mengukur semua radar dengan 100% POI
  • Catatan & tayangan ulang untuk tujuan ELINT
  • Proses multipath dan refleksi
  • Memiliki varian Permukaan, Kapal Selam dan Darat
  • Desain modern berbasis COTS untuk keandalan yang tinggi

Kinerja RF:

  • Sensitivitas pemrosesan otomatis 60 dBmi
  • Amplitudo akurasi pengukuran DF sebesar 3° RMS
  • Polarisasi tanpa-buta

Kinerja Pengolahan Sinyal

  • Pengukuran parameter Pulse-to-Pulse
  • Pra-pemrosesan PDW untuk lingkunan sinyal siklus high duty
  • Kepadatan denyut 1 juta Pulse Per Second (PPS)
  • Daftar kapasitas ancaman hingga 12.000 mode emitor
  • Maksimum 500 target secara simultan
  • Waktu reaksi <1 detik

Antarmuka Manusia dan Mesin:

  • Operasi dari workstation khusus atau CMS konsol multifungsi
  • Alat manajemen pustaka yang komprehensif
  • Diagnosis otomatis oleh BITE
  • Tampilan fleksibel untuk analisis taktis dan ELINT

Opsi lain:

  • Berbagai unit antena ESM kapal selam
  • Integrasi sistem tempur penuh
  • Pengontrol sistem untuk R-ESM, DLS
  • Integrasi dengan C-ESM

Selain peralatan radar peperangan elektronik, IHS Jane juga telah menerima konfirmasi dari sumber industri Indonesia bahwa fregat Martadanita (331) telah dilengkapi dengan CAPTAS-2 / UMS 4229 sonar variabel kedalaman (VDS) dari Thales. Yang merupakan tambahan untuk sonar Kingklip / UMS 4132 yang terpasang sebelumnya di lambung kapal dan berasal dari perusahaan yang sama.

Bagikan:

  21 Responses to “Indonesia Pilih Radar dan ECM Buatan Thales”

  1.  

    Pertamax full.. Nice body fregat…

  2.  

    nyimak sambil ngopi

    nunggu bel jam 9 pagi

  3.  

    Mau dipasangi orlikon enggak yah..?

  4.  

    Wuih pake teknologi tales eropa, bukan tales Bogor.he3. Kenapa AL gak melirik AEGIS AS py ya, apa karena semua harus persetujuan senat?

  5.  

    radar sdh, armament nya gimana?

  6.  

    Petikan paragraf di atas “Fregat kelas Martadinata punya TNI AL telah dilengkapi dengan radar penanggulangan elektronik (R-ECM) Scorpion 2 dan radar pendukung penang-gulangan elektronik (R-ESM) Vigile 100 buatan Thales sebagai bagian dari rangkaian peperangan elektroniknya.” Cucok tenannnnn….mantaffff, lancrutkan lagii

  7.  

    Semoga 25 unit PKR tercapai hingga MEF III

  8.  

    Bersama Inggris, TNI Kuat.

    God bless The Queen

  9.  

    PKR 10514 – SIGMA Class Guided Missile Light Frigates

    https://www.youtube.com/watch?v=AgkesT8YHhY

  10.  

    Ane punya cerita nih pada seremoni kapal seluruh asean,indonesia ikut pake kapal ram ini terus pas gabung ke gerombolan kapal thailand dikira kapal musuh dan gak kedetek di radar kapal thailand dan thailand sampe ngeluarin helikopter untuk memastikan itu kapal china apa asean wkwkwkwk ghost brooo asli no hoax bin cerurut dan prajurit ran sampe sorak sorak biar biar mereka tahu hahah

  11.  

    Lanjutkan… Jauhi produk2 amerika

    😎

  12.  

    Itu perangkat elektroniknya klu kena jammer su35? Bakalan bingung itu barang

    Hahhaahaaaa

  13.  

    Memang benar kalau komponen paling vital dari alusista modern adalah radar, sehebat apapun alusistanya jika tdk di dukung oleh radar yg canggih akan menjadi alusista yg buta… Karena doktrin perang saat ini tak perlu berhadap2pan tapi dari jarak jauh bisa melepaskan missile yg bisa me lock target… Semoga indonesia bisa melakukan risert radar dan satelit lebih baik lagi kedepannya guna kemandirian bangsa

 Leave a Reply